Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Zuriat

Variabilitas Genetik dan Heritabilitas Karakter Komponen Hasil dan Hasil Lima Belas Genotip Cabai Merah Anne Dhiane Lestari; Winny Dewi W.; Warid Ali Qosim; Mulyadi Rahardja; Neni Rostini; R. Setiamihardja
Zuriat Vol 17, No 1 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i1.6808

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi variabilitas genetik dan heritabilitas karakter komponen hasil dan hasil lima belas genotip cabai merah. Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Jatinangor, dari bulan Maret 1999 sampai 1999. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 15 genotip sebagai perlakuan dan diulang tiga kali. Variabilitas genetik yang luas terdapat pada karakter jumlah buah per tanaman, bobot per buah, panjang buah, diameter buah, dan umur berbunga, sedangkan karakter tinggi tanaman, jumlah bunga per tanaman, bobot buah per tanaman, dan umur panen memiliki variabilitas genetik yang sempit. Nilai duga heritabilitas yang tinggi terdapat pada karakter jumlah buah per tanaman, bobot per buah, diameter buah, dan umur berbunga. Karakter jumlah bunga per tanaman, panjang buah, bobot buah per tanaman, dan umur panen memiliki nilai duga heritabilitas sedang, sedangkan tinggi tanaman memiliki nilai duga heritabilitas rendah. Variasi dalam galur yang luas terdapat pada karakter tinggi tanaman, jumlah bunga per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot per buah, bobot buah per tanaman, dan umur berbunga, sedangkan karakter panjang buah, diameter buah, dan umur panen memperlihatkan variasi dalam galur yang sempit.
PERUBAHAN ANATOMI DAUN PADA REGENERAN MANGGIS AKIBAT IRADIASI SINAR GAMMA IN VITRO Warid Ali Qosim; Roedhy Purwanto; G. A. Wattimena; , Witjaksono
Zuriat Vol 18, No 1 (2007)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v18i1.6745

Abstract

Tanaman manggis mempunyai laju fotosintesis rendah dan dapat diketahui secara tidak langsung melalui perubahan struktur anatomi daun manggis in vitro. Tujuan penelitian untuk mempelajari perubahan anatomi daun manggis in vitro akibat iradiasi sinar gamma. Sampel daun berasal dari 21 regeneran mutan dan satu kontrol yang sudah diseleksi. Struktur anatomi daun diamati dengan membuat irisan paradermal dan transversal. Irisan paradermal dibuat mengikuti metode sediaan utuh (whole mount) dan diwarnai dengan safranin 1%, sedangkan irisan transversal dibuat dengan mengikuti metode parafin. Daun disayat menggunakan mikrotom putar dengan tebal 10 μm, kemudian diwarnai dengan safranin 1% dan fastgreen 0.5%.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa iradiasi sinar gamma dapat mempengaruhi perubahan anatomi daun baik pada irisan paradermal maupun transversal. Pada irisan paradermal, luas stomata regeneran mutan pada umumnya lebih besar dibandingkan regeneran kontrol. Regeneran mutan yang memiliki kerapatan dan indeks stomata yang lebih besar dibandingkan kontrol adalah regeneran R-5/2, R-5/3, R-5/4, R-10/4, R-15/3, R-25/1, R-30/1dan R-30/2. Pada irisan transversal, ketebalan kutikula adaksial regeneran mutan lebih tipis dibandingkan kontrol, kecuali regeneran R-5/1. regeneran R- 10/4, R-15/1, R-15/2, R-15/3 memiliki parenkim palisade, bunga karang dan lamina daun yang lebih tebal. Pada umumnya bunga karang dan jumlah berkas pembuluh lebih tebal dibandingkan regeneran kontrol.
Uji ketahanan terhadap penyakit antraknos pada cabai merah untuk seleksi tetua Ridwan Setiamihardja; Warid Ali Qosim
Zuriat Vol 2, No 2 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i2.6735

Abstract

Pengujian ketahanan terhadap penyakit Antraknosa (Colletotricum capsici) dilakukan pada 36 genotip cabai merah (Colletotricum annum) untuk memperoleh bahan tetua. Pengujian tingkat serangan pada buah cabai merah dilakukan di lapangan (Kebun Percobaan Wera, Subang) dan di laboratorium Balai Penelitian Hortikultura Lembang, dari bulan Oktober 1989 sampai Februari 1990. Percobaan lapangan ditata dalam rancangan acak kelomok dan di laboratorium dalam rancangan acak lengkap.dari hasil percobaan ternyata tidak terdapat tanaman yang imun (tingkat kerusakan 0%). Pada uji lapangan terdapat empat genotip yang tahan (tingkat kerusakan rata-rata 4.9%-7.2%); sedangkan dari uji laboratorium tidak terdapat genotip yang tahan, enam genotip menunjukkan tingkat kerusakan 11.1%-15.1% (agak peka).
KORELASI ANTARA KARAKTER KERAPATAN TRIKOMA DAN STOMATA DENGAN KETAHANAN PENYAKIT KARAT PADA BEBERAPA KULTIVAR KRISAN POT Warid Ali Qosim; M. Rachmadi; , Hersanti; Atin Suwarti
Zuriat Vol 16, No 1 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i1.6782

Abstract

Penyakit karat dapat menurunkan kualitas bunga krisan pot. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi karakter ketahanan 22 kultivar krisan pot terhadap penyakit karat dan korelasinya dengan kerapatan trikoma dan stomata. Percobaan ditata dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 22 kultivar krisan pot sebagai perlakuan dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan terdapat sembilan kultivar krisan pot tergolong imun, yaitu kultivar Tawn Falk, Tiger, Reagen Rossy, Pink Mambo, Yellow Boaldi, Autumn Glory, Yellow Kettay, Stroika dan White Boaldi dan satu kultivar tahan yaitu kultivar White Reagan. Empat Kultivar yang tergolong agak peka, yaitu kultivar Mike, Pink Davis, Pink Regol dan Redding. Delapan kultivar tergolong peka, yaitu White Cherry Papilon, Fiji Yellow, Red Cherry Papilon, Pink Violet, Fiji White, Puma Sunny Pink Arola dan Fiji. Terjadi hubungan korelasi negatif antara karakter kerapatan trikoma dan stomata dengan karakter ketahanan terhadap penyakit karat.
Respon Lima Kultivar Kentang (Solanum tuberosum L.) Terhadap Perlakuan Manitol pada Kultur In Vitro ( Winna Firdawati; Farida Damayanti; Suseno Amien; Warid Ali Qosim
Zuriat Vol 30, No 1 (2019): Latest Issue (April 2019)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.266 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v30i1.21783

Abstract

Potato is one of the vegetable commodities that potentially use as a source of carbohydrate and could be developed to support food diversification program. Global climate changes that lead to extreme climate change could cause some agricultural problem, i.e., drought stress. It is necessary to develop drought-tolerant cultivar as one of the options to solve the problem. The objective of this research was to identify the level of drought stress in five potato cultivars by observing the response of those cultivars to mannitol in vitro culture. The experiment was conducted at Tissue Culture Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran, on May 2014 to June 2014. The experiment was arranged in a factorial, completely randomized block design with two factors. The first factor was potato cultivar (five levels), consisted of Granola, Atlantik, Andina, Ping 06, and Merbabu 17. The second factor was mannitol concentration (five levels), comprised of 0.0 M, 0.1 M; 0.2 M; 0.3 M, and 0.4 M. The results showed that there was no interaction between potato cultivar and mannitol concentration in all traits. Number of leaves, number of nodes, number of roots, root length were independently affected by cultivar and mannitol concentration, meanwhile plantlet height, chlorophyll concentration was only individuals affected by mannitol concentration. It was also showed that mannitol concentration of 0.4 M decreased plantlets height, a number of leaves, and a number of roots in potato cultivars Granola, Atlantik, Andina, Ping 06 dan Merbabu 17.
Deteksi Molekular Mutan Manggis In Vitro denga Marka RAPD Warid Ali Qosim; R. Poerwanto; G. A. Wattimena; , Witjaksono
Zuriat Vol 18, No 2 (2007)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v18i2.6702

Abstract

Informasi variabilitas genetik sangat penting untuk menunjang program pemuliaan manggis. RAPD adalah marka molekuler yang dapat membantu dalam proses seleksi dalam program pemuliaan tanaman manggis.Tujuan penelitian adalah mempelajari variabilitas genetik akibat iradiasi sinar gamma. Dua puluh dua DNA regeneran manggis yang sudah diseleksi diamplifikasi menggunakan random praimer dalam mesin PCR. Praimer yang digunakan adalah SBH 13, SBH 18, SB 13, SB 12, dan SB 19. Pembuatan dendogram dilakukan dengan bantuan program NTSys-pc versi 2.1. Hasil analisis RAPD menunjukkan perubahan pita lima praimer acak berkisar 250−2000 pasang basa (pb). Praimer SB 19 menghasilkan jumlah pita paling banyak, sedangkan praimer SBH 13 menghasilkan jumlah pita paling sedikit. Berdasarkan dendogram analisis RAPD 22 regeneran mutan dan kontrol, nilai koefisien kemiripan genetik antara 0.60–0.91 (60%−91%) atau variasi genetik 9%− 40%. Pada nilai koefisien kemiripan genetik 60% terbagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok E berbeda dengan kelompok lainnya (A, B, C, D), sehingga secara keseluruhan kelompok regeneran mutan dan tanaman kontrol yang dianalisis menghasilkan lima kelompok utama.
PEMBENTUKAN PLANLET MANGGIS DARI KALUS NODULAR IN VITRO Warid Ali Qosim; R. Poerwanto; G. A. Wattimena; , Witjaksono
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i2.6771

Abstract

Pembentukan planlet manggis in vitro dapat dilakukan melalui kalus nodular yang berasal dari eksplan daun. Tujuan penelitian untuk mengembangkan protokol pembentukan planlet dari kalus nodular yang akan digunakan dalam menunjang pemuliaan mutasi in vitro manggis. Induksi kalus nodular dilakukan pada medium MS (Murashige & Skoog, 1962) yang diberi suplemen kombinasi 2.22 μM BAP (benzilaminopurin) dan 2.27 μM TDZ (thidiazuron), 1.39 μM polyvinylpyrolidon (PVP) 30 g.L–1 gula pasir, dan 8 g.L–1 agar, dengan perlakuan konsentrasi BAP (0.0; 1.1; 2.2; 3.3; 4.4) μM. Hasil penelitian menunjukkan medium WPM dengan perlakuan BAP konsentrasi 2.2 μM memperlihatkan persentase modul kalus membentuk tunas paling tinggi (34.7%), dengan rata-rata 7.8 tunas per kalus nodular, rata-rata 1.1 pasang daun, waktu pembentukan tunas 13.50 minggu dan rata-rata 11.06 tunas yang panjangnya 1-5 mm, rata-rata 2.61 tunas yang panjangnya 6– 10 mm dan rata-rata 0.61 tunas yang panjangnya > 10 mm.