Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PELATIHAN REGULASI EMOSI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU PERUNDUNGAN PADA REMAJA PELAKU PERUNDUNGAN Nurfitria Laili Hidayati; Rahma Widyana
Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/psi.2021.v14i1.3352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan regulasi emosi pada remaja pelaku perundungan untuk mengurangi perilaku perundungan. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 10 orang remaja pelaku perundungan yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 5 subjek untuk kelompok eksperimen dan 5 subjek untuk kelompok kontrol yang memiliki skor regulasi emosi rendah dan sedang, serta skor perilaku perundungan tinggi dan sedang. Pemilihan subjek dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik random assigment. Penelitian ini menggunakan metode pre-test post-test control group design. Alat pengumpulan data berupa skala regulasi emosi, skala perilaku perundungan, observasi dan wawancara. Pelatihan regulasi dalam penelitian ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi layana komunikasi video berupa GoogleMeet selama dua kali pertemuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan tingkat perilaku perundungan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah diberikan pelatihan regulasi emosi yang dilihat pada hasil pengukuran post-test. Pada hasil pengukuran follow up menunjukkan adanya perbedaan tingkat perilaku perundungan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Namun, ada perbedaan yang signifikan pada tingkat perilaku perundungan dilihat hasil pengukuran post-test dan follow up. Pelatihan regulasi emosi dalam penelitian ini mengajarkan kelompok subjek penelitian untuk mengenali emosi, menyadari emosi, memaknai emosi, dan mengubah emosi negatif menjadi emosi positif dengan mengubah sudut pandang positif.
Konseling kelompok untuk menurunkan kecemasan pada orang tua anak berkebutuhan khusus Baiq Ade Septa Iswarindi; Rahma Widyana
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 9 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2022.v09.i02.p07

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling kelompok untuk menurunkan kecemasan pada orang tua anak berkebutuhan khusus. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design yang melibatkan 2 kelompok subjek yang ditempatkan secara random dan diukur sebanyak tiga kali (pretest, posttest, follow up dalam 14 hari setelah perlakuan). Subjek penelitian ini sebanyak 10 orang tua anak berkebutuhan khusus yang berada dalam kategori kecemasan ringan hingga berat. Subjek dibagi menjadi 2 kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Metode yang digunakan wawancara, observasi dan skala HARS (Hamilton Rating Scale for Anxiety). Teknik analisis yang digunakan menggunakan Wilxocon dan Mann Whitney. Hasil analisis yang diperoleh Mann Whitney skor follow up diperoleh Z = 2.530 (p<0.050) yang artinya tingkat kecemasan kelompok eksperimen setelah diberi konseling kelompok lebih rendah dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak diberi konseling kelompok. Hasil Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat kecemasaan sebelum dan sesudah pemberian konseling kelompok pada kelompok eksperimen Z= 2.060 (p<0.050) menunjukkan adanya penurunan kecemasan sebelum dan sesudah konseling kelompok, begitu juga setelah 14 hari pemberian konseling kelompok didapatkan hasil Z = 2.121 (p<0.050) menunjukkan penurunan kembali tingkat kecemasan setelah 14 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa konseling kelompok sebagai salah satu cara untuk menurunkan kecemasan orang tua pada anak berkebutuhan khusus.
Harga diri, dukungan sosial, dan kesejahteraan subjektif guru di daerah terpencil, terluar dan tertinggal: perspektif psikologi positif Stiwi R.F. Nope; Rahma Widyana; Kamsih Astuti
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1171100

Abstract

Working as a teacher in frontier, outermost, and underdeveloped (3T) regions presents psychological and environmental challenges that may affect teachers’ subjective well-being. Grounded in positive psychology, this study hypothesized that self-esteem and social support would be positively related to subjective well-being. Using a quantitative correlational survey design, data were collected from 154 teachers (64.3% female, aged 25–56 years, M = 39.8, SD = 7.6; average teaching experience = 11.4 years) across elementary to high school levels in Amabi Oefeto Timur District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. Instruments were administered offline in schools with institutional permission due to limited internet access. Instruments included the Teaching Satisfaction Scale (TSS), PANAS, Rosenberg Self-Esteem Scale, and R-MSPSS. Results indicated significant positive correlations between self-esteem and subjective well-being (r = 0.43, p < .01) and between social support and subjective well-being (r = 0.38, p < .01), with R² = 0.256. Teachers with higher self-esteem and stronger social support reported greater life satisfaction and positive affect, supporting the positive psychology and social buffering models. The findings emphasize the importance of self-esteem and social support enhancement programs for teacher well-being in resource-limited contexts. Ethical approval was obtained, and all participants provided informed consent. Limitations and directions for future research are discussed.