Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN SECARA MANDIRI BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 8535 Jonshon Tarigan; Minsyahril Bukit
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.398 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i2.615

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perancangan piranti yang dapat melakukan penyiraman secara mandiri. Untuk mempermudah kegiatan itu, maka kita perlu merancang sebuah sistem perangkat yang dapat melakukan penyiraman tanaman cabai secara mandiri. Alat ini bertujuan untuk menggantikan pekerjaan manual menjadi otomatis. Manfaat yang didapat dari alat ini adalah dapat mempermudah pekerjaan manusia dalam menyiram tanaman cabai secara mandiri. Penelitian ini dilakukan dengan merancang, membuat dan mengimplementasikan komponen-komponen sistem yang meliputi mikrokontroller sebagai pengendali, driver relay untuk memghiupkan dan mematikan pompa Air, dan LCD (linquit Cristal Display) untuk menampilkan nilai kelembaban tanah. Proses pengambilan data di dalam sebuah ruangan dengan menampilkan dalam LCD nilai kelembaban 1 % maka dynamo ON. Nilai tersebut diperoleh dari hasil pengukuran menggunakan alat kelembaban tanah. Sedangkan dari hasil pengukuran menggunakan sensor kelembaban yl 69 yang dilakukan pada tanaman cabai diperoleh nilai kelembaban pada tanaman cabai 45 % - 65%. Dapat dilihat bahwa hasil menunjukkan sesuai dengan nilai kelembaban cabai yang diperbolehkan, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa rancangan sistem ini berjalan dengan baik. Kata Kunci: Kelembaban tanah, Penyiraman mandiri, Sensor Kelembaban, Abstract This research was conducted to study the design of devices that can-do watering independently. To facilitate this activity, we need to design a system of devices that can water the chili plants independently. This tool aims to replace manual work to be automatic. The benefits obtained from this tool are to facilitate human work in watering chili plants independently. This research was carried out by designing, creating and implementing system components including the microcontroller as a controller, relay driver to blow and turn off the water pump, and LCD (liquid Cristal Display) to display the value of soil moisture. The process of retrieving data in a room by displaying it in LCD with a humidity value of 1%, then the dynamo is ON. This value is obtained from the measurement results using soil moisture tools. Whereas from the measurement results using the humidity sensor yl 69 which was carried out on chilli plants obtained the value of humidity in chili plants 45% - 65%. It can be seen that the results show in accordance with the moisture value of chilli that is allowed, so it can be concluded that the design of the system is running well. Keyword: Soil moisture, independent watering, humidity sensor.
APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI UNTUK PEMETAAN DAERAH BERPOTENSI TSUNAMI DI KABUPATEN KUPANG PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR Lidia Agustina Rumaal; Jehunias L. Tanesib; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.25 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v3i2.623

Abstract

Abstrak Telah dilakukan pemetaan daerah rawan tsunami berdasarkan estimasi waktu tiba gelombang dan tutupan lahan di Kabupaten Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur menggunakan aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memetakan daerah rawan tsunami dan tingkat kerawanannya menurut estimasi waktu tiba gelombang dan tutupan lahan sebagai upaya mitigasi dampak bencana tsunami terhadap kepadatan penduduk. Metode penelitian secara umum dibagi dalam empat tahap utama yaitu pembangunan basis data berupa pembuatan peta tutupan lahan, peta gempa dan peta batimetri. Analisis data kerawanan dari peta tutupan lahan dan etimasi waktu tiba gelombang, penyajian hasil data dalam bentuk tingkat kerawanan masing-masing peta dan analisis hasil penelitian berupa tingkat kerawanan secara kualitatif masing-masing daerah titik pantau menurut peta tutupan lahan maupun estimasi waktu tiba gelombang. Selain itu, dampak kerawanan tsunami diklasifikasikan menurut tingkat kepadatan penduduk untuk kebutuhan mitigasi sebagai berikut Kecamatan Kupang Timur, Kupang Barat, Sulamu, Amfoang Timur, Semau, Semau Selatan, Amfoang Utara, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut dan Fatuleu Barat. Kata kunci : Peta rawan tsunami, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi, Estimasi Waktu Tiba Gelombang Abstract Mapping of hazard tsunami areas based on estimation of arrival time of wave and land cover in Kupang Regency of East Nusa Tenggara Province using remote sensing application and geographic information system has been done. The aims of this research are to mapping the hazard tsunami area and tsunami vulnerability level in Kupang Regency East Nusa Tenggara according to the estimated arrival time of the wave and land cover as an effort to mitigate the impact of the tsunami disaster on population density. These generally devided into four main phase namely development of database in the form of land cover map , seismic maps and bathymetry maps, data analysis of research results in the form of qualitative vulnerability of each monitoring area according to land cover map and estimated wave arrival time. Presentation of data results in the form of vulnerability level of each map and analysis and results analysis of research the form of vulnerability level of each map and analysis of research results in the form of qualitative vulnerability of each monitoring area according to land cover map and estimated wave arrival time. And then, the impact of tsunami vulnerability is classified according to population density levels for mitigation needs as follows Kupang Timur, Kupang Barat, Sulamu, Amfoang Timur, Semau, Semau Selatan, Amfoang Utara, Amfoang Barat Daya, Amfoang Barat Laut and Fatuleu Barat. Keywords: Tsunami Hazard Map, Remote Sensing, Geographic Information System, Estimated Time of arrival Wave
SISTEM KONTROL SUHU PADA PENGERING IKAN BERBASIS MIKROKONTROLER ATMEGA 8535 Fredy M. Baitanu; Ali Warsito; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 5 No 2 (2020): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/fisa.v5i2.903

Abstract

Abstrak Telah dirancang sebuah sistem kontrol secara loop tertutup pada unit pengeringan ikan menggunakan sensor LM35, mikrokontroler ATmega8535, seven segment serta beberapa komponen elektronika yang tesedia dipasaran. Sistem dikendalikan oleh mikrokontroler ATmega8535 untuk pengambilan data suhu menggunakan sensor LM35 dan menampilkan data suhu melalui seven segment, serta mengontrol pemanas melalui aktuator. Hasil pengukuran nilai suhu akan dibandingkan dengan nilai setpoint, sehingga diperoleh selisih nilai yang akan digunakan sebagai indikator untuk melakukan proses pengontrolan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengontrolan bekerja dengan baik dalam merespon setiap perubahan suhu udara. Ketika suhu di bawah setpoint 53°C maka aktuator akan berada dalam kondisi on sehingga pemanas aktif, sebaliknya jika suhu berada di atas setpoint 53°C maka aktuator akan berada dalam kondisi off untuk mematikan heater. Hasil pengeringan selama 4 jam menunjukkan bahwa pengeringan ikan pada massabasah ikan 200 gram, yaitu pada keadaan ventilasi atas kotak pengeringan terbukaakan menghasilkan massa kering90 gram. Pengujian selama 4 jam pada keadaan ventilasi kotak pengeringan tertutup akan menghasilkan massa kering 130 gram. Selain itu, pengeringan secara tradisional selama 12 jam dengan massa basah ikan 200-gram akan menghasilkan massa kering 90 gram.Kata Kunci: Suhu, pengeringan ikan; mikrokontroler Atmega8535; seven segment; aktuator Abstract A closed-loop control system of temperatures in fish drying unit using LM35 sensor, ATmega8535 microcontroller, seven segment and also some of the available electronic market components has been designed. The system is controlled by a microcontroller ATmega8535 for temperature data collection using LM35 sensor and temperature data is displayed on seven segments, as well as heating control via actuators. The measurement results will be compared with the value of the temperature set point value in order to obtain the difference in value to be used as an indicator for process control. The results show that the control works well in response to any changes in air temperature. If the setpoint temperature below 53°C, the actuator will in on condition that the heating is on, otherwise if the temperature is above 53°C setpoint then the actuator will on condition to turn the heater off. Drying for 4 hours results show that the drying fish on the fish wet mass of 200 grams, which is the state of the top vents open drying box will produce a dry mass of 90 grams. Testing for 4 hours in a drying box vents closed state will produce 130 grams of dry mass. In addition, traditional drying for 12 hours with 200 grams of fish wet mass will produce 90 grams of dry mass.Keywords: Temperature; drying fish; ATmega8535 microcontroller; seven segments; actuators.
PENGEMBANGAN KEDELAI LOKAL ASAL ALOR MENGGUNAKAN METODE IRRADIASI MULTIGAMMA (NUKLIR) YANG TOLERAN KONDISI LINGKUNGAN YANG BURUK DENGAN CURAH HUJAN YANG RELATIF RENDAH DAN PRODUKSI MENINGKAT Dewinta Kristin Dakapuling; Bartholomeus Pasangka; Jonshon Tarigan
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 1 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.707 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i1.1433

Abstract

Abstrak Telah dilakukan penelitian dengan menggunakan metode irradiasi multigamma untuk rekayasa genetik pada tanaman kedelai lokal asal Alor di Kelurahan Kabola, Kecamatan Kabola Kabupaten Alor. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kacang kedelai lokal asal Alor dengan aplikasi irradiasi multigamma untuk mendapatkan varietas bakal unggul yang dapat beradaptasi dengan kondisi curah hujan yang relatif rendah dan produksi meningkat dan menentukan dosis yang tepat untuk memperoleh varietas kacang kedelai unggul, serta mengiventarisasi karakteristik unggul kacang kedelai hasil irradiasi multigamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis yang tepat pada pemulihan tanaman kedelai berkisar antara 2000 rads-3000 rads. Karateristik bakal unggul yang lebih baik pada dosis 3000 rads dibandingkan dengan 2000 rads dan 4000 rads. Estimasi peningkatan produksi kedelai lokal Alor ditunjukkan pada dosis 3000 rads dan 2000 rads meningkat yakni masing-masing 47,3% dan 42,8% berbeda dibandingkan dengan dosis 4000 rads yang mencapai 23,2%. Kata kunci: Kedelai; Irradiasi; Multigamma Abstract Development of Local Soybean from Alor using Multigamma Irradiation Method (Nuclear) Tolerant Condition of Rain Low Relative and Production Increased. Had been researched by using a multi gamma irradiation method for genetic engineering on local soybean plant from Alor in Kabola Sub-District, Kabola District Alor Regency was done. This research aims to develop local soybean from Alor with multigamma irradiation application to obtain superior varieties that can adapt to low relative rainfall conditions and increased production and determine the appropriate dose to obtain superior soybean varieties, as well as to inventory the superior characteristics of soybean result of multigamma irradiation. The results showed that the exact dosage of soybean crop recovery ranged from 2000 rads-3000 rads. Characteristics would be superior at doses of 3000 rads compared to 2000 rads and 4000 rads. The estimated increase in local soybean production Alor shown at doses of 3000 rads and 2000 rads increased by 47.3% and 42.8% respectively compared to the dose of 4000 rads which reached 23.2%. Keywords: Soybean; Irradiation; Multigamma
ANALISIS POLA DISTRIBUSI UNSUR-UNSUR CUACA DI LAPISAN ATAS ATMOSFER DI WILAYAH KOTA KUPANG Artini Waluwanja; Jehunias Leonidas Tanesib; Jonshon Tarigan; Abdul Wahid
Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya Vol 4 No 2 (2019): Jurnal Fisika : Fisika Sains dan Aplikasinya
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.516 KB) | DOI: 10.35508/fisa.v4i2.1831

Abstract

Abstrak Telah dilakukan analisis pola distribusi unsur-unsur cuaca di lapisan atas atmosfer di wilayah kota Kupang, menggunakan data radiosonde dengan rentang data selama 4 tahun (2015-2018) dari 4 titik pengambilan data yaitu di kota kupang, banjarmasin, surabaya, dan makassar yang meliputi data suhu, kelembapan dan angin yang kemudian dibuat menjadi peta distribusi dengan menggunakan aplikasi surfer 13. Hasil analisis menunjukan bahwa pada bulan April-September (musim kemarau), di lapisan 850 mb memiliki suhu di BBU yang lebih tinggi dari BBS, dan kelembapannya paling tinggi ada di wilayah banjarmasin dan paling rendah ada di wilayah kota Kupang. Pada lapisan 700 mb distribusi suhu tidak merata di berbagai wilayah. Kota kupang memiliki suhu paling tinggi tetapi kelembapan paling rendah. Pada lapisan 500 mb penyebaran suhu hampir merata. Angin yang bertiup pola sirkulasi monsun timur, Serta Aliran udara dari selatan yang berpusat di BBU yang membawa massa udara kering dan stabil yang menyebabkan musim kemarau. Pada bulan Oktober–Maret (musim hujan), peta pola distribusi menunjukan bahwa pada lapisan 850 mb suhu di BBS lebih tinggi dari BBU. Suhu tertinggi ada di kota kupang tetapi kelembapannya rendah, kelembapan tertinggi ada di Banjarmasin. Pada lapisan 700 mb, suhu tertinggi di Makassar dan kelembapan paling tinggi di Banjarmasin sedangkan kelembapan paling rendah di kota Kupang. Pada lapisan 500 mb, persebaran suhu hampir merata dengan suhu paling tinggi di kota Kupang dan Kelembapan paling tinggi ada di banjarmasin. Angin yang bertiup adalah pola sirkulasi monsun barat. Serta angin utara yang membawa massa udara yang lembab dan tidak stabil yang menyebabkan musim hujan. Kata kunci: radiosonde; distribusi cuaca; surfer13. Abstract [Analysis of the distribution patterns of weather elements in the upper atmosphere in the Kupang city area] The Analysis of the distribution patterns of weather elements in the upper atmosphere using radiosonde data with a range of data for 4 years (2015-2018) from 4 data collection points, namely in Kupang, Banjarmasin, Surabaya, and Makasar which included temperature, humidity and wind data which are then made into a distribution map using the surfer 13 application. The results of the analysis show that in April-September (dry season), the 850 mb layer has a temperature at BBU that is higher than BBS, and the highest humidity is in the area of ​​Banjarmasin and the lowest is in the city of Kupang. In the 700 mb layer the temperature distribution is uneven in various regions. Kupang city has the highest temperature but the lowest humidity. In the 500 mb layer the temperature is spread evenly. Winds that blow the circulation patterns of the east monsoon, as well as air flow from the south which is centered at the BBU which carries a dry and stable air mass that causes the dry season. In October - March (the rainy season), the distribution pattern map shows that at 850 mb layer the temperature at BBS higher than BBU. The highest temperature is in Kupang city but the humidity is low, the highest humidity is in Banjarmasin. In the 700 mb layer, the highest temperature in Makassar and the highest humidity in Banjarmasin while the lowest humidity in Kupang. In the 500 mb layer, the temperature distribution is almost evenly distributed with the highest temperature in Kupang city and the highest humidity is in Banjarmasin. The wind that blows is the circulation pattern of the western monsoon. As well as northern winds that bring masses of moist and unstable air which causes the rainy season. Keywords: radiosonde; weather distribution; surfer 13.
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Sains dan Elektronika Sederhana Bagi Siswa SMAN I Taebenu Kabupaten Kupang Jonshon Tarigan; Albert Zicko Johannes; Bernandus Bernandus; Minsyahril Bukit
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.15 KB) | DOI: 10.55506/arch.v1i1.2

Abstract

Desa Baumata, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang merupakan daerah yang masih memiliki banyak potensi sumber daya alam untuk dikembangkan. Potensi sumber daya alam tersebut cenderung tidak terolah karena terbatasnya pemahaman ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) oleh warga di daerah tersebut. Pemahaman iptek ini dapat ditingkatkan dengan memberikan pembelajaran yang berkaitan dengan sains dasar kepada anak usia sekolah. Pembelajaran sains dasar pada siswa SMAN I Taebenu di desa Baumata masih terhambat karena keterbatasan minat dan fasilitas pembelajaran sains di sekolah tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat SMAN I Taebenu dengan tema “Meningkatkan sumber daya manusia guru dan murid dalam pembelajaran sains dan elektronika”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pencerahan bagi siswa SMAN I Taebenu dalam mempelajari sains dasar melalui pelatihan pembuatan alat peraga sains dan elektronika sederhana. Pelatihan ini berhasil memacu minat siswa untuk terus belajar sains dan elektronika. Serta menambah alat peraga sains dan elektronika sederhana yang nantinya dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran sains di SMAN I Taebenu.
Investigasi Pergeseran Pusat Akumulasi Kandungan Radioisotop dalam Deposit Mineral oleh Proses Migrasi di Desa Oesu’u Kupang Timur Veronika Tiro; Bartholomeus Pasangka; Jonshon Tarigan
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 3 No. 1 (2023): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v3i1.249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pola penyebaran dan pergeseran pusat akumulasi kandungan radioisotop dalam deposit mineral oleh proses migrasi di DesaOesu’u, Kecamatan Kupang Timur, Nusa Tenggara Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei radiometrik yang terdiri dari survei lokasi, pengukuran di lapangan, analisis data, dan interpretasi data. Hasil penelitian meliputi interval cacah radiasi pada daerah inti berada pada range 7 cpm sampai 61 cpm. Interpretasi data dilakukan pada peta kontur sebaran kandungan radioisotop dalam deposit mineral pada luas daerah kurang lebih 60 m x 250 m, ditemukan adanya penyebaran dan pergeseran kandungan radioisotope pada permukaan daerah target. Luas daerah yang terukur seluruhnya adalah 1500 m2. Akumulasi radioisotope dengan cacah radiasi tinggi dan cacah sedang sebagian besar terdapat di sebelah barat lokasi penelitian dengan luas daerah yang diduga berbahaya adalah sekitar 140 m2 dan di sebelah selatan lokasi penelitian dengan luas daerah yang diduga berbahaya adalah sekitar 80 m2. Total luas daerah yang berbahaya adalah sekitar 220 m2.
Pelatihan Penggunaan Perangkat TIK Untuk Peningkatan Mutu dan Kapasitas Pembelajaran di SMAN 1 Amfoang Tengah Albert Zicko Johannes; Redi K. Pingak; Jonshon Tarigan; Andreas Ch. Louk
Educativo: Jurnal Pendidikan Vol 1 No 2 (2022): Zadama: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : PT. Marosk Zada Cemerlang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.932 KB) | DOI: 10.56248/zadama.v1i2.34

Abstract

Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang merupakan wilayah dibangunnya Observatorium Nasional (OBNAS). Mayoritas penduduk di Amfoang tidak mengerti akan kepentingan keberadaan OBNAS dan tidak tahu tentang ilmu Astronomi. Hal ini karena masyarakat setempat masih kesusahan dalam mencari informasi terutama bila harus mengaksesnya dari internet. Sebagian besar kawasan ini masih belum terjangkau jaringan internet. SMAN 1 Amfoang Tengah yang menjadi pusat pembelajaran dan pendidikan bagi masyarakat di kawasan ini perlu mendapatkan akses jaringan internet melalui pengadaan sarana prasarana teknologi informasi dan komunikasi. Berdasarkan hal ini, maka program studi Fisika FST UNDANA bersedia menangani permasalahan tersebut melaluli kegiatan pengabdian pada masyarakat dengan cara memperkenalkan keberadaaan alat-alat pendukung sistem komunikasi internet seluler, mengajarkan tentang alat-alat tersebut, memperagakan penggunaan alat tersebut untuk mengakses sumber-sumber informasi dan menyumbangkan alat-alat tersebut untuk dapat dipakai seterusnya oleh pihak sekolah. Kegiatan pengabdian terselenggara dengan baik dan lancar dengan sedikit penyesuaian dari rencana awal (Pandemi COVID-19). Kegiatan ini mendapat sambutan positif. Pihak sekolah berterima kasih dengan kedatangan tim pengabdian serta peuyumbangan perangkat tersebut karena dapat membantu pihak sekolah dalam proses belajar mengajar untuk meningkatkan mutu dan kapasitas pembelajaran.
Kajian Sifat Fisik dan Mekanik Batako dengan Pemanfaatan Sampah Organik Theresia De Araujo; Minsyahril Bukit; Jonshon Tarigan
Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application Vol. 4 No. 1 (2024): Magnetic: Research Journal of Physics and It’s Application
Publisher : Program Studi Fisika - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/magnetic.v4i1.434

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang kajian sifat fisik dan mekanik batako dengan pemanfaatan sampah organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas batako yang memenuhi standar kelayakan sebagai bahan kontruksi dengan penambahan sampah organik (serbuk daun) dan (serbuk kayu)  dengan variasi presentase 5%, 10% dan 15% terhadap bahan material yang dicetak dengan cara, pemadatan dan pengeringan. Setelah proses pengeringan dilakukan pengujian karakteristik sifat fisik dan mekanik benda uji berupa: uji kuat tekan (compression strength), densitas (density) dan penyerapan air (water absorbsi). Berdasarkan analisis data, batako yang memiliki nilai densitas 1.52 gr/cm3 dan 1.48 gr/cm3 pada variasi 5% serbuk daun dan 5% serbuk kayu tergolong dalam klasifikasi batako ringan struktur dan kuat tekan batako pada 0% sebesar 46.7 kg/cm²  memenuhi standar kuat tekan minimum mutu  III, untuk variasi sampah organik (serbuk daun) 5% dan serbuk kayu 5%  dan 10%  sebesar  25.7 kg/cm², 26.7 kg/cm² dan 20 kg/cm² memenuhi standar minimum mutu IV. Sedangkan untuk penyerapan air pada variasi campuran 5% - 15%  memenuhi standar penyerapan air pada mutu I.