Claim Missing Document
Check
Articles

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DI DINAS SOSIAL UPTD REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Samino Samino; Rr Salwa Zasya Aura Kharisma; Farra Hayka Salsabila; Trisia Dira Yuniar; Rahmat Agung; Renna Oktavia Rudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.597-600

Abstract

Melakukan pencucian tangan menggunakan sabun tergolong ke dalam salah satu perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) yang sekarang sedang menjadi perhatian dunia disebabkan praktik mencuci tangan yang kurang baik menjadi suatu permasalahan  khususnya di negara berkembang karena kebanyakan dari masyarakatnya masih lupa untuk melakukan tangan. Berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011, Penyandang disabilitas atau penyandang cacat adalah orang dengan keterbatasan baik mental, intelektual, fisik maupun sensorik yang bersifat jangka panjang yang dapat menjadi penyebab dalam menghambat mereka untuk melakukan interaksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya sebagai bentuk partisipasi penuh dan efektif yang didasarkan pada kesetaraan hak. Program dilakukan dengan cara memberikan informasi dan edukasi menggunakan media teknologi berupa laptop dengan media power point. Power point berisi tentang definisi, tujuan, manfaat, dampak, kapan waktu cuci tangan dan langkah-langkah mencuci tangan. Setelah itu dibagikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan teman-teman. Hasil yang didapat dari kegiatan penyuluhan kepada penyandang disabilitas sebelum dilakukan penyuluhan, terdapat sekitar 60% dari total peserta masih banyak yang belum tau apa itu pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Setelah dilakukan penyuluhan, persentase berubah cukup signifikan, terdapat 90% yang sudah memahami apa pentingnya dan manfaat cuci tangan memakai sabun. Hasil persentase ini didapat dari kuesioner pre-test dan post-test. Kesimpulannya sebelum diberikan materi, masih banyak yang belum mengerti dan paham terkait pentingnya cuci tangan pakai sabun. Lalu setelah dilakukan penyuluhan, dapat dilihat bahwa sudah cukup banyak hampir semua peserta memahami apa itu pentingnya dan manfaat cuci tangan pakai sabun (CTPS).
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN FARINGITIS RAWAT JALAN DI PUSKESMAS K BANDAR LAMPUNG TAHUN 2020 Febi Anisa; Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.5480

Abstract

Faringitis adalah peradangan pada mukosa faring dan sering meluas ke jaringan sekitarnya. Bakteri Streptokokus Grup A adalah penyebab umum faringitis. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui  kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien faringitis berdasarkan pedoman Pharmaceutical Care penyakit saluran pernafasan tahun 2005 dan pedoman pengobatan dasar di puskesmas 2007 dan untuk mengetahui persentase kerasionalan penggunaan antibiotik berdasarkan parameter tepat diagnosis, tepat indikasi, tepat pasien,tepat obat, tepat dosis, tepat cara pemberian, tepat lama pemberian, tepat interval. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan rancangan penelitian deskripstif serta pengumpulan data secara retrospektif. Hasil penelitian kesesuaian penggunaan antibiotik pada pasien faringitis di Puskesmas K Bandar Lampung Tahun 2020 sudah sesuai berdasarkan pedoman Pharmaceutical Care penyakit saluran pernafasan tahun 2005 dan pedoman pengobatan dasar di puskesmas 2007 dengan persentase kerasionalan penggunaan antibiotik berdasarkan kemenkes RI (20011) didapatkan hasil yaitu tepat diagnosis 100%, tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100%, dan tepat dosis 100%, tepat cara pemberian 100%, tepat lama pemberian 100%, tepat interval 100%.
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI BAWANG DAYAK (ELEUTHERINE PALMIFOLIA (L.) MERR) DAN DAUN INSULIN (TITHONIA DIVERSIFOLIA) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (RATTUS NORVEGICUS) DIINDUKSI NA2EDTA Yoga Purnama Haidir; Gusti Ayu Rai Saputri; Dessy Hermawan
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i1.7004

Abstract

Umbi bawang dayak dan daun insulin merupakan tanaman tradisional yang digunakan sebagai tanaman obat tradisional yang memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin dan tannin menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar glukosa darah dari bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dengan dosis 250 mg/kg BB, 300 mg/kg BB, 250 mg/kgBB, 600 mg/kgBB dan 500 mg/kgBB, 300 mg/kgBB terhadap tikus putih jantan galuh wistar yang diinduksi Na2EDTA. Metode penelitian adalah pre and post control group design. Hewan uji dibagi menjadi 6 kelompok perlakuan. Sebelumnya tikus diinduksi Na2EDTA kecuali tikus pada kelompok kontrol normal Kelompok I (Kontrol normal) tanpa perlakuan, kelompok II (Kontrol negatif) diberi Na CMC 0,5% kelompok III (Kontrol positif) diberi suspensi metformin 45mg/kgBB, kelompok IV, V dan VI diberi bawang dayak dan daun insulin dengan dosis 250mg/kg BB dan 300mg/kgBB, 250mg/kg BB dan 600mg/kg BB, 500mg/kg BB dan 300mg/kgBB. Pengukuran kadar glukosa darah dilakukan selama 15 hari. Pemberian kombinasi ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dengan dosis 500 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB merupakan dosis yang lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah dibandingkan dengan dosis 250 mg/kg BB dan 300 mg/kg BB, dosis 250 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB. Berdasarkan hasil uji LSD (Least Significance Different) sebagai uji lanjutan atau post hoc test menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak umbi bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L.) Merr) dan daun insulin (Tithonia diversifolia) dosis 500mg/kgBB dan 300mg/kgBB memiliki akitivitas penurunan kadar gula darah setara dengan kontrol positif, hal ini dapat dilihat dari nilai (P>0,05).
UJI EFEKTIVITAS KRIM EKSTRAK BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DALAM PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Novitria Puspitasari; Gusti Ayu Rai Saputri; Diah Astika Winahyu
Jurnal Farmasi Malahayati Vol 5, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v5i2.7370

Abstract

Bunga telang adalah tanaman yang dapat ditemui sebagai tanaman hias. Bunga telang diketahui bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan luka. Luka adalah suatu proses rusaknya struktur dan fungsi anatomi kulit.Bunga telang diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut  etanol 96%, dan dilakukan uji skrining fitokimia. Sediaan krim dibuat dalam tiga konsentrasi 5%, 10% dan 15%, kemudian dilakukan uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar dan homogenitas. Setiap kelompok tikus diberi luka sayat sepanjang 2 cm dan dioleskan krim sesuai dengan kelompok tikus yang sudah dibagi menjadi 5 kelompok. Kemudian pengukuran luka dilakukan setiap harinya dari hari ke-1, sampai hari ke-12 dengan menggunakan jangka sorong.Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya kandungan flavonoid, saponin, fenolik, steroid, tanin, terpenoid. Hasil pengamatan krim ekstrak bunga telang konsentrasi 15% dan kontrol positif (povidone iodine) mengalami penyembuhan 100% pada hari ke-7, dan pada konsentrasi 5% dan 10% mengalami penyembuhan 100% pada hari ke-8 dan kontrol negatif (dasar krim) mengalami penyembuhan 100% pada hari ke-12. Hasil uji ANOVA menunjukkan adanya penyembuhan luka pada tikus putih. Hasil uji LSD menunjukkan perlakuan kontol negatif dan krim konsentrasi 5% dan 10% apabila dibandingkan dengan kontrol positif mempunyai perbedaan yang bermakna. Sementara sediaan krim 15% tidak ada perbedaan jika dibandingkan dengan kontrol positif sehingga bisa dinyatakan tidak ada perbedaan.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DI DINAS SOSIAL UPTD REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS BANDAR LAMPUNG Gusti Ayu Rai Saputri; Annisa Primadiamanti; Samino Samino; Rr Salwa Zasya Aura Kharisma; Farra Hayka Salsabila; Trisia Dira Yuniar; Rahmat Agung; Renna Oktavia Rudi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.597-600

Abstract

Melakukan pencucian tangan menggunakan sabun tergolong ke dalam salah satu perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) yang sekarang sedang menjadi perhatian dunia disebabkan praktik mencuci tangan yang kurang baik menjadi suatu permasalahan  khususnya di negara berkembang karena kebanyakan dari masyarakatnya masih lupa untuk melakukan tangan. Berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011, Penyandang disabilitas atau penyandang cacat adalah orang dengan keterbatasan baik mental, intelektual, fisik maupun sensorik yang bersifat jangka panjang yang dapat menjadi penyebab dalam menghambat mereka untuk melakukan interaksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya sebagai bentuk partisipasi penuh dan efektif yang didasarkan pada kesetaraan hak. Program dilakukan dengan cara memberikan informasi dan edukasi menggunakan media teknologi berupa laptop dengan media power point. Power point berisi tentang definisi, tujuan, manfaat, dampak, kapan waktu cuci tangan dan langkah-langkah mencuci tangan. Setelah itu dibagikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan teman-teman. Hasil yang didapat dari kegiatan penyuluhan kepada penyandang disabilitas sebelum dilakukan penyuluhan, terdapat sekitar 60% dari total peserta masih banyak yang belum tau apa itu pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Setelah dilakukan penyuluhan, persentase berubah cukup signifikan, terdapat 90% yang sudah memahami apa pentingnya dan manfaat cuci tangan memakai sabun. Hasil persentase ini didapat dari kuesioner pre-test dan post-test. Kesimpulannya sebelum diberikan materi, masih banyak yang belum mengerti dan paham terkait pentingnya cuci tangan pakai sabun. Lalu setelah dilakukan penyuluhan, dapat dilihat bahwa sudah cukup banyak hampir semua peserta memahami apa itu pentingnya dan manfaat cuci tangan pakai sabun (CTPS).
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN DEODORAN SPRAY DARI KOMBINASI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK DAN EKSTRAK DAUN KEMANGI PADA BAKTERI Staphylococcus aureus Natasya Lina Saputri; Agustina Retnaningsih; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25731

Abstract

Deodoran adalah sediaan kosmetik yang mengandung antiseptik untuk menahan atau mengurangi dekomposisi bakteri sehingga bisa mengontrol bau badan. Permasalahan yang ada saat ini ialah produk deodoran yang terdapat di pasaran yang banyak mengandung bahan sintetis atau zat-zat yang diindikasi menjadi salah satu pencetus kanker, terutama payudarah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menguji antibakteri pada sediaan deodoran spray yang di kombinasikan minyak atsiri kulit jeruk nipis dan ekstrak daun kemangi, dilakukan uji organoleptik, pH dan di dapatkan hasil F2 warna orange gold dan F3 mendapatkan hasil caramel untuk hasil bau yang di dapatkan semua formulasi memiliki bau jeruk nipis kecuali F0 untuk uji pH F2 mendapatkan hasil 5,2 dan F3 mendapatkan hasil 5,8 hasil ini memenuhi syarat SNI 16-4951-1998 yaitu 3-7,5. Hasil uji antibakteri pada sediaan deodoran dengan menggunakan bakteri staphylococus di dapatkan hasil daya hambat F1 10 mm dan F2 mendapatkan hasil daya hambat 11 mm sedangkan F2 mendapatkan hasil daya hambat 13 . Kesimpulan yang di dapatkan adalah deodoran spray hasil kombinasi minyak atsiri kulit jeruk nipis dengan ekstrak daun kemangi memiliki daya hambat yang kuat dibandingkan tidak adanya zat aktif namun mesti ga formulasi tersebut memenuhi syarat sesuai standar rentan bakteri yaitu tidak di bawah 5.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS SEDIAAN DEODORAN SPRAY DARI KOMBINASI MINYAK ATSIRI KULIT JERUK DAN EKSTRAK DAUN KEMANGI PADA BAKTERI Staphylococcus aureus Natasya Lina Saputri; Agustina Retnaningsih; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Analis Farmasi Vol 11, No 1 (2026): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v11i1.25731

Abstract

Deodoran adalah sediaan kosmetik yang mengandung antiseptik untuk menahan atau mengurangi dekomposisi bakteri sehingga bisa mengontrol bau badan. Permasalahan yang ada saat ini ialah produk deodoran yang terdapat di pasaran yang banyak mengandung bahan sintetis atau zat-zat yang diindikasi menjadi salah satu pencetus kanker, terutama payudarah. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk menguji antibakteri pada sediaan deodoran spray yang di kombinasikan minyak atsiri kulit jeruk nipis dan ekstrak daun kemangi, dilakukan uji organoleptik, pH dan di dapatkan hasil F2 warna orange gold dan F3 mendapatkan hasil caramel untuk hasil bau yang di dapatkan semua formulasi memiliki bau jeruk nipis kecuali F0 untuk uji pH F2 mendapatkan hasil 5,2 dan F3 mendapatkan hasil 5,8 hasil ini memenuhi syarat SNI 16-4951-1998 yaitu 3-7,5. Hasil uji antibakteri pada sediaan deodoran dengan menggunakan bakteri staphylococus di dapatkan hasil daya hambat F1 10 mm dan F2 mendapatkan hasil daya hambat 11 mm sedangkan F2 mendapatkan hasil daya hambat 13 . Kesimpulan yang di dapatkan adalah deodoran spray hasil kombinasi minyak atsiri kulit jeruk nipis dengan ekstrak daun kemangi memiliki daya hambat yang kuat dibandingkan tidak adanya zat aktif namun mesti ga formulasi tersebut memenuhi syarat sesuai standar rentan bakteri yaitu tidak di bawah 5.
Evaluasi Kejadian Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis Pada Pasien Tuberkulosis Di Puskesmas Pagelaran Kabupaten Pringsewu Yoga Pratama Iskandar; Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1445

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Pengobatan menggunakan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) berlangsung dalam waktu lama dan berpotensi menimbulkan efek samping yang memengaruhi kepatuhan serta keberhasilan terapi. Tujuan: Mengevaluasi kejadian efek samping OAT pada pasien TB di Rawat Jalan Puskesmas Pagelaran, Kabupaten Pringsewu. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 50 pasien TB yang memenuhi kriteria penelitian. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan lembar checklist dan kuesioner Naranjo, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Efek samping yang paling sering ditemukan yaitu perubahan warna urin menjadi kemerahan (32,43%), nyeri sendi (12,16%), pusing (10,81%), mual muntah (10,81%), dan penurunan nafsu makan (13,51%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia pasien dan kejadian efek samping OAT (p<0,05). Simpulan: Efek samping OAT masih sering terjadi pada pasien TB, dengan perubahan warna urin menjadi kemerahan sebagai efek samping terbanyak. Usia berhubungan signifikan dengan kejadian efek samping sehingga diperlukan pemantauan yang lebih intensif selama pengobatan.
Co-Authors Ade Maria Ulfa Ade Maria Ulfa Afri Asia Nata Nyaman Angga Saputra Yasir Anggy Amelia Nurzula Dara Anggy Ariyanca Anisa Nur Pratiwi Arta Arum Cahyani Ayu Indah Permatasari Bagas Tirangga Bagas Tirangga Bayu Nuryanto Bella Rimbun Putri Bintang Tri Warmani Chusairil Pasa Cicih Ratnasari Destri Lina Sari Dewi Chusniasih Diah Astika Winahyu Diajeng Camila Dwi Wulan Ageng Dwiki Okta Eldianta Dzuriati Hasanah Eka Ananda Putri Eka Setia Ningsih Elviana Noerdianningsih Elvina Rosalia Elza Reihana Erisa Mutiara Rahma Delvina Fareza Melly Nirmala Farra Hayka Salsabila Febi Anisa Febriyanti Febriyanti Gea Andarizka Hermawan, Dessy Iis Surani Irhas Abit Izzulhaq Jopi Pralestia Kadek Sari Rahayu Leony Ekanuari Chandra Lidia Dwi Oktarianti Maria Ulfa, Ade Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Martianus Peranginangin Mega Sri Pertala Miftahul Jannah Miftahul Rahmi Milna Delima Wulandari Mita Anggraini Monica Safira Natasya Lina Saputri Ni Kadek Dewi Utami Ni Putu Diah Saputri Nia Fernanda Nofita Nofita Nofita Nofita Novia Tapalina Novitria Puspitasari Nyoman Youpita Paisal Hadi Sanjaya Primadiamanti, Annisa Rahmat Agung Rama Dalita Rara Rista Putri Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Rr Salwa Zasya Aura Kharisma Samino Samino Selvi Marcellia Sus Indah Martiningsih Tantri Super Tiwi Tri Setianingsih Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Tutik Tutik Tutik Tutik Wahyuni Wahyuni Yoga Pratama Iskandar Yoga Purnama Haidir Yudhi Chandra Yuli Froza Lena