Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

NUTRISI PUDING MENTEGA TELUR SEBAGAI MAKANAN PENDAMPING ASI (MP - ASI ) ANAK USIA 6-8 BULAN DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA KEDUNGKEBO Qotrunnisa, Najmi; Kartikasari, Undangsih; Bhakti, Wirayudha Pramana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah kondisi ketika anak tumbuh lebih pendek dari anak seusianya karena kurang gizi dalam waktu lama, terutama di masa penting 1.000 hari pertama sejak dalam kandungan sampai usia dua tahun. Salah satu cara mencegah stunting adalah dengan memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang bergizi dan sesuai dengan kebutuhan bayi. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan puding mentega telur sebagai pilihan MP-ASI untuk bayi usia 6–8 bulan. Bahan-bahan yang digunakan, seperti telur, mentega, susu, dan tepung maizena, mengandung zat gizi penting seperti protein hewani, lemak baik, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan bayi untuk tumbuh sehat. Puding ini lembut, mudah dimakan, dan disukai bayi. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi gizi kepada ibu-ibu balita di Desa Kedungkebo. Hasilnya, puding mentega telur bisa menjadi pilihan MP-ASI yang sehat, murah, dan mudah dibuat di rumah, serta berpotensi membantu mencegah stunting. Memberikan pengetahuan kepada ibu tentang makanan bergizi yang sederhana namun bernutrisi penting dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang anak sejak dini. 
Fenomena Alih Kode dan Campur Kode dalam Interaksi Mahasiswa di Pekalongan Eska Rojwa Fauziah; Nadifa Nurul Aina; Dita Ayu Purwanti; Nazwa Mirda Maisari; Wirayudha Pramana Bhakti
Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya Vol. 3 No. 6 (2025): Desember : Morfologi : Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/morfologi.v3i6.2465

Abstract

This study analyzes the sociolinguistic phenomena of code-switching and code-mixing in the academic context of students in Pekalongan, Central Java. As a region with diverse backgrounds dominated by the Pekalongan dialect (Ngapak Javanese), interactions between students create space for complex language dynamics. This study aims to identify variations, roles, and factors that cause code-switching and code-mixing in student interactions. The method applied is descriptive qualitative with data collection through inactive participant observation, recording, and in-depth interviews at various universities in Pekalongan. Data analysis is carried out through the steps of data reduction, data presentation, and verification using triangulation techniques. The results show that the application of language codes is divided into two categories: an internal category that includes Indonesian and regional languages (Javanese), and an external category that includes foreign languages (English or Arabic). Code-mixing can be found at the word, phrase, and clause levels. The main factors that drive this phenomenon include participants, conversation themes, situational circumstances, and the purpose of communication in building solidarity among group members (ingroup).  The Pekalongan dialect plays a crucial role as a means of communication to build closeness and demonstrate local identity, amidst the need to use formal language on campus. This research concludes that code-switching and code-mixing are not merely linguistic phenomena, but also ways in which students adapt socially to balance their cultural identity with academic demands.