Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Persepsi Orang Tua Yang Anaknya Menggunakan Aplikasi Bumble Di Kota Bandung Mayyandes, Silvi; Esfandari, Diah Agung
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penggunaan internet di Bandung banyak dimanfaatkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari termasukdalam pencarian pasangan. Salah satu aplikasi kencan online yang populer di Indonesia adalah Bumble.Dari sekianbanyaknya aplikasi kencan online, Bumble merupakan salah satu yang aktif di Indonesia. Salah satu kendala yangmuncul dari penggunaan aplikasi pencarian jodoh adalah persepsi orang tua terhadap anaknya yang menggunakanaplikasi tersebut. Berdasarkan Teori Atribusi terdapat tiga prinsip dalam menilai persepsi komunikasi interpersonal,yaitu Konsensus (consensus), Konsistensi (consistency) dan Keberbedaan (distincitiveness). Prinsip tersebut dapatdipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Orang Tua YangAnaknya Menggunakan Aplikasi Bumble Di Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah metode penelitiankualititaf deskripstif. Untuk penelitian ini, peneliti memilih metode purposive sampling, dalam memilih informanutama dan informan pendukung. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa adanya faktor eksternal dan faktor internalyang dapat mempengaruhi penilaian terhadap prinsip atribusi dalam persepsi orang tua saat mengetahui anaknyamenggunakan aplikasi bumble. Kata kunci-persepsi,komunikasi interpersonal,orang tua,eksternal,internal.
Gita Savitri's YouTube on Content Childfree of Infertile People: A Reception Analysis (Serba Salah Di Mata Warganet) Sihombing, Nathasya Aryanti Asyfaa; Esfandari, Diah Agung
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the controversial content presented by Gita Savitri on the YouTube page regardingchildfree choices. The purpose of this study is to analyze the reception responses of infertile people regarding GitaSavitri's content regarding childfree choices. The data analysis used in this research is Miles and Huberman'sinteractive data analysis. In this study, researchers used a qualitative method with a case study design. Data collectionwas carried out using a semi-structured interview approach to eight informants and studies in this study usingtechnique triangulation. The theory used as the theoretical basis in this research is the reception theory coined byStuart Hall. Stuart Hall's reception analysis explains the existence of three encodings in receiving a message includingdominant hegemonic, negotiated, and opposition. The results of this study found two things, first, Gita Savitri's contentabout Childfree was accepted. This acceptance occurs because it is based on background and additional insight.Second, the negotiated position, the relevant informant can accept cultural differences. This research brings up newfindings with the absence of opposition coding. Keywords-childfree, Gita Savitri, infertile, reception analysis, social media
MOTIVES AND SATISFACTION OF INDONESIAN WOMEN IN WATCHING THAI SERIES “KINNPORSCHE THE SERIES” Azzahra, Annisa Nursabrina; Esfandari, Diah Agung
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2023): May
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46806/jkb.v11i1.967

Abstract

The internet does not only impact communicating media, but broadcast media is also affected by the emergence of internet-based broadcasting platforms. Through this platform, audiences can watch foreign shows with various genres, including the boys' love genre, such as KinnPorsche The Series, which comes from Thailand. This study aims to determine the motives and satisfaction of Indonesian female audiences in watching the boys' love series "KinnPorsche The Series." Researchers use the Uses and Gratification theory with four indicators: entertainment, social integration and interaction, personal identity, and information. This type of research is quantitative research with online survey research methods. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results of this study show that the highest motives and satisfaction are on the entertainment indicators, and the lowest is on the integration and social interaction indicators. Female viewers get satisfaction in indicators of integrity and social interaction, personal identity, and information, and do not get satisfaction in entertainment indicators. Although the entertainment indicator has the highest motive value and satisfaction, it is not satisfied. Thus, subsequent researchers should analyze what factors make the entertainment indicator occupy the highest value.
HAMBATAN KOMUNIKASI ORGANISASI DI RUMAH BERMAIN JEJAKECIL BANDUNG Angelina, Reva; Esfandari, Diah Agung
Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS) Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jcobs.v2i1.7550

Abstract

Organisasi adalah persatuan antara perstauan dua orang yang lebih terstruktur untuk bekerjasama dan terikat secara formal untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Salah satu organisasi yang bergerak di bidang pra-sekolah di Kota Bandung adalah Rumah Bermain Jejakecil. Rumah Bermain Jejakecil merupakan komunitas yang menjadi sara bersosialisasi, bermain, dan berkreasi untuk anak-anak yang berusia 2-5 tahun. Rumah Bermain Jejakecil mengalami perubahan kepengurusan yakni pergantian manager pada satu tahun terakhir. Selama berjalannya kepengurusan baru Rumah Bermain Jejakecil sering mengalami hambatan komunikasi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hambatan komunikasi organisasi yang terjadi dan untuk mengetahui faktor yang menjadi hambatan sehingga terjadinya miskomunikasi di Rumah Bermain Jejakecil. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, focus group discussion, dan dokumentasi. Hasil yang ditunjukkan dari penelitian ini adalah hambatan komunikasi yang terjadi di Rumah Bermain Jejakecil disebabkan oleh management level, number of supervised, the rank of position in the organization, change in manager, dan manager interpretation. Jenis change in manager menjadi penyebab yang dominan dari terjadinya hambatan komunikasi organisasi di Rumah Bermain Jejakecil.
Resepsi Khalayak terhadap Konten 'Fact Psikologi' di TikTok @Afityaputri Terkait Cyberchondria Ardi, Dwi Nurul Maulidya; Esfandari, Diah Agung
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 24, No. 2 December 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v24i2.4436

Abstract

The digitalization of information has reshaped how people consume and interpret health information. In Indonesia, the rapid increase of internet users has encouraged the public to seek health knowledge online, often leading to self-diagnose and excessive anxiety known as Cyberchondria. Although existing studies discuss this phenomenon, most emphasize psychological correlations rather than audience interpretation, leaving a theoretical gap regarding how mental health content on social media is received. This study addresses that gap by analyzing audience reception of the “Fact Psikologi” content on the TikTok account @afityaputri, which may trigger Cyberchondria. Employing a qualitative method with Stuart Hall’s reception analysis, the research identifies audience decoding positions (dominant hegemonic, negotiated, and oppositional) and Cyberchondria dimensions (compulsion, distress, excessiveness, seeking reassurance, and mistrust of medical professionals). The findings indicate that most participants occupy a negotiated position, considering the content educational and relevant, yet anxiety-inducing and prone to promoting excessive information seeking. Theoretically, this research expands Stuart Hall’s reception theory within digital media and mental health contexts. In conclusion, the TikTok content is ambivalent, informative yet capable of provoking Cyberchondria, emphasizing the importance of developing critical digital literacy among audiences.
PELATIHAN PRAKTIS FACEBOOK ADS SEBAGAI STRATEGI PENGUATAN KAPASITAS PEMASARAN DIGITAL UMKM APARTEMEN TRANSIT UJUNGBERUNG Pramesthi, Jasmine Alya; Sudrajat, Ratih Hasanah; Esfandari, Diah Agung; Wisudawaty, Hanna; Priastuty, Chairunnisa Widya
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 2 (2026): JP2N: Januari-April 2026
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/73e89q68

Abstract

Transformasi digital menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengadaptasi strategi pemasaran yang lebih efektif dan berbasis teknologi. Meskipun pemasaran digital semakin relevan, banyak UMKM masih menghadapi kendala dalam mengimplementasikan iklan berbayar secara operasional. Kelompok UMKM Apartemen Transit Ujungberung merupakan salah satu komunitas usaha berbasis hunian sosial yang sebelumnya telah memperoleh pembekalan teori pemasaran digital, namun belum mampu menerapkannya secara langsung dalam bentuk kampanye iklan berbayar. Kesenjangan antara pengetahuan konseptual dan keterampilan praktik menjadi permasalahan utama yang dihadapi mitra. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemasaran digital UMKM melalui pelatihan praktis Facebook Ads berbasis pengalaman langsung. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain pretest–posttest deskriptif. Sebanyak 15 pelaku UMKM dilibatkan dalam kegiatan yang difokuskan pada praktik pembuatan kampanye iklan, penentuan target audiens, pengelolaan anggaran, serta monitoring performa iklan menggunakan perangkat smartphone. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan operasional peserta dalam menjalankan Facebook Ads, meningkatnya kepercayaan diri dalam penggunaan iklan berbayar, serta kesiapan mitra untuk mengintegrasikan Facebook Ads sebagai bagian dari strategi pemasaran usaha secara berkelanjutan. Pelatihan berbasis praktik langsung terbukti efektif dalam mendorong adopsi pemasaran digital pada UMKM berbasis komunitas.
KONSEP DIRI MAHASISWA PRIA METROSEKSUAL BERAMBUT KERITING DAN KRIBO DI TELKOM UNIVERSITY Sanjaya, Hasrya Dwi; Esfandari, Diah Agung
Manajemen Komunikasi Vol 2, No 1 (2017): Jurnal Manajemen Komunikasi Vol.2 No.1 Oktober 2017
Publisher : Faculty of Communication Sciences Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.9 KB) | DOI: 10.24198/jmk.v2i1.12126

Abstract

Perkembangan tren yang semakin cepat mempengaruhi pria untuk menjadi pria metroseksual yang mana sifat feminim cenderung terlihat. Para lelaki yang condong menjadi pria metroseksual cenderung sangat memperhatikan penampilannya. Tidak terkecuali mahasiswa khususnya di Telkom University menjadi pria yang menutupi kekurangannya dengan melakukan berbagai macam cara. Apalagi pria yang memiliki rambut cederung kriting atau malah kribo mencoba berbagai cara yaitu melakukan perawatan rambut yang selayaknya digunakan dan dipakai oleh wanita. Tidak hanya catokan saja namun mahasiswa pria ini juga menggunakan berbagai macam obat perawatan rambut. Ini merupakan suatu fenomena yang unik untuk diulik dari berbagai sisi. Dalam penelitian ini, peneliti tertarik untuk meneliti konsep diri dan komunikasi interpersonal dari mahasiswa pria berambut keriting dan kribo di Telkom University yang melakukan perawatan rambut tersebut. Dan mengetahui bagaimana perubahan tren tersebut dapat membentuk pola pikir seseorang dalam memperhatikan penampilannya. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivis, sedangkan metode pendekatan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam dan observasi. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan penting antara lain mahasiswa memiliki alasan yang berbeda pada setiap mahasiswa pria mengapa menggunakan perawatan rambut tersebut. Lalu menjabarkan bagaimana hubungan konsep diri dari mahasiswa pria berambut keriting dan kribo dapat membuat komunikasi interpersonal dari mahasiswa tersebut menjadi lebih baik.
Pelatihan Berbasis Praktik Editing Foto sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Iklan Digital UMKM di Apartemen Transit Ujung Berung Chairunnisa Widya Priastuty; Diah Agung Esfandari; Hanna Wisudawaty; Jasmine Alya Pramesthi; Pramana
Elevasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Arfah BHMS Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63980/elevasi.v2i1.132

Abstract

Transformasi digital telah mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana utama promosi produk. Namun, keterbatasan kemampuan pengolahan visual, khususnya pada tahap editing foto, masih menjadi kendala utama dalam menghasilkan konten iklan yang menarik dan kompetitif. Kelompok UMKM Apartemen Transit Ujung Berung sebelumnya telah memperoleh pelatihan fotografi produk dasar, tetapi belum memiliki keterampilan lanjutan dalam menyunting foto agar layak digunakan sebagai iklan digital. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan UMKM melalui pelatihan berbasis praktik editing foto guna memperbaiki kualitas iklan di media sosial. Metode yang digunakan adalah praktik partisipatif dengan pendampingan langsung, di mana peserta mengedit foto produk mereka sendiri menggunakan aplikasi sederhana berbasis smartphone. Kegiatan diikuti oleh 11 peserta UMKM dengan latar belakang usaha yang beragam. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan dapat diikuti dengan baik oleh peserta. Sebanyak 87% peserta menyatakan pemahaman mereka terhadap teknik editing foto meningkat setelah pelatihan, sementara 93% peserta menilai kegiatan ini bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan usaha mereka. Perbandingan kondisi sebelum dan sesudah pelatihan memperlihatkan peningkatan signifikan pada kualitas visual foto produk, terutama pada aspek pencahayaan, warna, dan kerapian tampilan. Selain itu, 80% peserta merasa lebih percaya diri dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi setelah mengikuti pelatihan. Pelatihan berbasis praktik editing foto terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas iklan UMKM dan berpotensi memperkuat strategi pemasaran digital secara berkelanjutan. Kata kunci: UMKM, editing foto, pemasaran digital, media sosial, pengabdian kepada masyarakat
Institutionalisasi Pemahaman tentang Penipuan Online di kalangan Generasi Z melalui Talkshow dan Digital Literasi Yuliani Rachma Putri; Nur Atnan; Diah Agung Esfandari; Naufan Zhafarrel Harish; Fazli Rajendra Ghazanfar
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 5 No. 2 (2025): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v5i2.10332

Abstract

Program kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menginstitusionalkan pemahaman tentang penipuan online (online scam) pada Generasi Z (Gen Z) sebagai generasi yang paling intens terkoneksi dengan dunia digital sehingga memiliki risiko yang besar dan nyata untuk menjadi korban penipuan online (online scam), mulai dari phishing, love scamming, lowongan kerja palsu, beasiswa palsu, penipuan berkedok kegiatan sosial, hingga penipuan investasi yang dikemas secara meyakinkan. Melihat fenomena rentannya Gen Z tersebut, maka sangat penting untuk dilakukan institusionalisasi pemahaman tentang bahaya penipuan online serta cara pencegahan yang efektif agar masuk ke dalam pola pikir, kesadaran dan perilaku sehingga menjadi kebiasaan dalam keseharian. Kegiatan dilakukan melalui program talk show dan literasi digital dengan tema: “Scam Alert! Cara Gen Z Lindungi Diri dari Penipuan Online”, yang dilaksanakan pada hari Jumat, 07 November 2025 dengan jumlah mahasiswa sekitar 52 mahasiswa PGSD Universitas Halim Sanusi. Pada kegiatan tersebut dihadirkan 2 nara sumber yaitu Diah Agung Esfandari dengan pemaparan materi: “Love Scam” dan Nur Atnan dengan pemaparan materi: “Modus Penipuan Daring yang Mengincar Gen Z- Peta Taktik dan Cara Menangkalnya”. Program ini memberikan pelatihan dan simulasi kasus nyata, bukan hanya teori, agar mahasiswa mengetahui langkah konkret yang harus dilakukan saat menghadapi potensi penipuan. Melalui acara yang dikemas secara semi-formal, mahasiswa diajak untuk mengetahui, menggali dan memahami betapa banyak korban kasus-kasus penipuan online serta diberikan pemaparan bahwa hal tersebut bisa terjadi kepada siapa saja dan kapan saja tanpa melihat latar belakang pendidikan ataupun status ekonomi. Mahasiswa juga secara langsung diajarkan dan dipandu untuk melakukan proteksi dengan mengaktifkan fitur-fitur proteksi pada telepon seluler masing-masing, serta pada berbagai akun media sosial maupun patform-platform digital berbasis internet lainnya. Kegiatan juga dilengkapi dengan kuis interaktif untuk mengukur pemahaman mahasiswa terhadap berbagai penipuan online. Dari hasil observasi kegiatan serta feecback yang diberikan mahasiswa, dapat diketahui bahwa pemahaman terhadap penipuan online serta upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan sudah masuk ke dalam tahap pemahaman, dan diharapkan akan menjadi pola pikir dan kesadaran berkelanjutan sehingga terinstitusionalisasi ke dalam perilaku keseharian dimana mahasiswa akan terus waspada dan mampu mengenali jebakan digital yang mengancam keamanan data, finansial, bahkan masa depan mereka.