Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN PEMBIDAIAN TERHADAP KESIAPAN ANGGOTA PMR SMA 5 KETAHUN DALAM MELAKUKAN PENANGANAN AWAL FRAKTUR Bardah Wasalamah; Desi Susilawati; Yusran Hasymi; Nova Yustisia
JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU Vol 11 No 1 (2023): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH BENGKULU
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jkmb.v11i1.5277

Abstract

Accidents that happened at school are very diverse. One result of an accident can cause fracture. It is a problem that requires serious handling. Participation of members of the Youth Red Cross or other students to provide initial treatment before being handled by health workers is very important. One way to increase student readiness in first aid in accidents is by providing training. Splint dressing training is the initial handling of fractures that can be given to students to increase knowledge, attitudes, and skills in dealing with injuries/trauma due to fractures. The aim of study is to determine the effect of Splint Dressing Training on readiness (knowledge, attitude, and skills of Youth Red Cross (PMR) Students at SMA 5 Bengkulu Ketahun. This study used pre-experiment with one group pretest posttest design. Population in this study were students of Youth Red Cross (PMR) during 2022 in SMA 5 Ketahun with the amount of 21 students. Sample consists of 21 respondents using a total sampling technique. Data analysis in this study used univariate and bivariate with Uji Wilcoxon Signed Rank Test to compare the results of the pretest and posttest. The result of study showed that based on the Wilcoxon Signed Rank Test obtained p-value (Sig. 2-tailed) of 0.000 < α (0.05). There was an increase in mean value of readiness (knowledge, attitudes, and skills) after being given splint dressing training. The mean value of knowledge (80.95), attitude (89.52), and skills (92.04), so that can be concluded there is effect of Splint Dressing Training to readiness of Youth Red Cross (PMR) Students at SMA 5 Ketahun. It is expected that SMA 5 Ketahun can collaborate with Indonesian Red Cross, Public health center, and the authorities regarding the first treatment of injuries, so can help students making efforts to deal with students who experience injuries at school.
Gambaran Faktor Risiko Terjadinya Stroke di Poliklinik Saraf RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu Titin Aprilatutini; Nova Yustisia; Megi Rustati
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10467

Abstract

Stroke di Asia, khususnya di Indonesia setiap tahunnya diperkirakan 500 ribu orang mengalami serangan stroke, dari jumlah tersebut sekitar 2,5% di antaranya meninggal dunia, sisanya mengalami cacat ringan maupun berat (Adib, 2009).  Peran perawat Dalam hal ini sangatlah penting untuk proses penyembuhan stroke pada pasien agar tidak terjadi komplikasi lebih lanjut. Berdasarkan hasil survey awal dari dari 5 orang pasien stroke 3 orang pasien wanita mengalami hipertensi dan suka makanan berlemak, sedangkan 2 orang pasien laki-laki mengalami hipertensi, 1 orang kelebihan berat badan, punya riwayat merokok, aktivitas fisik yang biasa dilakukan berkebun dan jalan santai. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  Gambaran  Faktor  Risiko  Terjadinya Stroke. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling dengan menggunakan kuesioner terhadap orang yang terkena stroke. Populasi adalah semua pasien stroke dengan jumlah sampel 30 orang. Penelitian dilaksanakan di Poliklinik Stroke RSUD Dr. M.Yunus Bengkulu. Hasil penelitian 30 orang pasien didapatkan bahwa proporsi faktor risiko hipertensi sebagian besar (53%) mengalami hipertensi, proporsi  faktor  risiko  obesitas  adalah  seluruh  responden  tidak mengalami obesitas,    proporsi faktor risiko merokok adalah  sebagian besar responden (60%) tidak merokok dan proporsi faktor risiko aktifitas fisik hampir seluruh responden melakukan aktifitas fisik (90%). Masyarakat perlu menjaga pola makan yang sehat dan gizi seimbang, menghindari stress dan sering berolahraga secara teratur.
Gambaran Kesejahteraan Spiritual pada Pasien Chronic Kidney Disease di Rsud dr. M. Yunus Bengkulu Nova Yustisia; Titin Aprilatutini; Tiara Dwi Rizki
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 1 (2019): JUNI
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i1.10653

Abstract

Kesejahteraan spiritual merupakan salah satu faktor penunjang kesembuhan pasien. Kesejahteraan spiritual pada pasien CKD sangat penting untuk diperhatikan. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan jenis rancangan penelitian Studi Deskriptif Kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Sampel yang diambil adalah 10 orang pasien CKD maksimal 8 kali yang melakukan hemodialisa. Instrument pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah kuesioner dari Ellison yaitu kuesioner Spiritual Well Being Scale (SWBS). Hasil dari penelitian ini menunjukkan lebih dari sebagian (60%) responden memiliki kesejahteraan spiritual dalam katagori baik. Responden dengan nilai kesejahteraan spiritual baik menganggap bahwa penyakitnya adalah ujian dari Tuhan dan merasa bahwa dibalik penyakitnya pasti ada hikmahnya dan hampir sebagian (40%) responden memiliki kesejahteraan spiritual dalam katagori kurang baik menunjukkan bahwa responden tidak menerima penyakitnya, responden mengatakan bahwa Tuhan itu tidak adil terhadapnya. Peneliti melihat dari wajah responden terlihat sedih, dan merasa putus asa akibat penyakit yang dideritanya. Jadi perlu peran perawat untuk memberi perhatian lebih khususnya pada kesejahteraan spiritual, agar terciptanya tingkat kesejahteraan spiritual pasien CKD yang lebih optimal. 
Hubungan Perilaku Prososial dengan Prestasi Akademik Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan FMIPA Universitas Bengkulu Titin Aprilatutini; Nova Yustisia; Maiyulis Maiyulis
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 2 No. 2 (2019): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v2i2.10688

Abstract

Prestasi akademik merupakan suatu pencapaian tingkat keberhasilan tentang suatu tujuan, karena suatu usaha belajar telah dilakukan oleh seseorang secara optimal. Adanya perubahan status siswa menjadi mahasiswa dengan situasi dan lingkungan yang berbeda menyebabkan beberapa mahasiswa kadang mengalami masalah belajar sehingga menyebabkan turunnya prestasi akademik di tahun pertama proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan perilaku prososial dengan prestasi akademik mahasiswa Prodi D3 Keperawatan FMIPA Universitas Bengkulu. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif jenis korelasional. Sampel 51 responden dengan total sampling. Pengumpulan data melalui kuesioner. Hipotesis dengan uji-statistik chi- square. Hasil  penelitian menunjukkan ada hubungan perilaku prososial  dengan prestasi akademik nilap p value = 0,032 maka p < ? (0,01<0,05). Kesimpulan: terdapat hubungan antara perilaku prososial dengan prestasi akademik Mahasiswa Prodi D3 Keperawatan FMIPA Universitas Bengkulu. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan review dan revisi kurikulum D3 Keperawatan dengan menambah muatan soft skill disetiap mata ajar agar menghasilkan lulusan yang siap pakai, memiliki prestasi akademik yang baik dan perilaku prososial yang mendukung. 
SELF CARE MANAGEMENT EVALUATION IN HYPERTENSION PATIENTS Raja Sihotang; Tuti Anggriani Utama; Titin Aprilatutini; Nova Yustisia
Jurnal Vokasi Keperawatan (JVK) Vol. 3 No. 2 (2020): DESEMBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jvk.v3i2.13935

Abstract

Hypertension is a health problem that needs attention because of its high morbidity and mortality. hypertension must be treated properly because it causes various kinds of complications. Compliance becomes a form of independence in the management of patients, especially those with hypertension, in the form of a framework that focuses on selfcare. The purpose of this study is to review the literature to determine the percentage of self care management of hypertensive patients. The literature search method was carried out through the CINAHL, DOAJ, and Pubmed database and obtained 30 research articles and then examined the completeness of the menus in the research articles with a total of 15 articles. After that, the criteria  and  stages of  critical  review were  carried out  using the  Joanna Briggs Institute (JBI) format with a total of 10 articles that were reviewed by literature. The results showed that hypertension self management was in the good category. Further research is needed to provide an intervention strategy for hypertensive patients to improve self-care practices and control of related factors.