Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Penerapan Teknologi IoT bagi Budidaya Jamur dan Hidroponik untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan di Farm Education Sragen Aan Sofyan; Dedy Ari Prasetya; Farid Adi Prasetya; Suranto; Nendy Akbar Rozaq Rais; Agus Marimin
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19505

Abstract

Kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dilaksanakan di Family Farm yang berlokasi di Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, sebagai upaya pemberdayaan masyarakat berbasis pertanian terpadu. Mitra kegiatan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) RT 13, dengan fokus pengembangan budidaya lele berbasis Internet of Things (IoT), jamur tiram IoT, dan hidroponik organik sistem aquaponik. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat, memperkuat manajemen usaha, serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan. Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, transfer teknologi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Teknologi yang diterapkan berupa sensor suhu dan kelembaban otomatis pada kumbung jamur, sistem monitoring berbasis aplikasi, serta instalasi hidroponik organik dengan pemanfaatan limbah air kolam lele sebagai sumber nutrisi tanaman. Pendekatan partisipatif digunakan agar anggota KWT terlibat aktif dalam proses perencanaan hingga evaluasi program. Kegiatan ini melibatkan tim dosen dan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta lintas disiplin baik mahasiswa dan dosen (Ilmu Pangan dan Gizi, Teknik Elektro, dan Manajemen) bersama masyarakat mitra. Hasil akhir menunjukkan peningkatan kapasitas produksi jamur dan pengembangan hidroponik selada. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan, keterampilan, tata kelola usaha. PKM di Family Farm berhasil menciptakan model usaha terpadu berbasis IoT yang efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat desa secara nyata.
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI SYARIAH DALAM PELAYANAN PEMBIAYAAN PERUMAHAN Kajian Fenomenologis pada BTN Syariah Solo : Kajian Fenomenologis pada BTN Syariah Solo Hisyam Mubarok; Agus Marimin; Sumadi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i3.19678

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Sharia values in housing financing services at BTN Syariah Solo using a phenomenological approach. The research employed a qualitative, phenomenological design to understand the experiences and meanings constructed by customers and employees regarding Islamic housing financing services. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using Moustakas’ phenomenological framework, including epoche, horizontalization, clustering themes, textural description, and structural description. The findings reveal that the implementation of Sharia values is reflected in the use of Sharia-compliant contracts, supervision by the Sharia Supervisory Board (DPS), transparent information practices, and service practices grounded in honesty and justice. The phenomenological findings indicate that customers perceive Islamic housing financing not merely as a means of acquiring a house but also as a way to attain inner peace (tuma’ninah) and blessings in family life. However, limited Islamic financial literacy remains a challenge, as some customers still struggle to distinguish between profit margins and conventional interest. Furthermore, service digitalization has been perceived as an important factor in enhancing transparency, accountability, and customer trust in Islamic banking institutions. This study highlights that the success of Islamic service delivery is determined not only by compliance with Sharia regulations and contracts but also by the institution’s ability to provide spiritual, educational, and social benefits that customers genuinely experience.
E-Pallet: Transformasi Digital Peningkatan Budidaya Lele Berbasis IoT dan Panel Suya Bagi Ketahanan Pangan Dedi Ary Prasetyo; Farid Adi Prasetya; Amin Sulistyanto; Suranto; Agus Marimin
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.18490

Abstract

Kelompok Tani Lele Agro Farm didesa Karanganyar RT 13 Plupuh Sragen, memiliki potensi bidang perikanan, khususnya budidaya lele. Terdapat 20 anggota petani lele memanfaatkan pekarangan seluas 1000 meter, saat ini terdapat budidaya lele dan gurami. Kelompok tani lele bertujuan; (a) memenuhi kebutuhan protein hewani dengan pemanfaatan lahan warga. (b) usaha budidaya lele saat ini secara konvensional, beralih ke transformasi teknologi tepat guna melalui IoT (internet o things) dengan hemat ramah lingkungan panel surya. Permasalahan: (1) Aspek produksi meliputi: (a) jumlah budidaya masih sedikit, dibutuhkan jumlah budidaya lele yang lebih meningkat; (b) pemanfaatan lahan bagi peningkatan kapasitas produksi, (c) budidaya lele konvensional menuju transformasi IoT, panel surya. (2) Aspek manajemen dan pemasaran, meliputi: (a) manajemen tata kelola usaha, (b) penguatan semangat usaha bersama, (c) strategi pemasaran hasil panen. Pendekatan kegiatan dengan metode partisipatif interaktif, alih dan transfer teknologi, pengetahuan, ketrampilan, difusi Ipteks dan entrepreneurship capacity building di bingkai dalam e-pallet peningkatan produksi, kuantitas dan kualitas hasil panen bagi ketahanan pangan. Tahapan kegiatan, melalui: persiapan, pelaksanaan, monev, laporan hasil dan laporan luaran. Hasil pengabdian: (a) terwujud peningkatan kapasitas produksi, peningkatan pendapatan, dan kualitas produksi, (b) penguatan mental wirausaha, motivasi manajemen usaha, tata kelola, dan pemasaran. Keywords: e-pallet, peningkatan, kuantitas, kualitas, ketahanan, pangan
Pendampingan Manajemen Keuangan UMKM: Penerapan Sistem Pembukuan untuk Menunjang Kinerja Keuangan Cafe Mon Kopi Sukoharjo Hadi Samanto; Tira Nur Fitria; Muhammad Cholis; Dewi Muliasari; Hetining Setyowati; Agus Marimin; Sri Laksmi Pardanawati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2026): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v8i1.19179

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat di Cafe Mon Kopi yang dilaksanakan pada bulan Maret 2025 untuk meningkatkan pengelolaan keuangan melalui penerapan sistem pembukuan yang lebih efisien dan terstruktur. Sasaran kegiatan mencakup pemilik dan manajemen Mon Kopi, karyawan yang terlibat dalam operasional harian, dosen dan mahasiswa sebagai pelaksana, serta masyarakat sekitar yang merasakan dampak tidak langsung dari peningkatan kualitas layanan dan produk. Kegiatan ini meliputi pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi, survei, dan analisis laporan keuangan terdahulu sebagai dasar perancangan sistem pembukuan yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Mon Kopi, beberapa kendala ditemukan, seperti kurangnya pemahaman pemilik dan karyawan mengenai akuntansi dan pembukuan, keterbatasan waktu untuk adaptasi terhadap sistem baru, rendahnya keterampilan dalam menyusun laporan keuangan, serta ketidakpastian dalam pemantauan keberlanjutan sistem pembukuan. Semua kendala ini diatasi melalui penyuluhan, pendampingan langsung, pendekatan bertahap dalam penerapan sistem, pelatihan lanjutan, penyediaan template Excel, serta monitoring dan mekanisme umpan balik berkala untuk memastikan keberlanjutan penerapan sistem pembukuan yang efisien. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara sistematis melalui tahapan persiapan, sosialisasi dan penyuluhan, implementasi sistem pembukuan digital menggunakan Microsoft Excel, monitoring dan evaluasi, serta penyusunan laporan akhir dan rekomendasi. Seluruh proses didokumentasikan dan disosialisasikan kepada masyarakat sekitar untuk memberikan wawasan tentang pentingnya pengelolaan keuangan yang baik. Dengan penerapan sistem pembukuan yang lebih terstruktur, Mon Kopi diharapkan mampu meningkatkan akurasi laporan keuangan, mengurangi kesalahan pencatatan, mengelola arus kas lebih efisien, serta mendukung keberlanjutan dan pengembangan usaha secara optimal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan sistem pembukuan berbasis Microsoft Excel, disertai pelatihan dan pendampingan, berhasil meningkatkan pemahaman pemilik dan karyawan mengenai akuntansi dasar, pencatatan transaksi, dan penyusunan laporan keuangan secara akurat. Sistem ini membantu memantau arus kas, mengendalikan biaya, dan menyusun laporan laba rugi, neraca, serta arus kas secara tepat waktu. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan pengelolaan keuangan Mon Kopi, sekaligus menjadi pengalaman praktis bagi peserta kegiatan dalam menerapkan ilmu akuntansi dan ekonomi secara nyata.
ANALISIS PERAN SERTA PEMAHAMAN E-COMMERCE BAGI SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENGEMBANGKAN PERBANKAN BERBASIS SYARIAH DI INDONESIA Harry Wihartanto Sudewo; Sumadi; Sri Walyoto; Agus Marimin
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i1.19119

Abstract

Provides an illustration that related to the development of sharia banking requires active marketing based on information technology that is capable of introducing and expanding the network of sharia banking products in the community. Regulation of the Financial Services Authority of the Republic of Indonesia Number 11/POJK.03/2022 concerning the Implementation of Information Technology by Commercial Banks. Related to this, e-commerce or in the Indonesian dictionary means Electronic Commerce or e-commerce is all buying and selling activities or transactions carried out using electronic media (the internet). Even though telephones and television are included as electronic means, e-commerce now refers more to digital technology or the internet. This is a challenge in itself for sharia-based economic actors, especially sharia banking, in following developments in information technology that are in accordance with the basic principles of the sharia economy itself. As well as innovative human resources and knowledge of information technology that can be used in introducing and obtaining active marketing related to sharia-based banking products themselves.
ANALISIS PENGARUH ETIKA BISNIS ISLAM TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PELANGGAN TOKO KENCANA WANGI KARANGANYAR Anwar Achmadi; Muhammad Tho’in; Agus Marimin
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i2.19636

Abstract

This study aims to examine the influence of Islamic business ethics dimensions (Shiddiq, Amanah, Tabligh, and Fathonah) on customer satisfaction at Kencana Wangi Store, Karanganyar. A quantitative approach was employed with the Slovin formula to determine 55 respondents from a population of 120 customers. Data were collected through a Likert scale 1-5 questionnaire and analyzed using multiple linear regression with SPSS. Results show that simultaneously all four dimensions significantly influence customer satisfaction (F = 35.111; Sig. 0.000; R² = 0.737). Partially, Amanah (t = 2.888; Sig. 0.006) and Fathonah (t = 3.940; Sig. 0.000) have a positive and significant effect, while Shiddiq (Sig. 0.340) and Tabligh (Sig. 0.374) are not significant. Fathonah is the most dominant variable with the highest Beta value of 0.503. These findings underscore the importance of developing staff competence and professionalism in enhancing Islamic values-based customer satisfaction.
PERAN E-COMMERCE DALAM PERSPEKTIF EKONOMI SYARIAH Dwi Priyadi; Agus Marimin; Wikan Budi Utami
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i4.19725

Abstract

The rapid development of e-commerce has transformed commercial activities into a more efficient and accessible digital trading system. However, digital transactions also present challenges related to compliance with Islamic economic principles, including the potential presence of riba, gharar, and a lack of transparency in transactions. This study aims to analyze the role of e-commerce from the perspective of Islamic economics, examine the implementation of Sharia principles on e-commerce platforms in Indonesia, and identify the challenges to their development. The study employed a descriptive qualitative approach using library research and document analysis. Data were collected from secondary sources, including books, scientific articles, regulations, fatwas, and official institutional reports, and analyzed using thematic content analysis. The findings indicate that e-commerce plays an important role in expanding market access, empowering micro, small, and medium enterprises (MSMEs), enhancing Islamic financial literacy, and supporting the development of the halal economic ecosystem. The implementation of Sharia principles is reflected in the provision of halal products, the application of valid Islamic contracts, transparent transaction mechanisms, and interest-free financial services. Nevertheless, the development of Sharia e-commerce continues to face challenges, including limited Sharia digital literacy, the absence of comprehensive operational standards, and the need to strengthen Sharia compliance supervision. Therefore, collaboration among the government, regulators, business actors, and Islamic financial institutions is essential to establish a transparent, inclusive, and sustainable Sharia e-commerce ecosystem.
Persepsi dan Literasi Nasabah terhadap Minat Menabung pada Konversi akan Pergantian BPR ke BPRS PT PBR BKK Tasikmadu (Perseroda) Rini Dwi Hastuti; Agus Marimin; Sumadi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam Vol. 12 No. 4 (2026): Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam
Publisher : ITB AAS INDONESIA Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jiei.v12i4.19735

Abstract

This study examined the influence of customer perception and financial literacy on saving interest during the conversion of PT BPR BKK Tasikmadu (Perseroda) into an Islamic Rural Bank (BPRS). The analysis focused on the effect of each variable individually as well as their simultaneous effect. This research used a quantitative approach based on primary data collected through questionnaire distribution. From a total population of 590 customers, 100 respondents were selected as the sample using simple random sampling. The data were analyzed using SPSS through validity testing, reliability testing, classical assumption testing, and hypothesis testing. The results showed that customer perception had a positive and significant effect on saving interest with a significance value of 0.003. Financial literacy also showed a positive and significant effect with a significance value of 0.000. Simultaneously, both variables significantly influenced saving interest with a significance value of 0.000. The Adjusted R Square value of 0.685 indicates that 68.5% of the variation in saving interest can be explained by the two independent variables tested, while the remaining 31.5% is influenced by factors outside this study.