Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perbedaan Minat Belajar Sejarah Indonesia Siswa Kelas X IPA Dengan Siswa Kelas X IPS SMA Negeri 2 Tualang Pada Masa Pandemi Covid-19 Wahyu Mardhatillah; Wahidul Basri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i2.445

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan minat belajar sejarah Indonesia siswa kelas X IPA dengan siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Tualang pada masa pandemi covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian studi komparatif. Populasi pada penelitian adalah siswa kelas X IPA dan siswa kelas X IPS SMA Negeri 2 Tualang yang berjumlah 415 siswa. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Proporsional Random Sampling. Hal ini dilakukan dengan mengacu pada pendapat Arikunto (2010:8) yang menyatakan bahwa jika jumlah populasi lebih dari 100 orang maka pengambilan sampel sebaiknya berkisar antara 15%-25%. Berhubung jumlah responden lebih dari 100 orang maka sampel yang diambil sebanyak 20% untuk tiap kelas, sehingga jumlah sampel penelitian sebanyak 84 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner untuk mendapatkan Data Minat Belajar Sejarah. Data dianalisa menggunakan uji t dan uji anova. Hasil penelitian pada uji t dilihat dari sig (2-tailed) adalah 0,019, karena 0,019 < 0,05 dengan tingkat kepercayaan 95% maka dengan kata lain bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap minat belajar sejarah siswa kelas IPA dengan siswa kelas IPS. Selanjutnya pada uji Anova kelas X IPA menunjukkan bahwa Fhitung = 2,856 > Ftabel= 2,48, yang berarti Ho ditolak dan meminta Ha. Sedangkan nilai signifikannya adalah 0,028, dimana 0,028 < 0,05. Dengan demikian Ho ditolak. Hal ini menunjukkan ada perbedaan minat belajar dari tiap-tiap kelas X IPA. Sedangkan pada uji Anova kelas X IPS dapat dilihat bahwa Fhitung = 2,367 < Ftabel = 2,48, yang berarti Ho diterima dan menolak Ha. Sedangkan nilai signifikannya adalah 0,059, dimana 0,059 > 0,05. Dengan demikian Ho diterima. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan minat belajar dari tiap-tiap kelas X IPS.Kata Kunci: Perbedaan, Minat Belajar Sejarah, Jurusan IPA, Jurusan IPS
Penanaman Nilai-Nilai Patriotisme Pada Pembelajaran Sejarah Di MAN 1 Kerinci Asrian Syah; Wahidul Basri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.472

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya permasalahan arus globalisasi yang membawa dampak negatif yang ditimbulkan yang mengakibatkan menurunnya sikap patriot yang dimiliki oleh peserta didik di MAN 1 Kerinci. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai patriotisme pada pembelajaran sejarah di MAN 1 Kerinci. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan bersifat deskriptif. Hasil penelitian menunjukan penanaman nilai-nilai patriotisme pada pembelajaran sejarah telah di integrasikan kedalam materi pelajaran dan seluruh kegiatan pembelajaran yang meliputi tiga tahapan yaitu kegiatan pembuka, kegiatan inti dan kegiatan penutup yang dikombinasikan dengan menggunakan berbagai model, metode dan media yang beragam yang secara tidak langsung mengembangkan perilaku peserta didik yang mencerminkan nilai-nilai patriotisme. Penanaman nilai-nilai patriotisme menggunakan pendekatan pembiasaan, emosional, fungsional dan keteladanan. Nilai-nilai patriotisme yang ditanamkan guru pada saat pembelajaran sejarah meliputi keberanian, rela berkorban, disiplin, kerja keras, kerja sama dan pantang menyerah. Faktor pendukung dalam penanaman ialah penggunaan model, motode dan media pembelajaran yang bervariasi serta dengan adanya kegiatan ekstrakurikuler dan faktor penghambat penanaman nilai ialah pemahaman, motivasi, minat, kondisi, dan sikap yang dimiliki oleh setiap peserta didik berbeda-beda.
Aktifitas Belajar Siswa Kelas X Ips Sma Negeri 8 Padang Selama Pandemi Covid-19. Gino Alvides; Wahidul Basri
Jurnal Kronologi Vol 4 No 3 (2022): Jurnal Kronologi
Publisher : Jurusan Sejarah FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jk.v4i3.473

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa proses belajar dan mengajar pada masa pandemi tidak jarang dijumpai bahwasannya proses belajar mengajar kurang efektif. Kondisi tersebut terjadi karena pembatasan aktivitas belajar siswa, khususnya akivitas belajar di kelas. Akibatnya belajar yang diperoleh siswa tidak sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Aktivitas belajar siswa pada SMA NEGERI 8 PADANG masih tergolong minim (kurang). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana Aktifitas Belajar Siswa Kelas X Ips Sma Negeri 8 Padang Selama Pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan bersifat deskriptif. Pemilihan informan dilakukan secara snowball sampling dengan 1 orang guru sebagai informan dan 2 oarang siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Analisis data kualitatif menggunakan model B. Miles dan Huberman yang meliputi empat tahapan, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian baik secara luring maupun daring menunjukan bahwa (a) bentuk aktifitas belajar (kegiatan) siswa di dalam kelas di SMAN 8 Padang terdiri dari tiga tahap yaitu kegiatan awal diawali dengan berdo’a, kegiatan inti yaitu masuk kepada proses belajar mengajar antara guru dengan siswa dan kegiatan penutup guru meinta peserta didik bertanya dan memberikan pemahaman tentang pentingnya dari pengabdian, pengorbanan dan kerja keras serta mengerti kepentingan orang banyak dan (b) kendala dan faktor-faktor penghalang aktifitas belajar siswa selama pandemik tidak ditemukan, metode yang digunakan untuk pembelajaran adalah saintifik dengan menggunakan pendekatan secara langsung kepada siswa menggunakan media video untuk menunjang proses belajar sejarah. Kata Kunci : Aktifitas Belajar , Pembelajaran Sejara, Covid-19
Pengajaran IPS: Antara Gagasan Dan Pelaksanaan Di SMPN Kota Padang Etmi Hardi; Wahidul Basri
Diakronika Vol 18 No 2 (2018): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (353.968 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol18-iss2/68

Abstract

Integrated social studies learning has begun to be applied in various middle school (Sekolah Menengah Pertama) in Padang, especially since 2007. The principle of integration is integrating four fields of study, namely geography, economics, history and sociology into a certain theme. Integrated learning, firstly stated in the 2013 curriculum ideally, but in practice, it was different. Teachers at schools still cannot fully implement the Integrated Social Studies learning as appropriate, including SMP in Padang city. The purpose of this study is to see how Social studies which are in the Public Middle School in Padang. This research was conducted in several junior high schools in Padang. 8 of 43 public junior high schools in Padang to be the research subject, choose randomly, namely SMPN 1, SMPN 2, SMPN 6, SMPN 7, SMPN 8, SMPN 15, SMPN 16, dan SMPN 35. Data were collected through interviews with some social studies teachers, the Ministry of Education in Padang, and education observers in Padang. Research data was also collected through studies documentation and direct observation in class. The result shows that most social studies teachers at Padang in Junior High School not yet able to carry out Integrated Social Studies learning. There are still weaknesses in the selection of learning models which can support social studies learning, media and source selection improper learning.
Inovasi Media Video Untuk Melatih Berpikir Historis Zafri Zafri; Hera Hastuti; Iqrima Basri; Wahidul Basri
Diakronika Vol 22 No 2 (2022): DIAKRONIKA
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.21 KB) | DOI: 10.24036/diakronika/vol22-iss2/315

Abstract

Rendahnya tingkat berpikir historis mahasiswa dalam perkuliahan merupakan akumulasi dari kegagalan proses pembelajaran yang telah dilakukan. Pembelajaran sejarah tanpa berpikir historis layaknya pembelajaran tanpa arah dan tujuan. Begitu pentingnya proses berpikir historis sehingga ia menjadi pondasi dasar dalam memahami sejarah dan proses perubahannya. Penelitian ini bertujuan untuk melatih kemampuan berpikir historis mahasiswa Departemen Sejarah melalui media video. Penggunaan media video yang dirancang sedemikan rupa diyakini mampu melatih mahasiswa untuk berpikir historis. Penelitian ini merupakan penelitian R &D dengan model ADDIE. Pada penelitian ini dibatasi hingga pada tahapan Development. Dari validasi ahli media dan ahli materi menunjukan bahwa media video layak digunakan untuk melatih berpikir historis mahasiswa.
Historical Learning Behavior of High School Students During the Covid-19 Pandemic Teguh, Muhammad; Basri, Wahidul
Journal of Social Work and Science Education Vol. 2 No. 1 (2021): Journal of Social Work and Science Education
Publisher : Yayasan Sembilan Pemuda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52690/jswse.v2i1.162

Abstract

This article was written with the aim of analyzing the behavior of high school students and all of their factors during history learning during the Covid-19 pandemic, so that knowing the history learning behavior of high school students and responses from high school teachers related to student behavior in the history learning process during the Covid-19 pandemic and analyzing how the reinforcement measures carried out by high school teachers towards students and the effect felt during online learning. The research method used was descriptive qualitative. The subjects of the study were research articles related to students' historical learning behavior during the Covid-19 pandemic, The sample of research articles is 26 journals consisting of national journals and international journals. The results of this study were 1) forms of student behavior in various history lessons; 2) student behavior is influenced by the creativity ability of teachers and the role of the family, and 3) The history teacher provides reinforcement during the online history learning process to students. The conclusion of this study is to maximize the history learning behavior of high school students during the pandemic has 5 (five) aspects learning and management of teaching in the Covid-19 era, know the benefits of learning history using Google classroom, increasing the effectiveness of the teaching and learning process during the Covid-19 Pandemic, the role of families in accompanying student, and increase student activeness in taking online learning.
Character Education Through Islamic Behavior Improvement (IBI) Among the Tourism Community in West Sumatra Samad, Duski; Fajri, Suryadi; Fadnia, Annisa; Basri, Wahidul
AT-TA'LIM Vol 30, No 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jt.v30i2.849

Abstract

The development of halal tourism in West Sumatra is not proportional, due to a lack of service to tourists and the prevalence of negative social behaviors such as fraud, coercion, deception, and violence within the Minang society, often known as the 4P (Pakuak, Palak, Pakang, and Preman) behavior. This research aims to identify and educate on social behaviors of fraud, coercion, deception, and violence (Pakuak, Palak, Pakang, and Preman) that hinder the development of halal tourism in West Sumatra. The research findings indicate that first, the potential of halal tourism in West Sumatra, seen from religious, socio-cultural, natural potential, and stakeholder perspectives, strongly supports the development of halal tourism. Second, behaviors inhibiting the development of tourism communities, the 4P (Pakuak, Palak, Pakang, and Preman), are still prevalent amidst tourism activities in West Sumatra. Third, the Islamic Behavior Improvement (IBI) Tourism Model for tourism communities, tourists, and halal tourism stakeholders in West Sumatra, based on development results, has been tested for product validity. The validity level of the Islamic Behavior Improvement (IBI) Tourism Model book in terms of linguistic aspects, graphic design, and content feasibility is categorized as valid
Kendala Guru dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran IPS Tingkat Sekolah Menengah Pertama Basri, Wahidul; Rahmi, Tysa Sufia
Journal of Moral and Civic Education Vol 7 No 1 (2023): Vol.7 No.1 (2023)
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/8851412712023733

Abstract

The government's policy regarding the new curriculum, namely the independent curriculum, especially at the junior high school level, aims to perfect the previous curriculum so that it can be adapted to the demands and developments of the times. In addition, curriculum changes also aim to be able to respond to future challenges in terms of mastering knowledge, attitudes, and skills to be able to adapt or adjust to an ever-changing environment. However, the presence of a new curriculum is certainly a challenge for teachers in schools in implementing it, especially social studies teachers in junior high schools who are faced with various obstacles in implementing the independent curriculum. This study aims to look at the obstacles faced by social studies teachers in implementing the independent curriculum at the junior high school level. This study uses a qualitative research method with a case study approach. Qualitative research aims to understand the phenomena experienced by research subjects. Data collection techniques use three types, namely: observation, interviews and documentation studies. The implementation of the Independent Curriculum carried out by IPS subject teachers at SMPN 1 IV Koto is colored by several obstacles, including: 1. The social studies subject teachers still lack understanding of the Independent Curriculum and the difficulty of changing their mindset from K13 to an independent curriculum. 2. Lack of training and outreach about the Independent Curriculum given to social studies subject teachers. 3. Literacy problems and the difficulty of digital access. 4. Competence of social studies subject teachers in implementing the Independent Curriculum is still lacking. 5. Learning facilities and infrastructure are inadequate.