Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KADAR AIR DAN KADAR MINYAK ATSIRI PADA RIMPANG KENCUR (Kaempferia galangal L.) DENGAN PERBEDAAN PERLAKUAN PENGERINGAN Mita Anggraini; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.154 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v6i2.5940

Abstract

Kencur rhizome (Kaempferia galangal L.) is widely used as a health drink and traditional medicine in Indonesia. Kencur rhizome is widely used as a medicine for colds, indigestion, analgesic and antipyretic, and beauty because it has the content of essential oils. This research has made simplicia rhizome kencur. The purpose of this study was to determine the ratio of water content and essential oil content in kencur rhizome with different drying treatment. The method used is simple distillation. With the sample treatment is a fresh kencur rhizome after being washed and cleaned of impurities, thinly sliced more or less with a thickness of 3-4 mm. Then each shredded result is dried in two ways, ie with sunlight and oven temperature 50oC. Drying done until dry with moisture content below 10%. Simplicia rhizome kencur, then analyzed water kadai and essential oil content. The results showed that the drying method had significant effect on water content and essential oil content. To get simplicia with relative high volatile oil content can be done by drying using sunlight.
PENETAPAN KADAR LEMAK TOTAL PADA SUSU KENTAL MANIS COKELAT YANGDIJUAL DI MINIMARKET KOTA BANDAR LAMPUNG DENGAN METODESOKLETASI Gusti Ayu Rai Saputri; Ade Maria Ulfa; Ni Kadek Dewi Utami
Jurnal Analis Farmasi Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.303 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v5i2.4082

Abstract

Susu kental manis cokelat merupakan salah satu sumber lemak yangmerupakan sumber energi. Selain sebagai sumber energi, lemak juga merupakanpenyusun terbesar dari membran sel yang berfungsi sangat penting dalammempertahankan bentuk organ tubuh dan suhutubuh. Kelebihan konsumsi lemak dariyang dibutuhkan oleh tubuh dapat menyebabkan dampak negatif yaitu keadaanhiperlipidemia.Hiperlipidemia ialah kelainan metabolisme lipid yang ditandai denganpeningkatan lemak dalam darahyangdapat menimbulkan obesitas dan ateroskleosis.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar lemak total pada susu kentalmanis cokelat merk A, B dan C yang dijual di Minimarket Kota Bandar Lampung dankesesuaiannya dengan persyaratan Standar Nasional Indonesia 2971:2011 yaitu 8–10%. Penetapan kadar lemak total pada susu kental manis cokelat dilakukan denganmenggunakan metode Sokletasi yang sederhana dan memiliki ketepatan yang baikdengan prinsip ekstraksi lemak bebas dengan pelarut non polar, ekstraksi terjadisecara terus-menerus dengan adanya pendingin balik. Pelarut yang digunakan adalahheksana yang memiliki sifat yang sama dengan sampel yaitu non polarHeksana juga merupakan pelarut anhidrat yaitu pelarut yaitu pelarut yang bebas airsehingga bahan-bahan yang larut air tidak ikut terekstrak dan terhitung.Hasil analisismenunjukkan bahwa kadar rata-rata dari sampel merk A sebesar 9,86%, merk Bsebesar 9,73% dan merk C sebesar 9,88% sehingga dapat disimpulkan bahwa ketigasampel susu kental manis cokelat memenuhi Standar Nasional Indonesia 2971:2011.Kata kunci : Susu Kental Manis, Lemak Total, Sokletasi
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA DAUN KELOR MUDA DAN DAUN KELOR TUA (Moringa oleifera L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Gusti Ayu Rai Saputri; Tutik Tutik; Ayu Indah Permatasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v4i2.2089

Abstract

Protein merupakan komponen penting dari makanan manusia yang dibutuhkan untuk penggantian jaringan, pasokan energi, dan makro molekul serba guna disistem kehidupan yang mempunyai fungsi penting dalam semua proses biologi seperti sebagai katalis, transportasi, berbagai molekul lain seperti oksigen, sebagai kekebalan tubuh dan menghantarkan impuls saraf Oleh karena itu, dilakukan penelitian penetapan kadar protein pada daun kelor muda dan daun kelor tua dengan metode kjeldahl. Daun kelor (Moringa oleifera L.) terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit, di antaranya diabetes, hepatitis, jantung, dan kolesterol tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada kandungan protein pada daun kelor (Moringa oleifera L.) dan berapa besar kandungan protein daun kelor tersebut. Sampel dari penelitian ini adalah daun kelor yang diambil dari salah satu kebun masyarakat di kawasan Jl. Pangeran Antasari, Bandar Lampung. Penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl dimana pada penelitian ini dilakukan penentuan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan, kemudian kadar protein dapat ditentukan dengan cara mengkalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan suatu faktor konversi. Analisa protein dengan metode kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap destruksi, tahap destilasi dan tahap titrasi. Pengujian kandungan protein menggunakan metode kjeldahl dengan dua kali pengulangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun kelor muda diperoleh rata-rata 1,3092% dan daun kelor tua diperoleh rata-rata 11,3473%, sehingga dapat disimpulkan bahwa daun kelor tua memiliki kadar protein yang tinggi dibandingkan dengan daun kelor muda.Kata kunci : Protein, Daun Kelor, Kjeldahl
ANALISIS KADAR TIMBAL PADA PERONA BIBIR YANG BEREDAR DI LOKING (SIMPUR) BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SSA Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita; Cicih Ratnasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5483

Abstract

Timbal pada kosmetik dapat diakibatkan sebagai kontaminan dari bahan bakuyang digunakan atau penggunaan pigmen yang mengandung timbal, selain itu timbal biasanya ditambahkan untuk sediaan warna.Temuan kosmetik berbahaya di dominasi oleh kandungan pewarna merah K3, merah K10, rhodamin, dan timbal yang banyak digunakan pada produk perona bibir, cemaran logam berat arsen, dan merkuri.Senyawa timbal organik umumnya masuk ke dalam tubuh melalui jalur pernafasan, dan atau penetrasi melalui kulit.Penyerapan lewat kulit ini dapat disebabkan karena senyawa ini dapat larut dalam minyak dan lemak.Pada umumnya timbal yang terdapat dalam sediaan sangat kecil maka untuk itu dipilih metode analisis yang mempunyai kepekaan sangat tinggi yaitu SSA.Karena SSA merupakan instrument yang dapat digunakan untuk analisis kuantitatif unsur-unsur logam dalam jumlah sekelumit (race) dan sangat sekelumit (ultra trace).Berdasarkan hasil analisis kadar logam timbal pada perona bibir kadar rata-rata yang diperoleh dari lima sampel yaitu : sampel A 1,66 mg/g, sampel B 0,15 mg/g, sampel C 1,39 mg/g, sampel D -0,11 mg/g, dan sampel E -0,38 mg/g. Sehingga apat disimpulkan bahwa kadar tersebut tidak melebihi kadar batas kadar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Sedangkan pada analisa penandaan kemasan maka sampel tidak memenuhi persyaratan teknis kosmetika oleh BPOMKata Kunci : Perona Bibir; Timbal; SSA
Formulasi Sediaan Salep Ekstrak Minyak Atsiri Daun Jeruk Purut (Citrus Hystrix DC.) terhadap Jamur Candida Albicans Ni Putu Diah Saputri; Gusti Ayu Rai Saputri; Selvi Marcellia
JUMANTIK (Jurnal Ilmiah Penelitian Kesehatan) Vol 6, No 4 (2021)
Publisher : Prodi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.964 KB) | DOI: 10.30829/jumantik.v6i4.10270

Abstract

The purpose of this study was to formulate essential oils in ointment preparations with different bases and to determine the physical properties and antifungal activity against Candida albicans. The essential oil of kaffir lime leaves was obtained by distillation using the water distillation method and the raw material of fresh kaffir lime leaves was 1.5 kilograms which was then identified with Sudan III reagent and formulated in ointment preparations. The ointment is made with FI, FII, and FIII base formulations with an active substance concentration of 7%. The FIII ointment base had the best evaluation results and was continued for antifungal testing against Candida albicans. From the research results obtained % yield of essential oil of kaffir lime leaves is 1.533%. The results of the phytochemical identification test showed positive results with the formation of an even red color in the solution. The results of the evaluation of the ointment preparations showed that FIII had the best evaluation results and continued antifungal testing with a positive control of 2% miconazole nitrate cream. The average diameter obtained is 8.43 mm and is included in the medium category. The results of the Shapiro Wilk normality test showed that the research data was normally distributed and homogeneous, then the One-Way ANOVA test was carried out and a significance value of P<0.05 was obtained, and the LSD test showed a significant difference seen from the significance value obtained P<0.05. 
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA DAUN KELOR MUDA DAN DAUN KELOR TUA (Moringaoleifera L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Gusti Ayu Rai Saputri; Tutik Tutik; Ayu Indah Permatasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2239

Abstract

Protein merupakan komponen penting dari makanan manusia yang dibutuhkan untuk penggantian jaringan, pasokan energi, dan makro molekul serba guna disistem kehidupan yang mempunyai fungsi penting dalam semua proses biologi seperti sebagai katalis, transportasi, berbagai molekul lain seperti oksigen, sebagai kekebalan tubuh dan menghantarkan impuls saraf Oleh karena itu, dilakukan penelitian penetapan kadar protein pada daun kelor muda dan daun kelor tua dengan metode kjeldahl. Daun kelor (Moringa oleifera L.) terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit, di antaranya diabetes, hepatitis, jantung, dan kolesterol tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada kandungan protein pada daun kelor (Moringa oleifera L.) dan berapa besar kandungan protein daun kelor tersebut. Sampel dari penelitian ini adalah daun kelor yang diambil dari salah satu kebun masyarakat di kawasan Jl. Pangeran Antasari, Bandar Lampung. Penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl dimana pada penelitian ini dilakukan penentuan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan, kemudian kadar protein dapat ditentukan dengan cara mengkalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan suatu faktor konversi. Analisa protein dengan metode kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap destruksi, tahap destilasi dan tahap titrasi. Pengujian kandungan protein menggunakan metode kjeldahl dengan dua kali pengulangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun kelor muda diperoleh rata-rata 1,3092% dan daun kelor tua diperoleh rata-rata 11,3473%, sehingga dapat disimpulkan bahwa daun kelor tua memiliki kadar protein yang tinggi dibandingkan dengan daun kelor muda.Kata kunci : Protein, Daun Kelor, Kjeldahl
Penyuluhan Pola Hidup Sehat Agar Terhindar Dari Penyakit Hiper/Hipotiroid Di Smk Muhammadiyah 3 Metro gusti ayu rai saputri; Martianus Perangin Angin; Lidia Dwi Oktarianti; Miftahul Rahmi; Milna Delima Wulandari; Paisal Hadi Sanjaya; Kadek Sari Rahayu
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i1.7297

Abstract

Penyakit Hipertiroid yaitu suatu keadaan dimana terjadi kenaikan/peningkatan kadar hormon tiroid di dalam darah yang disebabkan oleh kelenjar tiroid yang hiperaktif. Hipotiroid adalah suatu keadaan dimana tiroid tidak mampu menghasilkan hormon tiroid (T3 dan T4) yang cukup untuk mempertahanka kadar hormon tiroid dalam darah dan untuk memenuhi kebutuhan jaringan perifer. Banyak sekali masyarakat yang belum mengetahui bahaya penyakit Hiper/Hipotiroid. Oleh karena itu, setiap masyarakat membutuhkan informasi terkait pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit Hiper/Hipotiroid. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penyakit Hiper/Hipotiroid. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 09 Desember 2021 bertempat di SMK Muhammadiyah 3 Metro. Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah masyarakat dapat langsung mendapatkan informasi kesehatan dan dapat meningkatkan pengetahuan akan pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit Hiper/Hipotiroid. Hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan terhadap peserta yaitu sebesar 60%.Kata kunci: Hipertiroid, Hipotiroid, Pola Hidup Sehat
PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA DAUN KELOR MUDA DAN DAUN KELOR TUA (Moringaoleifera L.) DENGAN MENGGUNAKAN METODE KJELDAHL Gusti Ayu Rai Saputri; Tutik Tutik; Ayu Indah Permatasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v7i1.2239

Abstract

Protein merupakan komponen penting dari makanan manusia yang dibutuhkan untuk penggantian jaringan, pasokan energi, dan makro molekul serba guna disistem kehidupan yang mempunyai fungsi penting dalam semua proses biologi seperti sebagai katalis, transportasi, berbagai molekul lain seperti oksigen, sebagai kekebalan tubuh dan menghantarkan impuls saraf Oleh karena itu, dilakukan penelitian penetapan kadar protein pada daun kelor muda dan daun kelor tua dengan metode kjeldahl. Daun kelor (Moringa oleifera L.) terbukti ampuh mengatasi berbagai penyakit, di antaranya diabetes, hepatitis, jantung, dan kolesterol tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada kandungan protein pada daun kelor (Moringa oleifera L.) dan berapa besar kandungan protein daun kelor tersebut. Sampel dari penelitian ini adalah daun kelor yang diambil dari salah satu kebun masyarakat di kawasan Jl. Pangeran Antasari, Bandar Lampung. Penetapan kadar protein secara kuantitatif dengan metode Kjeldahl dimana pada penelitian ini dilakukan penentuan kandungan nitrogen yang terdapat didalam bahan, kemudian kadar protein dapat ditentukan dengan cara mengkalikan kadar nitrogen yang diperoleh dengan suatu faktor konversi. Analisa protein dengan metode kjeldahl pada dasarnya dibagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap destruksi, tahap destilasi dan tahap titrasi. Pengujian kandungan protein menggunakan metode kjeldahl dengan dua kali pengulangan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa daun kelor muda diperoleh rata-rata 1,3092% dan daun kelor tua diperoleh rata-rata 11,3473%, sehingga dapat disimpulkan bahwa daun kelor tua memiliki kadar protein yang tinggi dibandingkan dengan daun kelor muda.Kata kunci : Protein, Daun Kelor, Kjeldahl
EVALUASI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN KOMPLIKASI HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT PERTAMINA BINTANG AMIN TAHUN 2020 Gusti Ayu Rai Saputri; Martianus Perangin Angin; Eka Setia Ningsih
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.5988

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi di rumah sakit pertamina bintang amin pada tahun 2020. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan data diambil melalui rekam medis secara restrospektif lalu data dianalisa menggunakan literatur medscape. Sampel penelitian adalah pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi  di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin pada tahun 2020 berdasarkan interaksi pola penggunaan obat dan jenis interaksi obat yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan total 30 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa golongan obat antidiabetes yang diberikan pada pasien adalah Glimepiride (15,15%), Gliquidone (30,30%), Metformin (51,52%), Pioglitazone (3,03%), Amlodipine (65,71%), sedangkan antihipertensi yang digunakan adalah Captropil (17,14%), Lisinopril (14,30%), Candesartan (2,85%). Dari 30 pasien hanya 18 pasien (60%) yang terjadi interaksi obat dengan persentase terbesar adalah interaksi antara Metformin dan amlodipin( 72,2%).
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA SEKOLAH DI SMA NEGERI 17 BANDAR LAMPUNG gusti ayu rai saputri; Anisa Nur Pratiwi; Anggy Amelia Nurzula Dara; Anggy Ariyanca; Rama Dalita
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v5i2.8785

Abstract

Perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah merupakan sekumpulan perilaku yang dipraktikan oleh peserta didik, guru, dan  masyarakat lingkungan sekolah sebagai hasil pembelajaran. Permasalahan yang muncul di sekolah menengah atas negeri menunjukan siswa/siswi tidak melakukan PHBS seperti jarang melakukan cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, jarang menggunakan jamban sehat, jarang membuang sampah pada tempatnya sehingga terjadi beberapa kasus kejadian penyakit dseperti diare, cacingan, typoid, dan maag. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran PHBS pada siswa/siswi di sekolah menengah atas negeri. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah siswa/siswi kelas sepuluh (X) di SMAN 17 Bandar Lampung yang berjumlah 109. Penelitian ini menggunakan intrumen kuesioner PHBS di sekolah. Data dianalisis  dengan menggunakan nilai mean dan disajikan dalam distribusi frekuensi. Hasil observasi sebelum penyuluhan menunjukan bahwa dari responden yaitu sebanyak (32%) siswa/siswi sudah mengetahui dalam berperilaku hidup bersih dan sehat, dan responden sebanyak (68%) siswa/siswi masih belum mengetahui cara berperilaku hidup bersih dan sehat. PHBS pada siswa/siswi ini harus lebih ditingkatkan lagi dengan cara pemberdayaan UKS bekerjasama dengan perawat yang ada di puskesmas terdekat dengan melakukan penyuluhan tentang PHBS.Kata Kunci : Penyuluhan Kesehatan Sekolah, Kebersihan, PHBS