Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Analysis of Educational Philosophy on Research and Technology Development at Pesantren: George R. Knight's Perspective Ahmad Syauqi Fuady; Miftakhur Rizki; Eka Saptaning Pratiwi
IJECA (International Journal of Education and Curriculum Application) Vol 9, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/ijeca.v9i1.38380

Abstract

The development of research-based science and technology presents challenges for pesantren in integrating religious and scientific knowledge in a coherent manner. Such integration requires not only curricular adaptation but alse a clear educational philosophy as a foundation for guiding educational practice. This study aims to: (1) examine the construction of educational philosophy, including its metaphysical, epistemological, and axiological dimensions in the integrative development of science-technology research; and (2) analyze the educational goals and institutional governance that support this development at MBS Al-Amin Bojonegoro. This qualitative case study employed document analysis and semi-structured interviews with key institutional actors. Peer debriefing was conducted to strengthen the credibility and validity of the data.  Data were analyzed through five stages: data collection, coding, categorization, interpretation, synthesis and reporting using George R. Knight framework as an analytical lens.. The findings show that the development of science and technology research is grounded in two main paradigms, namely Nushusisasi Sains (Scripturalization of Science) and Saintifikasi Nushush (Scientification of Scripture). These paradigms position knowledge as originating from Allah Swt. and emphasize its ethical orientation toward human well-being. The integration of religion and science-technology is further reflected in its institutional governance, including curriculum structure, teacher development, and research-based learning process. This study contributes by providing a structured philosophical analysis of science -religion integration using George R. Knight’s framework and by showing how philosophical assumptions shape educational governance and research development in pesantren.
Kedudukan Manusia dalam Pendidikan Islam: Analisis Pemikiran Muhammad Naquib al-Attas Ahmad Syauqi Fuady
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Al-Muharrik : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 September 2025
Publisher : STIT Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/8k6ca813

Abstract

Manusia merupakan esensi dan sasaran utama dari proses pendidikan. Pendidikan senantiasa berkaitan erat dengan hakikat keberadaan manusia, karena pendidikan merupakan upaya untuk menumbuhkembangkan potensi alamiah manusia. Oleh karena itu, di dalam memahami tentang pendidikan, harus memahami hakikat manusia dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep manusia menurut Muhammad Naquib Al-Attas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka. Oleh karena itu sumber data utamanya adalah dokumen tertulis. Dua buku karangan Muhammad Naquib Al-Attas “Islam dan Sekulerisme” dan “The Concept of Education in Islam” menjadi sumber data utama. Sedangkan buku dan artikel jurnal yang berkaitan dengan tema penelitian menjadi sumber data sekunder. Analisis Isi dipilih untuk menganalisis data tekstual, ditafsirkan, dan disajikan secara eksploratif naratif. Hasil penelitian ini adalah: (1) manusia memiliki dua aspek jasmani-fisik dan roh-jiwa, oleh karena itu pendidikan adalah upaya memberikan ilmu pengetahuan (agama dan sains) bagi kedua aspek tersebut; (2) tujuan pendidikan Islam adalah untuk membentuk individu paripurna sebagai manusia beradab. Pendidikan Islam bertujuan menanamkan adab ke dalam diri manusia sehingga dapat memahami kedudukan setiap eksistensi di dalam tatanan kehidupan
PENGEMBANGAN MENTAL ANAK USIA DINI DENGAN NILAI AGAMA DAN MORAL Ahmad Syauqi Fuady
At-Thufail Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 1 (2024): Ath-Thufai: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 2 Nomor 1, September
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammdiyah Muhammadiyah Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59829/g7h71047

Abstract

Artikel ini memuat studi tentang pengembangan mental anak usia dini dengan nilai agama dan moral. Agama dan moral merupakan slah satu aspek perkembangan anak usia dini. Nilai agama dan moral yang ditumbuhkan sejak usia dini berperan penting dalam membentuk mental kerpibadian anak hingga dewasa. Studi ini bertujuan untuk menjelaskan (1) agama dan moral sebagai kebutuhan mental anak usia dini, (2) tujuan dan pokok-pokok pendidikan agama dan moral bagi anak usia dini, (3) tahapan perkembangan agama pada anak usia dini, (4) upaya pengembangan nilai agama dan moral pada anak usia dini. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pustaka digunakan dalam studi ini. Sumber data utama berupa dokumen dari buku referensi, artikel jurnal, dan hasil penelitian. Hasil studi disajikan secara deskriptif dan naratif. Hasil studi ini, yaitu (1) nilai moral berdasar nilai agama yang ajek yang diterapkan sehari-hari penting dalam pembentukan mental kepribadian anak. (2) Tujuan dan pokok-pokok nilai agama pada anak usia dini adalah mengenal Tuhan, ibadah dan doa kepada Tuhan, serta pembentukan mental dan karakter kepribadian berdasar nilai moral agama. (3) Pengembangan mental seseorang dengan moral agama terbentuk secara bertahap dan berurutan. Pembentukan mental kepribadian terjadi sebagai hasil dari penerapan keyakinan dan ibadah kepada Tuhan. (4) Upaya pengembangan mental anak dengan nilai agama dan moral anak ditentukan oleh sinergi dan kerja sama orang tua di rumah dan guru di sekolah. Pendidikan dalam bentuk latihan dan pembiasaan agama dimulai di rumah lalu disempurnakan di sekolah.
An analysis of the curriculum development to improve literacy skills in islamic elementary school based on hilda taba’s framework Ahmad Syauqi Fuady; Eka Saptaning Pratiwi; Miftakhur Rizki; Sofan Sulong
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 15 No. 4 (2026): August
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33578/jpfkip.v15i4.922-936

Abstract

Literacy is an important skill and the foundation for students. Therefore, the school needs to develop a curriculum (planning, implementation, and evaluation) to develop students' literacy skills. This study aims to understand curriculum development to improve literacy skills in Islamic elementary schools. Using a qualitative research approach with a case study design, this study gathers information through interviews with two key informants, analysis of curriculum documents, and observation. The research analysis includes five stages: data collection, coding, data reorganization, data interpretation, and the presentation of findings. Hilda Taba's curriculum development theory serves as a framework for analyzing research data. The results indicate that: (1) the curriculum planning stage is carried out by identifying student needs and exploring community aspirations; (2) the implementation stage of the Madrasah Literacy Movement is realized in the form of a 15-minute daily reading movement, library visits, reading corners, and integration into Indonesian language learning; (3) an evaluation stage once a year to measure the results of curriculum implementation and provide report card for co-curricular activities each semester. The conclusion of this study shows that curriculum development is carried out in a bottom-up manner (grassroots approach) and emphasizes the pivotal role of teachers, as outlined by Hilda Taba.