Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pendampingan pembuatan arang batok kelapa dengan motode vacum di desa Korleko kabupaten Lombok Timur Muanah Muanah; Suwati Suwati; Marianah Marianah; Basirun Basirun; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24169

Abstract

Abstrak Hingga saat ini permintaan kopra kelapa semakin meningkat karena dalam penjualan jarak jauh kopra tersebut tidak mengalami kerusakan sehingga para petani kelapa semakin meminatinya. Selain tingginya permintaan, pengolahan kopra menghasilkan limbah berupa tempurung kelapa. Belakangan ini masyarakat Desa Korleko mengolah batok kelapa menjadi arang. Dalam pengolahannya menimbulkan beberapa kendala karena asapnya mengganggu lingkungan. Maka berdasarkan hasil survei, tim pelaksana dan mitra kegiatan mengatasi permasalahan tersebut dengan memberikan bantuan pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis 24 Agustus 2023 ini diikuti oleh 24 peserta. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap yaitu penyuluhan dan pelatihan atau praktek pembuatan arang dengan metode vakum. Kegiatan yang dilaksanakan berjalan dengan lancar, hal ini terlihat dari antusiasme peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat sebesar 90% karena pada dasarnya pengetahuan terkait pembuatan arang sudah ada di mitra, namun metode pembakaran vakum merupakan teknologi baru bagi mitra. Pembuatan arang dengan cara ini juga mampu meningkatkan jumlah produksi sebesar 50% dari sebelumnya dan arang yang dihasilkan lebih baik atau berkualitas karena potensi menjadi abu sangat kecil. Kata kunci: batok kelapa; arang; metode vakum.Abstract Until now, the demand for coconut copra is increasing because in long distance sales the copra is not damaged, so coconut farmers are increasingly interested in it. Apart from the high demand, copra processing produces waste called coconut shells. Recently, people in Korleko Village have processed coconut shells into charcoal. In processing it causes several problems because the smoke disturbs the environment. So, based on the survey results, the implementation team and activity partners solved this problem by providing assistance in making charcoal using the vacuum method. The activity carried out on Thursday 24 August 2023 was attended by 24 participants. Activities were carried out in two stages, namely counseling and training or practice in making charcoal using the vacuum method. The activities carried out ran smoothly, this could be seen from the enthusiasm of the participants during the activities. The results obtained from this activity were able to increase the community's knowledge and skills by 90% because basically the knowledge related to making charcoal already existed with the partners, but the vacuum burning method was a new technology for the partners. Making charcoal using this method is also able to increase the amount of production by 50% from before and the charcoal produced is better or of better quality because the potential for it to become ash is very small. Keywords: coconut shell; charcoal; vacuum method.
Pengupahan dan Kesejahteraan dalam Perspektif Islam Novi Yanti Sandra Dewi
Econetica: Jurnal Sosial, Ekonomi, dan Bisnis Vol. 1 No. 2 (2019): November 2019
Publisher : Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi Universitas Nahdlatul UlamaNusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0602/econetica.v1i2.86

Abstract

ABSTRAK Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain, sehingga pada setiap manusia ada dorongan untuk berinteraksi dengan orang lain. Salah satu interaksi yang dilakukan oleh manusia dengan orang lain adalah dengan membangun hubungan kerja. Manusia bekerja sama dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, kolaborasi ini terjadi antara dua pihak yang saling membutuhkan. Salah satu pihak yang menyediakan layanan atau tenaga kerja disebut buruh. Sedangkan pihak lain yang menyediakan pekerjaan disebut majikan. Kolaborasi ini menghasilkan upah yang harus dibayar oleh pengusaha kepada pekerja. Upah untuk pekerja adalah sejumlah uang atau barang yang diterima pada waktu tertentu. Islam sangat memperhatikan masalah upah, ini terbukti dari penentuan tingkat upah minimum untuk pekerja dengan memperhatikan nilai penetapan upah yang layak dan adil. Upah yang adil diberikan berdasarkan tunjangan yang diberikan oleh pekerja dalam pekerjaan tertentu, yang dipengaruhi oleh jumlah uang yang diterima dan daya beli. Ini berarti upah pekerjaan harus sesuai dengan tunjangan yang diberikan oleh pekerja. Islam tidak merinci secara eksplisit tentang penetapan upah, ini terbukti dari tidak adanya ketentuan rinci dalam Al-Qur'an tentang upah minimum. Namun demikian penerapannya didasarkan pada pemahaman dan pemahaman teks-teks Alquran dan al-Hadits yang diwujudkan dalam prinsip-prinsip keadilan dan kelayakan. Allah SWT secara tegas mewajibkan majikan membayar upah para pekerja yang bekerja untuknya. Jumlah upah dalam Islam yang harus dibayar oleh majikan kepada pekerja didasarkan pada prinsip keadilan dan kelayakan, yang ditentukan melalui perjanjian yang didasarkan pada taradhin atau suka antara majikan dan pekerja. Penyimpangan upah dari aturan Islam menyebabkan pekerja merasa tidak puas dengan upah yang mereka terima. Padahal remunerasi dalam kerja sama sangat penting karena upah adalah bentuk remunerasi untuk tunjangan yang diberikan oleh pekerja di bidang pekerjaan tertentu. Memang remunerasi dalam pekerjaan bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan, tetapi ini tidak berarti bahwa remunerasi yang layak dan adil tidak mungkin. Remunerasi berdasarkan aturan Islam akan membawa kemakmuran, tidak hanya kesejahteraan materi tetapi juga kesejahteraan spiritual
Pelatihan penyusunan RPP berbasis kurikulum cinta sebagai upaya peningkatan kompetensi guru madrasah ibtidaiyah Aqodiah Aqodiah; Khaeruddin Said; Mustapa Ali; Baiq Ida Astini; Zaenudin Zaenudin; Muhiburrahman Muhiburrahman; Novi Yanti Sandra Dewi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38936

Abstract

AbstrakTransformasi pendidikan madrasah menuntut penguatan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi kognitif, tetapi juga mengintegrasikan nilai karakter secara sistematis dalam perencanaan pembelajaran. Namun, pada praktiknya, penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) masih cenderung bersifat administratif dan belum mengakomodasi integrasi nilai secara operasional. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menyusun RPP berbasis Kurikulum Berbasis Cinta. Kegiatan dilaksanakan di Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah dengan melibatkan 15 orang guru sebagai mitra sasaran. Metode yang digunakan meliputi workshop konseptual, pelatihan teknis penyusunan RPP, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test, observasi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru dengan rata-rata skor dari 54,3 menjadi 83,4 serta peningkatan keterampilan penyusunan RPP dari 53,2 menjadi 85,0. Secara kualitatif, terjadi perubahan paradigma guru dalam merancang pembelajaran dari yang berorientasi administratif menuju pembelajaran yang lebih holistik dengan integrasi nilai panca cinta dalam tujuan, kegiatan, dan asesmen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kompetensi guru serta dapat menjadi model penguatan pembelajaran berbasis nilai di madrasah. Kata kunci: kurikulum berbasis cinta; rencana pelaksanaan pembelajaran; kompetensi guru; pendidikan karakter; madrasah ibtidaiyah AbstractThe transformation of madrasah education requires strengthening learning processes that are not only cognitively oriented but also systematically integrate character values into lesson planning. However, in practice, lesson plans tend to be administrative in nature and have not yet accommodated the operational integration of values. This community service activity aims to improve teachers’ understanding and skills in developing lesson plans based on the Love-Based Curriculum. The activity was conducted at Madrasah Ibtidaiyah Al-Istiqomah, involving 15 teachers as target participants. The methods employed included conceptual workshops, technical training on lesson plan development, mentoring, and evaluation through pre-tests and post-tests, observation, and reflection. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding, with average scores increasing from 54.3 to 83.4, as well as an improvement in lesson plan development skills from 53.2 to 85.0. Qualitatively, there was a shift in teachers’ perspectives from administrative-oriented planning to more holistic learning design, integrating the five core values of love into learning objectives, activities, and assessment. This activity demonstrates that practice-based training is effective in enhancing teacher competence and can serve as a model for strengthening value-based learning in madrasahs. Keywords: love-based curriculum; lesson plan; teacher competence; character education; madrasah ibtidaiyah
The Economic Impact of Tourism and Infrastructure Development on Local Community Income: Case Study of Sembalun Tourism Destination Jumatul Aolia; Novi Yanti Sandra Dewi; Ahadiah Agustina; Mukhlishin
Owner : Riset dan Jurnal Akuntansi Vol. 10 No. 1 (2026): Article Research January 2026
Publisher : Politeknik Ganesha Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33395/owner.v10i1.3049

Abstract

ABSTRACT This study aims to explore the economic impact of tourism development and infrastructure development on the welfare of local communities in Sembalun Village. The research method used is a quantitative approach with a descriptive design. The variables analyzed include tourism economy and infrastructure development as independent variables, and local community income as the dependent variable. Data were collected through a survey using a questionnaire with random sampling technique, with a sample of 100 respondents. The results showed that the tourism economy sector contributed 61.7% to the increase in community income, while infrastructure development contributed 23.3%. Simultaneously, the two variables contributed 47.9% to community income. The findings are expected to contribute to the development of sustainable and equitable tourism policies, as well as provide useful perspectives for stakeholders in formulating tourism and infrastructure-based regional development strategies. Based on the research results, it is imperative for the government and stakeholders to strengthen investment in the tourism sector as well as mutually supportive infrastructure development. Improved facilities and quality of public services, such as accessibility, transportation infrastructure, as well as the development of tourist attractions, will accelerate local economic growth and improve community welfare. Therefore, collaboration between tourism development and infrastructure development is a crucial factor in realizing sustainable and inclusive regional development. Keywords: Tourism economy, infrastructure development, local community income, Sembalun, economic development
Pengaruh Branding Halal dan Faktor Kualitas Produk Kosmetik terhadap Loyalitas Konsumen Muslim di Lombok Zuriatul Azizah; Novi Yanti Sandra Dewi; Ahadiah Agustina
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 1 (2026): Article Research Maret 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i1.8043

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh branding halal dan kualitas produk kosmetik terhadap loyalitas konsumen Muslim di Lombok. Latar belakang penelitian didasarkan pada adanya kesenjangan studi yang belum banyak mengkaji perilaku konsumen Muslim dalam konteks sosial-keagamaan masyarakat Lombok yang dikenal religius serta menjadi destinasi wisata halal nasional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 119 responden Muslim yang menggunakan produk kosmetik halal. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, serta regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen, sedangkan branding halal tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Secara simultan, kedua variabel tetap memberikan kontribusi terhadap pembentukan loyalitas konsumen, dengan 33,5% variasi loyalitas dapat dijelaskan oleh model. Temuan ini menegaskan bahwa loyalitas konsumen Muslim tidak hanya dipengaruhi oleh nilai religius terkait kehalalan, tetapi juga sangat ditentukan oleh kualitas produk yang mampu memenuhi kebutuhan fungsional mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pemasaran kosmetik halal yang berbasis kualitas dan nilai spiritual Islam.
SAHABAT BUMI: SD RAMAH LINGKUNGAN DENGAN PROGRAM PEMILAHAN SAMPAH, BANK SAMPAH & DAUR ULANG Aqodiah Aqodiah; Baiq Ida Astini; Niswatun Hasanah; Ahadiah Agustina; Novi Yanti Sandra Dewi
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.35614

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Program Sahabat Bumi dilaksanakan di SD ‘Aisyiyah 1 Mataram sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan pada siswa sekolah dasar. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk budaya ramah lingkungan melalui tiga fokus utama, yaitu program pemilahan sampah, bank sampah, dan kegiatan daur ulang kreatif. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal, sosialisasi, pelatihan praktik, pendampingan, serta evaluasi berbasis partisipasi aktif guru dan siswa. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap perilaku siswa dalam pengelolaan sampah; sebelum pelaksanaan program hanya 23% siswa yang mampu memilah sampah dengan benar, meningkat menjadi 82% setelah program berjalan. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan tanggung jawab sosial, kemandirian, dan kreativitas siswa dalam memanfaatkan barang bekas menjadi produk bernilai guna. Secara keseluruhan, Sahabat Bumi menjadi model edukasi lingkungan yang efektif untuk diterapkan di sekolah dasar dalam rangka membentuk karakter peduli lingkungan dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).Kata kunci: Sahabat Bumi; Sekolah Ramah Lingkungan; Pemilahan Sampah; Bank Sampah; Daur Ulang. ABSTRACTThe Sahabat Bumi (Friends of the Earth) program was implemented at SD ‘Aisyiyah 1 Mataram as a community service initiative aimed at fostering environmental awareness among elementary school students. This program was designed to create an environmentally friendly school culture through three main activities: waste sorting, a school waste bank, and creative recycling projects. The implementation methods included preliminary observation, socialization, hands-on training, mentoring, and participatory evaluation involving both teachers and students. The results indicated a significant improvement in students’ waste management behavior from only 23% who correctly sorted waste before the program to 82% after implementation. Furthermore, the activities developed students’ sense of responsibility, independence, and creativity in reusing materials into functional products. Overall, Sahabat Bumi serves as an effective environmental education model for elementary schools to promote environmental awareness, responsible behavior, and support for the Sustainable Development Goals (SDGs).Keywords: Sahabat Bumi; Green School; Waste Sorting; Waste Bank; Recycling.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIVITAS INDUSTRI MINYAK KELAPA Novi Yanti Sandra Dewi; Muanah Muanah; Mursal Ghazali; Nurhayati Nurhayati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10810

Abstract

Abstrak: Kelapa menjadi komoditas yang paling banyak dihasilkan di Desa Tirtanadi. Salah satu produk turunan kelapa yaitu minyak kelapa yang diproduksi oleh Industri Kecil Menengah (IKM) Al-Iffah yang ada di Desa Tirtanadi. Akan tetapi, produk minyak kelapa ini dipasarkan secara konvensional dan belum menggunakan digital marketing. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan guna meningkatkan produktivitas industi minyak kelapa, dengan menguatkan sistem pemasaran yang memanfaatkan kemajuan teknologi. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan kepada IKM Al-Iffah berlokasi di Desa Tirtanadi, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, yang dihadiri 15 orang peserta. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi kegiatan, penyuluhan digital marketing, pelatihan membuat akun facebook resmi untuk bisnis dan berjualan di marketplace facebook, pelatihan membuat akun whatsapp resmi untuk bisnis dan membuat toko online di mobile marketplace shopee, serta evaluasi kegiatan. Pembuatan akun media sosial dan e-commerce ini sebagai media penjualan produk minyak kelapa dengan merk produk nadimu. Hasil dari kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan mitra terhadap digital marketing sebesar 20%.Abstract: Coconut is the most produced commodity in Tirtanadi Village. One of the coconut derivative products is coconut oil which is produced by the Al-Iffah Small and Medium Industry (IKM) in Tirtanadi Village. However, this coconut oil product is marketed conventionally and has not used digital marketing. This community service activity is carried out to increase the productivity of the coconut oil industry, by strengthening the marketing system that utilizes technological advances. This activity was carried out using a training method for IKM Al-Iffah located in Tirtanadi Village, East Lombok, West Nusa Tenggara, which was attended by 15 participants. The activity stages include socializing activities, digital marketing counseling, training to create an official Facebook account for business and selling on the Facebook marketplace, training to create an official WhatsApp account for businesses and creating an online shop on the Shopee mobile marketplace, as well as evaluating activities. The creation of this social media and e-commerce account as a medium for selling coconut oil products with the product brand Nadimu. The result of this activity is an increase in partner knowledge of digital marketing by 20%.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PEMURNIAN UNTUK PENINGKATAN KUALITAS MINYAK GORENG KELAPA PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA Nurhayati Nurhayati; Novi Yanti Sandra Dewi; Azhari Azhari; Hasri Kusuma Wardi; Asrul Huzair; Hety Maesaroh; Mursal Ghazali
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 3 (2023): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i3.14570

Abstract

Abstrak: Pengolahan minyak kelapa masih menghasilkan kualitas yang rendah. hal ini ditandai dengan kadar air yang tinggi, berbau tengik, warna yang keruh, dan masih terdapat endapan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas minyak kelapa dengan teknologi pemurnian. Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para pengolah minyak kelapa tentang aplikasi teknologi pemurnian. Mitra yang mengikuti kegiatan ini adalah kelompok pengolah minyak kelapa yang berjumlahkan 10 orang yang ada di Dusun Bilatepung Desa Beleka Kecamatan Gerung . Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan diantaranya: (1) Koordinasi dan sosialisasi kegiatan; (2) Penyuluhan teknologi pengolahan minyak kelapa dan aplikasi teknologi pemurnian pada proses pengolahan miyak kelapa; (3) Praktek produksi minyak kelapa dan implementasi teknik pemurnian pada minyak kelapa yang dihasilkan; dan (4) Monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra sebesar 80%. Kegiatan ini diharapkan dapat diimplementasikan untuk kmeningkatkan kualitas minyak kelapa yang diproduksi.Abstract: Coconut oil processing in Beleka Village still produces low quality. That is indicated by high water content, rancid smell, cloudy colors, and still precipitations. Therefore, it is necessary to improve the quality of coconut oil with purification technology. This service aims to increase the knowledge and skills of coconut oil processing by applying refining technology. Partners who participated in this activity were coconut oil processing groups in Bilatepung Hamlet, Beleka Village, and Gerung District. Implementing activities include (1) coordination and socialization of activities; (2) Counseling of coconut oil processing technology and applying refining technology in coconut oil; (3) Practice of coconut oil production and implementation of refining techniques in the resulting coconut oil; dan (4) Monitoring and evaluation. The results show that this service activity can increase partner knowledge and skills by 80%. This activity is expected to improve the quality of coconut oil produced.
DIVERSIFIKASI PRODUK BERBASIS LIMBAH KRESEK SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENDAPATAN PENGRAJIN GERABAH BANYUMULEK Novi Yanti Sandra Dewi; Muliatiningsih Muliatiningsih; Muanah Muanah; Muhammad Haikal Efendi; Imam Mabrur
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 6 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i6.27663

Abstract

Abstrak: Peningkatan pemanfaatan plastik untuk keperluan rumah tangga berdampak pada banyaknya sampah plastik yang dihasilkan sehingga menjadi penyumbang limbah yang tidak hanya sulit terurai secara alami, tetapi juga dapat mencemari lingkungan secara signifikan Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan produk gerabah yang inovatif dengan memanfaatkan limbah plastik kresek, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pemanfaatan limbah dan inovasi produk. Pelaksanaan kegiatan dimulai dari sosialisasi dan penyuluhan a, pelatihan aplikasi limbah plastik kresek pada gerabah serta tahap terakhir adalah evaluasi kegiatan yang dilakukan dengan memberikan kuisioner untuk diisi oleh mitra, yaitu ibu-ibu anggota kelompok Industri Rumah Tangga Muhajirin sebanyak 20 orang. Kegiatan ini berbasis pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas melalui diversifikasi produk. Diversifikasi produk berbasis limbah kresek telah menciptakan nilai tambah pada produk gerabah. Pengrajin berhasil meningkatkan estetika dan daya jual gerabah melalui penggunaan bahan dekoratif limbah plastik, yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga meningkatkan keterampilan pengrajin hingga 60%.Abstract: The increase in the use of plastic for household purposes has an impact on the amount of plastic waste produced so that it becomes a contributor to waste that is not only difficult to decompose naturally, but can also significantly pollute the environment This service activity aims to develop innovative pottery products by utilizing plastic waste, as well as increasing partners' knowledge and skills in waste utilization and product innovation. The implementation of activities starts from socialization and counseling, training in the application of plastic waste in pottery and the last stage is the evaluation of activities carried out by providing questionnaires to be filled in by partners namely 20 women members of the Muhajirin Household Industry group. This activity is based on community empowerment to increase productivity through product diversification. Product diversification based on crackle waste has created added value to pottery products. Craftsmen managed to improve the aesthetics and marketability of pottery through the use of plastic waste decorative materials, which not only reduced waste but also increased the skills of craftsmen by 60%.
Persepsi Dan Ekspektasi Wisatawan Muslim Terhadap Fasilitas Halal Di Destinasi Wisata Lombok Jumatul Aolia; Dira Meisyaqia Andriani; Putri Aulia; Novi Yanti Sandra Dewi; Ahadiah Agustina
Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata Vol. 8 No. 2 (2025): Sadar Wisata: Jurnal Pariwisata
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pengembangan destinasi wisata halal sebagai respons terhadap meningkatnya jumlah wisatawan Muslim, khususnya di Lombok yang dikenal sebagai destinasi wisata halal unggulan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengkaji persepsi dan ekspektasi wisatawan Muslim terhadap fasilitas halal yang mencakup makanan halal, tempat ibadah, dan akomodasi ramah Muslim, serta menganalisis pengaruh keduanya terhadap kepuasan wisatawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif asosiatif. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 100 wisatawan Muslim yang memiliki pengalaman langsung terhadap fasilitas halal di Lombok. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi dan ekspektasi wisatawan Muslim secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan terhadap fasilitas halal di Lombok, dengan kontribusi sebesar 63,1%. Secara parsial, persepsi memberikan pengaruh sebesar 65,4% dan ekspektasi sebesar 23,5%. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kualitas dan kesesuaian layanan halal dengan harapan wisatawan. Kesimpulannya, keberhasilan pengembangan wisata halal di Lombok sangat bergantung pada sejauh mana destinasi mampu memenuhi persepsi positif dan ekspektasi tinggi wisatawan Muslim secara berkesinambungan.