Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGEMBANGAN KEDELAI LOKAL ASAL ALOR MENGGUNAKAN METODE IRRADIASI MULTIGAMMA (NUKLIR) YANG TOLERAN KONDISI LINGKUNGAN YANG BURUK DENGAN CURAH HUJAN YANG RELATIF RENDAH DAN PRODUKSI MENINGKAT Dewinta Kristin Dakapuling; Bartholomeus Pasangka; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.707 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1433

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode irradiasi multigamma untuk rekayasa genetik pada tanaman kedelai lokal asal Alor di Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kacang kedelai lokal asal Alor dengan aplikasi irradiasi multigamma untuk mendapatkan varietas bakal unggul yang dapat beradaptasi dengan kondisi curah hujan yang relatif rendah dan produksi meningkat dan menentukan dosis yang tepat untuk memperoleh varietas kacang kedelai unggul, serta mengiventarisasi karakteristik unggul kacang kedelai hasil irradiasi multigamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis yang tepat pada pemulihan tanaman kedelai berkisar antara 2000 rads-3000 rads. Karateristik bakal unggul yang lebih baik pada dosis 3000 rads dibandingkan dengan 2000 rads dan 4000 rads. Estimasi peningkatan produksi kedelai lokal Alor ditunjukkan pada dosis 3000 rads dan 2000 rads meningkat yakni masing-masing 47,3% dan 42,8% berbeda dibandingkan dengan dosis 4000 rads yang mencapai 23,2%. Kata kunci: Kedelai; Irradiasi; Multigamma Abstract Development of Local Soybean from Alor using Multigamma Irradiation Method (Nuclear) Tolerant Condition of Rain Low Relative and Production Increased. Had been researched by using a multi gamma irradiation method for genetic engineering on local soybean plant from Alor in Kabola Sub-District, Kabola District Alor Regency was done. This research aims to develop local soybean from Alor with multigamma irradiation application to obtain superior varieties that can adapt to low relative rainfall conditions and increased production and determine the appropriate dose to obtain superior soybean varieties, as well as to inventory the superior characteristics of soybean result of multigamma irradiation. The results showed that the exact dosage of soybean crop recovery ranged from 2000 rads-3000 rads. Characteristics would be superior at doses of 3000 rads compared to 2000 rads and 4000 rads. The estimated increase in local soybean production Alor shown at doses of 3000 rads and 2000 rads increased by 47.3% and 42.8% respectively compared to the dose of 4000 rads which reached 23.2%. Keywords: Soybean; Irradiation; Multigamma
ANALISIS POLA DISTRIBUSI UNSUR-UNSUR CUACA DI LAPISAN ATAS ATMOSFER DI WILAYAH KOTA KUPANG Artini Waluwanja; Jehunias Leonidas Tanesib; Jonshon Tarigan; Abdul Wahid
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.516 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i2.1831

Abstract

Abstrak Telah dilakukan analisis pola distribusi unsur-unsur cuaca di lapisan atas atmosfer di wilayah kota Kupang, menggunakan data radiosonde dengan rentang data selama 4 tahun (2015-2018) dari 4 titik pengambilan data yaitu di kota kupang, banjarmasin, surabaya, dan makassar yang meliputi data suhu, kelembapan dan angin yang kemudian dibuat menjadi peta distribusi dengan menggunakan aplikasi surfer 13. Hasil analisis menunjukan bahwa pada bulan April-September (musim kemarau), di lapisan 850 mb memiliki suhu di BBU yang lebih tinggi dari BBS, dan kelembapannya paling tinggi ada di wilayah banjarmasin dan paling rendah ada di wilayah kota Kupang. Pada lapisan 700 mb distribusi suhu tidak merata di berbagai wilayah. Kota kupang memiliki suhu paling tinggi tetapi kelembapan paling rendah. Pada lapisan 500 mb penyebaran suhu hampir merata. Angin yang bertiup pola sirkulasi monsun timur, Serta Aliran udara dari selatan yang berpusat di BBU yang membawa massa udara kering dan stabil yang menyebabkan musim kemarau. Pada bulan Oktober–Maret (musim hujan), peta pola distribusi menunjukan bahwa pada lapisan 850 mb suhu di BBS lebih tinggi dari BBU. Suhu tertinggi ada di kota kupang tetapi kelembapannya rendah, kelembapan tertinggi ada di Banjarmasin. Pada lapisan 700 mb, suhu tertinggi di Makassar dan kelembapan paling tinggi di Banjarmasin sedangkan kelembapan paling rendah di kota Kupang. Pada lapisan 500 mb, persebaran suhu hampir merata dengan suhu paling tinggi di kota Kupang dan Kelembapan paling tinggi ada di banjarmasin. Angin yang bertiup adalah pola sirkulasi monsun barat. Serta angin utara yang membawa massa udara yang lembab dan tidak stabil yang menyebabkan musim hujan. Kata kunci: radiosonde; distribusi cuaca; surfer13. Abstract [Analysis of the distribution patterns of weather elements in the upper atmosphere in the Kupang city area] The Analysis of the distribution patterns of weather elements in the upper atmosphere using radiosonde data with a range of data for 4 years (2015-2018) from 4 data collection points, namely in Kupang, Banjarmasin, Surabaya, and Makasar which included temperature, humidity and wind data which are then made into a distribution map using the surfer 13 application. The results of the analysis show that in April-September (dry season), the 850 mb layer has a temperature at BBU that is higher than BBS, and the highest humidity is in the area of ​​Banjarmasin and the lowest is in the city of Kupang. In the 700 mb layer the temperature distribution is uneven in various regions. Kupang city has the highest temperature but the lowest humidity. In the 500 mb layer the temperature is spread evenly. Winds that blow the circulation patterns of the east monsoon, as well as air flow from the south which is centered at the BBU which carries a dry and stable air mass that causes the dry season. In October - March (the rainy season), the distribution pattern map shows that at 850 mb layer the temperature at BBS higher than BBU. The highest temperature is in Kupang city but the humidity is low, the highest humidity is in Banjarmasin. In the 700 mb layer, the highest temperature in Makassar and the highest humidity in Banjarmasin while the lowest humidity in Kupang. In the 500 mb layer, the temperature distribution is almost evenly distributed with the highest temperature in Kupang city and the highest humidity is in Banjarmasin. The wind that blows is the circulation pattern of the western monsoon. As well as northern winds that bring masses of moist and unstable air which causes the rainy season. Keywords: radiosonde; weather distribution; surfer 13.
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Sains dan Elektronika Sederhana Bagi Siswa SMAN I Taebenu Kabupaten Kupang Jonshon Tarigan; Albert Zicko Johannes; Bernandus Bernandus; Minsyahril Bukit
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.15 KB) | DOI: 10.55506/arch.v1i1.2

Abstract

Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang merupakan daerah yang masih memiliki banyak potensi sumber daya alam untuk dikembangkan. Potensi sumber daya alam tersebut cenderung tidak terolah karena terbatasnya pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) oleh warga di daerah tersebut. Pemahaman iptek ini dapat ditingkatkan dengan memberikan pembelajaran yang berkaitan dengan sains dasar kepada anak usia sekolah. Pembelajaran sains dasar pada siswa SMAN I Taebenu di desa Baumata masih terhambat karena keterbatasan minat dan fasilitas pembelajaran sains di sekolah tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat SMAN I Taebenu dengan tema “Meningkatkan sumber daya manusia guru dan murid dalam pembelajaran sains dan elektronika”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan bagi siswa SMAN I Taebenu dalam mempelajari sains dasar melalui pelatihan pembuatan alat peraga sains dan elektronika sederhana. Pelatihan ini berhasil memacu minat siswa untuk terus belajar sains dan elektronika. Serta menambah alat peraga sains dan elektronika sederhana yang nantinya dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sains di SMAN I Taebenu.
Pelatihan Penggunaan Perangkat TIK Untuk Peningkatan Mutu dan Kapasitas Pembelajaran di SMAN 1 Amfoang Tengah Albert Zicko Johannes; Redi K. Pingak; Jonshon Tarigan; Andreas Ch. Louk
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Zadama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.932 KB) | DOI: 10.56248/zadama.v1i2.34

Abstract

Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang merupakan wilayah dibangunnya Observatorium Nasional (OBNAS). Mayoritas penduduk di Amfoang tidak mengerti akan kepentingan keberadaan OBNAS dan tidak tahu tentang ilmu Astronomi. Hal ini karena masyarakat setempat masih kesusahan dalam mencari informasi terutama bila harus mengaksesnya dari internet. Sebagian besar kawasan ini masih belum terjangkau jaringan internet. SMAN 1 Amfoang Tengah yang menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan bagi masyarakat di kawasan ini perlu mendapatkan akses jaringan internet melalui pengadaan sarana prasarana teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hal ini, maka program studi Fisika FST UNDANA bersedia menangani permasalahan tersebut melaluli kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan cara memperkenalkan keberadaaan alat-alat pendukung sistem komunikasi internet seluler, mengajarkan tentang alat-alat tersebut, memperagakan penggunaan alat tersebut untuk mengakses sumber-sumber informasi dan menyumbangkan alat-alat tersebut untuk dapat dipakai seterusnya oleh pihak sekolah. Kegiatan pengabdian terselenggara dengan baik dan lancar dengan sedikit penyesuaian dari rencana awal (Pandemi COVID-19). Kegiatan ini mendapat sambutan positif. Pihak sekolah berterima kasih dengan kedatangan tim pengabdian serta peuyumbangan perangkat tersebut karena dapat membantu pihak sekolah dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan mutu dan kapasitas pembelajaran.
Kajian Sifat Fisik dan Mekanik Batako dengan Pemanfaatan Sampah Organik Theresia De Araujo; Minsyahril Bukit; Jonshon Tarigan
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.434

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian sifat fisik dan mekanik batako dengan pemanfaatan sampah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas batako yang memenuhi standar kelayakan sebagai bahan kontruksi dengan penambahan sampah organik (serbuk daun) dan (serbuk kayu)  dengan variasi presentase 5%, 10% dan 15% terhadap bahan material yang dicetak dengan cara, pemadatan dan pengeringan. Setelah proses pengeringan dilakukan pengujian karakteristik sifat fisik dan mekanik benda uji berupa: uji kuat tekan (compression strength), densitas (density) dan penyerapan air (water absorbsi). Berdasarkan analisis data, batako yang memiliki nilai densitas 1.52 gr/cm3 dan 1.48 gr/cm3 pada variasi 5% serbuk daun dan 5% serbuk kayu tergolong dalam klasifikasi batako ringan struktur dan kuat tekan batako pada 0% sebesar 46.7 kg/cm²  memenuhi standar kuat tekan minimum mutu  III, untuk variasi sampah organik (serbuk daun) 5% dan serbuk kayu 5%  dan 10%  sebesar  25.7 kg/cm², 26.7 kg/cm² dan 20 kg/cm² memenuhi standar minimum mutu IV. Sedangkan untuk penyerapan air pada variasi campuran 5% - 15%  memenuhi standar penyerapan air pada mutu I.
Rancang Bangun Alat Ukur Portabel Berbasis Internet of Things (IoT) Untuk Pengukuran Suhu dan Kelembapan Udara Serta Tanah Andini Dengak; Ari Bangkit Sanjaya Umbu; Jonshon Tarigan; Ali Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.543

Abstract

Perubahan iklim global berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama pada parameter suhu dan kelembapan udara serta tanah yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan alat ukur yang mampu mengukur parameter-parameter tersebut secara akurat dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji alat ukur portabel berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengukur suhu dan kelembapan udara serta tanah secara simultan. Alat ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 yang terintegrasi dengan sensor DHT22, DS18B20, dan Capacitive Soil Moisture Sensor v2.0. Data hasil pengukuran ditampilkan secara langsung melalui layar OLED dan dikirim secara real-time ke aplikasi Blynk sehingga dapat diakses melalui perangkat seluler. Proses kalibrasi dilakukan menggunakan metode regresi linear untuk meningkatkan akurasi pembacaan sensor terhadap alat ukur standar. Pengujian sistem dilakukan di tiga lokasi berbeda, yaitu Naikoten 1, BTN Kolhua, dan Penfui, dengan karakteristik lingkungan yang bervariasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini bekerja dengan baik, mampu melakukan pengukuran data secara akurat, serta memberikan kemudahan akses bagi pengguna. Alat ini berpotensi menjadi solusi praktis dalam mendukung pengelolaan pertanian berbasis data.     Kata kunci: internet of things, suhu, kelembapan, sensor, portabel.