Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Hemera Zoa

KIVP-3 Pengamatan Performa Pada Sapi FH Jantan yang Diberi Suplementasi Mineral Zinc Sus Derthi Widhyai; Dondin Sajuthi; Setyo Widodo; Anita Esfandiari; Retno Wulansari; Agus Wijaya; Chusnul Choliq; Agus Lelana; Leni Maylina; Arief Purwo Mihardi
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.391 KB)

Abstract

Permintaan dunia terhadap protein hewani sangat besar dan terus meningkat setiap tahunnya. Kebutuhan yang meningkat tidak dibarengi dengan kemampuan penyediaan protein hewani yang cukup sehingga sebagian besar dipenuhi melalui import. Pemenuhan protein dalam negeri diharapkan mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas daging melalui perbaikan mutu nutrisi sehingga mampu bersaing dengan pihak luar. Salah satu sumber protein hewani selain dari ternak potong, adalah memanfaatkan sapi jantan dari sapi perah FH. Oleh karena itu ternak jantan dapat digunakan sebagai alternatif sumber protein hewani dalam upaya untuk penyediaan pangan asal ternak.  Pembangunan peternakan diarahkan agar produk ternak dalam negeri mampu bersaing dengan produk ternak impor dalam rangka memantapkan ketahanan pangan nasional. Mineral Zn dilaporkan mampu memperbaiki skor marbling karkas [1].  Hal ini penting untuk memperbaiki kualitas karkas daging sebagai sumber protein hewani. Belum banyak informasi tentang efek suplementasi Zn terhadap pertambahan bobot badan terutama pada sapi FH jantan. Oleh karena itu pengamatan tentang suplementasi Zn terhadap performa (bobot badan) pada sapi FH jantan perlu dilakukan.
KIVP-4 Studi Kasus: Babesiosis pada Anjing Doberman (Borna) Agus Wijaya
Hemera Zoa Proceedings of the 20th FAVA & the 15th KIVNAS PDHI 2018
Publisher : Hemera Zoa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.948 KB)

Abstract

Kejadian babesiosis pada anjing umumnya disebabkan oleh Babesia canis  dan Babesia gibsoni. Babesia canis memiliki ukuran yg lebih besar dibandingkan dengan Babesia gibsoni. Babesia canis memiliki ukuran 4 – 5 um, sedangkan  Babesia gibsoni memiliki ukuran 1 – 3 um (Zajac & Conboy, 2011). Babesia sp menginfeksi anjing dalam bentuk sporozoid yang terdapat dalam saliva caplak ketika caplak menggigit inang. Sporozoid akan berpenetrasi dalam RBC dan akan mengalami fase parasitic dalam RBC. Sporozoid yg telah masuk dalam RBC disebut tropozoid. Tropozoid dalam RBC akan mengalami pembelahan biner menjadi merozoid. Bersamaan dengan lisis eritrosit, merozoit akan menginfeksi eritrosit yg lainnya (Chauvin et al. 2009).Gejala klinis yg muncul akibat infeksi Babesia sp antara lain: lemas, tidak nafsu makan, demam, anemia, splenomegaly, lymphadenopathy, ikhterus, diare, muntah, melena, dan gagal ginjal (Barr & Bowman 2006).Pengobatan Babesiosis pada anjing (B. gibsoni) dg menggunakan Clindamycin 25 mg/kg BB, per oral 2x per hari selama 14 hari dapat secara bertahap menurunkan tingkat parasitemia dan menyebabkan perubahan morfologi yg diindikasikan adanya degenerasi parasit misalnya, segmentasi, penurunan ukuran, kerusakan inti /  nucleus sel, penurunan atau tidak terlihatnya sitoplasma (Wulansari R. dkk, 2003).