Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pemilihan Pemeliharaan Mesin Berat Konstruksi Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process (Studi Kasus: Pada UPTD Peralatan dan Pembengkelan Kabupaten Subang) Ihat Solihat; Aulia Fashanah Hadining
Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Vol 8 No 2 (2022): Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.446 KB) | DOI: 10.35326/pencerah.v8i2.1975

Abstract

Perkembagan teknologi industri semakin meningkat pada era globalisasi menyebabkan perusahaan harus berhati-hati dalam memilih serta mengoprasikan mesin, hal tersebut dikarenakan pemilihan mesin yang salah akan menghambat proses operasi. Proses operasi yang dilakukan terus menerus akan mengakibatkan kerusakan pada mesin, maka dari itu terdapat faktor lain yang perlu diperhatikan agar dapat menunjang keberhasilan dengan melakukan pemeliharaan tepat terhadap mesin. Kesalahan dalam memilih serta melakukan pemeliharaan dapat menyebabkan kerusakkan serta biaya pemeliharan yang tinggi. Kasus tersebut di alami oleh UPTD peralatan dan pembengkelan PUPR Kabupaten Subang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk dapat menentukan pemilihan pemeliharaan pada mesin berat konstruksi yang tepat. Metode penelitian menggunakan analytical hierarchy process (AHP) sebagai pemecahan masalahnya, hal tersebut di sebabkan oleh cara kerjanya AHP yang kompleks serta proses matematis. Setelah dilakukan penelitian serta pengolahan data menggunakan AHP, diperoleh hasil bahwa corrective maintenance memiliki total nilai 0,1593; time-based preventive maintenance 0,5117; condition-based maintenance 0,1985; predictive maintenance 0,1305. Time-based preventive maintenance merupakan alternative yang memiliki total nilai terbesar maka, dipilih sebagai strategi paling tepat digunakan serta diharapkan dapat menjadi solusi efektif dilapangan sehingga berhasil memperkecil biaya pengeluaran pemeliharaan mesin berat konstruksi. Diterapkannya alternative time-based preventive maintenance diharapkan tidak akan terjadi gangguan mesin rusak atau lambat saat beroprasi.
WORKSHOP DAN STRATEGI IMPLEMETASI E-COMMERCE PADA UKM MANUFAKTUR MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN E-BUSINESS DI MASA PANDEMI COVID-19 Aulia Fashanah Hadining; Singgih Saptadi; Ulinnuha Latifa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i2.7824

Abstract

ABSTRAKKurang optimalnya penggunaan e-business oleh pelaku UKM dalam pemasaran dan penjualan online karena belum mengoptimalkan peran e-business dan juga membutuhkan tips untuk menggunakannya. Berkembangnya pandemi telah memberikan tantangan supaya tetap bertahan karena adanya pembatasan secara fisik sehingga merubah pola bisnis pelaku usaha. Oleh karena itu, e-business bisa digunakan agar bisnis tetap berkelanjutan. Kegiatan ini bermitra dengan usaha Elbarkah bersama dengan tiga belas pelaku UKM lainnya. Webinar ini bertujuan untuk diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para pelaku usaha terkait dengan pemanfaatakn teknologi e-business secara maksimal untuk dapat meningkatkan penjualan pada kondisi pandemi Covid-19. Webinar dilaksanakan menggunakan metode ceramah dan diskusi secara langsung antara para UKM Pelaku Usaha dengan narasumber. Materi yang diberikan berupa peluang saat menggunakan e-business guna menjawab adanya tantangan selama pandemi. Pemateri memberikan pemahaman dari perubahan dunia juga pada teknologi. Hal ini mengubah pola konsumen dalam membeli produk, berawal dari membeli langsung ke toko kemudian konsumen mengubah polanya dengan memanfaatkan smarthphone pada berbagai macam aplikasi yang dibutuhkan. Oleh karena itu, pelaku usaha melakukan transformasi bisnis namun terkendala karena berjualan secara offline, sedangkan platfom e-commerce dapat digunakan. Setelah webinar selesai, peserta mengisi evaluasi yang disediakan. Hasilnya adalah 64% diantaranya merasakan adanya kesesuaian antara pelatihan dengan tujuan peserta dan 50% lainnya merasakan adanya manfaat pada pekerjaannya. Sedangkan 50% lainnya menyatakan penyampaian materi baik dan mudah dipahami. Terakhir, 64% peserta menyatakan pemateri memberikan respon yang baik. Kata kunci: teknologi informasi; e-business; e-commerce ABSTRACTThe less optimal use of e-business by SMEs in online marketing and sales has not optimized the role of e-business and also requires tips for using it. The development of the pandemic has posed a challenge to survive because of physical contact, thus changing the business pattern of business actors. Therefore, e-business can be used to keep the business sustainable. This activity is in conjunction with the efforts of Elbarkah along with thirteen other SME players. This activity aims to increase the understanding of business actors regarding the maximum use of e-business technology to increase sales during the Covid-19 pandemic. The webinar is held using the lecture method and direct discussion between UKM Business Actors and resource persons. The material provided is in the form of opportunities when using e-business to answer challenges during the pandemic. The speaker provided an understanding of the changing world as well as on technology. This changes the pattern of consumers in buying products, starting from going directly to the store and then changing the pattern by using smartphones in various kinds of applications that are needed. Therefore, business actors carry out business transformation but are constrained by selling offline, while e-commerce platforms can be used. After the webinar is over, participants fill out the evaluation provided. The result is that 64% of them feel that there is an adjustment between the training and the participants' goals and the other 50% feel the benefits on the job. While the other 50% stated that the delivery of the material was good and easy to reach. Finally, 64% of participants stated that the speaker gave a good response. Keywords: information technology; e-business; e-commerce
Analisis Kelayakan Bisnis dan Perancangan Produk Rak Buku Multifungsi Linda Hauli; Aulia Fashanah Hadining
JURNAL MANAJEMEN MAKER STIE SULTAN AGUNG Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37403/mjm.v8i1.451

Abstract

Penggabungan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan analisis kelayakan bisnis dalam membuat suatu produk memiliki keterkaitan satu sama lain dengan tujuan untuk mengetahui atribut-atribut keinginan konsumen yang dapat disesuaikan pada rak buku multifungsi menggunakan pendekatan Quality Function Deployment (QFD) dan melakukan analisis kelayakan bisnis guna mengetahui kelayakan usaha dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dan pendekatan kuantitatif survey. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui fokus utama kebutuhan konsumen dan kelayakan bisnis dalam jangka panjang. Penelitian ini menggunakan Quality Function Deployment (QFD) serta enam dimensi kelayakan usaha seperti dimensi yuridis, pasar dan pemasaran, teknis dan teknologi, lingkungan, organisasi dan  financial. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa keinginan konsumen berfokus kepada jenis bahan yang didalamnya terdapat berbagai karakteristik seperti kekuatan produk, ketahanan produk dan penggunaan bahan yang berkualitas. Selain itu, berdasarkan analisis kelayakan usaha, usaha ini dikatakan layak dijalankan berdasarkan NPV > 0 sebesar RP 238.306.030,  IRR > 1 sebesar 61% dan payback period  selama empat bulan.
EVALUASI KOMPETENSI INDUSTRI 4.0 PADA TENAGA KERJA INDUSTRI DI KABUPATEN KARAWANG Dimas Syaripudin; Rianita Puspa Sari; Aulia Fashanah Hadining
Jurnal Teknologi Vol 14, No 2 (2022): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.14.2.163-172

Abstract

Industry 4.0 is called the fourth industrial revolution which brings a paradigm shift in the production industry so that it gives a big impact on the industrial value chain. The concept of industry 4.0 illustrates the increase in digitalization of the entire value chain and results in the interconnection between people, objects and systems through real-time data exchange so that this will be a challenge for companies is facing charges in the era of the industrial revolution 4.0. in this change the company effectively needs to plan for sustainable human resource development. The characteristics of Industry 4.0 that tend to focus on technology and ultimately create a gap between competencies and the expertise needed by Industry 4.0. Therefore, companies need a competency model that is needed by suitable industrial workers in facing industry challenges 4.0. This study aims to analyze the results of the evaluation of employee competencies in companies in the district. Karawang. Employee competency evaluation at companies in the district. Karawang uses multidimensional scaling analysis methods, importance-performance analysis and gap analysis, and radar chart analysis. Based on the results of the study, the multidimensional scaling method aimed at the similarity of characteristics in the use of social competencies and personal competencies of employees in Kab. Karawang has a high similarity of characteristics with the stress value on the perception map of 0.146 or 15% and the R2 value generated is 0.907 or 91%. The largest gap value is owned by the construct of Industry 4.0 competencies with a value of -0.99. The smallest gap value is assumed by the construct of Technical competencies with a value of -0.45. priority levels of competency that need to be improved by employees in Kab. Karawang in the industrial era 4.0 was categorized in the main priorities: social competencies and industry 4.0 competencies, the category of maintaining achievement: Personal competencies and excessive categories: methodological competencies and technical competencies.
ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMENGARUHI NIAT PENGGUNAAN APLIKASI PENGIRIMAN MAKANAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS SINGAPERBANGSA KARAWANG Kirana Novana; Aulia Fashanah Hadining; Rianita Puspa Sari
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Vol 26, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.869 KB) | DOI: 10.35760/eb.2021.v26i1.3135

Abstract

Saat ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menarik perhatian masyarakat karena dapat memudahkan aktivitas, salah satunya yaitu usaha food delivery yang kini dapat dilakukan dengan menggunakan smartphone, atau dikenal dengan Aplikasi Pengiriman Makanan (APM). Namun, berbagai motif dibalik penggunaan APM (GrabFood dan Go-Food) belum diketahui secara pasti. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor eksternal yang mempengaruhi niat penggunaan APM. Selain itu hubungan antara external motivation variable dengan intention to use juga diselidiki. Terdapat empat variabel motivasi eksternal yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu: quality control, convenience, listing dan search of restaurants. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 390 mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) yang menggunakan GrabFood maupun Go-Food. Berdasarkan analisis regresi linier berganda yang diolah dengan menggunakan IBM SPSS 25 menunjukkan terdapat dua variabel secara positif dan signifikan mempengaruhi niat penggunaan APM di Karawang, yaitu variabel convenience dan search of restaurants.
PENGEMBANGAN PRODUK DAN ANALISIS KELAYAKAN BISNIS PADA GANTUNGAN PAKAIAN 6 IN 1 (GAPASIX) Eka Yulianty; Aulia Fashanah Hadining
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 9 No. 3 (2021): Jurnal Ilmiah Teknik Industri : Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v9i3.10673

Abstract

Kebutuhan benda multifungsi dikalangan masyarakat semakin meningkat karena memiliki nilai guna yang lebih dari pada benda  konvensional yang hanya memiliki satu fungsi. Atas dasar tersebut peneliti melakukan perencanaan untuk mengembangkan gantungan pakaian biasa menjadi gantungan pakaian multifungsi dengan mempertimbangkan suara dan keinginan konsumen (voice of customer) dengan menerapkan metode Quality Function Deployment (QFD). Dan juga dilakukan juga analisis kelayakan bisnis untuk mencari nilai Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Net B/C, Dan Payback Period. Dengan langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan segmentasi pasar dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada 35 responden untuk mengetahui atribut apa saja yang diinginkan oleh konsumen dan didapatkan bahwa terdapat 8 atribut utama kepentingan yang diinginkan oleh konsumen yaitu multiguna, minimalis, praktis, warna beragam, model menarik, high quality, mudah didapatkan, dan harga terjangkau. Selanjutnya dilakukan analisis kelayakan bisnis dengan menghitung nilai variable cost (modal tetap, modal kerja, biaya overhead pabrik) dan didapatkan hasil NPV sebesar Rp15.749.386.741.922, IRR sebesar 99,62 %, Net B/C sebesar 1,20 dan payback periode 1 tahun 5 bulan.
Analisis Sistem Penjadwalan Produksi Berdasarkan Pesanan Pelanggan Dengan Metode Sequencing Pada PT XYZ Maria Rachel Stephany; Aulia Fashanah Hadining
JTI: Jurnal Teknik Industri Vol 8, No 2 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jti.v8i2.19932

Abstract

Penjadwalan adalah proses pengambilan keputusan pada industri jasa dan manufaktur yang berperan penting dalam mencapai tujuan atau sasaran perusahaan dengan melakukan pengalokasian resources untuk melakukan sejumlah job dalam jangka waktu tertentu. Perusahaan dalam menjalankan sistem produksinya memerlukan penjadwalan yang baik untuk memaksimalkan efektivitas pemanfaatan sumber daya yang ada sehingga perusahaan akan meminimalisir terjadinya keterlambatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan memberikan beberapa rekomendasi alternatif untuk membantu penjadwalan produksi dengan mengutamakan pesanan yang terlebih dahulu diproses. Hasil dari penelitian ini ternyata adalah PT XYZ dalam menjalankan kegiatan produksinya cukup mampu dalam mengatasi keterlambatan dengan memprioritaskan pesanan yang datang duluan untuk diproduksi sebaiknya tetap mempertahankan metode tersebut. Penjadwalan yang paling baik dalam melakukan proses produksi pada PT XYZ adalah metode SPT (Shortest Processing Time), karena jumlah waktu penyelesaian rata – rata selama 3,35 hari, jumlah pekerjaan rata – rata dalam sistem sebesar 1,241 pekerjaan, rata – rata keterlambatan selama 0,3 hari namun utilisasi tidak maksimalkan sumber daya yang ada karena nilainya sangat besar yaitu 80,60%.
Pengendalian Persediaan Stok Barang Menggunakan Metode Just In Time (JIT) di PT. Ichii Industries Indonesia Muhammad Ghifari Dyandra Ferrel Widyantara; Aulia Fashanah Hadining
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.7650

Abstract

Industri pengolahan suatu kegiatan yang mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dalam hal ini termasuk kegiatan jasa industri dan pekerja perakitan (assembling). Dalam istilah ekonomi, industri mempunyai dua pengertian. Pertama, industri merupakan himpunan perusahaan-perusahaan sejenis, contoh industri kertas berarti himpunan perusahaan-perusahaan penghasil kertas. Kedua, industri adalah sektor ekonomi yang didalamnya terdapat kegiatan produktif yang mengolah barang mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. . Adapun metode umum yang sering digunakan adalah metode Economic Order Quantity (EOQ) dan metode Material Requirement Planning (MRP). Economic Order Quantity (EOQ) adalah jumlah kuantitas barang yang dapat diperoleh dengan biaya yang minimal, atau sering dikatakan sebagai jumlah pembelian yang optimal. jenis produksi yang dihasilkan dalam perusahaan terhadap biaya persediaan bahan baku sebelum penerapan sistem Just In Time, biaya penyimpanan bahan bakunya per bulan sebesar Rp. 23.534.840 sedangkan pada biaya persediaan bahan baku setelah penerapan sistem Just In Time, biaya penyimpanan bahan bakunya per bulan sebesar Rp. 11.767.420 sehingga dapat menekan biaya penyimpanan bahan baku sebesar Rp. 11.767.420, maka penerapan Just In Time dapat meningkatkan produktivitas perusahaan pada PT. ICHiI Industries Indonesia.
PENINGKATAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK SEBAGAI PAKAN MAGGOT MELALUI PENGGUNAAN MESIN PENCACAH SAMPAH ORGANIK DI BANK SAMPAH DESA BENGLE KABUPATEN KARAWANG Gina Lova Sari; Aulia Fashanah Hadining; Rommy Andhika Laksono; Andini Siti Rohmana; Bayu Aji Wicaksono
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i1.227-232

Abstract

Sampah organik merupakan salah satu sampah dengan komposisi timbulan tertinggi di Desa Bengle, Karawang yang belum dikelola dengan baik. Dalam rangka mendukung kebijakan pengurangan sampah di Karawang, masyarakat peduli lingkungan di Bank Sampah Desa Bengle memanfaatkan sampah organik sebagai pakan maggot. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas sehingga memiliki nilai ekonomis. Namun dalam prosesnya ditemukan kendala, antara lain kurangnya teknologi perajang mekanik yang mendukung masyarakat dalam menyediakan pakan maggot. Tujuan dari program pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengimplementasikan mesin perajang sampah organik melalui sosialisasi teknologi disertai dengan pelatihan pemanfaatannya bagi masyarakat. Melalui program ini, masyarakat Bank Sampah Desa Bengle telah memperoleh sampah organik berukuran 1,00-2,00 cm untuk pakan maggot dengan mengoperasikan mesin pencacah sampah organik berkapasitas 100kg/jam dengan baik. 
Analisis Pengendalian Cacat Produk Arm Rear Brake KWBF dengan Menggunakan Metode Statistical Quality Control Lidya Laguna Silalahi; Aulia Fashanah Hadining
Jurnal Serambi Engineering Vol 8, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v8i2.5983

Abstract

PT. XYZ merupakan perusahaan manufaktur salah satunya memproduksi Arm Rear Brake/KWBF. PT. XYZ sangat mengedepankan kualitas dalam produknya, seperti tertera dalam motonya “Excellent Quality is Our Priority”. Namun dalam pelaksanaannya, masih ditemukan produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan. Setelah dilakukan pengamatan dan wawancara terhadap karyawan bagian final check, ditemukan bahwa pada produk Arm Rear Brake/KWBF selalu terdapat produk cacat setiap produksinya dan jumlahnya bersifat fluktuatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat cacat yang terjadi, menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya cacat, dan mendeskripsikan perbaikan yang dapat dilakukan PT. XYZ dalam meminimalkan jumlah produk cacat menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dengan penggunaan teknik peta kendali dan diagram tulang ikan. Diperoleh hasil produksi bulan Januari, Februari, April, Juni, September, November dalam batas kendali yang berarti persyaratan mutu sudah baik. Namun, produksi pada bulan Agustus dan Desember ditemukan proses tidak dalam kendali sehingga diperlukan analisis penyebab menggunakan diagram tulang ikan. Disimpulkan bahwa faktor masalah yang paling utama adalah material dan mesin. Langkah usulan tindakan perbaikan dari faktor material dan mesin adalah mengadakan pemilahan material dan memperbaiki metode penyimpanan sebelum tahap produksi serta melakukan perawatan rutin dan penegakan SOP dalam penggunaan cetakan.