Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EVALUASI PENYIMPANAN OBAT RANTAI DINGIN DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT X KOTA SURAKARTA Damayanti, Distia; Keswara, Yane Dila; Widyaningrum, Riana
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41557

Abstract

Penyimpanan obat rantai dingin (cold chain) memiliki peranan penting dalam menjaga kualitas dan efektivitas produk farmasi, terutama yang memerlukan suhu tertentu selama distribusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyimpanan obat rantai dingin (cold chain) di Gudang Farmasi Rumah Sakit X Kota Surakarta. Penelitian deskriptif evaluatif ini menggunakan metode observasi dan wawancara terstruktur yang dilaksanakan pada bulan September hingga November 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan rantai dingin di gudang farmasi telah memenuhi sebagian besar standar, termasuk kualifikasi penanggung jawab yang merupakan tenaga kesehatan. Namun, hasil evaluasi juga mengindikasikan bahwa penanggung jawab belum mengikuti pelatihan formal terkait pengelolaan rantai dingin. Ruang penyimpanan obat sudah sesuai dengan standar, terhindar dari paparan sinar matahari langsung dan risiko cuaca ekstrem. Ketersediaan alat seperti chiller, freezer, dan termometer juga memenuhi standar BPOM. Tingkat kesesuaian suhu dengan penggunaan data logger hanya 52,96% karena masalah teknis seperti alat yang membeku atau kabel terlepas, sedangkan kesesuaian suhu yang tercatat pada grafik pencatatan manual mencapai 100%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum, penyimpanan obat rantai dingin di Gudang Farmasi Rumah Sakit X sudah baik, namun perbaikan perlu dilakukan pada penggunaan data logger dan pelatihan formal bagi penanggung jawab.
Uji Aktivitas Vasodilatasi Ekstrak Etanol Buah Okra (Abelmoschus Esculentus) dengan Parameter Kadar Nitrit Oksida (NO) Hafidah, Hafidah; Purwidyaningrum, Ika; Keswara, Yane Dila
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v10i2.553

Abstract

Penyakit jantung iskemik (IHD) adalah suatu kondisi medis jantung tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup karena adanya penyempitan atau sumbatan pada arteri koroner. Efek vasodilatasi pada IHD dapat membantu mengatasi beberapa komplikasi yang timbul dari penyakit ini. Buah okra (Abelmoschus esculentus) merupakan tanaman yang berpotensi memberikan efek vasodilatasi karena mengandung kuersetin. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas ekstrak buah okra (Abelmoschus esculentus) dan dosis efektifnya dalam memberikan efek vasodilatasi. Buah okra diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Penelitian ini menggunakan hewan uji tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Sprague Dawley dengan variasi tiga dosis ekstrak buah okra yaitu dosis 75 mg/kg bb, 150 mg/kg bb, dan 300 mg/kg bb. Digunakan kontrol positif Isosorbide mononitrat dan kontrol negatif CMC 0,5%. Aktifitas vasodilatasi ekstrak buah okra diamati melalui parameter kadar nitrit oxide. Data hasil pengamatan dari masing-masing parameter dianalisis dengan menggunakan one way ANOVA. Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol buah okra (Abelmoschus esculentus) dapat memberikan aktivitas efek vasodilatasi terhadap tikus putih (Rattus novergicus) jantan galur Sprague Dawley. Ekstrak buah okra yang memiliki dosis paling efektif adalah dosis 75 mg/kg bb tikus.
Pengkajian Rasionalitas Antibiotika Pada Pasien Ispa Dengan Metode Gyssens Di Puskesmas Wilayah Surakarta Waty, Carolina Eka; Aditya P, Avianti Eka Dewi; Keswara, Yane Dila
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 5 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v5i2.2038

Abstract

Background: The irrational use of antibiotics in upper respiratory tract infections is one of the causes of the high rate of resistance in the community. Antibiotics are a treatment that is still often used in prescription by doctors even though most of the causes of upper respiratory tract infections are viruses. The success of ARI therapy really depends on the accuracy of using antibiotics. The purpose of this study was to evaluate the use of antibiotics with the Gyssens method in patients with ARD in outpatient pharmacy installations in the Surakarta health center. Methods: Non-experimental research with cross sectional design with retrospective data collection techniques from patient medical records at the Surakarta Regional Health Center. Results: The results showed 76.4% of the rationality of the accuracy of the use of antibiotics in patients with ARD at the outpatient pharmacy installation at the Surakarta health center and 23.6% of the use of antibiotics was irrational which consisted of inappropriate doses and intervals, and there were alternative drugs that were more effective and cheaper. Antibiotics were also incorrectly dosed by 23%. Conclusion: The rationality for the appropriate use of antibiotics in patients who met the inclusion criteria was 516 patients. The highest use of antibiotics in ISPA patients was Amoxicillin, 442 patients, namely 85.7%, the second highest was Cefadroxil, namely 8.7%, 45 people and the third highest was Cefixime, namely 3.3%, 17 people. The accuracy of antibiotic use in outpatient ISPA patients in the Surakarta regional health center using the Gysens method was 76.4%, as many as 394 people used antibiotics rationally, and the inappropriate use of antibiotics was 23.6%, consisting of 9.3% of inappropriate antibiotic use, incorrect interval 0.2%, cheap and effective alternative drugs 10.3%, alternative drugs cheaper, effective but with inappropriate dosage 3.3%, alternative cheap, effective drugs and inappropriate intervals 0.4%, alternative cheap, effective drugs and inappropriate doses and intervals of 0.2%. Keywords : Antibiotic, ISPA, Drug accuracy, Accuracy of dosage