Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

The Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Informasi Kesehatan Reproduksi Remaja Sandy, Putu Wahyu Sri Juniantari; Pratama, Aditha Angga; Sari, Cindy Meilinda
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 7 No 3 (2025): Juni 2025, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v7i3.6593

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan isu krusial dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya di daerah pedesaan seperti Kabupaten Buleleng. Kurangnya informasi yang akurat, komunikasi yang terbatas antara orang tua dan remaja, serta pengaruh kuat dari teman sebaya dan media digital turut berkontribusi terhadap kerentanan remaja terhadap miskonsepsi mengenai kesehatan reproduksi.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kebutuhan informasi kesehatan reproduksi pada remaja, termasuk akses terhadap media digital, komunikasi dengan orang tua, pengaruh teman sebaya, dan pendidikan berbasis sekolah. Desain penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), dengan sampel sebanyak 400 siswa SMA yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta disebarkan langsung kepada responden melalui sekolah-sekolah yang dipilih. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif yang kuat antara akses media digital dan kebutuhan informasi kesehatan reproduksi (r = 0,68; p < 0,001), diikuti oleh pengaruh teman sebaya (r = 0,52; p < 0,001), dan komunikasi orang tua (r = 0,44; p = 0,001). Semua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan kebutuhan informasi kesehatan reproduksi.Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model intervensi berbasis sekolah dan keluarga untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja di wilayah pedesaan Indonesia.
Integrating the MERDEKKA Intervention into Palliative Care for Tuberculosis Patients: A Mixed-Methods Study Astuti, Ni Luh Seri; Rismayanti, I Dewa Ayu; Pratama, Aditha Angga
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 4 (2025): October
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.64523

Abstract

Introduction: In Indonesia, pulmonary tuberculosis causes more than 95% of mortality. WHO has established a target for treating tuberculosis that is aligned with Asta Cita 4, which specifies that Indonesia would be TB-free by 2030. Palliative care does not only mean end-of-life care. Methods: mixed methods sequential explanatory design. Quantitative data was first collected using a one-group pre- and post-test design, and the qualitative analysis using in depth interview. Merdekka Intervention using RESPECT instrument and 80 sample in pre post test. also 15 participant to explore the experience after doing MERDEKKA intervention. Result: The majority of respondents (35.8%) were aged 62 to 72, largely male (96.1%), and had completed junior high school (43.5%). The majority of respondents were farmers (48.7%), had tuberculosis in their family (96.1%), and had been on treatment for at least 6 months. The MERDEKKA intervention had a substantial impact on TB patients' knowledge and attitudes, with a p-value of 0.001 for knowledge and 0.003 for attitudes. The effect size value was larger than 1.0, indicating a very powerful influence. Patients' experiences after the MERDEKKA intervention are described in three themes: Developing good trust between the patient and the nurse, providing proper and necessary care, and being enthusiastic about healing within six months Conclusion: The palliative care model, including the MERDEKKA intervention, is critical in the care of TB patients. Even though it is not in the terminal phase, its presence in the initial phase of therapy can improve the patient's health in all aspects of need.
PENERAPAN TERAPI AKUPUNTUR TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PASIEN MYALGIA DI POLIKLINIK KESEHATAN TRADISIONAL RSUD BALI MANDARA Widiadnyana, Putu Diva Andika; Pratama, Agus Ari; Pratama, Aditha Angga
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.53110

Abstract

Myalgia atau yang biasa dikenal sebagai nyeri otot adalah perasaan tidak nyaman atau nyeri tajam yang disebabkan oleh ketegangan pada otot. Pada pasien dengan myagia biasanya sering ditemukan keluhan nyeri, pegal , dan kaku pada anggota tubuhnya. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat diberikan terapi non farmakologis yaitu terapi akupuntur, terapi Terapi ini bekerja melalui mekanisme refleks kutaneosomatik yang membantu merelaksasi otot, meningkatkan perfusi jaringan, serta memicu pelepasan endorfin yang berperan dalam menurunkan sensasi nyeri dan proses inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan asuhan keperawatan komplementer dengan masalah keperawatan utama yaitu nyeri akut pada pasien dengan penerapan terapi akupuntur. Pada penelitian ini menggunakan metode rancangan penelitian deskriptif dalam bentuk studi kasus dengan jumlah sampel 3 pasien, yang mengidentifikasi suatu masalah asuhan keperawatan nyeri akut pada pasien myalgia. Hasil analisis praktek klinik keperawatkan didapatkan setelah dilakukan penerapan terapi akupuntur, bahwa dari 3 pasien tersebut ditemukan perbedaan yang signifikan antara sebelum diberikan terapi akupuntur dengan sesudah diberikan terapi akupuntur. Sebelum diberikan intervensi, Tn. J, Ny. R, dan Tn. W mengeluh nyeri dengan skala nyeri (4, 4, 3), dan sesudah diberikan intervensi berupa terapi akupuntur selama 15 menit dan dievaluasi setelah 1 jam, skala nyeri pada Tn. J, Ny. R, dan Tn. W berkurang menjadi (3,3,3) dengan kategori nyeri ringan. Maka dapat disimpulkan Penerapan Terapi Akupuntur efektif menurunkan skala nyeri pada pasien dengan Myalgia.
Efektifitas Pemberian Intervensi Terapi Bekam Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Pada Pasien Dengan Gout Arthritis Di Praktek Mandiri Perawat Dawan Usadha Widiani Sari, Kadek; Pratama, Aditha Angga; Martini, Made
Jurnal Pustaka Keperawatan (Pusat Akses kajian Keperawatan) Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pustaka Keperawatan
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakakeperawatan.v4i2.1571

Abstract

Gout arthritis is a joint inflammation caused by the accumulation of monosodium urate crystals, which triggers severe pain, swelling, redness, and limited movement. This condition can reduce quality of life and interfere with daily activities. One of the commonly used non-pharmacological therapies to help reduce pain intensity is cupping therapy, which works by improving microcirculation, removing stagnant blood, and decreasing inflammatory mediators. This study aims to describe complementary nursing care with the main problem of acute pain in patients with gout arthritis through the implementation of cupping therapy interventions. This research employed a descriptive analytical design using a case study method involving three gout arthritis patients who received cupping therapy once a week for three weeks. The instruments used included nursing care formats, observation sheets, physical examination, and pain intensity measurement using the Numeric Rating Scale (NRS). The implementation of cupping therapy showed a reduction in pain levels in all patients, where Mrs. W experienced a decrease from a pain score of 5 to 3, Mrs. D from 5 to 2, and Mrs. A from 5 to 3 after three sessions. Patients also reported feeling more relaxed and comfortable following the therapy. These results indicate that cupping therapy is effective in helping to reduce pain intensity in patients with gout arthritis.