Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KADAR TIMBAL PADA PERONA BIBIR YANG BEREDAR DI LOKING (SIMPUR) BANDAR LAMPUNG DENGAN METODE SSA Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita; Cicih Ratnasari
Jurnal Analis Farmasi Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v6i1.5483

Abstract

Timbal pada kosmetik dapat diakibatkan sebagai kontaminan dari bahan bakuyang digunakan atau penggunaan pigmen yang mengandung timbal, selain itu timbal biasanya ditambahkan untuk sediaan warna.Temuan kosmetik berbahaya di dominasi oleh kandungan pewarna merah K3, merah K10, rhodamin, dan timbal yang banyak digunakan pada produk perona bibir, cemaran logam berat arsen, dan merkuri.Senyawa timbal organik umumnya masuk ke dalam tubuh melalui jalur pernafasan, dan atau penetrasi melalui kulit.Penyerapan lewat kulit ini dapat disebabkan karena senyawa ini dapat larut dalam minyak dan lemak.Pada umumnya timbal yang terdapat dalam sediaan sangat kecil maka untuk itu dipilih metode analisis yang mempunyai kepekaan sangat tinggi yaitu SSA.Karena SSA merupakan instrument yang dapat digunakan untuk analisis kuantitatif unsur-unsur logam dalam jumlah sekelumit (race) dan sangat sekelumit (ultra trace).Berdasarkan hasil analisis kadar logam timbal pada perona bibir kadar rata-rata yang diperoleh dari lima sampel yaitu : sampel A 1,66 mg/g, sampel B 0,15 mg/g, sampel C 1,39 mg/g, sampel D -0,11 mg/g, dan sampel E -0,38 mg/g. Sehingga apat disimpulkan bahwa kadar tersebut tidak melebihi kadar batas kadar yang telah ditetapkan oleh BPOM. Sedangkan pada analisa penandaan kemasan maka sampel tidak memenuhi persyaratan teknis kosmetika oleh BPOMKata Kunci : Perona Bibir; Timbal; SSA
Analisis Kepuasan Pasien Pada Pelayanan Kefarmasian di Instalasi Rawat Jalan di RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara Elza Reihana; Gusti Ayu Rai Saputri; Nofita Nofita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v7i2.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepuasan pasien rawat jalan terhadap pelayanan kefarmasian di instalasi farmasi RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif non eksperimental. Penilaian terhadap kepuasan didapatkan dari hasil penyebaran kuesioner SERVQUAL yang memuat 5 dimensi pelayanan kefarmasian. Analisis data menggunakan nilai kesenjangan rata-rata harapan dan rata-rata kinerja, persentase kesesuaian kepuasan pasien, dan Importance Performance Analysis. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 161 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan yang diberikan di Instalasi farmasi rawat jalan RSUD Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara dengan tingkat kesesuaian kepuasan dan harapan > 75% di setiap dimensinya yaitu kehandalan 98,57%, daya tanggap 98,23%, jaminan 98,05%, empati 97,99% dan bukti langsung 96,94%. %. Hal ini menunjukan bahwa pasien rawat jalan sudah merasa puas dengan pelayanan yang sudah diberikan oleh petugas farmasi akan tetapi pihak rumah sakit perlu memperbaiki apa yang menjadi harapan pasien yang belum tercapai guna meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian. Kata Kunci : Analisis Kepuasan, Kualitas Pelayanan, Rumah Sakit Umum Mayjend H.M Ryacudu Lampung Utara ABSTRACT This study aims to analyze the satisfaction of outpatients with pharmaceutical services at the pharmacy installation of Mayjend H.M Ryacudu Hospital, North Lampung. This research was conducted with a non-experimental descriptive method. Assessment of satisfaction was obtained from the results of distributing the SERVQUAL questionnaire which contained 5 dimensions of pharmaceutical services. The data analysis used the gap value of the average expectation and average performance, the percentage of patient satisfaction compliance, and Importance Performance Analysis. The number of samples in this study were 161 respondents. The results showed that the services provided at the Outpatient Pharmacy Installation at RSUD Mayjend HM Ryacudu North Lampung with a level of conformity with satisfaction and expectations > 75% in each dimension, namely reliability 98.57%, responsiveness 98.23%, guarantee 98.05%, empathy 97.99% and direct evidence 96.94%. %. This shows that outpatients are satisfied with the services that have been provided by pharmacists, but the hospital needs to improve what the patient's expectations have not been achieved in order to improve the quality of pharmaceutical services. Keywords : Analysis of Satisfaction, Quality of Service, Mayjend H.M Ryacudu General Hospital, North Lampung.
Formulasi Sediaan Facial Wash Kombinasi Perasan Jeruk Lemon (Citrus Limon (L.)) Dan Ekstrak Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Sebagai Antibakteri Propionibacterium Acnes Fareza Melly Nirmala; Gusti Ayu Rai Saputri; Selvi Marcellia
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v7i2.87

Abstract

Acnes atau disebut juga dengan jerawat. Bakteri utama yang menyebabkan terjadinya jerawat yaitu Propionibacterium acnes. Facial wash merupakan sabun pembersih wajah yang ringan dan lembut yang berfungsi untuk menjaga kebersihan kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi sodium lauril sulfat (SLS) dan gliserin pada sediaan Facial wash yang memiliki kestabilan fisik yang baik serta untuk mengetahui daya hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Ekstraksi buah tomat menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pengujian daya hambat bakteri pada sediaan facial wash kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat menggunakan metode sumuran. Konsentrasi SLS dan gliserin yang digunakan adalah 20%, 25%, 30%,dan 35%. Pada konsentrasi 30% SLS dan gliserin dinyatakan memenuhi syarat sediaan Facial wash yang baik, setelah dilakukan parameter pengujian evaluasi sediaan facial wash. Rata-rata zona hambat pada formulasi dengan konsentrasi SLS dan Gliserin 30% 8,62 mm, kontrol positif 18,66mm terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Hasill uji antibakteri dianalisis menggunakan ONE WAY ANOVA, pada hasil analisis statistik pada sediaan Facial wash ekstrak kombinasi perasan jeruk lemon dan ekstrak buah tomat dengan konsentrasi SLS dan gliserin 30% menunjukkan zona hambat yang signifikan yaitu 0,000 (P=<0,05). Kata Kunci : Perasan Jeruk Lemon dan Ekstrak Buah Tomat, Facial wash, Propionibacterium acnes. ABSTRACT Acnes are also known as pimples. The main bacteria that causes acne is Propionibacterium acnes. Facial wash is a mild and gentle facial cleansing soap that serves to keep the skin clean. The purpose of this study was to determine the concentration of sodium lauryl sulfate (SLS) and glycerin in facial wash preparations that have good physical stability and to determine the inhibition of Propionibacterium acnes bacteria. Tomato fruit extraction using maceration method with 96% ethanol solvent. Testing the inhibition of bacteria in facial wash preparations with a combination of lemon juice and tomato extract using the well method. The concentrations of SLS and glycerin used were 20%, 25%, 30%, and 35%. At a concentration of 30% SLS and glycerin were declared to meet the requirements for a good facial wash preparation, after evaluating the parameters of the facial wash preparation. The average inhibition zone in the formulation with concentrations of SLS and 30% Glycerin was 8.62 mm, positive control was 18.66mm against Propionibacterium acnes bacteria. The results of the antibacterial test were analyzed using ONE WAY ANOVA, the results of statistical analysis on Facial wash preparations of a combination of lemon juice and tomato extract with a concentration of SLS and 30% glycerin showed a significant inhibition zone of 0.000 (P = <0.05). Keywords: Lemon Juice and Tomato Fruit Extract, Facial wash, Propionibacterium acnes.
Evaluasi Monitoring Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Vaksin Covid-19 (Coronavac) pada Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Monica Safira; Martianus Peranginangin; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi STIKES Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v7i2.110

Abstract

Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) adalah infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus corona. Virus ini dapat ditularkan dari manusia ke manusia. Coronavac adalah vaksin yang dapat mencegah penularan COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Coronavac yang digunakan pada tenaga kesehatan RS Imanuel Bandar Lampung. Metode penelitian ini merupakan penelitian Observasional. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuisioner. Hasil penelitian didapat KIPI pada tenaga kesehatan pada tahap I didapatkan gejala ringan = 17,74 %, gejala sedang = 39,51%, gejala berat = 0,80%. Pada tahap II didapatkan gejala ringan = 16,12 %, gejala sedang = 43,54% , dan gejala berat = 2,41%. Berdasarkan analisis data menggunakan uji Chi Square dengan p value < 0,01. Didapatkan p value KIPI pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,43) dan pada pemberian vaksin tahap II sebesar (p = 0,43). KIPI pada responden dibagi menjadi 2 kelompok yaitu lokal dan sistemik. Berdasarkan analisis statistik didapatkan p value KIPI pada pemberian vaksin tahap I sebesar (p = 0,76) dan tahap II sebesar (p = 0,44). Dapat disimpulkan bahwa analisis data pada efek samping KIPI pada vaksin tahap I dan vaksin tahap II pada responden tidak signifikan secara statistik karena p value > 0,01
Penggunaan Insulin dan Gliquidon pada Pasien Komplikasi Nefropati Diabetik Salah Satu Rumah Sakit di Lampung Tahun 2020 Nia Fernanda; Gusti Ayu Rai Saputri; Ade Maria Ulfa
Journal of Islamic Medicine Vol 6, No 1 (2022): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI MARET 2022
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v6i1.13579

Abstract

Background: Diabetic Nephropathy (DN) is major complication of diabetes mellitus (DM) which still become major health problem in Indonesia because the complications are short-term and long-term rational treatment requires patients with diabetes mellitus (DM) diabetic nephropathy (ND) complications to obtain treatment that suits the patient's circumstances and conditions which can be monitored with the 6T 1W indicator. Objective: To evaluate the rationality of antidiabetic prescription in DN outpatient from RS P Lampung. Methods: The design of this study was descriptive analytic to get the profil of the rational use of antidiabetic drugs. 49 participants were selected using inclusion and exclusion criteria. This study is non experimental which is analyzed descriptively by purposive sampling method. Restrospective data retrieval of the patient's medical records. The results of the study were compared to the (AAFP) American of Family Physicians, 2007 standard. Results: 95% of respondent diagnosed DN correctly based on the guideline. 58,1% of participants treated with insulin, whereas 39,2% got sulfonylurea. the antidiabetic drugs for ND outpatient in RS P Lampung were rationally prescribed based on the accurate diagnosis, appropriate medication, appropriate patients, precise timing of administration, appropriate way of administration and dose, and the alertness of side effects. Conclusion: The rational antidiabetic drugs for ND outpatient has been implemented in RS P Lampung.
EVALUASI TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) TERHADAP PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS WAY JEPARA KABUPATEN LAMPUNG TIMUR Bagas Tirangga; Martianus Perangin Angin; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i2.5523

Abstract

Penelitian ini mengenai evaluasi tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) pada pasien Tuberkulosis (TB) Paru di Puskesmas Way Jepara Kabupaten Lampung Timur selama periode 2019-2020. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT), berdasarkan Pedoman Nasional Penanggulangan TB oleh Kemenkes RI tahun 2014, dan uji hubungan antara hasil pengobatan dengan jenis kelamin, umur, lama pengobatan serta banyaknya penyakit penyerta kronik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey deskriptif dengan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Hasil penelitian menunjukkan 100% pasien di puskesmas tersebut diberikan OAT jenis KDT (kombinasi dosis tetap) dan untuk angka kesembuhan mencapai 98,0%. Analisis hubungan antara beberapa faktor terhadap hasil pengobatan secara statistik. Faktor umur p value > 0,5, lama pengobatan p value > 0,5 dan banyaknya penyakit penyerta kronik yang diderita pasien p value > 0,5, ketiganya memiliki korelasi yang berarti terhadap hasil pengobatan pasien. Sementara faktor jenis kelamin p value < 0,5, sehingga tidak memiliki korelasi terhadap hasil pengobatan pasien. Pola penggunaan dan kesesuaian OAT berdasarkan Pedoman Nasional Penanggulangan TB oleh Kemenkes RI tahun 2014 semua sesuai mulai dari pemilihan dosis, paduan, indikasi dan pemilihan jenis OAT dan tingkat kepatuhan penggunaan obat di Puskesmas Way Jepara Periode 2019-2020 sangat baik yaitu sebesar 98%.
PENGARUH METODE EKSTRAKSI PANAS TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) Novia Tapalina; Tutik Tutik; Gusti Ayu Rai Saputri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.5830

Abstract

Kulit bawang merah mengandung senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antioksidan. Kekuatan antioksidan dapat dipengaruhi oleh metode ekstraksi, baik dengan pemanasan ataupun tanpa pemanasan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah metode ekstraksi panas dapat menurunkan kekuatan antioksidan dari senyawa metabolit sekunder yang terdapat di dalam kulit bawang merah (Allium cepa L.). Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode ekstraksi refluks dan sokletasi dengan menggunakan pelarut metanol dan pengujian aktivitas antioksidan dari kulit bawang merah dengan menggunakan metode DPPH. Rendemen hasil ekstraksi kulit bawang merah melalui metode refluks diperoleh sebanyak 20,34% sedangkan rendemen hasil ekstraksi kulit bawang merah melalui metode sokletasi diperoleh sebanyak 19,65%. Ekstrak metanol kulit bawang merah dengan metode refluks dan sokletasi mengandung senyawa flavonoid, fenol, saponin, alkaloid dan tanin. Aktivitas antioksidan dari lebih kuat yaitu sebesar 7,953 mg/L sedangkan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol sokletasi kulit bawang merah yaitu sebesar 10,650 mg/L. Kedua hasil ini termasuk ke dalam kategori antioksidan yang sangat kuat. Metode refluks lebih baik digunakan sebagai metode ekstraksi untuk uji aktivitas antioksidan walaupun metode ekstraksi refluks menggunakan pemanasan.
UJI LARVASIDA EKSTRAK ETANOL BATANG PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP LARVA Aedes aegypti Gusti Ayu Rai Saputri; Selvi Marcellia; Dwiki Okta Eldianta
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v8i4.5264

Abstract

Demam Berdarah Dengue atau DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue, yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan nyamuk dari genus Aedes. Program pengendalian demam berdarah dengan cara memutus rantai vektornya yaitu larva Aedes aegypti Perlakuan yang dilakukan untuk memberantas perkembangan nyamuk Aedes aegypti dengan cara larvasida alternatif yaitu larvasida alami. Larvasida alami merupakan larvasida yang dibuat dari tanaman yang mempunyai kandungan beracun terhadap larva. Larvasida alami pada penggunaannya diharapkan tidak mempunyai efek samping terhadap lingkungan, manusia dan tidak menimbulkan resistensi bagi serangga.Salah satu jenis tanaman yang mempunyai potensi sebagai sumber larvasida alami adalah tanaman batang pepaya (Carica papaya L.) Senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai larvasida yaitu senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan steroid/terpenoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol batang pepaya sebagai larvasida alami terhadap larva Aedes aegypti. Cara ekstraksi yang dilakukan yaitu dengan metode maserasi dan jenis pelarut yang digunakan yaitu etanol, metode ini tidak menggunakan pemanasan sehingga senyawa kimia yang bersifat termolabil yang akan digunakan tidak rusak. Etanol merupakan pelarut universal karena mampu mengekstraksi senyawa  polar maupun nonpolar dan etanol juga bersifat tidak toksik sehingga aman digunakan. Berdasarkan analisis statistik uji LC50 ekstrak etanol batang pepaya (Carica papaya L.) dengan konsentrasi 2% lebih efektif dari pada konsentrasi 0,5%, 0,75%, 1%, dan 1,5% dalam membunuh larva Aedes aegypti memiliki nilai LC50 sebesar 8,275% dalam membunuh larva Aedes aegypti.
UJI EFEKTIVITAS DIURETIK PADA EKSTRAK DAUN TIN (Ficus carica L) TERHADAP TIKUS JANTAN GALUR WISTAR Gusti Ayu Rai Saputri; Martianus Perangin Angin; Nyoman Youpita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v9i1.5478

Abstract

Hipertensi adalah keadaan ketika seseorang mengalami peningkatan tekanan darah di atas normal secara kronis (dalam jangka waktu yang lama) yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik dan diastolik. Macam-macam golongan obat hipertensi adalah golongan penghambat angiotensin-converting enzyme (ACE-Inhibitor), Calcium Chanel Blocker, Penyekat Reseptor Beta Adrenergik (β-bloker), Angiotensin receptor blocker (ARB) dan Diuretik. Salah satu Golongan obat untuk mengobati hipertensi adalah obat Golongan Diuretik. Diuretik merupakan suatu zat yang dapat meningkatkan laju pengeluaran volume urin. Salah satu obat golongan diuretik adalah Furosemid yang merupakan kelompok obat golongan diuretik kuat (Loop). Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui adanya pengaruh efek dan pada dosis berapakah yang berpengaruh sebagai diuretik pada esktrak daun tin (Ficus carica L) terhadap Tikus Jantan Galur Wistar Model Hipertensi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian ekperimental dan diekstraksi secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dan Analisis data menggunakan one way ANOVA. Sebanyak 25 ekor tikus jantan galur wistar dibagi menjadi 5 kelompok uji. Kelompok kontrol negatif diberikan Na-CMC 0,5%, kelompok kontrol positif diberikan Furosemid,  kelompok Dosis ekstrak daun tin yang digunakan adalah 200 mg/KgBB, 400 mg/KgBB dan 800 mg/KgBB. Pengamatan dilakukan dengan mengukur volume urin yang keluar setiap 2 jam sekali selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan, Secara statistik pemberian ekstrak daun tin (Ficus carica L) memiliki efek diuretik yang baik pada dosis 400 mg/KgBB dan 800 mg/kgBB karena nilai signifikan menujukkan P<0,05 atau terdapat perbedaan bermakna. Dosis pada estrak daun tin dapat ditingkatkan, karena semakin tinggi dosis ekstrak daun tin yang digunakan maka semakin banyak jumlah urin yang dihasilkan.
ANALISIS BAKTERI Escherichia coli PADA MINUMAN CAPPUCINO CINCAU YANG DIJUAL DI KAWASAN RAJABASA Annisa Primadiamanti; Gusti Ayu Rai Saputri; Afri Asia Nata Nyaman
Jurnal Analis Farmasi Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.923 KB) | DOI: 10.33024/jaf.v2i2.1167

Abstract

Akhir-akhir ini minuman cappucino cincau menjadi sangat digemari oleh masyarakat khususnya anak–anak yang terkadang tidak lagi  memperhatikan kebersihan air yang bisa memicu berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh bakteri . Salah satu bakteri yang  terdapat dalam air yaitu Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli merupakan flora normal didalam usus besar. Jika didapatkan kontaminasi bakteri ini pada suatu minuman maka merupakan suatu indikasi bahwa minuman tersebut  tercemar oleh kotoran manusia. Untuk mengetahui ada atau tidaknya bakteri Escherichia coli maka dilakukan pengujian bakteri Escherichia coli dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) menggunakan uji pendahuluan dan uji penegasan.Uji pendahuluan bakteri coliform dengan media Lactose broth dari ke lima sampel didapatkan hasil positif mengandung coliform kemudian uji penegasan dengan media E.C broth didapatkan hasil negatif Escherichia coli karna tidak terbentuk gas pada masing-masing tabung durham. Jadi dapat disimpulkan bahwa dari  ke 5 sampel minuman cappucino cincau yang dijual di kawasan Rajabasa Bandar Lampung tersebut ternyata tidak tercemar bakteri Escherichia coli. yaitu Negatif/ 100 ml berdasarkan SNI 7388-2009. Kata kunci : cappucino cincau, Escherichia coli, Most Probable Number (MPN)