Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

The Effect of the Adaptive Mentality “MANTAP” Program on Resilience and Stress Levels in Nursing Students: A Quasi-Experimental Study Amaliyah, Eli; Sulastri, Tuti; Puspasari, Ike
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i2.522

Abstract

The "MANTAP" (Adaptive Mentality) program as a management strategy can strengthen the resilience of students studying at Sultan Ageng Tirtayasa University. This study was conducted using a quasi-experimental design with two control groups and an intervention group by conducting pre- and post-tests on students of the Nursing Department, Faculty of Medicine, Sultan Ageng Tirtayasa University-Banten. Data were collected at baseline, immediately post-intervention, and at a two-month follow-up. The MANTAP (Adaptive Mentality) Program intervention was carried out for one month. The total sample recruited was 120 in the control group and 120 in the intervention group. Bivariate analysis using paired t-tests was. Data was processed using SPSS version 22. Statistically detectable differences were observed (p < .001). Average stress levels decreased in both groups, with a greater reduction in the intervention group (from 11.71 to 7.16) compared to the control group (from 10.52 to 9.39), indicating a stronger effect of the intervention. Meanwhile, the average resilience level showed a slight increase in the control group (from 84.11 to 84.31), while the intervention group experienced a substantial improvement (from 81.81 to 91.23), confirming the intervention's effectiveness in enhancing students' psychological resilience. Resilience or mental toughness helps students recover from difficulties and adapt to academic pressure. Appropriate psychological interventions can reduce stress levels and increase students' mental toughness. The application “MANTAP” (Adaptive Mentality) program can be programmed as a management strategy to strengthen the resilience of nursing students.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pondok Pesantren Masarratul Muhtajin Komplek Kesultanan Banten Lama Kota Serang Amaliyah, Eli; Aminah; Nurlaela, Ela
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v1i2.47

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada usia sekolah sangat baik untuk mendidik dan menanamkan kesadaran akan pentingnya kebersihan sebagai upaya menjaga kesehatan diri dan lingkungan. PKM ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang PHBS sehingga adanya perubahan perilaku kepada anak sekolah pada siswa-siswi Pondok Pesantren Masarrattul Muhtajin Komplek Kesultanan Banten lama Kecamatan Kasemen Kota Serang, dapat mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan menggunakan proyektor in focus, note book dan beberapa alat peraga. Kegiatan penyuluhan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada anak sekolah dilakukan di Pondok Pesantren Masarrattul Muhtajin Komplek Kesultanan Banten lama Kecamatan Kasemen Kota Serang dengan peserta sejumlah 25 siswa Stanawiyah, 25 Siswa Aliyah serta guru dan staf sebanyak 10 orang. Kegiatan penyuluhan PHBS berjalan lancar, semua siswa antusias mengikuti kegiatan PKM ini. Berdasarkan hasil observasi, kegiatan PKM ini mampu meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa agar dapat mempraktekkan perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
Pemberdayaan Kelompok Remaja melalui Program Kesehatan Mental Remaja dan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi (KAMAR KREASI) di Wilayah Kerja Puskesmas Kasemen Ayu, Ike Puspasari; Amaliyah, Eli; Aminah, Aminah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22516

Abstract

ABSTRAK Wilayah kerja Puskesmas Kasemen, Kota Serang, Banten, memiliki populasi remaja yang cukup besar namun masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan mental dan reproduksi. Minimnya literasi, stigma sosial, serta kurangnya ruang aman untuk konseling membuat remaja rentan terhadap berbagai permasalahan, mulai dari kecemasan, pernikahan dini, hingga kehamilan tidak diinginkan. Program KAMAR KREASI (Kesehatan Mental Remaja dan Kesehatan Reproduksi Terintegrasi) hadir sebagai solusi untuk memberdayakan remaja melalui workshop, pembentukan forum, pelatihan peer educator, pengembangan media edukasi ramah remaja, layanan konseling, serta kampanye kreatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan melibatkan remaja, tenaga kesehatan, dan stakeholder lintas sektor. Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya Forum KAMAR KREASI, peer educator aktif, media edukasi digital dan cetak, layanan konseling yang dapat diakses, serta pelaksanaan kampanye tematik. Program ini berdampak pada peningkatan literasi, akses layanan, serta dukungan sebaya bagi remaja di wilayah Kasemen. Dengan demikian, KAMAR KREASI dapat menjadi model pemberdayaan remaja yang berpotensi direplikasi di wilayah lain. Kata Kunci: Kesehatan Mental, Kesehatan Reproduksi, Peer Educator, Pemberdayaan, Remaja.  ABSTRACT The working area of Kasemen Primary Health Care in Serang City, Banten, has a significant adolescent population but still faces limited access to mental and reproductive health services. Lack of literacy, social stigma, and the absence of safe spaces for counseling make adolescents vulnerable to various problems, ranging from anxiety, early marriage, to unwanted pregnancies. The KAMAR KREASI (Integrated Adolescent Mental and Reproductive Health) program was developed as a solution to empower adolescents through workshops, forum establishment, peer educator training, the development of youth-friendly educational media, counseling services, and creative campaigns. This program applied a participatory approach by involving adolescents, health workers, and cross-sector stakeholders. The results showed the establishment of the KAMAR KREASI Forum, active peer educators, the production of digital and printed educational media, accessible counseling services, and the implementation of thematic campaigns. The program has improved adolescents’ literacy, access to services, and peer support in Kasemen. Therefore, KAMAR KREASI can serve as a model of adolescent empowerment that can be replicated in other similar areas. Keywords: Adolescents, Empowerment, Mental Health, Peer Educator, Reproductive Health.
The Relationship Between Menopausal Symptoms and Cognitive Function Among Postmenopause Women in Indonesia Aminah Aminah; Eli Amaliyah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 4: December 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.431 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i4.727

Abstract

Background : Although memory changes may be a result of menopausal symptoms in healthy individuals, the nature of the relationship between menopausal symptoms and cognitive deficits in the context of postmenopausal women remains unclear. Objective:This study aimed therefore to evaluate the relationship among postmenopausal Indonesian women between distinct menopausal symptoms and the cognitive function. Methods : This study was conducted using a cross-sectional design at two public health centers in Banten, Indonesia. A total of 200 participants were recruited. Data included demographic and clinical information, scores from the Green Climacteric Scale (GCS) for menopausal symptom measurements, and scores from Montreal Cognitive Assessment (MoCA). Multiple regression analyses explored the association between menopausal symptoms and cognitive function. Results: The average age of the sample was 65.6 years (standard deviation: 10.3). Postmenopausal women with cognitive impairment were found to have significantly different month since menopause than postmenopausal women without cognitive decline (p = 0.001). The mean score for anxiety and vasomotor symptoms was greater in women with cognitive decline than in women without cognitive decline (3.42.56 vs. 3.72.69, and 0.810.81 vs. 1.071.0, respectively). Anxiety (B = -0.15, p =0.03) was found to be substantially associated with it. Conclusion: Anxiety was associated with poor cognitive function in postmenopausal women. More nurse-enhanced cognitive training interventions should be developed and modified for testing with Indonesian postmenopausal women.Meskipun perubahan memori mungkin merupakan hasil dari gejala menopause pada individu yang sehat, sifat hubungan antara gejala menopause dan defisit kognitif dalam konteks wanita pascamenopause masih belum jelas.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan di antara perempuan Indonesia pascamenopause antara gejala menopause yang berbeda dan fungsi kognitif.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain cross-sectional di dua pusat kesehatan masyarakat di Banten, Indonesia. Sebanyak 200 peserta direkrut. Data termasuk informasi demografis dan klinis, skor dari skala klimakterik hijau (GCS) untuk pengukuran gejala menopause, dan skor dari penilaian kognitif Montreal (MOCA). Analisis regresi berganda mengeksplorasi hubungan antara gejala menopause dan fungsi kognitif.Usia rata-rata sampel adalah 65,6 tahun (standar deviasi: 10.3). Perempuan pascamenopause dengan gangguan kognitif ditemukan memiliki bulan yang berbeda secara signifikan sejak menopause daripada wanita pascamenopause tanpa penurunan kognitif (p = 0,001). Skor rata-rata untuk gejala kecemasan dan vasomotor lebih besar pada wanita dengan penurunan kognitif daripada pada wanita tanpa penurunan kognitif (3.42,56 vs 3.72,69, dan 0,810,81 vs. 1.071.0). Kecemasan (b = -0.15, p = 0,03) ditemukan secara substansial dikaitkan dengannya. Kecemasan dikaitkan dengan fungsi kognitif yang buruk pada wanita pascamenopause. Lebih banyak intervensi pelatihan kognitif yang ditingkatkan perawat harus dikembangkan dan dimodifikasi untuk pengujian dengan perempuan pascamenopause Indonesia.
Knowledge, Attitudes and Behavior of Nursing Students Towards the Covid-19 Pandemic In Indonesia Aminah Aminah; Eli Amaliyah
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.978 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.436

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) is an emerging respiratory disease caused by the new coronavirus and was first detected in December 2019 in Wuhan, China. As a prospective nurse professional who will engage with patients or partners for counseling about pregnancy decision-making and provide health education. During this pandemic period, there was no research that identified the knowledge, attitudes and behavior of students towards the 2019 coronavirus in Indonesia. The purpose of this study is to find out the description of the knowledge, attitudes, and behavior of nursing students against COVID-19 in Indonesia. This cross-sectional survey was conducted from May June 2020. The data was collected online by relying on the writer's network with nursing lecturers in Indonesia and posting to several groups on social media. The inclusion criteria were (i) being a nursing student with Indonesian nationality; (ii) acknowledges the consent given prior to the completion of the survey. A developed questionnaire of knowledge, attitudes and practices towards COVID-19 was used. The majority of participants included in the study (more than 80%) had a high level of caution regarding droplets and air isolation during the COVID-19 outbreak which indicates that most participants had a positive attitude towards COVID-19. More than 80% of participants agreed that COVID-19 will finally be brought under control and belief that Indonesia can win the battle against the COVID-19. This study can be used as a reference in developing policies for nursing institutions during the 2019 coronavirus pandemic in Indonesia. Abstrak: Coronavirus 2019 (COVID-19) adalah penyakit pernapasan yang muncul akibat virus corona baru dan pertama kali terdeteksi pada Desember 2019 di Wuhan, China. Sebagai calon perawat profesional yang akan terlibat dengan pasien atau mitra untuk konseling tentang pengambilan keputusan kehamilan dan memberikan pendidikan kesehatan. Selama periode pandemi ini, belum ada penelitian yang mengidentifikasi pengetahuan, sikap dan perilaku mahasiswa terhadap virus corona 2019 di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku mahasiswa keperawatan terhadap COVID-19 di Indonesia. Survei cross-sectional ini dilakukan pada Mei-Juni 2020. Pengumpulan data dilakukan secara online dengan mengandalkan jejaring penulis dengan dosen keperawatan di Indonesia dan diposkan ke beberapa kelompok di media sosial. Kriteria inklusi adalah (i) menjadi mahasiswi keperawatan berkebangsaan Indonesia; (ii) mengakui persetujuan yang diberikan sebelum survei selesai. Kuesioner pengetahuan, sikap dan praktik yang dikembangkan terhadap COVID-19 digunakan. Mayoritas peserta yang termasuk dalam penelitian (lebih dari 80%) memiliki tingkat kewaspadaan yang tinggi terkait tetesan dan isolasi udara selama wabah COVID-19 yang menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki sikap positif terhadap COVID-19. Lebih dari 80% peserta setuju bahwa COVID-19 pada akhirnya akan dikendalikan dan diyakini bahwa Indonesia dapat memenangkan pertempuran melawan COVID-19. Kajian ini dapat dijadikan acuan dalam menyusun kebijakan institusi keperawatan pada saat pandemi virus corona 2019 di Indonesia.
PEMBERDAYAAN KELUARGA DAN EDUKASI TERHADAP PERAWATAN HIPERTENSI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PROVINSI BANTEN Amaliyah, Eli; Mulyati, Mulyati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.27605

Abstract

Penyakit hipertensi adalah penyakit yang sangat berbahaya dimana tekanan darah seseorang lebih dari 160 mmhg. Gejala yang dirasakan pasien sering mengeluh sakit kepala terutama dibawah tengkuk , badan terasa lemes, mudah emosi dan terkadang tidak selera makan. Serta tidurnya sering terganggu. Penyakit hipertensi ini apabila tidak segera diatasi maka akan menimbulkan komplikasi-komplikasi seperti stroke, penyakit jantung atau gagal ginjal yang diakibatkan karena pecahnya pembuluh darah halus akibat tekanan darah yang tinggi. Penyakit hipertensi pada umumnya menyerang pada usia lanjut. Dalam pengabdian masyarakat ini tim pengabdi melakukan kegiatan pemberdayaan keluarga dan Edukasi tentang perawatan hipertensi. Di wilayah Provinsi Banten. Tujuan pengabdian masyarak ini untuk mempertahankan Kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Metode kegiatan menggunakan metode edukasi tentang perawatan lansia dengan penyakit hypertensi, pemberian brosur dan pemeriksaan kesehatan (tekanan darah, nadi dan respirasi). Edukasi dengan metode Ceramah, secara individu atau kelompok dan membagikan brosur tentang perawatan penyakit hipertensi pada lansia..hasil Keluarga menunjukkan perilaku kebiasaan memperhatikan dan merawat Lansia yang menderita hipertensi dengan baik seperti: memperhatikan makan yang dianjurkan dan yang dipantang, minum obat yang teratur, menjaga kestabilan emosinya dan istirahat yang cukup. Saran untuk keluarga dan lansia agar selalu menjaga kesehatannya dengan minum obat secara teratur, kontrol rutin ke pelayanan kesehatan, makan dengan rendah garam dan lemak, cukup istirahat, kontrol emosi tidak merokok dan oleh raga teratur.