Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISA KEBUTUHAN DIMENSI INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DI LINGKUNGAN RT. 05 KELURAHAN PETANANG ILIR KOTA LUBUKLINGGAU Wijaya, Andry; Aminuddin, Kiagus Muhammad; Usman, Arie Putra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i1.349

Abstract

Lingkungan RT 05 Kelurahan Petanang Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, merupakan kawasan padat penduduk dengan lebih dari 105 kepala keluarga atau sekitar 505 jiwa pada tahun 2021, yang mengalami kondisi kumuh akibat buruknya pengolahan air limbah dan sanitasi. Mayoritas warga masih membuang limbah rumah tangga di pekarangan karena kurangnya pemahaman tentang tata ruang dan kebersihan lingkungan, sehingga menyebabkan pencemaran dan kontaminasi sumur air bersih oleh zat berbahaya dari septic tank yang jaraknya kurang dari 5 meter. Studi ini bertujuan untuk memberikan solusi atas masalah tersebut dengan merancang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal yang mampu melayani 50 rumah dengan luas lokasi 4 x 12 meter. Dalam perancangan, digunakan proyeksi pertumbuhan penduduk selama 10 tahun ke depan sebesar 645 jiwa, dengan penggunaan air bersih sebesar 90 liter per orang per hari, dan debit air limbah 55,68 m³ per hari. Dimensi bak-bak IPAL meliputi Bak Inlet (0,75 x 3,20 x 1,00 m), Bak Settler (4,40 x 3,20 x 2,00 m), 9 Bak Anaerobic Filter (1,55 x 1,00 x 2,00 m), dan Bak Outlet (0,85 x 1,00 x 1,70 m). Diharapkan dengan pengolahan air limbah domestik ini, pencemaran lingkungan dapat berkurang dan kesehatan masyarakat meningkat. Kata kunci : IPAL Komunal; Debit Air Limbah; Kelurahan Petanang Ilir; Settler; Anaerobic Filter
PENGARUH PENGARUH KONSENTRASI KOAGULAN TERHADAP PROSES PENGOLAHAN AIR BAKU DI PDAM TIRTA PALI ANUGERAH KABUPATEN PALI Prihartoro, Dwi; Aminuddin, Kiagus Muhammad; Usman, Arie Putra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i1.365

Abstract

Air merupakan kebutuhan dasar dan hak masyarakat yang harus dipenuhi. Ketersediaan air minum berperan penting dalam meningkatkan kesejahteraan, derajat kesehatan, serta produktivitas masyarakat yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Penyediaan air minum harus memenuhi SBMKL (Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan) sesuai Permenkes RI No. 2 Tahun 2023. Untuk memenuhinya, perlu dilakukan penelitian mengenai kandungan air yang didistribusikan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menguji mutu koagulan sebagai bahan dalam proses pengolahan air bersih di PDAM Tirta Pali Anugerah yang menggunakan pendekatan kuantitatif yaitu Metode Jar test. Metode ini dapat menentukan dosis optimum koagulan dan flokulan dalam proses penjernihan air. Koagulan dan flokulan yang digunakan dalam penelitian yaitu tawas (aluminium sulfat) atau PAC (Poly Aluminium Chloride). Hasil analisis menunjukkan bahwa uji Jartest dengan koagulan tawas dan PAC 10% AH-7 pada berbagai dosis menghasilkan tingkat kekeruhan dan pH yang berbeda. Penggunaan PAC 10% AH-7 di PDAM Tirta Pali Anugerah menunjukkan hasil lebih baik daripada tawas, yaitu pada dosis PAC 10% AH-7 24 Ppm dengan tingkat kekeruhan terkecil yaitu 1,89 NTU, sehingga didapatkan tingkat efisiensi sebesar 96,14%. Hal ini menguntungkan bagi PDAM karena dapat menekan biaya operasional. Kata kunci: Air minum, Pengolahan air bersih, Koagulan, Aluminium sulfat, Poly aluminium chloride
ANALISIS KUAT TEKAN BETON K-300 PADA PENGECORAN JALAN DI PERUMAHAN GRAND KETAPANG KABUPATEN LAHAT Herman, Herman; Aminuddin, Kiagus Muhammad; Usman, Arie Putra
TEKNIKA: Jurnal Teknik Vol 12 No 1 (2025)
Publisher : Universitas IBA Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35449/teknika.v12i1.331

Abstract

Dalam perkembangan dunia konstruksi dari masa ke masa bahkan sampai saat ini, material beton masih menjadi salah satu material struktur pilihan yang dapat diandalkan dalam berbagai bidang konstruksi, termasuk bangunan gedung, jalan, jembatan maupun insfrastruktur lainnya. Penelitian ini fokus terhadap pembahasan mengenai kuat tekan beton pada pengecoran jalan yang berlokasi di Perumahan Grand Ketapang, Kabupaten Lahat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan beton yang dihasilkan pada pengecoran jalan tersebut dengan menggunakan mutu beton K-300. Media yang digunakan pada penelitian ini menggunakan benda uji slinder berukuran 15 cm x 30 cm sebanyak 6 sampel. Pengujian kuat tekan beton dilakukan pada saat beton berumur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Dari hasil pengujian pada saat beton berumur 7 hari persentase kekuatan rata-rata sebesar 69,41 %, pada saat beton berumur 14 hari persentase kekuatan rata-rata 91,50 %, dan pada saat beton berumur 28 hari persentase kekuatan rata-rata mencapai 104,75 %. Dari hasil analisis, dengan penggunaan komposisi campuran yang tepat dan mutu material yang terjamin dalam memformulasikan JMF (Job Mix Formula), sehingga menghasilkan mutu beton K-300 yang memenuhi standar SNI (Standar Nasional Indonesia). Kata Kunci: Mutu Beton K-300, Kuat Tekan Beton, Pengecoran Jalan.
Sifat Mekanik Beton Dengan Substitusi Crumb Rubber Hasil Aqua-Thermal Treatment Prasetiya, Muhammad Anggara Adji; Usman, Arie Putra; Nurjannah, Siti Aisyah; Gunawan , Jose Andre
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.61157

Abstract

Indonesia, located in a seismic-prone region, requires innovative concrete materials with high ductility and deformability, especially for critical elements such as beam–column joints. Crumb rubber concrete (CRC), produced by partially substituting fine aggregate with crumb rubber from recycled waste tires, offers this potential while supporting sustainable construction practices. This study aims to evaluate the effect of aqua-thermal treatment (washing and heating at 150°C for 1 hour) on the mechanical properties of CRC, including compressive strength, splitting tensile strength, elastic modulus, and Poisson’s ratio. The research method involved experimental testing on CRC cylindrical specimens with crumb rubber substitutions of 5% and 10% after 28 days of curing. Results show that CRC-5 achieved an average compressive strength of 34.25 MPa and splitting tensile strength of 2.74 MPa, higher than CRC-10. The elastic modulus of CRC-5 was 11,407.67 MPa, increasing to 12,843.33 MPa in CRC-10, although still lower than that of conventional concrete. Poisson’s ratio was recorded at 0.171 (CRC-5) and 0.230 (CRC-10), indicating greater deformability. Overall, CRC with moderate substitution (≈5%) and aqua-thermal treatment meets the structural concrete standard per SNI 2847:2019 and is considered effective for beam–column joints requiring good ductility. Further research is needed to optimize the balance between strength, stiffness, and ductility, for example through fiber reinforcement or additive materials.
Mapping of Flood Potential in Urban Areas in Kemuning District, Palembang City and its Surroundings Edison, Edison; Usman, Arie Putra
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v6i6.1784

Abstract

The objectives of this study are Analyzing land use and river networks in the Kemuning sub-district area, Analyzing areas that have the potential to be flooded in the Kemuning area, especially the Simpang Polda and Reja Pipeline Palembang, Analyzing the area of land use affected by the presence of flood inundation in the Simpang Polda area and its surroundings. This study uses survey and recapitulation methods of data collection obtained from secondary data from several agencies related to Floods and Watershed Flows in the Bendung River area, Kemuning District in Palembang City.  Land use maps and river network systems based on the results of the analysis still have swamps or open spaces so that they can be used for infiltration. The magnitude of the potential flood inundation can be seen from the map based on a field inventory with 14 inundation location points. Based on the calculation of the rainy season with a 2-year period, the condition of the river catchment area is still in a safe condition. will remain in the period 5,10,25,50,100 in the category of flood hazard. The land area based on the analysis affected by the flood is 845 ha or 8.45 km or 23% of the area of Kemuning sub-district of 36.97 km. Factors that affect the height of inundation or flooding in the upstream, middle and downstream, both land geography, land structure, and drainage system, are changes in land use from swamps to moderate housing.
Analisis Karakteristik Tanah Dasar Pada Pembangunan Jembatan Muara Sungai 3 Sp. Desa Raja Barat-Curup Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Victor, Victor; Saloma, Saloma; Usman, Arie Putra; Akhirini, Akhirini; Jimmyanto, Hendrik
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 7 No. 4 (2025): Paulus Civil Engineering Journal, Vol.7, No.4
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/3f47v798

Abstract

Tanah berperan sebagai fondasi untuk membangun berbagai jenis struktur dan konstruksi, mulai dari gedung hingga infrastruktur jalan. Oleh karena itu, analisis tanah diperlukan untuk mengenali karakteristik tanah di suatu area. Pemerintah perlu melaksanakan program pengembangan wilayah melalui perencanaan yang terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan, sesuai dengan standar mutu dan kualitas. Salah satu inisiatif pemerintah dalam pengembangan wilayah adalah pembangunan jaringan jalan dan jembatan di kawasan Sp. Desa Raja Barat-Curup, Kabupaten PALI, Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kondisi tanah melalui uji lapangan, seperti sondir, dan uji laboratorium berupa kuat geser langsung. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik fisik tanah, dengan rata-rata kadar air sebesar 27,675%, berat isi 1,415 gr/cm³, berat jenis 2,605, nilai LL antara 32,14% hingga 38,52%, dan nilai PL antara 14,58% hingga 18,11%. Dari data tersebut, nilai IP diperoleh antara 14,02 hingga 23,94%, serta persentase berat tanah yang lolos ayakan No. 200 mencapai 27,60% hingga 30,20%. Berdasarkan hasil tersebut, tanah dapat diklasifikasikan sebagai tanah berbutir halus dengan simbol CL menurut sistem USCS. Selain itu, hasil uji kuat geser langsung menunjukkan bahwa tanah pada titik 1 memiliki sudut geser sebesar 30,75 derajat dengan nilai kohesi antara 0,4267 kPa hingga 2,8233 kPa.
Penilaian Kinerja Bangunan Gedung Hijau Pada Tahap Perencanaan Teknis Melalui Aspek Efisiensi Penggunaan Energi di Rumah Inti Tumbuh Tahan Gempa (RITTA) Kota Prabumulih Safrini, Yusra Dwi Yani; Aminuddin, Kiagus Muhammad; Usman, Arie Putra; Ramadhani, Ramadhani; Septriansyah, Verinazul
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2025): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.v10i2.10456

Abstract

A Green Building (BGH) is a building that prioritizes the efficient use of resources, is environmentally friendly, and takes into account its impact on human health. Assessing the performance of a Green Building is very important in efforts to achieve sustainable development. One of the main aspects of such an assessment is energy-use efficiency. This study aims to evaluate the energy efficiency performance of the Earthquake-Resistant Core Growing House (RITTA) in Prabumulih City at the technical planning stage. The research employs a research-based approach, with data collection through document studies, assessment instruments based on Green Building criteria, and appropriate data analysis methods. The results of the performance assessment of the Green Building in terms of energy-use efficiency at the technical planning stage show that the Earthquake-Resistant Core Growing House (RITTA) in Prabumulih City obtained an energy efficiency score of 67.39%. Based on the classification set out in the Ministry of Public Works and Housing Regulation No. 21 of 2021, this score places the building in the “Madya” (Intermediate) category. The recommendations from the performance assessment emphasize a combination of passive design strategies (such as ventilation and natural lighting), the selection of high-quality insulating materials, the utilization of renewable energy sources, and compliance with earthquake-resistant building standards. This approach will improve energy efficiency while maintaining the structural safety of the building against earthquake risks.
Analisis Capaian Simulasi Pengurangan Kumuh Melalui Kegiatan Penanganan Skala Kawasan Pada Kawasan 29 Ilir Kota Palembang Alkausari, Bintang; Aminuddin, Kiagus Muhammad; Usman, Arie Putra; Umari, Zuul Fitriana; Jimmyanto, Hendrik
Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2025): Bearing : Jurnal Penelitian dan Kajian Teknik Sipil
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jbearing.v10i2.10457

Abstract

This study examines the effectiveness of slum reduction simulation through a region-based intervention strategy in the 29 Ilir settlement, Palembang City. This research differs from previous studies by simulating slum reduction with a measurable quantitative approach for each sectoral aspect. The analytical descriptive approach method was used to integrate primary data from field surveys, namely the seven Slum Aspects (Aspek Kekumuhan). The data analysis process utilized scoring to determine the severity level of the settlement. The research findings from the simulation highlight that interventions targeting environmental infrastructure—especially road improvements and fire protection systems—have the most substantial impact on slum reduction. This result underscores the effectiveness of a region-based approach in accelerating the improvement of substandard urban settlements. To ensure the long-term sustainability of the improved conditions, strategic follow-up measures are essential as part of a preventive and integrated urban development framework.