Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Penerapan Teknologi IoT bagi Budidaya Jamur dan Hidroponik untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Farm Education Sragen Aan Sofyan; Dedy Ari Prasetya; Farid Adi Prasetya; Suranto; Nendy Akbar Rozaq Rais; Agus Marimin
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19505

Abstract

Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dilaksanakan di Family Farm yang berlokasi di Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian terpadu. Mitra kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) RT 13, dengan fokus pengembangan budidaya lele berbasis Internet of Things (IoT), jamur tiram IoT, dan hidroponik organik sistem aquaponik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, memperkuat manajemen usaha, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, transfer teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Teknologi yang diterapkan berupa sensor suhu dan kelembaban otomatis pada kumbung jamur, sistem monitoring berbasis aplikasi, serta instalasi hidroponik organik dengan pemanfaatan limbah air kolam lele sebagai sumber nutrisi tanaman. Pendekatan partisipatif digunakan agar anggota KWT terlibat aktif dalam proses perencanaan hingga evaluasi program. Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta lintas disiplin baik mahasiswa dan dosen (Ilmu Pangan dan Gizi, Teknik Elektro, dan Manajemen) bersama masyarakat mitra. Hasil akhir menunjukkan peningkatan kapasitas produksi jamur dan pengembangan hidroponik selada. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, tata kelola usaha. PKM di Family Farm berhasil menciptakan model usaha terpadu berbasis IoT yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara nyata.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI SYARIAH DALAM PELAYANAN PEMBIAYAAN PERUMAHAN Kajian Fenomenologis pada BTN Syariah Solo : Kajian Fenomenologis pada BTN Syariah Solo Hisyam Mubarok; Agus Marimin; Sumadi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i3.19678

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Sharia values in housing financing services at BTN Syariah Solo using a phenomenological approach. The research employed a qualitative, phenomenological design to understand the experiences and meanings constructed by customers and employees regarding Islamic housing financing services. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using Moustakas’ phenomenological framework, including epoche, horizontalization, clustering themes, textural description, and structural description. The findings reveal that the implementation of Sharia values is reflected in the use of Sharia-compliant contracts, supervision by the Sharia Supervisory Board (DPS), transparent information practices, and service practices grounded in honesty and justice. The phenomenological findings indicate that customers perceive Islamic housing financing not merely as a means of acquiring a house but also as a way to attain inner peace (tuma’ninah) and blessings in family life. However, limited Islamic financial literacy remains a challenge, as some customers still struggle to distinguish between profit margins and conventional interest. Furthermore, service digitalization has been perceived as an important factor in enhancing transparency, accountability, and customer trust in Islamic banking institutions. This study highlights that the success of Islamic service delivery is determined not only by compliance with Sharia regulations and contracts but also by the institution’s ability to provide spiritual, educational, and social benefits that customers genuinely experience.