Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Perkiraan Potensi Dampak Lingkungan Menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) pada Pengolahan Air Bersih di IPA Gedek PT. Air Bersih Jatim Naba Khoiru Annisaa; Yusrianti; Sulistiya Nengse
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 2 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i2.32

Abstract

Analisis dampak lingkungan yang disebabkan oleh proses pengolahan air bersih di IPA Gedek PT. Air Bersih Jatim dilakukan dengan menggunakan metode Life Cycle Assessment (LCA). Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat sekitar, maka IPA Gedek PT. Air Bersih Jatim membangun instalasi pengolahan air yang baru serta dengan sistem yang baru pula yaitu sistem scada atau otomotis, sehingga energi listrik yang digunakan lebih besar dari pengolahan air bersih pada umumnya. Potensi dampak lingkungan dianalisis dengan menggunakan software Simapro 9.3, dengan menggunakan metode pendekatan yaitu metode CML-IA Baseline. Dampak lingkungan tertinggi akibat adanya pengolahan air bersih di IPA Gedek yaitu global warming dengan nilai sebesar 9,17 x 106 kg 1,4-DB eq. Dampak lingkungan kedua yaitu freshwater aquatic ecotoxicity dengan nilai sebesar 6,6 x 106 kg 1,4-DB eq. Human Tocixity menjadi dampak ketiga dalam penelitian ini dengan nilai sebesar 4,56 x 106 kg 1,4-DB eq. Hasil analisis dampak lingkungan tersebut disebabkan oleh penggunaan bahan kimia, bahan baku dan energi listrik selama proses pengolahan air bersih berlangsung.
STRUKTUR KOMUNITAS MAKROINVERTEBRATA SEBAGAI BIOINDIKATOR UNTUK MENENTUKAN STATUS KUALITAS AIR DI SUNGAI CANDIPARI, SIDOARJO Dita Afrilia; Yusrianti; Abdul Hakim; Amrullah
Envirotek : Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan Vol. 14 No. 1 (2022): Envirotek: Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan
Publisher : Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/envirotek.v14i1.175

Abstract

Sungai merupakan ekosistem yang berperan penting dalam kehidupan makhluk hidup yang berada di sekitarnya. Sungai tidak seimbang apabila adanya gangguan seperti aktivitas yang ada di sekitarnya. Sungai Candipari merupakan salah satu sungai sungai tercemar yang dipengaruhi dengan adanya aktivitas di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sungai dengan menggunakan struktur komunitas makroinvertebrata (indeks keanekaragaman, indeks dominansi, dan BMWP-ASPT). Penelitian ini menggunakan metode biomonitoring dengan bioindikator makroinvertebrata, teknik pengambilan dengan menggunakan teknik Kicking dan jabbing. Pengukuran kualitas air dapat dilihat berdasarkan komponen biologi yang terdapat dalam air. Komponen biologi ini yang terdapat dalam air seperti makroinvertebrata. Makroinvertebrata ini dapat digunakan sebagai bioindikator, dengan mengetahui peran makroinvertebrata sebagai bioindikator untuk menentukan kualitas air. Analisis data makroinvertebrata dapat diidentifikasi dan dihitung dengan menentukan nilai indeksnya. Hasil dari penelitian kualitas air dengan berdasarkan metode BMWP-ASPT yaitu pada stasiun 1 merupakan sungai dalam kategori Sangat Tercemar dengan nilai sebesar 3,57, pada stasiun 2 dan 3 merupakan sungai dalam kategori Cukup Tercemar dengan nilai sebesar 4.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Urban Farming Di Desa Masangan Kulon Sidoarjo Dengan Pendekatan Asset Based Community Development Arfiani Syari'ah; Yusrianti Yusrianti; Dyah Ratri Nurmaningsih
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 3: April 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i3.15906

Abstract

Urban Farming menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan akibat perubahan iklim, termasuk di kawasan Desa Masangan Kulon, Sidoarjo. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pengembangan kampung tematik urban farming dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang menekankan pemetaan dan optimalisasi asset fisik maupun nonfisik masyarakat. Pengabdian dilaksanakan melalui pemilihan lokasi prioritas di beberawa RW, pemetaan asset, observasi potensi fisik, wawancara serta Focus Group Discussion (FGD), yang diintegrasikan dalam tahapan ABCD yaitu discovery, dream, design, define dan destiny. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa bentuk urban farming yang diminati warga meliputi hidroponik, aquaponic dan budikdamber namun hidroponik lebih diprioritaskan karena keterbatasan lahan, kemudahan pengelolaan dan minim dampak bau. Desain yang dihasilkan berupa modul hidroponik 1x2 meter yang adaptif untuk lahan sempit maupun luas dan dengan dukungan organisasi kemasyarakatan sebagai penggerak awal tata kelola. Keberlanjutan program ini lebih ditentukan oleh kemauan dan komitmen masyarakat disbanding aspek teknis sehingga pendampingan dan penguatan kelembagaan menjadi kunci keberhasilan program urban farming berbasis ABCD.