Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KAJIAN REVEGETASI LAHAN BASAH KONSERVASI (STUDI KASUS SUNGAI KELIK 2600 HA) Jery Wiranda; Hari Wibowo; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 6, No 3 (2019): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.53 KB) | DOI: 10.26418/jelast.v6i3.38943

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu kondisi dimana setiap tahun pada musim penghujan air meluap dari saluran pembuang air disebabkan oleh sempitnya saluran-saluran pembuang air yang ada sehingga menyebabkan efek back water dan menghambat proses revegetasi di lahan basah konservasi rawa Nanga Tayap. Untuk mengatasai genangan yang terjadi maka dilakukan pengumpulan data hidrologi, klimatologi data tersebut di proses dengan metode Gumbel, Penman modifikasi. metode Mononobe, rumus rasional, analisa dimensi saluran dan dibantu dengan perangkat lunak ArcMap versi 10.2 dalam menghitung luasan sub DAS. Setelah dilakukan analisa dan perhitungan dengan rumus yang telah disebutkan maka akan diperoleh desain ukuran saluran pembuang air yang dapat menampung limpasan air. Setelah didapatkan ukuran saluran pembuang air maka dibangun sekat kanal/bangunan penahan air tanpa pengatur muka air di saluran pembuang air untuk menjaga agar tanah gambut di lahan basah konservasi Nanga Tayap tetap dalam keadaan basah. Berdasarkan kondisi dilapangan maka terdapat 12 jenis pohon lokal yang berpotensi untuk digunakan dalam revegetasi lahan basah konservasi rawa Nanga Tayap yaitu belangiran/kahui, gelam, gerunggang, jambu-jambu, jelutung, mahang, mendaharan, pulai, tumih, perupuk, sagu, dan terentang.Kata Kunci: Lahan basah, konservasi, revegetasi.
PERLAWANAN ALIRAN PADA SALURAN ALAMI STUDI KASUS SUNGAI KAPUAS KECIL Veronika Ristanti; Hari Wibowo; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 1 (2021): JeLast Edisi Februari 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i1.47026

Abstract

Perlawanan terhadap aliran pada perubahan saluran aluvial dengan kondisi aliran dan sedimen dapat menyebabkan bentuk konfigurasi dasar sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan perlawanan aliran berdasarkan bentuk dasar dan bentuk dasar yang terjadi di Sungai Kapuas Kecil, cara menghitung perlawanan aliran akibat bentuk dasar pada sungai alami dengan menggunakan rumusan empiris, Serta membandingkan rumusan Manning di lapangan akibat bentuk dasar terhadap rumusan Manning penelitian yang ada. Data yang digunakan pada penelitian ini yaitu data sekunder dan primer.Perlawanan aliran akibat unsur kekasaran butiran dan perlawanan bentuk dasar berpengaruh terhadap nilai koefisien kekasaran Manning. Tanpa adanya bentuk dasar maka nilai koefisien kekasaran Manning akan menurun. Berdasarkan hasil penelitian dan analisa data, bentuk perlawanan dasar saluran dinyatakan dengan koefisien kekasaran dasar Manning pada material non kohesif di saluran aluvial. Bentuk dasar yang terjadi di sungai Kapuas Kecil berupa dunes dengan tinggi gelombang pasir rata-rata 16,7 cm, terjadi di regime aliran rendah dan memiliki bilangan Froude pada ukuran butiran rata-rata 0,205 kurang dari 1. Nilai n pengukuran dilapangan akibat bentuk dasar diperoleh dengan nilai rata-rata sebesar 0,058, sedangkan untuk nilai n pengukuran  Manning berdasarkan penelitian yang ada didapat rata-rata sebesar 0,0384
ANALISIS SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI AIR BERSIH PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) TIRTA MELAWI Joshua Theoroditus; Eko Yulianto; Danang Gunarto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 8, No 3 (2021): JeLAST EDISI DESEMBER 2021
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v8i3.51742

Abstract

Kebutuhan air minum masyarakat akan terus meningkat sejalan dengan bertambahnya penduduk. Pengolahan air minum bagi masyarakat Nanga Pinoh dan sekitarnya menjadi tanggung jawab dari PDAM Tirta Melawi. Berdasarkan laporan kinerja BUMD penyelenggara SPAM tahun 2019, jaringan distribusi air minum PDAM Tirta Melawi mengalami Kehilangan Air sebesar 21,10 %. Selain itu, jumlah penduduk di wilayah pelayanan hanya 24,27 % yang baru terlayani air bersih oleh PDAM Tirta Melawi. Data-data yang dikumpulkan yaitu data topografi, peta jaringan eksisting, kapasitas dan sumber eksisting dengan melakukan observasi lapangan dan wawancara kepada beberapa staf PDAM Tirta Melawi. Analisa data memhasilkan 53% penduduk sudah terlayani oleh PDAM Tirta Melawi. Jumlah kebutuhan air pada jam puncak masyarakat Nanga Pinoh pada kondisi exsisting adalah 77,19 ltr/detik dan tahun 2031 sebesar 128,82 ltr/detik. Analisis hidrolika menggunakan Epanet 2.0 didapati nilai tekanan dan kecepatan pada jaringan distribusi belum memenuhi kriteria di beberapa wilayah. Untuk menghasilkan kecepatan yang sesuai kriteria, dilakukan evaluasi dengan mengubah 23 pipa. Pipa pada jaringan distribusi yang sudah dievaluasi digunakan sebagai jaringan distribusi kondisi exsisting dan tahun 2031. Untuk mengatasi wilayah dengan tekanan rendah dilakukan evaluasi berdasarkan kondisi exsisting dan tahun 2031. Pada kondisi exsisting, dilakukan penambahan pompa distribusi kapasitas 30ltr/detik pada reservoir 1. Sedangkan pada tahun 2031 dilakukan penambahan pompa distribusi dengan kapasitas 60ltr/detik head 70m pada reservoir 1 dan pompa distribusi 45 ltr/detik head 70m pada reservoir 2 serta pompa pendorong (booster pump) kapasitas 20 ltr/detik head 20m pada pipa P25.Kata Kunci : Epanet 2.0, Jaringan Distribusi Pipa, PDAM Tirta Melawi.
KAPASITAS TAMPUNG PARIT SUNGAI RAYA DALAM PONTIANAK Nurwahid Abdurahmansyah; - Nurhayati; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42785

Abstract

Parit Sungai Raya Dalam merupakan salah satu saluran primer yang ada di Kota Pontianak. Beberapa kawasan yang terdapat dalam daerah tangkapan air hujan Parit Sungai Raya Dalam akan tergenang apabila terjadi hujan bersamaan dengan pasang air laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk  mengetahui kapasitas tampung saluran drainase Parit Sungai Raya Dalam saat terjadi pasang tertinggi dengan pengaruh curah hujan rencana periode ulang 10 tahun. Data yang digunakan berupa data primer dan data sekunder. Data primer adalah data kecepatan aliran, potongan memanjang dan potongan melintang saluran sedangkan data sekunder adalah peta drainase, peta topografi dan data curah hujan stasiun terdekat. Data yang diperoleh digunakan untuk analisis hidrologi, meliputi penentuan distribusi frekuensi curah hujan, curah hujan rencana, intensitas hujan dan debit rancangan dengan periode ulang tahun 10 tahun. Debit lapangan didapatkan dari perhitungan kecepaatan aliran dan penampang saluran. Hasil perhitungan menggambarkan bahwa Parit Sungai Raya Dalam tidak menampung debit rancangan periode ulang 10 tahun, karena nilai debit rancangan yang harus dibuang sebesar 14,84 m3/s sedangkan Parit Sungai Raya Dalam hanya mampu membuang debit sebesar 2,483 m3/s.Kata Kunci : Drainase, Drainase Perkotaan, Kapasitas Tampung, Parit Sungai Raya Dalam Pontianak.
KOEFESIEN KORELASI PERHITUNGAN KECEPATAN ARUS PELAMPUNG DAN CURRENT METER Munif Ade Afla; Hari Wibowo; Eko Yulianto
JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang Vol 7, No 3 (2020): JURNAL MAHASISWA TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020
Publisher : JeLAST : Jurnal Teknik Kelautan , PWK , Sipil, dan Tambang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jelast.v7i3.42549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya kecepatan aliran. Faktor koreksi Pelampung dan korelasi kecepatan arus dengan menggunakan pelampung dan Current meter dalam bentuk persamaan empiris. Kecepatan rata-rata aliran maksimum Currrent meter dengan jarak 1-5 meter  pada saat kondisi pasang sebesar  0.022 m/det, 0.022 m/det, 0.012 m/det, 0.009 m/det, 0.009 m/det. sedangkan pada saat kondisi surut jarak kecepatan rata-rata jarak 1-5 meter Current meter 0.022 m/det 0.022 m/det, 0.012 m/det, 0.011 m/det, 0.016 m/det. Kecepatan rata-rata pelampung maksimum saat kondisi pasang dengan jarak 1-5 meter adalah 0.004 m/det, 0.004 m/det, 0.009 m/det 0.007 m/det, 0.012 m/det, dan pada saat kondisi surut jarak 5-1 meter sebesar, 0.003 m/det, 0.003 m/det, 0.005 m/det, 0.004 m/det, 0.006 m/det. Faktor koreksi pelampung sebesar 0.91. korelasi persamaan regresi linear pengukuran pelampung dan Current meter pada saat kondisi Pasang ) = -12.545 dan Pelampung ) = 0.015 dan nilai R2 Sebesar 0.9393, R sebesar 0.967. Sedangkan untuk kondisi Surut di peroleh Persamaan persamaan Current meter  ) = -16.366  dan Pelampung   ) = 0.0215 dan nilai R2 sebesar 0.9862 dan nilai R sebesar 0.993 dengan bentuk regresi logaritma.   Kata kunci: Kecepatan, Korelasi, Pelampung, Pengukuran parit Raya Sungai  
PENENTUAN METODE ANALISIS DATA CURAH HUJAN YANG HILANG DI SUB - DAS MELAWI Ferdyansyah, Syarif Muhammad; Stefanus Barlian Soeryamassoeka; Eko Yulianto
Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan - CENTECH Vol. 5 No. 1 (2024): Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Teknik Sipil dan Lingkungan, APRIL ISSN 27
Publisher : UKI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/cen.v5i1.5612

Abstract

ABSTRACT In hydrological analysis, rainfall intensity data has a very important role and accurate rainfall intensity data input is needed both temporally and spatially. The constraints experienced in Melawi Sub-watershed is the lack of availability of rainfall observation stations which resulted in the lack of rainfall data and loss of data at certain stations and periods. The results of this study are an analysis of 8 (eight) rainfall observation stations in Melawi Sub-watershed, namely STG-01 Sintang, STG-16 Kota Baru, STG-03 Nanga Pinoh, Stasiun BMKG Nanga Pinoh, Stasiun BMKG Susilo, STG-12 Batu Buil, STG-02 Nanga Sepauk, STG-08 Serawai. An alternative that can be used is to fill in missing rainfall data using 5 (five) methods, namely: normal ratio method, reciprocal method, random number method, and Markov chain stochastic analysis method and another alternative is to test the filling method using the rainfall data correction equation from the validated Tropical Rainfall Measuring Mission (TRMM) satellite, namely: Y = 0.373X + 20.182 where Y is synthetic data and X is historical data. Furthermore, from each method, error testing is carried out to get the percentage error of the synthetic data results obtained. The results show that of the five methods above, the average error of the correction equation method Y = 0.373X + 20.182 is 31,96%, which is the smallest percentage value compared to the Markov chain stochastic analysis method 57,86%; Normal Ratio method 62,87%; Random Number method 74,40%; Reciprocal method 83,77%. Key words : Equation of Correction; Error Percentage; Filling Method; Rainfall
Triangle and quadrilateral learning design through GeoGebra assisted discovery learning Dinda Nur Salsabila; Dedi Muhtadi; Eko Yulianto
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 17 No. 1 (2024): Beta May
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v17i1.586

Abstract

[English]: This research aims to design and implement a triangle and quadrilateral learning design using the discovery learning model supported by GeoGebra, as well as evaluating students' learning outcomes. The research method employed design research consisting of three stages: preliminary design, design experiment, and retrospective analysis. Data collection in this study involved the use of observation techniques to observe relevant aspects during the learning process. In addition, the learning process was recorded to gather data on student activities during the design experiment phase. Interviews were used to delve deeper into information regarding potential issues found. This research was conducted in the secondary school SMP Negeri 2 Cisaga, involving two classes, namely the pilot experiment class and the teaching experiment class. The research results indicated that incorporating tile and gypsum profile contexts into teaching the concepts of perimeter and area of triangles and quadrilaterals significantly contributes to help students developing a fundamental understanding of the related concepts and formulas. Furthermore, the utilization of learning trajectory within the context of tiles and gypsum profiles through the discovery learning model with the assistance of GeoGebra positively influences students' comprehension of the perimeter and area of triangles and quadrilaterals. [Bahasa]: Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menerapkan desain pembelajaran segitiga dan segi empat menggunakan model pembelajaran penemuan yang didukung oleh GeoGebra, serta mengevaluasi hasil belajar siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian desain (design research) yang terdiri dari tiga tahap: desain awal, eksperimen desain, dan analisis retrospektif. Pengumpulan data dalam penelitian ini melibatkan penggunaan teknik observasi untuk mengamati aspek-aspek relevan selama proses pembelajaran. Selain itu, proses pembelajaran direkam untuk mengumpulkan data mengenai aktivitas siswa selama fase eksperimen desain. Wawancara digunakan untuk menggali lebih dalam informasi mengenai potensi masalah yang ditemukan. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Cisaga, melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen pilot dan kelas eksperimen pengajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggabungan konteks ubin dan profil gypsum dalam pengajaran konsep keliling dan luas segitiga serta segi empat secara signifikan berkontribusi dalam membantu siswa mengembangkan pemahaman dasar mengenai konsep dan rumus terkait. Selanjutnya, pemanfaatan jalur pembelajaran dalam konteks ubin dan profil gypsum melalui model pembelajaran penemuan dengan bantuan GeoGebra secara positif mempengaruhi pemahaman siswa terhadap keliling dan luas segitiga dan segi empat.