Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak N-Heksana Kulit Durian (Durio zibethinus  L.) Menggunakan DPPH Andika Chaniago; Diah Astika Winahyu; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8064

Abstract

Kulit durian masih belum banyak dimanfaatkan, masih berupa limbah. Limbah kulit durian selama ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah ekstrak n-heksana dari kulit durian mengandung senyawa antioksidan dan untuk mengetahui nilai aktivitas antioksidan ekstrak n-heksana dari kulit durian. Ekstraksi kulit durian dilakukan dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut n-heksana. Hasil maserasi dikeringkan menggunakan evaporator hingga mendapatkan ekstrak kental. Ekstrak kental yang didapatkan dilakukan dengan uji skrining fitokimia. Evaporasi dilakukan dengan menguapkan sebagian dari pelarut, sehingga didapatkan larutan zat  dengan konsentrasi yang lebih tinggi. Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat dan mencegah terjadinya proses oksidasi. Antioksidan dapat diukur dengan menggunakan  DPPH dengan panjang gelombang maksimum 515nm. Hasil rendemen yang diperoleh dari metode maserasi sebesar 4,8%. Pada uji analisis skrining fitokimia diperoleh senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid. Metode penelitian ini menggunakan pelarut n-heksana menggunakan metode spektrofotometri dengan pereaksi DPPH. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak  n-heksana kulit durian memiliki memiliki nilai lC50  antara 101-150 ppm yaitu sebesar 110,5 ppm aktivitas antioksidan dengan kategori sedang.
Hubungan Kadar Tanin Dengan Aktivitas Antioksidan Pada Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Yang Tumbuh Di Dataran Rendah Dan Dataran Tinggi Linda Safitri; Nofita Nofita; Tutik Tutik
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v6i1.8238

Abstract

Tanin merupakan senyawa aktif metabolit sekunder dengan berat molekul lebih dari 400, yang terdapat senyawa fenolik yang sulit dipisahkan dan sulit mengkristal, yang mengendapkan protein dari larutannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar tanin yang dapat mempengaruhi nilai IC50 (aktivitas antioksidan) pada kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) yang tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode spektrofotometri UV-Vis dengan menggunakan ekstraksi maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96 %. Ekstrak 1 kulit buah kakao diperoleh nilai rendemen % sebesar 12,79 dan pada ekstrak 2 kulit buah kakao diperoleh nilai rendemen % sebesar 12,92. Hasil kadar tanin yang diperoleh dari esktrak 1 kulit buah kakao yang tumbuh di dataran rendah yaitu sebesar 0,1142 % dan pada ekstrak 2 kulit buah kakao yang tumbuh di dataran tinggi sebesar 0,1801 %. Senyawa tanin memiliki aktivitas antioksidan, maka semakin banyak kandungan tanin yang diperoleh, semakin besar juga aktivitas antioksidannya. Untuk hasil antioksidan didapatkan nilai IC50, pada ekstrak 1 sebesar 37,042, dan pada ekstrak 2 sebesar 32,543 sehingga dapat digolongkan sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat. Hasil statistik pengaruh kadar tanin terhadap nilai IC50 (aktivitas antioksidan) terdapat perbedaan dengan sig (<0,05) yang dinyatakan adanya perbedaan signifikan, hal ini dapat disebabkan pada senyawa tanin yang memiliki peran penting pada aktivitas antioksidan.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT TRADISIONAL KELOR UNTUK MENGATASI PENYAKIT HIPERTENSI Tutik Tutik; Ramadhani Fitriana; Sagita Feronica; Ulfa Nafila Umri
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v6i1.7861

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah di atas normal. Masalah hipertensi perlu diwaspadai karena tidak ada tanda gejala khusus pada penyakit ini dan beberapa orang masih merasa sehat untuk beraktivitas seperti biasanya. Hal ini yang membuat hipertensi sebagai silent killer, orang akan tersadar memiliki penyakit ini ketika gejala yang dirasakan  semakin parah dan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Gejala yang sering dikeluhkan penderita hipertensi adalah sakit kepala, pusing lemas, kelelahan, sesak nafas, gelisah, mual, muntah, epitaksis, dan kesadaran. Faktor resiko penyebab hipertensi diantaranya adalah umur, jenis kelamin, obesitas, alkohol, genetik, stess, asupan garam berlebihan, merokok, pola aktifitas fisik, penyakit ginjal dan diabetes melitus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertujuan untuk memberikan penyuluhan pentingnya mengetahui penyakit hipertensi dan cara pencegahan terhadap penyakit hipertensi dengan tanaman obat tradisional daun kelor. Dan dengan adanya kegiatan ini akhirnya masyarakat dan pengurus Kelompok Wanita Tani (KWT) Kelurahan Sumber Agung Kemiling, Bandar Lampung, Lampung menjadi paham serta mengerti bagaimana pencegahan penyakit hipertensi dengan menggunakan tanaman obat tradisional daun kelor. Kata Kunci : Penyakit Hipertensi, Daun Kelor, Penyuluhan
Effect of Phenolic Levels on the Activity of Bacteria Propionibacterium Acnes in Cassava Extract Ointment Preparations Manihot Esculenta Nor Zaila; Tutik Tutik; Vito Zhafran Octonaris
Jurnal EduHealth Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal EduHealt, January-March 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cassava peel is an abundant agricultural by-product that contains bioactive secondary metabolites with potential pharmaceutical applications. This study aimed to evaluate the effect of phenolic content on the antibacterial activity of cassava peel extract formulated as a topical ointment against Propionibacterium acnes. Cassava peel was extracted using maceration with 96% ethanol and formulated into ointments at three extract concentrations, namely 2% (FI), 4% (FII), and 6% (FIII). Phenolic content was determined using the Folin–Ciocalteu method with UV–Vis spectrophotometry, while antibacterial activity was assessed using the agar well diffusion method. The extraction process produced a yield of 12.52% and phytochemical screening confirmed the presence of flavonoids, saponins, tannins, and phenolic compounds. Phenolic content increased with extract concentration, with values of 0.74 ± 0.04 mg GAE/g for FI, 1.15 ± 0.14 mg GAE/g for FII, and 1.36 ± 0.08 mg GAE/g for FIII. All ointment formulations met physical quality requirements, including homogeneity, acceptable pH range, spreadability, adhesion, and consistent organoleptic properties. Antibacterial testing showed that all formulations exhibited strong inhibitory activity against Propionibacterium acnes. The largest inhibition zone was observed in FI at 16.33 ± 2.56 mm, followed by FII at 12.00 ± 1.81 mm and FIII at 11.50 ± 2.64 mm. The negative control showed no antibacterial activity, confirming that inhibition was attributed to the cassava peel extract. Statistical analysis indicated a significant effect of phenolic content on antibacterial activity (p < 0.05). These findings demonstrate that cassava peel extract ointment has strong antibacterial potential against Propionibacterium acnes, and that antibacterial effectiveness is influenced not only by phenolic content but also by formulation characteristics affecting compound diffusion. The ointment shows promise as a natural topical antibacterial candidate for acne treatment.