Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ALTERNATIF DESAIN RUMAH TUMBUH MODULAR SISTEM PRE-FABRIKASI RISHA Muhammad Nelza Mulki Iqbal; Bayu Teguh Ujianto
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 5 No 1 (2021): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v5i1.3319

Abstract

Menurut data Bappenas dan BPS, backlog atau kekurangan penyediaan rumah di Indonesia mencapai kisaran angka 800.000-1.000.000 setiap tahunnya. Selain permasalahan kekurangan penyediaan rumah, Indonesia juga dihadapkan dengan tingginya harga rumah terutama pada lahan-lahan perkotaan. Karenanya diperlukan sebuah strategi pengembangan penyediaan rumah secara bertahap, yang diharapkan mampu menurunkan harga rumah sekaligus meningkatkan daya beli rumah. RISHA merupakan sistem modular prefabrikasi rumah yang sudah cukup lama dikembangkan oleh Kementeian Pekerjaan Umum, namun di lapangan RISHA belum berhasil menciptakan minat beli yang masif. Karenanya penelitian ini mencoba membedah penggunaan RISHA pada kasus rumah tumbuh modular dan menyajikan alternatif desain berdasarkan kriteria age-milestone yang menghasilkan alternatif hunian single, married, dan family. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan beberapa tahapan diantaranya studi literatur, studi eksplorasi bentuk, dan proses desain skematik. Pada tahapan desain skematik peneliti mengaplikasikan proses design thinking yang dikembangkan oleh IDEO yakni lima langkah mendesain melalui discovery, interpretation, ideation, experiment, dan evolution. Keluaran dari desain berbasis riset ini diharapkan mampu menampilkan gagasan eksploraritf RISHA untuk pengembangan strategi rumah tumbuh di Indonesia Kata kunci: Modular, Pre-Fabrikasi, RISHA, Rumah Tumbuh
Ruang Publik Sebagai Fasilitas Edukasi di Masa Pandemi Pada Lingkungan Perumahan: Ruang Publik Sebagai Fasilitas Edukasi di Masa Pandemi Pada Lingkungan Perumahan Bayu Teguh Ujianto; Amar Rizqi Afdholy; Muhammad Nelza Iqbal
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 1 (2022): Pawon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i1.4443

Abstract

Fasilitas umum merupakan kebutuhan setiap individu dalam suatu lingkungan, salah satu nya adalah keberadaan ruang publik. Ruang publik yang dimaksud dalam lingkup ini berupa taman edukasi untuk masyarakat yang menggabungkan fungsi taman sebagai area resapan dan ruang terbuka hijau, dengan fungsi pendidikan untuk pengguna taman. Dalam masa pandemi saat ini, bentuk pembelajaran daring menjadi keharusan. Permasalahan pembelajaran daring yang menjadi sorotan saat ini adalah keterbatasan akses internet dan tidak adanya interaksi sosial anak-anak dengan teman sebayanya. Hal tersebut mendorong terciptanya taman edukasi yang mendukung perkembangan digital dan membangun rasa kecintaan anak terhadap lingkungan. Dalam proses perancangannya, akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipasi sosial (Participatory Action Research). Konsep dari perancangan ini mendapatkan hasil ruang terbuka publik yang memiliki konsep edukasi berbasis lingkungan. Terdapat tiga fasilitas yang menjadi sarana dan prasarana pada ruang terbuka publik ini, yaitu akses internet edukasi, ruang belajar bersama dan fasilitas penunjang edukasi. Melalui tiga jenis solusi diatas diharapkan mampu merangkul semua pihak terkait untuk bekerjasama mewujudkan taman edukasi ini, agar dapat tercapai fungsi rancangan arsitektural yang dibutuhkan.
PERCEPATAN DESAIN STRATEGIS DESA: Menjembatani Gap Data dan Permodelan Spasial pada Perencanaan Wisata Desa Baturetno, Dampit, Malang Antonio Heltra Pradana; Debby Budi Susanti; Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 2 (2022): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v6i2.5232

Abstract

Desa Baturetno, Dampit merupakan desa yang ingin menjadi desa mandiri dengan ditopang salah satunya oleh sektor wisata desa. Persoalannya desa tidak memiliki kemampuan mengumpulkan, mengolah dan memaknai konteks spasial desanya. Sehingga dalam eksekusi rintisan wisata desa tidak maksimal dan pada akhirnya tutup karena pandemi. Di sisi lain percepatan digitalisasi yang semakin kencang membuat desa mau tidak mau harus lebih sigap dan cekatan menata desanya jika ingin berkembang maju dari sisi wisata. Kajian ini berusaha menjembatani gap ketersediaan data dan permodelan spasial dalam ranah digitalisasi pada kasus perencanaan wisata desa. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menghasilkan eksplorasi dan model konseptual yang sejalan dengan transformasi dan digitalisasi desa menggunakan teknologi murah dan mudah didapat. Selain itu pertimbangan peran dari pemangku kepentingan juga ikut dikaji. Hasil ini nantinya dapat digunakan sebagai alat percepatan penyusunan desain wisata desa.
CREATIVE HUB DAN FASILITAS INKUBATOR DI KOTA PASURUAN TEMA: ARSITEKTUR MODERN Nico Firmansyah; Suryo Tri Harjanto; Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas yang menunjang pelaku ekonomi kreatif di Kota Pasuruan sampai saat ini belum tersedia. Padahal, ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang dapat meningkatkan perekonomian Kota. Perancangan Creative Hub dan Fasilitas Inkubator di Kota Pasuruan ini dapat dijadikan sebagai salah satu solusi guna mengatasi isu tersebut. Creative Hub dan Fasilitas Inkubator ini akan memberikan fasilitas – fasilitas yang dapat membantu para pegiat ekonomi kreatif untuk mematangkan ide mereka sehingga ide mereka dapat menjadi sebuah produk inovatif. Pemilihan Arsitektur Modern sebagai tema pada perancangan bangunan ini dikarenakan banyaknya ruang dan kegiatan yang berbeda sehingga membutuhkan ruang yang baik dan fungsional. Pemilihan lokasi berada di zona perdagangan, jasa dan perkantoran dimana lokasi tersebut berada di tengah kota sehingga mudah dijangkau oleh pelaku ekonomi kreatif di Kota Pasuruan. Dengan demikian diharapkan perancangan Creative Hub dan Fasilitas Inkubator ini dapat menunjang para pelaku ekonomi kreatif di Kota Pasuruan.
CREATIVE HUB DAN FASILITAS INKUBASI BISNIS RAMAH DISABILITAS TEMA: ARSITEKTUR PERILAKU Ratih Puspita Sukmawati; Suryo Tri Harjanto; Muhammad Nelza Mulki Iqbal
Pengilon: Jurnal Arsitektur Vol 6 No 02 (2022): Pengilon: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas yang mengutamakan kepentingan penyandang disabilitas di Kota Probolinggo sampai saat ini masih belum tersedia, akibatnya banyak potensi yang dimiliki oleh penyandang disabilitas tidak dapat dikembangkan secara optimal. Dengan diadakannya suatu wadah maupun tempat bagi penyandang disabilitas, menjadi salah satu solusi yang tepat untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki baik bakat, minat, maupun kreativitas. Melalui pendekatan tema Arsitektur Perilaku, diharapkan bangunan yang dirancang ini dapat memenuhi kebutuhan pengguna dan lingkungannya. Dimana penyandang disabilitas rentan terhadap suara dan mudah bosan sehingga diciptakan ruangan yang memiliki banyak bukaan. Metode yang digunakan untuk merancang bangunan ini melalui proses pengumpulan data, baik itu berasal dari Buku, Jurnal, maupun Peraturan Daerah yang ditetapkan. Untuk menjawab permasalahan yang ada maka rancangan bangunan ini akan diberikan beberapa kemudahan bagi penyandang disabilitas berupa guiding dan warning block, jalur khusus kursi roda dan juga rambu jalan. Tak hanya itu, Creative Hub yang akan dirancang ini memiliki fasilitas edukasi, pameran dan juga area co-working sebagai bentuk pengembangan kegiatan para penggunanya.
REFLEKSI PEDAGOGI KRITIS KEGIATAN KKN TEMATIK KAMPUS MERDEKA PROGRAM STUDI ARSITEKTUR DI DESA BATURETNO Muhammad Nelza Mulki Iqbal; Bayu Teguh Ujianto; Antonio Heltra Pradhana
Pawon: Jurnal Arsitektur Vol 8 No 1 (2024): PAWON: Jurnal Arsitektur
Publisher : Program Studi Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/pawon.v8i1.9173

Abstract

Pembahasan terkait metode belajar diluar studio cukup jarang dibahas di diskursus pendidikan arsitektur di Indonesia. Padahal sebagai metode pembelajaran alternatif, metode belajar luar studio mampu memberikan berbagai manfaat terhadap pengembangan pola pikir dan kreatifitas mahasiswa. Pada era pembelajaran MBKM Kampus Merdeka yang sedang berkembang beberapa tahun belakangan ini memberi peluang untuk lebih banyak melakukan proses refleksi pedagogi pengajaran di perguruan tinggi, termasuk arsitektur. Artikel ini bermaksud memberi sumbangsih pemikiran kebermanfaatan kegiatan luar kampus yang berasal dari refleksi pedagogis kritis pada kegiatan KKN Tematik Kampus Merdeka yang terjadi di Desa Baturetno. Metode yang digunakan adalah analisa isi epilog mahasiswa yang berkegiatan di desa yang dikombinasikan dengan amatan pada aktivitas action research yang berjalan hampir satu tahun lamanya. Berdasarkan proses analisa yang menggunakan pisau bedah Freireian didapati empat hal yang menjadi output kegiatan pedagogis ini yakni kedalaman pengalaman, pembelajaran dialogis, kemampuan berefleksi dan pengelaborasian skills. Temuan pada point terakhir menjadi sebuah alasan kuat untuk terus melakukan eksperimentasi dan evaluasi terhadap kegiatan MBKM di ranah arsitektur terutama yang berkaitan langsung dengan kebermanfaatannya terhadap pembangunan Desa.
Identifikasi Ruang Manuver Menuju Resiliensi Komunitas di Masa Pandemi Covid-19 Muhammad Nelza Mulki Iqbal; Bayu Teguh Ujianto
Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan Vol 20, No 1 (2022): Arsitektura : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan
Publisher : Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/arst.v20i1.55868

Abstract

The pandemic of Covid-19 has hit Indonesia heavily, especially when it was confirmed infectious in early 2020. The government accelerated the immunization program and implemented numerous stimuli and regulations to reduce the effects. However, It didn't stop many people and communities from moving independently to cope with the impacts. An informal community partnership led by Arkom, a community architects’ institution, may be one of the pandemic's resilience efforts. Using a bottom-up and participatory strategy, Arkom has succeeded in building community resilience during the pandemic. The Covid 19 epidemic poses unique challenges from previous physical disasters. Seeing disaster as both a challenge and an opportunity, this study intends to describe Arkom's and its informal community alliances' resilience throughout the COVID-19 pandemic crisis. Safier's room of maneuver lens is used to dismantle scenarios with strategic, technical, organizational, and social components. The data is collected and analyzed using snowball procedures with community members and field facilitators. The study concludes that ARKOM and its community alliances could adapt to make a maneuver during the pandemic, and technology is one of the keys to maneuver success.
BUILDING AFFORDABILITY: AN EXPLORATION OF INCREMENTAL HOUSING DESIGN Ujianto, Bayu Teguh; Iqbal, Muhammad Nelza Mulki
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE 2025
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v7i1.1281

Abstract

In Indonesia, the availability and quality of housing is a significant challenge. One potential solution that needs to be explored is the incremental housing strategy, which can provide options for users as their needs and income grow. This research aims to explore and develop affordable housing design ideas that specifically target the criteria of subsidized housing in Indonesia, based on the exploration of the national regulation related to the subsidized housing, and developed from the principles of affordable housing design such as the separation of functions and mass, the exploration of structure and materials, and the use of a cohesive form. Using design-based research as the design method, the research resulted in two alternative ideas for affordable housing. The design development as well as construction cost estimates use standard commercial building materials to get an idea of the possibility of building affordable housing with standard materials. This research is a valuable step in the exploration of ideas for affordable housing in Indonesia and will provide a valuable reference for future research and development of affordable housing in Indonesia.
PRINSIP DESAIN ARSITEKTUR RUMAH TUMBUH DAN MIKRO: STUDI KARYA ARSITEK YU SING Iqbal, Muhammad Nelza Mulki; Ujianto, Bayu Teguh
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2021): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v9i2.240

Abstract

Abstrak: Prinsip Desain Arsitektur Rumah Tumbuh dan Mikro Karya Arsitek Yu Sing. Angka backlog perumahan membutuhkan solusi tepat untuk menyelesaikannya. Rumah tumbuh adalah gagasan pembangunan rumah bertahap yang bisa dijadikan strategi dalam percepatan penyediaan rumah yang terjangkau. Sayangnya inisiasi dan praktek rumah tumbuh di Indonesia masih terbatas. Arsitek Yu Sing adalah satu dari sedikit arsitek di Indonesia yang mengedepankan aspek keterjangkauan pada karyanya termasuk ide terkait rumah tumbuh dan mikro. Penelitian ini bermaksud menggali prinsip desain rumah tumbuh untuk menggali prinsip desain arsitektur rumah tumbuh yang diinisiasi arsitek profesional di Indonesia. Dengan metode kualitatif deskriptif menggunakan teknik analisa isi, penelitian ini melakukan penelitian terhadap lima karya rumah tumbuh dan mikro karya Arsitek Yu Sing. Pisau bedah yang digunakan adalah aspek arsitektural pada pendekatan teoritik Housing Based Value Chain yaitu aspek desain tumbuh dan konstruksi. Hasilnya karya Arsitek Yu Sing mengedepankan pentahapan tumbuh dengan melakukan prinsip desain rumah tumbuh sebagai berikut: skenario pemisahan fungsional dan massa, eksplorasi struktur dan material, serta kesatuan bentuk dan partisipasi tumbuh. Kata Kunci: Rumah Tumbuh, Rumah Micro, Incremental, Prinsip Desain, , Arsitek Yu Sing, Housing Based Value Chain Abstract: Architecture Design Principle of Incremental and Micro Housing based on Yu Sing’s Architectural Practice. The high number of housing backlog requires the right solution to be solved. Incremental house is an idea for gradual house construction that can be used as a strategy in accelerating the provision of affordable houses. Unfortunately, the initiation and practice of incremental houses in Indonesia is still limited. Architect Yu Sing is one of the few architects in Indonesia who puts the affordability aspect of his work, and it is including the idea of incremental and micro housing. This research explores the design principles of incremental housing initiated by professional architects in Indonesia. Using a descriptive qualitative method by utilizing content analysis techniques, this study curated five works of the Yu Sing incremental and micro housing works to analyze the design principles. The study based on the architectural aspect of the Housing Based Value Chain approach, namely the design and construction aspects. As a result, Yu Sing Architects' work puts forward the stages of instrumentality by implementing the following design principles: scenarios of functional and mass separation, exploration of structures and materials, unity of form and participation. Keywords: Incremental House, Micro House, Design Principle, Housing Based Value Chain
RADIKALISME ARSITEKTUR SKALA KECIL DALAM MEMBUMIKAN DESA WISATA MANDIRI Iqbal, Muhammad Nelza Mulki; Pradana, Antonio Heltra; Sari, Komang Ayu Laksmi Harshinta; Susanti, Debby Budi
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v10i2.301

Abstract

Abstrak: Radikalisme Arsitektur Skala Kecil dalam Membumikan Desa Wisata Mandiri. Arsitektur skala kecil sejatinya banyak memiliki fungsi yang melebihi definisinya baik dari sisi skala maupun volume. Salah satu hal yang menjadikannya berbeda adalah membuatnya menjadi intervensi radikal yang mampu memberikan efek baru dan berkelanjutan bagi penggunanya. Desa menjadi sebuah obyek yang bisa dijadikan ranah baru bagi arsitektur skala kecil dalam membuat perubahan fundamental bagi kehidupan di desa. Apalagi sejak berjalannya program MBKM maka desa seharusnya bisa menjadi destinasi riset dan praksis terkait mengaplikasikan arsitektur dalam skala kecil. Desa erat dengan kemandirian dan juga mulai banyak dikembangkan sebagai destinasi wisata. Paper ini merefleksikan kegiatan pendampingan di Desa Batu Retno, Kab Malang dalam upayanya membumikan desa wisata mandiri dengan perantara arsitektur skala kecil yang radikal. Metode yang dipergunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan action research dan live-in di desa yang melibatkan mahasiswa. Radikalisme yang coba dibangun diaplikasikan dalam pembuatan mekanisme wisata perminatan Sedino Baturetno serta pengaplikasian empat karakter university-civic engagement meliputi identifikasi kebutuhan (identified need), potensi perubahan (potential for change), pendekatan kolaboratif (collaborative approach), dan lokalitas (place-based). Kegiatan MBKM memberi peluang untuk menginisiasi intervensi arsitektur skala kecil di masyarakat yang berpotensi tidak hanya dari biaya juga waktu. Kata kunci: Arsitektur Skala Kecil, Desa Wisata, Localitas Partisipatif, MBKM Abstract: Radicalism Small Scale Architecture in Grounding an Independent Rural Tourism. Small-scale architecture actually has a lot of uses that go beyond its size and volume limits. One of the ways it is different is that it is a radical intervention that can give its users new and long-lasting effects. Rural area becomes an object that can be used as a new domain for small-scale architecture to make big changes. Also, since the MBKM programme has been put into place, rural areas should be able to become places for research and small-scale architectural practises. This paper reflects the research in Batu Retno, Malang Regency, which is trying to build an independent rural tourism industry through small-scale radical architectural intermediaries. Students live in the village and do action research as part of a method that is both descriptive and qualitative. The radicalism that is being built is shown in the making of Sedino Baturetno program, which was made with the help of the four features of university-civic engagement: identifying needs, the potential for change, a collaborative approach, and a place-based focus. MBKM activities give people a chance to start small architectural projects in their communities that have the potential to save both money and time. Keywords: Small Scale Architecture, Rural Tourism, Place Based, Participatory, MBKM