Rima Berlian Putri
Unknown Affiliation

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Body Image (Citra Tubuh) Dengan Kecemasan Sosial Pada Remaja Di SMK X Jakarta Afifah, Umu; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni; Ricky Riyanto Iksan
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 10 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Panrita
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v10i2.553

Abstract

Remaja rentan mengalami kecemasan sosial akibat persepsi negatif terhadap body image (citra tubuh), yang dipengaruhi oleh standar kecantikan dari media ataupun lingkungan sosial. Masa Remaja memiliki tahap pertumbuhan dan perkembangan yang unik, sehingga memiliki ciri dan karakteristik yang berbeda Kecemasan sosial seringkali disebabkan oleh faktor fisik, dimana individu merasa tidak puas dengan penampilan mereka hingga merasa takut dihakimi oleh orang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Body Image (citra tubuh) dengan Kecemasan Sosial pada Remaja di SMK X  Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 71 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner body image (citra tubuh) dan kecemasan sosial, kemudian dinalisis menggunakan uji Chi-Square. Lebih dari separuh responden yaitu berjumlah 44 remaja (62%), memiliki body image (citra tubuh) positif. Dan lebih dari sebagian responden yaitu sebanyak 32 remaja (72,7%) mengalami kecemasan sosial tinggi. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan  nilai p-value = 0,187, dimana a >0.05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara body image (citra tubuh) dengan kecemasan sosial pada remaja di SMK X  Jakarta.
The Relationship Between Mother's Knowledge And The Completeness Of Basic Immunization For Children Aged 0-12 Months At Posyandu X, Bekasi Regency Nuraeniah, Siti; Roza Indra Yeni; Maria Susila Sumartiningsih; Rima Berlian Putri
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.567

Abstract

Background: Basic immunization is an important preventive strategy to protect infants from infectious diseases that can be prevented by vaccination. At Posyandu X, Bekasi Regency, basic immunization coverage has not yet reached the optimal target. One factor suspected to be the cause of this low coverage is the low level of knowledge of mothers regarding the importance of immunization, including its benefits, schedule, and potential side effects. Lack of information can impact low awareness and participation of parents in completing their children's immunizations. Objective: This study aims to determine the relationship between maternal knowledge levels and the completeness of basic immunizations in children aged 0–12 months. Method: This study used a quantitative method with a descriptive correlational approach and a cross-sectional design. The sample consisted of 80 mothers with infants aged 0–12 months, selected using a purposive sampling technique. The instruments used included a questionnaire to measure maternal knowledge levels and a checklist to assess the completeness of children's immunizations. Data analysis was performed using the Chi-Square test. Results: The results showed that most mothers had a low level of knowledge (48%). In addition, only 37.5% of infants received complete basic immunizations. The analysis results showed a significant relationship between maternal knowledge and the completeness of basic immunization (p < 0.05). Conclusion: Maternal knowledge is significantly related to the completeness of basic immunization in children aged 0–12 months. Therefore, it is recommended that Posyandu regularly provide education and counseling to improve maternal knowledge and basic immunization coverage in the community.
The Relationship Between Parenting Styles And Parental Eating Behavior Towards Picky Eating Behavior In Preschool Children Ranti Wulan Safitri, Desti; Rima Berlian Putri; Ricky Riyanto Iksan; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.568

Abstract

Background: Picky eater is a condition in which children exhibit selective eating behavior, such as refusing to try new foods or only wanting to eat certain types of food. This habit can have a negative impact on nutritional adequacy, growth, and children's ability to interact socially. According to WHO, around 28.7% of toddlers in the world experience growth problems, and Indonesia is ranked third in Southeast Asia in this regard. One of the factors that can influence the emergence of picky eating behavior is parenting and parental eating habits. Research Objective: This is to determine the relationship between parenting and parental eating behavior with the tendency of children to become picky eaters. The design uses quantitative descriptive correlation, involving 73 respondents. Data were analyzed using the chi-square test. Results: The study showed a significant relationship between parenting and parental eating behavior with picky eating behavior in preschool children (p = 0.001). Conclusion: that inappropriate parenting can increase the risk of children becoming picky eaters by 5.8 times, while poor eating behavior from parents can increase the risk by up to 8.3 times (OR = 5.8; 8.3). Therefore, it is important for parents to implement supportive parenting styles and demonstrate healthy eating habits as an example for their children.
The Relationship Between Anxiety Levels And Student Academic Achievement At SMK X Jakarta Apita Nur Rahma; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih; Roza Indra Yeni
Jurnal Life Birth Vol. 9 No. 3 (2025): Jurnal Life Birth
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jlb.v9i3.569

Abstract

Background: Anxiety is a psychological factor that can affect students' learning ability and academic achievement. Vocational High School (SMK) students generally face high academic pressure and demands for practical skills, which have the potential to cause anxiety. The purpose of this study is to determine the relationship between anxiety levels and students' academic achievement at SMK X Jakarta. This study uses a quantitative approach with an observational analytical design and a cross-sectional approach method. The population in the study amounted to 65 students, all of whom were sampled using a total sampling technique. Data collection was carried out using validated instruments, then analyzed using the Spearman Rho correlation test. Results: The analysis showed a very weak positive relationship between anxiety levels and academic achievement, with a correlation coefficient (r) of 0.006 and a significance value of 0.965 (p > 0.05). This value indicates that statistically there is no significant relationship between anxiety levels and students' academic achievement at SMK X Jakarta. The conclusion is that anxiety does not have a significant effect on academic achievement in the context of this study. These results can be a consideration for schools in developing learning strategies and psychological support for students, although other factors beyond anxiety still need to be considered as determinants of academic success
Gambaran Dukungan Emosional Keluarga pada Pasien Gagal Jantung Congestive Heart Failure (CHF) di Rumah Sakit X Tangerang Safinaningsih, Nadia; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Roza Indra Yeni
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.618

Abstract

Gagal jantung kongestif (Congestive Heart Failure/CHF) merupakan salah satu penyakit kronis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di Indonesia maupun dunia. Kondisi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap kesehatan fisik, psikologis, serta kualitas hidup pasien. Dukungan emosional keluarga memiliki peran penting dalam membantu pasien menghadapi keterbatasan akibat CHF, antara lain dengan memberikan motivasi, kenyamanan, dan rasa aman. Penelitian ini bertujuan untuk diketahui  dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di Rumah Sakit X Tangerang tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pasien CHF yang dirawat di RS X Tangerang sebanyak 244 orang. Sampel berjumlah 71 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dukungan emosional keluarga yang terdiri dari 6 item pertanyaan dengan skala Likert. Analisis data dilakukan secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 46–59 tahun (46,5%), berjenis kelamin laki-laki (50,7%), dengan tingkat pendidikan terakhir SMP (52,1%). Sebagian besar responden tinggal bersama keluarga besar (43,7%) dan menderita CHF kurang dari 1 tahun (47,9%). Berdasarkan dukungan emosional, 57,7% responden memperoleh dukungan baik, 32,4% cukup, dan 9,9% kurang. Kesimpulannya, dukungan emosional keluarga pada pasien CHF di RS X Tangerang sebagian besar tergolong baik, sehingga keluarga berperan penting dalam memperbaiki kualitas hidup pasien serta mencegah rehospitalisasi.
Kepatuhan Perawat dalam Melakukan Triage di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit X Muhammad Iqbal Habib; Ricky Riyanto Iksan; Rima Berlian Putri; Maria Susila Sumartiningsih
Jurnal Kesehatan Panrita Husada Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Kesehatan Panrita Husada
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Stikes Panrita Husada Bulukumba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37362/jkph.v11i1.891

Abstract

Pelayanan triase di Instalasi Gawat Darurat (IGD) merupakan tahap penting dalam menentukan prioritas penanganan pasien sesuai tingkat kegawatdaruratan. Kepatuhan perawat dalam melaksanakan triase sangat berpengaruh terhadap keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian penerapan metode triase. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kepatuhan perawat dalam melakukan triase di IGD Rumah akit X. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yaitu pengumpulan data dilakukan pada satu waktu untuk mengetahui tingkat kepatuhan perawat. Populasi penelitian adalah seluruh perawat yang bertugas di IGD, dengan teknik total sampling sebanyak 30 responden. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi kepatuhan triase berdasarkan standar yang berlaku. Data dianalisis secara univariat untuk memperoleh distribusi frekuensi, persentase, nilai rata-rata, dan standar deviasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat memiliki tingkat kepatuhan kurang, yaitu 17 orang (56,7%), sedangkan 13 perawat (43,3%) memiliki kepatuhan baik. Nilai rata-rata kepatuhan perawat adalah 1,65 dengan standar deviasi 0,505. Kesimpulannya, kepatuhan perawat dalam melakukan triase di di IGD Rumah akit X masih didominasi kategori kurang. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan melalui pelatihan dan penyegaran berkala untuk meningkatkan kualitas dan keselamatan pelayanan di IGD.