Rima Berlian Putri
Unknown Affiliation

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

The Relationship Between Anxiety Levels And Student Academic Achievement At SMK X Jakarta Apita Nur Rahma; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih; Roza Indra Yeni
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.569

Abstract

Background: Anxiety is a psychological factor that can affect students' learning ability and academic achievement. Vocational High School (SMK) students generally face high academic pressure and demands for practical skills, which have the potential to cause anxiety. The purpose of this study is to determine the relationship between anxiety levels and students' academic achievement at SMK X Jakarta. This study uses a quantitative approach with an observational analytical design and a cross-sectional approach method. The population in the study amounted to 65 students, all of whom were sampled using a total sampling technique. Data collection was carried out using validated instruments, then analyzed using the Spearman Rho correlation test. Results: The analysis showed a very weak positive relationship between anxiety levels and academic achievement, with a correlation coefficient (r) of 0.006 and a significance value of 0.965 (p > 0.05). This value indicates that statistically there is no significant relationship between anxiety levels and students' academic achievement at SMK X Jakarta. The conclusion is that anxiety does not have a significant effect on academic achievement in the context of this study. These results can be a consideration for schools in developing learning strategies and psychological support for students, although other factors beyond anxiety still need to be considered as determinants of academic success
Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF) di Rumah Sakit X Tangerang Safinaningsih, Nadia; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.618

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Dukungan emosional keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi keterbatasan akibat CHF, antara lain dengan memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui  dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di Rumah Sakit X Tangerang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien CHF yang dirawat di RS X Tangerang sebanyak 244 orang. Sampel berjumlah 71 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan emosional keluarga yang terdiri dari 6 item pertanyaan dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 46–59 tahun (46,5%), berjenis kelamin laki-laki (50,7%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMP (52,1%). Sebagian besar responden tinggal bersama keluarga besar (43,7%) dan menderita CHF kurang dari 1 tahun (47,9%). Berdasarkan dukungan emosional, 57,7% responden memperoleh dukungan baik, 32,4% cukup, dan 9,9% kurang. Kesimpulannya, dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di RS X Tangerang sebagian besar tergolong baik, sehingga keluarga berperan penting dalam memperbaiki kualitas hidup pasien serta mencegah rehospitalisasi.
Kepatuhan Perawat dalam Melakukan Triage di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit X Muhammad Iqbal Habib; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.891

Abstract

Pelayanan triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tahap penting dalam menentukan prioritas penanganan pasien sesuai tingkat kegawatdaruratan. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan triase sangat berpengaruh terhadap keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian penerapan metode triase. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan perawat dalam melakukan triase di IGD Rumah akit X. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan pada satu waktu untuk mengetahui tingkat kepatuhan perawat. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bertugas di IGD, dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi kepatuhan triase berdasarkan standar yang berlaku. Data dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi, persentase, nilai rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepatuhan kurang, yaitu 17 orang (56,7%), sedangkan 13 perawat (43,3%) memiliki kepatuhan baik. Nilai rata-rata kepatuhan perawat adalah 1,65 dengan standar deviasi 0,505. Kesimpulannya, kepatuhan perawat dalam melakukan triase di di IGD Rumah akit X masih didominasi kategori kurang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan melalui pelatihan dan penyegaran berkala untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan di IGD.
Psikoedukasi pada Pasien Ulkus Diabetik di Rumah Sakit X Okta Mariana Br Panjaitan; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/9x53mn50

Abstract

This study aims to determine the description of psychoeducation in diabetic ulcer patients. The research design uses a quantitative approach. The population in this study were all diabetic ulcer patients undergoing treatment, with a population and sample of 30 respondents. The research instrument used a psychoeducation questionnaire that had been tested for its feasibility. Data analysis was carried out univariately to describe the frequency distribution, mean value, and standard deviation. The results showed that the majority of diabetic ulcer patients were in the moderate psychoeducation category, namely 17 respondents (56.7%), while the low category was 6 respondents (20.0%) and the high category was 7 respondents (23.3%). The average psychoeducation score was 7.99 with a standard deviation of 0.871, which indicates that the level of psychoeducation of respondents was relatively homogeneous. In conclusion, the majority of diabetic ulcer patients have a moderate level of psychoeducation, so structured and ongoing efforts to improve psychoeducation are still needed to achieve a high level. Keywords: Diabetic Ulcers, Patients, Psychoeducation.  
Tingkat Stres dengan Binge Eating Disorder pada Remaja di Kelurahan X Jakarta Barat Maria D Tekege; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesmas Asclepius Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Kesmas Asclepius
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/x88aax27

Abstract

This study aims to analyze the relationship between stress levels and Binge eating Disorder in adolescents in X Village, West Jakarta. The study design used a quantitative analytical approach with a cross-sectional approach. The sample consisted of 55 adolescents selected using a total sampling technique. Data were collected using a stress level questionnaire (adapted from the Perceived Stress Scale) and the Binge eating Scale. Data were analyzed using univariate and bivariate methods using the Chi-Square test. The results showed a significant relationship between stress levels and Binge eating Disorder (p = 0.003). Adolescents with high stress levels were more likely to experience binge eating behavior than adolescents with low stress levels. The conclusion of this study suggests that stress plays a significant role in the development of Binge eating Disorder in adolescents. Nursing interventions focused on stress management need to be developed as an effort to prevent eating disorders in adolescents. Keywords: Adolescents, Binge eating Disorder, Stress.