Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Peran Komunikasi Keluarga Dalam Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus (Cerebral Palsy) Di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Surakarta Hariyanto, Tubagus Akbar; Esfandari, Diah Agung
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemandirian bagi anak yang menyandang disabilitas cerebral palsy.Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi bentuk- bentuk, hambatan dan upaya pendidik dan wali murid dalampenguatan pendidikan karakter mandiri anak penyandang disabilitas cerebral palsy serta mengetahui peranankomunikasi keluarga terhadap anak penyandang disabilitas cerebral palsy. Jenis penelitian ini adalah penelitiankualitatif dengan metode deskriptif yang mengambil lokasi di YPAC Surakarta. Informan penelitian berjumlah tujuhorang yang ditentukan oleh pihak sekolah sesuai dengan materi penelitian atau dengan kata lain purposive sampling.Mereka adalah pendidik dan wali murid penyandang disabilitas cerebral palsy. Data dikumpulkan melalui observasi,wawancara dan studi dokumentasi. Validitas data ditentukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik, datayang diperoleh dianalisis peneliti, disajikan dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentukbentukkemandirian pada anak seperti kemandirian emosi dan kemandirian sosial ditemukan pada saat proses belajardan kegiatan di sekolah. Hambatannya yaitu keterbatasan anak penyandang disabilitas cerebral palsy dalammelakukan gerakan, kesulitan dalam berkomunikasi dengan anak dan pemahaman akan sikap mandiri pada anakpenyandang disabilitas cerebral palsy. Usaha untuk mengatasi hambatan tersebut dengan memberi pengertiandiantaranya perasaan toleransi dan keterbukaan hati, memberikan kasih sayang serta memberikan praktik pelatihankemandirian disekolah yang nanti perlahan akan dipahami oleh anak. Proses ini dilakukan secara terus menerus danberkelanjutan. Oleh karena itu penguatan pendidikan karakter mandiri bagi anak penyandang disabilitas cerebral palsydiperlukan agar anak bisa mengurus diri sendiri tanpa bantuan orang lainKata Kunci-pola komunikasi, anak berkebutuhan khusus, cerebral palsy, kemandirian
Analisis Pengelolaan Kecemasan Dan Ketidakpastian Mahasiswa Asing Telkom University Dalam Proses Adaptasi Budaya (Mahasiswa Asing Fakultas Komunikasi Dan Bisnis Tahun Ajaran 2022/2023 Telkom University Prodi Ilmu Komunkasi) Kaban, Riduan Maliek; Esfandari, Diah Agung
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahasiswa asing yang menempuh studi di Indonesia kerapkali mengalami kecemasan dalam proses adaptasi denganbudaya setempat. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perbedaan bahasa, budaya, nilai, dan norma.Kecemasan dan ketidakpastian tersebut dapat menghambat proses adaptasi mahasiswa asing ketika menempuh sudidi Indonesia khususnya Telkom University. Penelitian ini bertujuan untuk memahami mekanisme adaptasi budayadan pengelolaan kecemasan yang dilakukan oleh Mahasiswa Asing Telkom University. Metode yang digunakan yaitustudi deskriptif kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data yangdigunakan dalam penelitian ini dengan melakukan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Dalampenelitian ini menggunakan dua unit analisis, yaitu proses adaptasi dan pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian.Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, proses adaptasi yang dialami setiap mahasiswa asing berbeda-beda.Penerapan pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian dalam beradaptasi adalah memiliki konsep diri, memilikimotivasi untuk berinteraksi, bereaksi dengan baik, dan membangun koneksi. Kata Kunci-adaptasi budaya, mahasiswa asing, pengelolaan kecemasan dan ketidakpastian.
Persepsi Orang Tua Yang Anaknya Menggunakan Aplikasi Bumble Di Kota Bandung Mayyandes, Silvi; Esfandari, Diah Agung
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya penggunaan internet di Bandung banyak dimanfaatkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari termasukdalam pencarian pasangan. Salah satu aplikasi kencan online yang populer di Indonesia adalah Bumble.Dari sekianbanyaknya aplikasi kencan online, Bumble merupakan salah satu yang aktif di Indonesia. Salah satu kendala yangmuncul dari penggunaan aplikasi pencarian jodoh adalah persepsi orang tua terhadap anaknya yang menggunakanaplikasi tersebut. Berdasarkan Teori Atribusi terdapat tiga prinsip dalam menilai persepsi komunikasi interpersonal,yaitu Konsensus (consensus), Konsistensi (consistency) dan Keberbedaan (distincitiveness). Prinsip tersebut dapatdipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi Orang Tua YangAnaknya Menggunakan Aplikasi Bumble Di Kota Bandung. Metode yang digunakan adalah metode penelitiankualititaf deskripstif. Untuk penelitian ini, peneliti memilih metode purposive sampling, dalam memilih informanutama dan informan pendukung. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa adanya faktor eksternal dan faktor internalyang dapat mempengaruhi penilaian terhadap prinsip atribusi dalam persepsi orang tua saat mengetahui anaknyamenggunakan aplikasi bumble. Kata kunci-persepsi,komunikasi interpersonal,orang tua,eksternal,internal.
Gita Savitri's YouTube on Content Childfree of Infertile People: A Reception Analysis (Serba Salah Di Mata Warganet) Sihombing, Nathasya Aryanti Asyfaa; Esfandari, Diah Agung
eProceedings of Management Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is motivated by the controversial content presented by Gita Savitri on the YouTube page regardingchildfree choices. The purpose of this study is to analyze the reception responses of infertile people regarding GitaSavitri's content regarding childfree choices. The data analysis used in this research is Miles and Huberman'sinteractive data analysis. In this study, researchers used a qualitative method with a case study design. Data collectionwas carried out using a semi-structured interview approach to eight informants and studies in this study usingtechnique triangulation. The theory used as the theoretical basis in this research is the reception theory coined byStuart Hall. Stuart Hall's reception analysis explains the existence of three encodings in receiving a message includingdominant hegemonic, negotiated, and opposition. The results of this study found two things, first, Gita Savitri's contentabout Childfree was accepted. This acceptance occurs because it is based on background and additional insight.Second, the negotiated position, the relevant informant can accept cultural differences. This research brings up newfindings with the absence of opposition coding. Keywords-childfree, Gita Savitri, infertile, reception analysis, social media
MOTIVES AND SATISFACTION OF INDONESIAN WOMEN IN WATCHING THAI SERIES “KINNPORSCHE THE SERIES” Azzahra, Annisa Nursabrina; Esfandari, Diah Agung
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol. 11 No. 1 (2023): May
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46806/jkb.v11i1.967

Abstract

The internet does not only impact communicating media, but broadcast media is also affected by the emergence of internet-based broadcasting platforms. Through this platform, audiences can watch foreign shows with various genres, including the boys' love genre, such as KinnPorsche The Series, which comes from Thailand. This study aims to determine the motives and satisfaction of Indonesian female audiences in watching the boys' love series "KinnPorsche The Series." Researchers use the Uses and Gratification theory with four indicators: entertainment, social integration and interaction, personal identity, and information. This type of research is quantitative research with online survey research methods. The data analysis technique used is quantitative descriptive analysis. The results of this study show that the highest motives and satisfaction are on the entertainment indicators, and the lowest is on the integration and social interaction indicators. Female viewers get satisfaction in indicators of integrity and social interaction, personal identity, and information, and do not get satisfaction in entertainment indicators. Although the entertainment indicator has the highest motive value and satisfaction, it is not satisfied. Thus, subsequent researchers should analyze what factors make the entertainment indicator occupy the highest value.
HAMBATAN KOMUNIKASI ORGANISASI DI RUMAH BERMAIN JEJAKECIL BANDUNG Angelina, Reva; Esfandari, Diah Agung
Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS) Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jcobs.v2i1.7550

Abstract

Organisasi adalah persatuan antara perstauan dua orang yang lebih terstruktur untuk bekerjasama dan terikat secara formal untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Salah satu organisasi yang bergerak di bidang pra-sekolah di Kota Bandung adalah Rumah Bermain Jejakecil. Rumah Bermain Jejakecil merupakan komunitas yang menjadi sara bersosialisasi, bermain, dan berkreasi untuk anak-anak yang berusia 2-5 tahun. Rumah Bermain Jejakecil mengalami perubahan kepengurusan yakni pergantian manager pada satu tahun terakhir. Selama berjalannya kepengurusan baru Rumah Bermain Jejakecil sering mengalami hambatan komunikasi organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hambatan komunikasi organisasi yang terjadi dan untuk mengetahui faktor yang menjadi hambatan sehingga terjadinya miskomunikasi di Rumah Bermain Jejakecil. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dan teknik analisis data pada penelitian ini dilakukan dengan observasi, wawancara, focus group discussion, dan dokumentasi. Hasil yang ditunjukkan dari penelitian ini adalah hambatan komunikasi yang terjadi di Rumah Bermain Jejakecil disebabkan oleh management level, number of supervised, the rank of position in the organization, change in manager, dan manager interpretation. Jenis change in manager menjadi penyebab yang dominan dari terjadinya hambatan komunikasi organisasi di Rumah Bermain Jejakecil.
Resepsi Khalayak terhadap Konten 'Fact Psikologi' di TikTok @Afityaputri Terkait Cyberchondria Ardi, Dwi Nurul Maulidya; Esfandari, Diah Agung
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 24, No. 2 December 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v24i2.4436

Abstract

The digitalization of information has reshaped how people consume and interpret health information. In Indonesia, the rapid increase of internet users has encouraged the public to seek health knowledge online, often leading to self-diagnose and excessive anxiety known as Cyberchondria. Although existing studies discuss this phenomenon, most emphasize psychological correlations rather than audience interpretation, leaving a theoretical gap regarding how mental health content on social media is received. This study addresses that gap by analyzing audience reception of the “Fact Psikologi” content on the TikTok account @afityaputri, which may trigger Cyberchondria. Employing a qualitative method with Stuart Hall’s reception analysis, the research identifies audience decoding positions (dominant hegemonic, negotiated, and oppositional) and Cyberchondria dimensions (compulsion, distress, excessiveness, seeking reassurance, and mistrust of medical professionals). The findings indicate that most participants occupy a negotiated position, considering the content educational and relevant, yet anxiety-inducing and prone to promoting excessive information seeking. Theoretically, this research expands Stuart Hall’s reception theory within digital media and mental health contexts. In conclusion, the TikTok content is ambivalent, informative yet capable of provoking Cyberchondria, emphasizing the importance of developing critical digital literacy among audiences.