Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita di Negara Berkembang Qurratu Falmuariat; Thresya Febrianti; Mustakim Mustakim
Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada Vol 11 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Akademi Keperawatan Sandi Karsa (Merger) Politeknik Sandi Karsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35816/jiskh.v11i2.758

Abstract

Introduction; Stunting in toddlers is one of the nutritional problems in the world, especially in developing countries. As many as 21.3% or around 144 million toddlers in the world are stunted, more than half of the world's stunted toddlers are from Asia, and more than two-fifths live in Africa. Stunting is a serious threat to the existence of children as the next generation of a nation. Purpose; This study analyzed the risk factors associated with the incidence of stunting in toddlers in developing countries using a systematic literature review and meta-analysis. Method; Literature search using online journal portals namely ProQuest, PubMed, and Garuda. The journal used in this study is a journal with a maximum reputation of Q2 and sinta 2, in the period 2010-2020, with a cross-sectional and case-control study design. Results; Based on the search results, seven kinds of literature were obtained, and conducted by systematic literature review was. Conclusion; The results of the meta-analysis of risk factors related to the incidence of stunting in toddlers in developing countries are birth weight and exclusive breastfeeding
Gambaran Perilaku Pencegahan Penularan COVID-19 dan Faktor Lainnya di Kota Jakarta Selatan Desti Cahyani; Thresya Febrianti
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 2 (2023): April 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14237

Abstract

The rapid spread of COVID-19 accompanied by poor health behavior has led to an increase in the number of cases among the community. The purpose of this study was to look at the description of the factors of knowledge, attitudes and community support related to the behavior of preventing the transmission of COVID-19 in North Cipete Village, South Jakarta. This research was a quantitative study with a cross-sectional design. This study involved 2 95 respondents selected by non-random purposive sampling technique. Data was collected through Google Form, then analyzed using descriptive statistical methods. The results showed that most of the respondents who did not work had poor behavior to prevent the transmission of COVID-19, namely 85.3%. Respondents who had a low level of knowledge also show a tendency to behave poorly in preventing COVID-19, namely 95.8%. Respondents with negative attitudes tend to have poor behavior in preventing COVID-19. Respondents who did not receive the support of community leaders also had a tendency to behave in an unfavorable way to prevent COVID-19, namely 92.6%. It was concluded that unemployed conditions, low level of knowledge, negative attitudes and lack of support from community leaders were related to poor behavior in preventing COVID-19.Keywords: COVID-19; preventive behavior; work; attitude; knowledge; support from community leaders ABSTRAK Penyebaran COVID-19 yang begitu cepat disertai dengan perilaku kesehatan yang buruk menyebabkan bertambahnya jumlah kasus di kalangan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah melihat gambaran faktor pengetahuan, sikap dan dukungan masyarakat terkait perilaku pencegahan penularan COVID-19 di Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 295 responden yang dipilih dengan teknik non random purposive sampling. Data dikumpulkan melalui Google Form, lalu dianalisis dengan metode statistika deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yang tidak bekerja memiliki perilaku pencegahan penularan COVID-19 yang kurang baik yaitu 85,3%. Responden yang memiliki tingkat pengetahuan yang rendah juga menunjukkan kecenderungan berperilaku yang kurang baik dalam pencegahan COVID-19 yaitu 95,8%. Responden dengan sikap negatif cenderung memiliki perilaku yang kurang baik dalam pencegahan COVID-19. Responden yang kurang mendapatkan dukungan tokoh masyarakat juga memiliki kecenderungan berperilaku pencegahan COVID-19 yang kurang baik yaitu 92,6%. Disimpulkan bahwa kondisi tidak bekerja, tingkat pengetahuan yang rendah, sikap negatif dan kurangnya dukungan tokoh masyarakat berkaitan dengan perilaku yang kurang baik dalam pencegahan COVID-19.Kata kunci: COVID-19; perilaku pencegahan; pekerjaan; sikap; pengetahuan; dukungan tokoh masyarakat
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU SADARI PADA AKSEPTOR KB HORMONAL DI DESA CURUG GUNUNG SINDUR TAHUN 2025 Mukti, Elshandra Cipta; Thresya Febrianti; Luqman Effendi; Dewi Purnamawati
Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia (JKMI) Vol. 3 No. 1 (2025): Oktober 
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jkmi.v3i1.5433

Abstract

Kanker payudara menjadi jenis kanker utama di kalangan wanita, baik secara global maupun di Indonesia. Selama lebih dari tiga dekade terakhir, 68-70% pasien dengan kanker payudara mengalami keterlambatan diagnosis, yang berdampak negatif pada pilihan pengobatan. Salah satu alasannya adalah tidak menganggap penting pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) sebagai deteksi dini kanker payudara. Prevalensi SADARI secara nasional di Indonesia masih rendah, yang dipengaruhi oleh faktor demografi, psikososial, dan pengetahuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku SADARI pada akseptor KB hormonal di Desa Curug Gunung Sindur tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan sampel sebanyak 210 akseptor KB hormonal di Desa Curug, Gunung Sindur yang ditentukan dengan Rapid Survey 30x7. Kemudian di analisis secara univariat dan bivariat menggunakan Chi Square dengan α = 0,05. Dua dari lima akseptor KB hormonal (40%) di Desa Curug mengakui telah mempraktikkan SADARI, tetapi hanya 17,6% yang melaporkan melakukannya secara rutin. Terdapat hubungan antara persepsi hambatan, persepsi manfaat, sikap terhadap perilaku, dan norma subjektif dengan perilaku SADARI. Penelitian menunjukkan bahwa empat dari delapan faktor psikososial terkait dengan perilaku SADARI. Saran yang diberikan ialah mengadakan pendidikan kesehatan baik kepada akseptor KB hormonal maupun kader untuk mengatasi kesenjangan pengetahuan, menghilangkan kesalahpahaman, meluruskan keyakinan yang keliru, dan mengatasi kendala terkait SADARI.
GAMBARAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN PROYEK PEMBANGUNAN RUSUN MAHATA SERPONG PT. ADHI KARYA TAHUN 2024 Priono, Joko; Thresya Febrianti
AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2024): AN-NUR: Jurnal Kajian dan Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/annur.6.1.18-30

Abstract

Kelelahan menjadi permasalahan di bidang kesehatan dan keselamatan kerja. sekitar 32% pekerja dunia mengalami kelelahan akibat kerja, sekitar 18.3–27% pekerja mengalami kelelahan berat saat bekerja, sebesar 45%. Dilihat tren kasus kecelakaan kerja di indonesia hingga tahun 2022 sebanyak 265.334 kasus yang disebabkan kelelahan, kelelahan masih menjadi faktor utama terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini dilakukan untuk menegetahui gambaran kelelahan kerja karyawan PT. Adhi Karya. Populasi penelitian ini seluruh karyawan PT. Adhi Karya sebanyak 63 karyawan yang bekerja di proyek pembangunan Rusun Mahata Serpong. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis univariat dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan karyawan yang mengalami kelelahan berat sebanyak 41 (65,1%). Karyawan yang berusia lansia (46-66 Tahun) sebanyak 6 (75,0%) lebih banyak mengalami kelelahan kerja berat. Karyawan dengan ststus merokok (merokok) sebanyak 30 (73,2%) lebih banyak mengalami kelelahan berat. Karyawan dengan kualitas tidur buruk sebanyak 40 (67,8%) lebih banyak mengalami kelelahan berat. Karyawan dengan masa kerja ≥ 3 tahun sebanyak 32 (68,1%) lebih banyak mengalami kelelahan berat. Karyawan dengan beban kerja berat sebanyak 27 (79,4%) lebih banyak mengalami kelelahan berat. Masih terdapat karyawan yang mengalami kelelahan berat, untuk mengurangi rasa lelah tersebut pihak perusahaan dapat memberikan pelatihan mencegah terjadinya kelelahan kerja.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Safety Riding Siswa di SMK Al-Makmur Kota Jakarta Selatan Naufal, Rafif Nabhani; Thresya Febrianti
J-Mestahat Vol 5 No 1 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58185/jmestahat.v5i1.154

Abstract

Meningkatnya angka kecelakaan berkendara disebabkan salah satunya karena ketidakamanan para pengendara dalam membawa kendaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku safety riding di SMK Al-Makmur Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 67 responden diperoleh dengan menggunakan Teknik Proportionate Stratified Random Sampling. Hasil penelitian didapatkan 36 (53,7%) responden memiliki perilaku tidak aman. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara sikap (p-value = 0,012), kepemilikan SIM (p-value = 0,000) dengan perilaku safety riding dan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p-value 0,089), pengalaman berkendara (p-value = (0,229), usia (p-value = 0,127), dan jenis kelamin dengan perilaku safety riding (p-value = 1,000). Kesimpulannya lebih dari setengah responden tidak memiliki perilaku safety riding saat berkendara. Sikap dan kepemilikan SIM menjadi faktor risiko safety riding pada remaja. Saran membuat aturan dalam hal membawa kendaraan sepeda motor ke lingkungan sekolah seperti kelengkapan surat izin mengemudi dan kelengkapan standar keselamatan berkendara seperti helm untuk mencegah risiko kecelakaan lalu lintas.
Factors Affecting Fruit and Vegetable Consumption Behavior Among Students of SMP Bina Insan Cendikia Depok City in 2025 Yunita, Lifa; Effendi, Luqman; Nurfadhilah, Nurfadhilah; Febrianti, Thresya
J-Mestahat Vol 5 No 2 (2025): Jurnal Semesta Sehat (J-Mestahat)
Publisher : Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Kota Tangerang Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku dalam mengonsumsi buah dan sayur menjadi salah satu indikator utama dalam mendukung pola makan sehat pada kalangan remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan perilaku mengonsumsi buah dan sayur pada remaja di SMP Bina Insan Cendikia di Kota Depok tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) dengan responden berjumlah sebanyak 153 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang diberikan kepada siswa dan dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (73,5%) memiliki perilaku konsumsi buah dan sayur yang rendah. Beberapa faktor yang terbukti memiliki hubungan bermakna dengan perilaku tersebut antara lain pengetahuan (p=0,002; OR=12,541), kesukaan (p=0,002; OR=3,292), kemudahaan untuk mendapatkan buah dan sayur (p=0,004; OR=4,504), pengaruh teman sebaya (p=0,004; OR=4,091), serta peran orang tua (p=0,005; OR=4,334). Sebaliknya, jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p=0,248). Dapat disimpulkan bahwa terdapat faktor eksternal dan internal yang memiliki kontribusi terhadap perilaku renaja dalam mengonsumsi buah dan sayur. Sekolah perlu menyediakan akses buah dan sayur, dan penelitian lanjutan disarankan mengeksplorasi faktor lain yang berpengaruh.
PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) JAKARTA BARAT Mils, Brenda; Febrianti, Thresya
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v13i1.996

Abstract

Based on the Jakarta Health Department's surveillance report in 2018, the highest IR for DHF cases was in West Jakarta with an IR of 36.96 / 100,000 population and the highest in Grogol Petamburan District was the highest IR of 68 / 100,000 population.  The aims this study to analysis  the relationship between the behavior of eradicating mosquito nets with the incidence of DHF in Grogol Petamburan District. Stdy design is a cross-sectional with a sample of 219 respondents The sampling technique used random sampling. Analysis with Chi-Square ?=0,05. The prevalence of DHF in as much as 16% of 219 respondents. The related variables based on the analysis are the drainage behavior of the water reservoir (p-value = 0.003 OR: 3.22 95% CI: 1.431-7.250), the behavior of closing the water reservoir (p-value = 0.004, OR: 2.88 95% CI: 1,372-6,048), behavior of disposing / recycling used goods (p-value = 0.01, OR: 2.601 95% CI: 1,236-5,480), behavior of maintaining larvae eating fish (p-value 0.01, OR: 3,356 95% CI: 1,243-9,064), the behavior of using abate powder in a water reservoir (p-value 0.03, OR: 2.76 times greater than the incidence of DHF (95% CI: 1,020-7,482), the behavior of installing wire gauze (p-value: 0.002, OR: 3.1 95% CI: 1,474-6,518), behavior of hanging clothes (p-value = 0,000, OR: 9.74 95% CI: 3.841-24.728), behavior of using anti-drug mosquito (p-value: 0,000, OR: 5.38 95% CI: 2,136-13,596).  There is a relationship between the behavior of eradicating mosquito nests related to the behavior of draining, closing, throwing / recycling, maintaining larvae, using abate powder, using wire mesh, changing clothes, and using mosquito repellent. The need to increase the behavior of eradicating mosquito nests in the community related to the behavior of draining, closing, disposing of / recycling, maintaining larvae, using abate powder, using wire mesh, changing clothes and using mosquito repellent to prevent the occurrence of DHF.
Pengaruh Status Kesehatan Rumah Terhadap Kejadian Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Sawangan Efendi, Rusman; Maduri, Cindi; Febrianti, Thresya; Tri Handari, Siti Riptifah
Jurnal Kesehatan Indonesia Vol 14 No 1 (2023): November 2023
Publisher : HB PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33657/jurkessia.v14i1.844

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease that is a major cause of ill health and one of the leading causes of death worldwide. This study aims to analyze the effect of home health on the incidence of tuberculosis in the working area of the Sawangan Health Center, Depok. The design used is case control, to determine the effect of home health on the incidence of tuberculosis. The population in this study were the people in the working area of the Sawangan Public Health Center, Depok. The sample size was 60 respondents, consisting of 30 samples of tuberculosis sufferers and 30 samples as controls. Data were collected by observation, then the results of the study were analyzed using the chi-square test with univariate and bivariate analysis. The significance level uses ? 0.05. The results of the study found a significant effect of the ventilation area, lighting, and humidity of the house on the incidence of tuberculosis. There is no significant effect of the type of floor and the density of the house on the incidence of tuberculosis. The health condition of the house in general influences the incidence of tuberculosis, so that local health workers need to educate the public about creating housing conditions that meet health requirements.
A SYSTEMATIC REVIEW AND META-ANALYSIS: RISK FACTORS OF MORTALITY COVID-19: Sistematik Review dan Meta-Analisis: Faktor Risiko Kematian COVID-19 Febrianti, Thresya; Falmuriat, Qurratu
Jurnal Berkala Epidemiologi Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Berkala Epidemiologi (Periodic Epidemiology Journal)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jbe.V12I22024.203-213

Abstract

Background: COVID-19 is still a threat throughout the world because of its high morbidity and mortality. Comorbid diseases like hypertension, diabetes mellitus, and heart disease are some of the factors in the high severity and mortality of COVID-19 patients. Purpose: The study aims to analyze the effect of risk factors on COVID-19 mortality using a systematic review and meta-analysis. Methods: Articles were taken from online journal portals Pubmed, Garuda, and Google Cendekia, and all were published from October 2019 to December 2021 in full text and with an observational study design. The keywords used in searching the articles were "COVID-19", "sars cov 2", "2019-nCoV", "2019 novel coronavirus", "COVID-19 deaths", and "COVID-19 mortality". The articles were collected using a PRISMA diagram; then, data extraction was carried out in a systematic review. The data was synthesized by using a meta-analysis technique using the RevMan application. Results: This study analyzed 59 articles and found that age, hypertension OR=3.09 (2.69-3.56), sex OR= 1.29 (1.08-1.53), and diabetes mellitus OR=3.03 (2.66-3.44) are the risk factors for COVID-19 death. Conclusion: The death in COVID-19 patients is influenced by elderly age, gender, and comorbid disease (diabetes and hypertension). These COVID-19-death-related factors can help health workers recognize and prevent a more severe stage of the disease through more appropriate handling and treatment.