Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT RANTAI DINGIN DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT X KOTA SURAKARTA Damayanti, Distia; Keswara, Yane Dila; Widyaningrum, Riana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41557

Abstract

Penyimpanan obat rantai dingin (cold chain) memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas dan efektivitas produk farmasi, terutama yang memerlukan suhu tertentu selama distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat rantai dingin (cold chain) di Gudang Farmasi Rumah Sakit X Kota Surakarta. Penelitian deskriptif evaluatif ini menggunakan metode observasi dan wawancara terstruktur yang dilaksanakan pada bulan September hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan rantai dingin di gudang farmasi telah memenuhi sebagian besar standar, termasuk kualifikasi penanggung jawab yang merupakan tenaga kesehatan. Namun, hasil evaluasi juga mengindikasikan bahwa penanggung jawab belum mengikuti pelatihan formal terkait pengelolaan rantai dingin. Ruang penyimpanan obat sudah sesuai dengan standar, terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan risiko cuaca ekstrem. Ketersediaan alat seperti chiller, freezer, dan termometer juga memenuhi standar BPOM. Tingkat kesesuaian suhu dengan penggunaan data logger hanya 52,96% karena masalah teknis seperti alat yang membeku atau kabel terlepas, sedangkan kesesuaian suhu yang tercatat pada grafik pencatatan manual mencapai 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum, penyimpanan obat rantai dingin di Gudang Farmasi Rumah Sakit X sudah baik, namun perbaikan perlu dilakukan pada penggunaan data logger dan pelatihan formal bagi penanggung jawab.
Uji Aktivitas Vasodilatasi Ekstrak Etanol Buah Okra (Abelmoschus Esculentus) dengan Parameter Kadar Nitrit Oksida (NO) Hafidah, Hafidah; Purwidyaningrum, Ika; Keswara, Yane Dila
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.553

Abstract

Penyakit jantung iskemik (IHD) adalah suatu kondisi medis jantung tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup karena adanya penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner. Efek vasodilatasi pada IHD dapat membantu mengatasi beberapa komplikasi yang timbul dari penyakit ini. Buah okra (Abelmoschus esculentus) merupakan tanaman yang berpotensi memberikan efek vasodilatasi karena mengandung kuersetin. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas ekstrak buah okra (Abelmoschus esculentus) dan dosis efektifnya dalam memberikan efek vasodilatasi. Buah okra diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Sprague Dawley dengan variasi tiga dosis ekstrak buah okra yaitu dosis 75 mg/kg bb, 150 mg/kg bb, dan 300 mg/kg bb. Digunakan kontrol positif Isosorbide mononitrat dan kontrol negatif CMC 0,5%. Aktifitas vasodilatasi ekstrak buah okra diamati melalui parameter kadar nitrit oxide. Data hasil pengamatan dari masing-masing parameter dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol buah okra (Abelmoschus esculentus) dapat memberikan aktivitas efek vasodilatasi terhadap tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Sprague Dawley. Ekstrak buah okra yang memiliki dosis paling efektif adalah dosis 75 mg/kg bb tikus.
Pengkajian Rasionalitas Antibiotika Pada Pasien Ispa Dengan Metode Gyssens Di Puskesmas Wilayah Surakarta Waty, Carolina Eka; Aditya P, Avianti Eka Dewi; Keswara, Yane Dila
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.2038

Abstract

Background: The irrational use of antibiotics in upper respiratory tract infections is one of the causes of the high rate of resistance in the community. Antibiotics are a treatment that is still often used in prescription by doctors even though most of the causes of upper respiratory tract infections are viruses. The success of ARI therapy really depends on the accuracy of using antibiotics. The purpose of this study was to evaluate the use of antibiotics with the Gyssens method in patients with ARD in outpatient pharmacy installations in the Surakarta health center. Methods: Non-experimental research with cross sectional design with retrospective data collection techniques from patient medical records at the Surakarta Regional Health Center. Results: The results showed 76.4% of the rationality of the accuracy of the use of antibiotics in patients with ARD at the outpatient pharmacy installation at the Surakarta health center and 23.6% of the use of antibiotics was irrational which consisted of inappropriate doses and intervals, and there were alternative drugs that were more effective and cheaper. Antibiotics were also incorrectly dosed by 23%. Conclusion: The rationality for the appropriate use of antibiotics in patients who met the inclusion criteria was 516 patients. The highest use of antibiotics in ISPA patients was Amoxicillin, 442 patients, namely 85.7%, the second highest was Cefadroxil, namely 8.7%, 45 people and the third highest was Cefixime, namely 3.3%, 17 people. The accuracy of antibiotic use in outpatient ISPA patients in the Surakarta regional health center using the Gysens method was 76.4%, as many as 394 people used antibiotics rationally, and the inappropriate use of antibiotics was 23.6%, consisting of 9.3% of inappropriate antibiotic use, incorrect interval 0.2%, cheap and effective alternative drugs 10.3%, alternative drugs cheaper, effective but with inappropriate dosage 3.3%, alternative cheap, effective drugs and inappropriate intervals 0.4%, alternative cheap, effective drugs and inappropriate doses and intervals of 0.2%. Keywords : Antibiotic, ISPA, Drug accuracy, Accuracy of dosage
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Semarang Iktsiroh, Firna Fauzul; Keswara, Yane Dila; Laksmita, Meirisa Mona
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.841

Abstract

Antibiotik merupakan obat untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Penggunaan antibiotik yang tidak efektif dapat menjadi penyebab resistensi antibiotik. Salah satu strategi untuk menanggulangi permasalahan resistensi antibiotik diperlukan evaluasi penggunaan antibiotik untuk menentukan penggunaan obat secara bijak. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini yaitu melakukan observasi dan analisis terhadap pasien rawat inap di Rumah Sakit Kabupaten Semarang tahun 2022 dalam profil penggunaan antibiotik. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian observasional deskriptif dan metode pengumpulan data berupa retrospektif. Selanjutnya teknik untuk mengambil sampel mengimplementasikan purposive sampling dengan kriteria inklusi, yaitu pasien rawat inap yang didiagnosis penyakit infeksi bakteri, menjalani terapi antibiotik berkode Antibacterials for systemic use (J01), dan pasien rawat inap berusia 19-59 tahun. Sementara, kriteria ekslusi yaitu antibiotik yang digunakan tidak berkode ATC. Selanjutnya metode analisis data secara kuantitatif mengimplementasikan metode ATC/DDD (Anatomical Therapeutic Chemical/DefIned Daily Dose) dan DU 90% (Drug Utilizaton 90%). Temuan dalam penelitian ini merepresentasikan total penggunaan antibiotik sebesar 97,55 DDD/100 patien-days dengan total LOS (Lenght Of Stay) pasien yaitu 5456 hari. Antibiotik dengan nilai penggunaan tertinggi pada antibiotik spektrum luas golongan sefalosporin generasi 3 yaitu ceftriaxone sebesar 34,95 DDD/100 patien-days. Kemudian, untuk antibiotik yang masuk ke dalam segmen DU 90% diantaranya ceftriaxone (35,83%), levofloxacin parenteral (35,27%), ampicillin sulbactam (13,37%), dan levofloxacin oral (4,56%), sehingga perlu lebih ditekankan terkait evaluasi, perencanaan pengadaan obat, serta pengendalian penggunaannya.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Rawat Inap di Rumah Sakit X Provinsi Jawa Tengah Purnamasari, Selin Aprilliana; Keswara, Yane Dila; Reiza, Zenita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia 
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v11i2.927

Abstract

Evaluasi penggunaan antibiotik menjadi langkah penting dalam memastikan efektivitas terapi serta mencegah terjadinya resistensi mikroba, terutama di negara berkembang yang masih menghadapi tingginya angka infeksi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di rumah sakit X Provinsi Jawa Tengah menggunakan metode ATC/DDD dan DU 90%. Studi ini bersifat deskriptif retrospektif dengan purposive sampling pada 616 pasien usia 19–59 tahun yang terdiagnosis infeksi bakteri dan mendapat terapi antibiotik ATC J01 pada periode Januari – Desember 2021. Tiga antibitoik dengan nilai DDD/100 patients-day tertinggi adalah Levofloxacin parenteral (59,59), Ceftriaxon (17,09), dan Azitromicin parenteral (8,28). Antibiotik yang masuk dalam segmen DU 90%, antara lain Levofloxacin parenteral, Ceftriaxone, Azitromicin parenteral, Metronidazole parenteral, dan Meropenem parenteral. Pola ini memperlihatkan dominasi penggunaan antibiotik parenteral berspektrum luas sebagai terapi empiris pada kasus infeksi, yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya resistensi mikroba. Oleh karena itu, perlunya evaluasi berkelanjutan untuk mendukung penggunaan antibiotik yang rasional di rumah sakit.