Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Dari Episteme ke Praxis: Peran Filsafat Ilmu dalam Evolusi Teori Manajemen dari Klasik hingga Kontemporer Nurfitriani; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6723

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengidentifikasi dan menganalisis fondasi filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) yang mendasari mazhab-mazhab utama teori manajemen, (2) Menelusuri keterkaitan antara perkembangan filsafat ilmu dengan evolusi dan pergeseran paradigma dalam teori manajemen, dan (3) Menunjukkan implikasi dari kesadaran filosofis ini terhadap validitas, penerapan, dan pengembangan teori manajemen di masa depan. Pendahuluan: Teori manajemen seringkali dikaji hanya dari aspek teknis dan kontekstualnya, tanpa menelisik fondasi filosofis yang melandasi setiap pergeseran paradigma. Artikel ini berargumen bahwa evolusi teori manajemen merupakan refleksi dan turunan dari perkembangan dalam filsafat ilmu. Dengan menganalisis hubungan antara keduanya, penelitian ini berupaya memberikan kerangka pemahaman meta-teoretis yang lebih menyeluruh terhadap tubuh pengetahuan manajemen. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian historis-filosofis. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap sumber primer dan sekunder dari literatur kanonik teori manajemen dan filsafat ilmu. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis isi filosofis dan analisis konseptual historis, menggunakan lensa kerangka ontologi-epistemologi-aksiologi untuk membedah dan membandingkan setiap mazhab pemikiran secara sistematis. Hasil dan Pembahasan: Analisis mengungkap pola pergeseran paradigma filosofis yang mendasari evolusi teori manajemen: (1) Era Klasik (Taylor, Fayol, Weber) berlandaskan positivisme dengan realisme naif dan epistemologi objektivistik; (2) Era Humanistik (Mayo, McGregor) mengadopsi pragmatisme dan awal interpretivisme, memasukkan subjektivitas manusia; (3) Era Modern (Sistem & Kontingensi) didasari realisme kritis, menekankan kompleksitas dan konteks; (4) Era Kontemporer (Budaya, Sensemaking, Kritikal) berfondasikan konstruktivisme sosial dan postmodernisme, yang memandang organisasi sebagai konstruksi wacana dan kekuasaan. Setiap pergeseran ini merepresentasikan "revolusi paradigma" yang mengubah asumsi dasar tentang realitas, pengetahuan, dan nilai dalam praktik manajemen. Kesimpulan: Perkembangan teori manajemen secara intrinsik terikat pada evolusi pemikiran filsafat ilmu. Kesadaran akan landasan filosofis ini bersifat krusial untuk pengembangan teori yang koheren dan penerapan praktik yang reflektif. Ke depan, vitalitas ilmu manajemen bergantung pada kedalaman integrasi antara refleksi filosofis (episteme) dan inovasi praktis (praxis), serta kemampuan untuk menjawab tantangan ontologis, epistemologis, dan etis di era kompleksitas.
Perubahan Paradigma dalam Ilmu Manajemen: Analisis Filsafat Ilmu dari Taylorisme ke Era Digital Umi Kulsum; Muhardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis evolusi teori manajemen dari perspektif filsafat ilmu, khususnya dengan menerapkan kerangka perubahan paradigma Thomas S. Kuhn, dari era Taylorisme hingga transformasi digital saat ini. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan pergeseran fundamental dalam asumsi ontologis (hakikat realitas organisasi), epistemologis (cara memperoleh pengetahuan yang valid), dan aksiologis (nilai-nilai yang mendasari) yang menandai setiap peralihan paradigma, serta merefleksikan implikasi filosofis dari emergensi paradigma digital bagi ilmu manajemen. Pendahuluan menjelaskan bahwa perkembangan ilmu manajemen bukanlah akumulasi pengetahuan yang linier, melainkan serangkaian revolusi paradigmatik yang dipicu oleh anomali dan krisis, dengan era digital sebagai katalis perubahan paling signifikan.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif interpretatif dengan pendekatan studi teoretis. Analisis dilakukan melalui telaah filosofis terhadap teks-teks seminal dari setiap era paradigmatik (Taylorisme, Human Relations, Sistem, Kontingensi, hingga literatur Manajemen Digital) dengan menerapkan lensa tiga pertanyaan filosofis (ontologi, epistemologi, aksiologi) dan kerangka revolusi ilmiah Kuhn. Hasil dan Pembahasan menunjukkan bahwa perjalanan ilmu manajemen diawali oleh paradigma Taylorisme yang bercirikan ontologi mekanistik, epistemologi positivis, dan aksiologi efisiensi. Krisis yang ditimbulkan anomali (seperti Eksperimen Hawthorne) melahirkan paradigma tandingan (Human Relations dan lainnya) yang menggeser fokus ke aspek sosial dan kontingensi. Revolusi era digital kini melahirkan paradigma baru yang sedang terbentuk, dengan ontologi jaringan dan ekosistem cair, epistemologi abduktif-berbasis data (data-driven abduction), dan aksiologi yang menekankan kelincahan (agility) dan inovasi. Pembahasan mengkritisi bahwa kondisi saat ini merupakan fase transisi paradigmatik yang ditandai hibriditas dan ketegangan antara logika lama dan baru. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa evolusi teori manajemen merupakan sejarah perubahan paradigma yang bersifat revolusioner. Pemahaman akan asumsi filosofis di balik setiap paradigma merupakan keharusan bagi akademisi dan praktisi untuk bernavigasi secara kritis dan adaptif dalam dunia manajemen kontemporer yang kompleks. Tantangan ke depan terletak pada menjawab pertanyaan etis-epistemologis dari paradigma data-disrupsi dan mensintesiskan tuntutan digital dengan imperatif keberlanjutan