Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI

Respon Genotipe Padi Lokal Kuantan Singingi Terhadap Kombinasi Pupuk Organik dan Anorganik Ezward, Chairil; Suliansyah, Irfan; Rozen, Nalwida; Dwipa, Indra
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Genotipe padi lokal beradaptasi pada agroekosistem spesifik merupkan sumber plasma nutfah padi. Upaya peningkatan produksi padi tidak terlepas dari penggunaan pupuk. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui respon pertumbuhan dan produksi genotipe padi lokal Kuantan Singingi terhadap kombinasi pemupukan. Metode yang digunakan yaitu eksperiment dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial, diantaranya : Faktor G = Genotipe padi lokal, terdiri : A (Beras kuning umur panjang), B (Beras singgam putih), C (Beras samo putiah), D (Pulut kari), E (Beras limbayang) dan F (Beras kuning). Faktor P = Kombinasi Pupuk, terdiri : P1 = 0 + 100, P2 = 25 + 75, P3 = 50 + 50, P4 = 75 + 25  dan P5 = 100 + 0. Hasil penelitian menunjukkan tanaman tertinggi terdapat pada genotipe singgam putih (B) yaitu 132,00 cm dan perlakuan P1 yaitu 123,67 cm. Umur panen tercepat terdapat pada perlakuan genotipe beras kuning umur panjang (A) dan perlakuan P1 yaitu 158,00 hari setelah tanam. Bobot gabah panen perumpun terbanyak pada perlakuan genotipe pulut kari (D) dan perlakuan P1 yaitu 121,99 g. Berdasarkan perlakuan kombinasi pupuk, maka genotipe yang paling responsif adalah genotipe pulut kari. Pupuk organik pada perlakuan P1 telah tersedia di tanah sawah yang berasal dari pelapukan jerami padi. Hal ini karena tanah sawah yang digunakan berasal dari sawah petani dengan musim tanam sekali dalam setahun. Penelitian lanjutan yang akan dilakukan yaitu menggali informasi karakter agronomi lainnya dari genotipe padi lokal Kuantan Singingi.
Keragaan Karakter Generatif Padi Lokal Kuantan Singingi Ezward, Chairil; Irfan Suliansyah; Nalwida Rozen; Indra Dwipa
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.v10i1.27546

Abstract

  Kabupaten Kuantan Singingi memiliki potensi genotipe padi lokal yang dapat dikembangkan, baik menjadi sumber plasma nutfah maupun bahan perbaikan sifat. Perlu karakterisasi tampilan generatif dari genotipe lokal tersebut. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui karakterisasi tampilan generatif dari genotipe padi lokal asal Kuantan Singingi. Metode penelitian dengan Rancangan Acak Lengkap faktorial digunakan pada penelitian ini diulang 3 kali dan masing-masing plot terdiri dari 3 sampel. Faktor G = Genotipe padi lokal, terdiri : A (Beras kuning umur panjang), B (Beras singgam putih), C (Beras samo putiah), D (Pulut kari), E (Beras limbayang) dan F (Beras kuning). Faktor P = Kombinasi Pupuk, terdiri : P1 = 0 + 100, P2 = 25 + 75, P3 = 50 + 50, P4 = 75 + 25  dan P5 = 100 + 0. Hasil penelitian menunjukkan umur keluar malai (hst) tercepat terdapat pada genotipe beras kuning (96,80 hari setelah tanam). Bobot gabah kering giling yang terberat pada genotipe beras samo putiah dan P1 = 0 + 100 (Tanpa pupuk organik + Urea 300, SP-36 100 kg/ha, KCl 100 kg/ha) 105,00 gram. Hasil penelitian menunjukkan jumlah anakan produktif per rumpun, total jumlah anakan per rumpun, bobot gabah kering giling per rumpun berpengaruh nyata secara interaksi antara perlakuan kombinasi dosis pupuk dengan perlakuan genotipe padi lokal. Genotipe beras samo putiah dapat digunakan sebagai sumber plasma nutfah berdasarkan hasil bobot berat kering giling (respon terhadap pemupukan).