Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Prevalensi Cedera Akibat Jatuh Pada Kelompok Lanjut Usia dan Pra-Lanjut Usia Gizela, Beta Ahlam; Almira, Adella Sahdasalma; Pratiwi, Woro Rukmi
MJS Medical Journal of Soeradji Vol 1 No 1 (2024): MJS (Juli)
Publisher : RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70605/cq6fym45

Abstract

Latar Belakang: Risiko jatuh meningkat seiring bertambahnya usia, dan orang tua lebih rentan mengalami cedera akibat jatuh, yang sering memerlukan perhatian medis dan berpotensi menyebabkan kecacatan. Tujuan: Mengetahui prevalensi cedera akibat jatuh pada lansia dan pra-lansia, gambaran cedera, serta faktor risiko keparahan cedera berdasarkan data dari Health Demographic Surveillance System (HDSS) Sleman tahun 2016, 2017, 2019, dan 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan desain cross-sectional, menggunakan data sekunder dari HDSS Sleman untuk tahun 2016, 2017, 2019, dan 2021. Sampel penelitian terdiri dari 571 responden yang mengalami cedera akibat jatuh. Total sampling digunakan dalam penelitian ini. Hasil: Pada lansia, prevalensi cedera akibat jatuh adalah 0,85% (2016), 1,46% (2017), 1,19% (2019), dan 0,99% (2021). Pada pra-lansia, prevalensinya adalah 0,73% (2016), 1,24% (2017), 0,65% (2019), dan 0,57% (2021). Lecet dan memar adalah cedera yang paling umum (51,9% pada pra-lansia dan 47,6% pada lansia), terutama terjadi pada anggota gerak bawah. Didapatkan 76,7% dari kasus memerlukan perawatan medis, dengan proporsi yang lebih tinggi pada lansia yang dirawat oleh tenaga kesehatan. Sebanyak11,2% dari kasus menyebabkan kecacatan, terutama berupa bekas luka permanen. Komorbiditas dan faktor ekstrinsik (lokasi cedera) tidak menjadi faktor risiko keparahan cedera. Faktor sosiodemografi, terutama pekerjaan, mempengaruhi keparahan cedera. Kesimpulan: Prevalensi cedera akibat jatuh lebih tinggi pada lansia dibandingkan pra-lansia, dengan cedera yang paling sering berupa lecet/memar di anggota gerak bawah. Sebagian besar kasus memerlukan perawatan medis dan menyebabkan kecacatan. Pekerjaan merupakan faktor risiko signifikan untuk keparahan cedera. Penelitian serupa sangat baik dilakukan pada berbagai daerah di Indonesia untuk mendapatkan gambaran nasional. Kata Kunci: Cedera, Jatuh, Lansia, Pra-lansia, HDSS Sleman
Traffic accidents and injury patterns in underage driving: a study from Klaten Soeradji Tirtonegoro Hospital data Susanti, Natalia; Gizela, Beta Ahlam; Suriyanto, Rusyad Adi
BKM Public Health and Community Medicine Vol 38 No 02 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v38i02.3721

Abstract

Purpose: This study aims to determine the pattern of injury, distribution of age groups, roles, gender, and the most frequent helmet use compliance among victims of child traffic accidents. Methods: The study used a descriptive method with a cross-sectional research design. The research subjects were medical records of pediatric traffic accident patients in the Emergency Room (IGD) RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro from January 1, 2019, to December 31, 2019. Results: From 34 cases of child motorcycle accidents in the ER Soeradji Tirtonegoro, obtained data on the distribution of children's motorcycle accidents at RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten according to gender, age, the role of children, helmet use, type of injury, number of injuries, and location of the injury. Conclusion: Motorcycle traffic accidents in children are most often experienced by boys aged 16 years, the role of a driver. Most data on helmet use in children has yet to be discovered. The most common type of injury in cases of motorcycle traffic accidents in children is abrasions/vulnus excoriatum. Most cases (41%) had two injuries; the most common injury site was the lower extremity.
Injury patterns on child violence cases: analysis of Klaten Soeradji Tirtonegoro Hospital Emergency data El-Ikhram, Rizkhal; Gizela, Beta Ahlam; Suriyanto, Rusyad Adi
BKM Public Health and Community Medicine Vol 38 No 03 (2022)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/bkm.v38i03.3725

Abstract

Purpose: This study aims to determine the pattern of injury in cases of physical and sexual violence against children at RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten in 2017-2019, including what types of injuries often occur, age distribution, gender, and location of the injury. Methods: This study uses a descriptive research type with a cross-sectional research design. Data were taken using medical records belonging to Dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten General Hospital from 2017-2019 and were conducted from May to July 2021. Results: From a total of 63 research subjects, it was found that the most violence experienced by children in the form of sexual violence was 73%. The types of physical violence injuries obtained were 6% cuts, 45.5% abrasions, and 48.5% bruises. The highest age distribution was between 10-14 and 15-17 years, each with 25 cases (39.7%). Women are the most common gender in 95% of cases. The location of most physical violence injuries was in the thorax and extremities 27.3. The location of sexual violence comes from the hymen as much as 60%. Conclusion: The most common types of injuries in cases of violence against children in the Emergency Room RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro in 2017 – 2019 was injured due to sexual violence—physical violence. Most types of injury come from hematomas or bruises. The highest ages were found at 10-14 years and 15-17 years. Most of the sex is experienced by girls. The most common sites of injury are injuries to the thorax and extremities. Meanwhile, the head, abdomen, and pelvis regions are followed for the other sequences. The location of sexual violence often occurs in the hymen.
ELECTRONIC MEDICAL RECORD, A MEDICAL SERVICE CHALLENGE IN 4.0 ERA AND ITS LEGAL ASPECT Gizela, Beta Ahlam
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: All people need health services. As a concequences of that, we found great number of patients queue in public healh services. To reduce the patients queue, technology implemented. Electronic medical record is one of technology aplication that able to solve the problem of queueing. Indonesia has no special regulation on electronic medical record. Considering that background, author try to explore problems in implementation of electronic medical record, 1) is the electronic medical record valid as an evidence in litigation process (ethics and law) and 2) is electronic medical record able to provide information needed in patient management. Objective: Justification proofing of ethicolegal judgement in technology implementation of medical record documentation. Methods: This research uses mixed methods design: Quantitative method leading to in-depth ethically reflective method after coherent qualitative result. Populations of the research are outpatients, and the subject of this research are health workers of hospital that use electronic medical record. Results: Electronic medical record used is “computerized” or “automated” medical record. There are some paperless documents, combining with conventional record in implementation. There is significant difference on accessability and completeness between electronic medical record and conventional medical record. Electronic medical record able to improve the service quality, in beneficence and non-maleficence principle. There is no significant difference on legal quality between electronic medical record and conventional medical record. Implementation of automated medical record is an inter phase, before a hospital successfully implement fully electronic medical record. Conclusion: Automated medical record able to improove quality of medical record, based on beneficence and non-maleficence ethics principle. It’s needed further investigation to conclude autonomy and justice principle nowadays.
Pengendalian Infeksi Covid-19 pada Pengelolaan Kasus Meninggal di Luar Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) Gizela, Beta Ahlam
Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia Vol 2 No 2 (2020): Jurnal Forensik dan Medikolegal Indonesia
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: Artikel ini bertujuan merumuskan pemecahan masalah risiko penyebaran Covid-19 pada pengelolaan kasus meninggal di luar Fasyankes.Metode: Artikel ini disusun berdasarkan penelitian kualitatif.Hasil: Kasus meninggal di luar Fasyankes dapat disebabkan oleh berbagai penyakit. Tingginya jumlah kasus reaktif tes antigen Covid-19 dari hasil sampling pemudik menggambarkantingginya kemungkinan keberadaan virus dalam tubuh pasien yang meninggal oleh sebab bukanCovid-19. Pengelolaan kasus meninggal di luar Fasyankes dilakukan secara sukarela olehmasyarakat tanpa standar minimal keamanan terkait pengendalian infeksi. Standarisasipengendalian infeksi dan penanganan limbah pada pengelolaan kasus meninggal di luar Fasyankesmenjadi bagian penting dalam upaya menekan penularan Covid-19 di dalam komunitas.Penanganan limbah dilakukan dengan memperhatikan jarak aman terhadap pemukiman dan risikoperembesan air tanah ke sumber air warga.Kesimpulan: Pengendalian infeksi Covid-19 pada pengelolaan kasus meninggal di luarFasyankes dapat dilakukan dengan penyediaan tempat khusus pengelolaan jenazah di sekitarpemakaman dan pelaksanaannya dalam pantauan relawan terlatih.
PENGEMBANGAN MODUL COLLECTIVE-CARE PADA PENANGANAN KASUS HENTI JANTUNG BAGI RELAWAN AWAM Gizela, Beta Ahlam
Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Medika Kartika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan (Edisi PIT FK Unjani)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Henti jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Kematian dapat dicegah jika gejala dikenali sejak awal, dan pertolongan segera diberikan. Tujuan penelitian ini mengembangkan modul pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat akan risiko kematian akibat henti jantung serta memberikan ketrampilan pertolongan pertama, dengan pendekatan collective care. Desain penelitian action research dengan populasi masyarakat awam. Analisis deskripstif digunakan dalam tahap observasi. Pembelajaran dirancang dengan metode flipped class room meliputi dua video pendek pengenalan penyakit dan pertolongan pertama (pre-session), penggunaan aplikasi SatuJantung, tiga sesi latihan ketrampilan resusitasi jantung, dan penilaian ketrampilan. Seluruh peserta pada pertemuan pertama tidak memiliki pengalaman dan tidak bisa melakukan resusitasi jantung. Pada pertemuan kedua 70% peserta mampu melakukan, dan pertemuan ketiga 90% mampu melakukan. Modul kasihpaham.org dapat menggugah relawan awam untuk peduli dan serius berlatih. Modul online ini memberikan alternatif media belajar tanpa batas waktu. Kata kunci: henti jantung, modul pembelajaran, relawan awam DOI : 10.35990/mk.v7n0.p91-101