Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Manajemen risiko dengan metode hazard identification risk assessment and determining control aspect impact (HIRADC-AI) pada pekerja pengepul dan pemulung Ro’is, Rachmy Rosyida; Sulistyorini, Anita; Laksana, Dian Puspitaningtyas; Pramudya, Dandy Arie; Sucita, Ni Made DwiAstini; Bahari, Bima Sutan Putra; Rachmanissa, Tiara
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1987

Abstract

Background: Pulosari Scavenger Village is a densely populated settlement located along the railway tracks. Most residents work as scavengers and scrap metal collectors in a scrap metal warehouse. Therefore, Pulosari Scavenger Village poses potential hazards for workers and the community. Purpose: To identify hazards and control occupational health and safety risks. Method: This was a descriptive observational study using a cross-sectional design, documentation, interviews, and analysis using the Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control - Aspect Impact (HIRADC-AI) method, conducted directly at each work stage in Pulosari Scavenger Village. Results: The total number of hazards identified from eight work activities with potential hazards was 52, consisting of six high-risk, 36 medium-risk, and eight low-risk. The hierarchy of controls represents a potential hazard control strategy in Pulosari Scavenger Village, primarily through administrative controls and the use of personal protective equipment. Conclusion: The main sources of hazards include chemical exposure, poor ergonomic practices, unorganized working conditions, lack of personal protective equipment (PPE), and inadequate infrastructure. The most feasible risk control measures are administrative controls and consistent use of PPE, while elimination and substitution are not feasible due to the nature of the work.   Keywords: Collectors; Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control Aspect Impact (HIRADC-AI); Risk Management; Scavengers.   Pendahuluan: Kampung pemulung merupakan salah satu pemukiman padat penduduk yang terletak di bantaran rel kereta api. Masyarakat kampung pemulung rata-rata memiliki pekerjaan sebagai pemulung dan pengepul barang bekas pada gudang besi tua. Sehingga, kampung pemulung memiliki potensi bahaya untuk pekerja dan masyarakat pada kampung tersebut. Tujuan: Untuk mengidentifikasi bahaya dan pengendalian risiko keselamatan dan kesehatan kerja. Metode: Penelitian observasional deskriptif dengan desain cross sectional, dokumentasi, wawancara serta analisis menggunakan metode Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control - Aspect Impact (HIRADC-AI) yang dilakukan secara langsung pada setiap tahapan pekerjaan pada kampung pemulung Pulosari. Hasil:  Jumlah risiko bahaya dari 8 aktivitas pekerjaan dengan potensi bahaya sebanyak 52, yang terdiri 6 potensi risiko tinggi, 36 potensi risiko sedang, dan 8 potensi risiko rendah. Hierarki kontrol merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan potensi bahaya pada Kampung Pemulung Pulosari, terutama pada upaya pengendalian administratif dan penggunaan alat pelindung diri.  Simpulan: Sumber utama bahaya meliputi paparan bahan kimia, praktik ergonomi yang buruk, kondisi kerja yang tidak tertata, kurangnya penggunaan alat pelindung diri (APD), serta infrastruktur yang tidak memadai. Upaya pengendalian risiko yang paling memungkinkan dilakukan adalah pengendalian administratif dan penggunaan APD secara konsisten, sementara eliminasi dan substitusi tidak dapat diterapkan karena sifat pekerjaan tersebut.   Kata Kunci: Hazard Identification Risk Assessment And Determining Control Aspect Impact (HIRADC-AI); Manajemen Risiko; Pemulung; Pengepul.
Program TEMU SAJA Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Permasalahan Pencernaan pada Remaja di SMPIT As-Salam Farah Paramita; Lulu'ul Badriyah; Dian Puspitaningtyas Laksana; Beta Salsabila Febiola Efendi; Fatihaturrizqiyani Tri Muriazmi; Nuria Alfisana Yudha; Ayu Andhiny Atika Putri; Nabila Qurata A’yun; Niken Dwi Anggraeni
Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pengabdian Masyarakat
Publisher : Progran Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpm.v6i2.871

Abstract

Gangguan pencernaan seperti penyakit asam lambung kronis (GERD) menjadi salah satu masalah kesehatan yang biasa terjadi pada remaja dan sering disebabkan oleh pola makan yang kurang teratur serta stres yang dipicu dari tekanan akademik. Program “TEMU SAJA (Teman Temu Sehat Sejiwa Remaja)” dilaksanakan sebagai upaya promotif serta preventif untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta perilaku hidup sehat pada siswa di SMPIT As-Salam Malang. Program ini menggabungkan tiga metode utama, yaitu workshop edukatif tentang kesehatan pencernaan, kelas memasak sehat, dan peer support group sebagai wadah berbagi pengalaman serta motivasi antar remaja sebaya. Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh 28 siswa dan menggunakan desain pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil mengindikasikan terdapat peningkatan kuantitas rata-rata skor pengetahuan sebesar 22,95% setelah pelaksanaan program. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukatif partisipatif yang menggabungkan praktik langsung, penguatan keterampilan, dan dukungan sebaya efektif dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku makan sehat pada remaja. Hal ini selaras dengan temuan Wijaya et al. (2020) dan Monika et al. (2021) yang menyatakan bahwa pola makan tidak teratur dan konsumsi makanan kurang bergizi meningkatkan risiko gangguan pencernaan pada remaja, serta Dyna et al. (2018) yang menekankan pentingnya asupan gizi seimbang bagi kesehatan siswa. Program TEMU SAJA berpotensi untuk direplikasi dan dikembangkan pada tingkat pendidikan lain sebagai model edukasi kesehatan remaja yang berkelanjutan.
Program Less Hazard: Edukasi Pemilahan Limbah B3 untuk Peningkatan Pengetahuan Pemulung Kampung Pulosari Ro'is, Rachmy Rosyida; Sulistyorini, Anita; Laksana, Dian Puspitaningtyas; Pramudya, Dandy Arie; Putra Bahari, Bima Sutan; DwiAstini Sucita, Ni Made; Rachmanissa, Tiara
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i1.29062

Abstract

Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) berisiko tinggi terhadap lingkungan dan keselamatan kerja. Pemulung sebagai pekerja informal kerap terpapar langsung limbah berbahaya tanpa perlindungan memadai. Kondisi ini terlihat di Kampung Pulosari, Kota Malang, Di kawasan tersebut, pemulung masih mencampur limbah organik, anorganik, dan B3 serta jarang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menilai efektivitas edukasi pemilahan limbah B3 dalam meningkatkan pengetahuan pemulung serta mengidentifikasi kesenjangan antara pengetahuan dan praktik di lapangan. Metode pengabdian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol yang melibatkan 20 pemulung. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan, dan data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed-Rank serta analisis deskriptif. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata peringkat (mean rank) skor pengetahuan dari 17,36 pada pretest menjadi 19,64 pada posttest. Meskipun terdapat tren kenaikan skor, perbedaan tersebut secara statistik ditemukan tidak signifikan (p = 0,503; U = 141,500; Z = -0,670). Sebanyak 75% responden memiliki kategori pengetahuan baik setelah intervensi, namun praktik di lapangan masih rendah, ditunjukkan dengan tetap adanya pencampuran limbah dan minimnya penggunaan APD. Berdasarkan hasil uji statistik, edukasi menunjukkan tren peningkatan skor pengetahuan, namun secara statistik belum signifikan dalam memberikan perubahan yang kuat. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan saja belum cukup untuk mengubah perilaku secara instan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan berkelanjutan melalui penyediaan APD, rambu keselamatan, dan dukungan fasilitas agar pengetahuan dapat terimplementasi dalam praktik aman sehari-hari.
Studi Komparasi Booklet Konvensional dan Digital dalam Peningkatan Pemahaman dan Perubahan Sikap Ibu terhadap ASI Eksklusif di Kota Mataram: Comparative Study of the Effectiveness of Convensional and Booklet Digitals in Increasing Understanding and Changing Maternal Attitudes towards Exclusive Breastfeeding in Mataram City Paramita, Farah; Al-Irsyad, Muhammad; Laksana, Dian Puspitaningtyas; Katmawanti, Septa; Sharoni, Siti Khuzaimah Ahmad; Samah, Dea Aflah; Wahyuni, Oktavia Sri; Putri, Fatiya Rizka; Rabbani, Muhammad Fahmi; An-Khofiyya, Nida; Pahlevi, Reza
Amerta Nutrition Vol. 10 No. 1 (2026): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v10i1.2026.6-14

Abstract

Background: Child malnutrition is a global challenge in Indonesia, specifically in Mataram City, primarily attributed to the low coverage of exclusive breastfeeding. One potential strategy to address this challenge is increasing health knowledge through health promotion media, such as conventional and digital booklet. Objectives: This study aims to implement interventions using both conventional and digital booklet media, compare the two types of booklet, and determine which type is more accepted by the community. Methods: A pre-experimental method with a cross-sectional design was conducted using a one-group pretest-posttest approach comprising 96 mothers with infants aged 6 to 24 months in the Cakranegara and Ampenan Puskesmas areas. Data were collected using questionnaires to assess maternal knowledge and attitude both before and after the intervention. The differences in knowledge and attitude were analyzed using the Wilcoxon Test. Results: The results showed that the intervention of digital booklet did not produce a statistically significant difference in the enhancement of knowledge or attitude among the respondents (p-value>0.05). Conversely, the intervention of conventional booklet showed a statistically significant difference in attitude (p-value<0.05), and no significant difference was observed in knowledge (p-value>0.05). Conclusions: The intervention of conventional booklet produced a greater increase in knowledge and attitude compared to digital booklet. Therefore, it can be concluded that conventional booklet is more accepted by the community than digital.