Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Penamas

MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH DALAM PERSPEKTIF STANDAR PELAYANAN MINIMAL DI KABUPATEN BOGOR: MADRASAH DINIYAH TAKMILIYAH IN THE PERSPECTIVE OF MINIMUM SERVICE STANDARDS IN BOGOR Nur Alia
Penamas Vol 29 No 3 (2016): Volume 29, Nomor 3, Oktober-Desember 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper presents the results of research on Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) in the perspective of minimum service standards (Standar Pelayanan Minimal [SPM]) in Bogor. The study focuses on how the implementation of Madrasah Diniyah Takmiliyah in Bogor based on SPM and what are the factors supporting and inhibiting the fulfillment of the SPM. The results show that out of seven Madrasah Diniyah Takmiliyah research goals, there are only three madrasahs which have reached minimum of 70% of the SPM, while four other madrasas remain below 70% of achievements. Supporting factors for the achievement of SPM include the roles of local government, Communication Forum of Diniyah Takmiliyah (Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah [FKDT]), and the Ministry of Religious Affairs. While the inhibiting factors are: (1) lack of supervisors; (2) inadequate facilities and infrastructure; (3) minimal operational budget; (4) lack support from the community to the existence of Diniyah Takmiliyah; and (5) Regulation which do not require Diniyah certificate as prerequisite condition to the entry of formal education. Keywords: Diniyah Takmiliyah, religious education, educational service standards, Bogor. Tulisan ini menyajikan hasil penelitian mengenai Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dalam perspektif Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Kabupaten Bogor. Penelitian difokuskan pada bagaimana penyelenggaraan Madrasah Diniyah Takmiliyah di Kabupaten Bogor berdasarkan Standar Pelayanan Minimal dan faktor apa saja yang menjadi pendukung dan penghambat bagi pemenuhan SPM tersebut. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dari 7 Madrasah Diniyah Takmiliyah sasaran penelitian, baru terdapat 3 madrasah yang telah mencapai 70% dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal, sementara 4 madrasah lainnya masih berada di bawah 70%. Faktor pendukung ketercapaian Standar Pelayanan Minimal di antaranya adalah peran Pemerintah Daerah, Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), dan Kementerian Agama. Sementara faktor penghambat adalah: (1) Ketiadaan Pengawas; (2) Sarana dan prasarana yang kurang memadai; (3) Dana operasional yang sangat minim; (4) Lingkungan masyarakat yang masih kurang mendukung keberadaan Diniyah Takmiliyah; (5) Perda belum mewajibkan ijazah Diniyah menjadi prasyarat masuk jenjang pendidikan formal. Kata Kunci: Diniyah Takmiliyah, pendidikan keagamaan, standar pelayanan pendidikan, Bogor
PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 SUKABUMI Nur Alia; Nursalamah Siagian
Penamas Vol 33 No 1 (2020): Volume 33, Nomor 1, Januari-Juni 2020
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31330/penamas.v33i1.378

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sukabumi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa studi kasus, yang difokuskan pada bagaimana pemanfaatan TIK secara keseluruhan di MAN 1 Sukabumi, serta apa saja faktor pendukung dan penghambatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di MAN 1 Sukabumi umumnya masih terbatas pada pemanfaatan LCD proyektor sebagai media pembelajaran oleh sebagian kecil guru. Mata pelajaran yang memanfaatkan media tersebut didominasi oleh mata pelajaran non PAI. Sementara untuk mata pelajaran yang masuk dalam rumpun PAI masih sangat minim dalam penggunaan LCD proyektor. Selain itu, pemanfaatan lainnya terlihat dalam penugasan yang diberikan kepada siswa dengan menggunakan Microsoft word, power point, dan movie maker. Termasuk didalamnya adalah penelusuran informasi atau sumber belajar yang diakses melalui internet. Selain untuk pembelajaran, TIK juga dimanfaatkan untuk perpustakaan meskipun belum optimal. Perpustakaan baru sebatas menggunakan microsoft excel untuk katalogisasi dan sirkulasi peminjaman. Faktor pendukung pemanfaatan TIK di MAN 1 Sukabumi adalah kebijakan madrasah yang membolehkan penggunaan HP dan laptop di dalam kelas. Hal itu tentunya berpengaruh terhadap kemudahan siswa dalam mengakses internet sebagai salah satu sumber belajar. Sementara kendala yang dapat diidentifikasi terutama terkait kemampuan dasar TIK pada sebagian guru dan siswa yang masih relatif rendah. Kendala lainnya adalah keterbatasan perangkat TIK yang difasilitasi oleh madrasah, terutama akses internet, serta perangkat TIK lainnya.