Claim Missing Document
Check
Articles

A virtual cage for monitoring system semi-intensive livestock's using wireless sensor network and Haversine method Fahmi Danah Pratama; Giva Andriana Mutiara; Lisda Meisaroh
JURNAL INFOTEL Vol 15 No 2 (2023): May 2023
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v15i2.944

Abstract

Indonesia has great livestock potential. The semi-intensive grazing system is one of the efforts to increase the production of healthy and superior dairy or beef livestock. This grazing system has many advantages. However, it has several weaknesses that can prejudice farmers, including lost or stolen livestock due to a lack of control and monitoring. Therefore, tracking livestock's position in the WSN-based grasslands monitoring will be implemented to overcome these weaknesses. Thus, it will provide benefits as a support for a modern and controlled livestock system. The built WSN consists of several nodes installed on livestock consisting of Arduino nano, GPS Neo Module, LoRa S-1278, DS3231 clock module, and MCU node. Tracking is visible through the application by displaying the map and livestock's GPS position. In addition, the system is notified if the livestock's position is located more than in the permitted radius of the farm. The system was examined and analyzed using the Haversine method with various scenarios to find the maximum range transmission and perform system toughness. The results stated that the system could track the livestock's position up to 11 Km and the location error calculation obtained by Haversine is only 11.7% of the actual location.
PEMBUATAN MEDIA PENYIRAMAN TANAMAN KEBUN OTOMATIS DI PETERNAKAN PADARINGAN SMART FARMING CILENGKRANG Muhammad Rizqy Alfarisi; Giva Andriana Mutiara; Periyadi Periyadi; Ichlasul Amal Restu Wardhana; Fauzi Ishak
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 3 No. 1 (2023): Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v3i1.7121

Abstract

Di tempat peternakan padaringan terdapat kebun yang ditanami beragam tanaman sayur. Pemilik kebun perlumelakukan irigasi secara rutin untuk menjaga kelembapan dari tanaman agar tanaman tumbuh subur. Dalammelakukan irigasi perlu diperhatikan intensitas air untuk setiap tanaman. Dalam melakukan pengairandibutuhkan tenaga yang lebih untuk menjaga tumbuh pertumbuhan tanaman. Terkait permasalahan ini makadikembangkan sebuah sistem penyiraman air yang memudahkan pemilik kebun untuk melakukan pengairan.Sistem yang dikembangkan menggunakan sensor relay, mikrokontroler arduino mega, dan sensor kelembapanuntuk mengatur penyiraman. Berdasarkan nilai kelembapan tanah, mikrokontroler arduino mega akanmengendalikan relay yang terhubung dengan solenoid valve untuk mengirimkan air dari pipa ke kebun. Padatanggal 08 Desember 2023 dilaksanakan pemasangan sistem penyiraman tersebut pada kebun padaringan.Dengan adanya sistem penyiraman otomatis ini, diharapkan dapat membantu petani dalam mengoptimalkansistem irigasi tanaman secara efektif dan efisien.
PEMBUATAN SISTEM MONITORING STORAGE PEMBERIAN PAKAN KAMBING PERAH DI DESA MARGAMULYA Muhammad Rizqy Alfarisi; Giva Andriana Mutiara; Mohammad Rizky Septianto; ichlasul Amal Restu wardhana; Reivo Akbar Novarist; Rafid Shidqi Rabbani
The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar Vol. 4 No. 1 (2024): The Proceeding of Community Service and Engagement (COSECANT) Seminar
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/cosecant.v6i1.7858

Abstract

Pemanfaatan teknologi informasi digital sudah diterapkan diberbagai bidang kehidupan dan salah satunya diterapkan dalam bidang peternakan ruminansia kecil. Saat ini kelola peternakan hewan ruminansia seperti kambing dan domba masih sangat bergantung pada monitoring tenaga manusia dalam pemberian pakan dan pemantauan suhu dan kelembaban yang terjadi pada area kandang domba atau kambing, kebutuhan akan system monitoring berbasis IoT (Internet of Things) akan membantu para peternak untuk memantau kondisi ketersedian jumlah pakan dan kondisi kebersihan lingkungan kandang untuk menjaga kesehatan hewan ternak tersebut. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan bahwa pemanfaatan teknologi dapat membantu dalam bidang peternakan dan juga sebagai edukasi pada Masyarakat untuk meningkatkan kualitas ternak yang lebih baik dengan memanfaatkan teknologi, dalam pelaksanaannya kegiatan ini melibatkan Masyarakat dari kelompok ternak neqtasari margamulya. Kesimpulan dari penerapan teknologi dalam bidang peternakan ini adalah untuk membantu para kelompok ternak neqtasari desa margamulya dalam meningkatkan kualitas hasil ternak serta menjadi langkah awal adopsi memanfaatkan teknologi yang berkontribusi dalam edukasi Masyarakat dalam modern farming.
Smart brake pad early warning system: enhancing vehicle safety through real-time monitoring Afif Syam Fauzi; Giva Andriana Mutiara; Muhammad Rizqy Alfarisi; Tedi Gunawan; Muhammad Aulia Rifqi Zain
Computer Science and Information Technologies Vol 6, No 2: July 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/csit.v6i2.p122-135

Abstract

A contributing factor to traffic accidents is brake pad failure, which diminishes braking system performance and extends braking distance. This work develops a prototype utilizing internet of things (IoT) to measure brake pad thickness, hence enhancing driver awareness through real-time monitoring. The system establishes the thickness detection threshold at 75% (3-4 mm) and 50% (5–6 mm) as a cautionary parameter. The thickness parameter employs an American wire gauge (AWG) 18 cable to connect to the ESP32 microcontroller. The web-based IoT monitoring interface employs Laravel. This method enables drivers to get prompt notifications regarding the decrease in brake pad thickness, hence permitting urgent preventative maintenance to mitigate the risk of accidents. The system underwent testing through friction at a rotational speed of 600 to 6,000 rpm. The test findings indicated that the sensor precisely measured the brake pad thickness with a prototype response time of a second. This system is suitable for implementation on old model vehicles that do not have an early warning system. The installation of this technology is anticipated to enhance driver knowledge of the state of the brake pads, hence potentially diminishing the danger of brake system failure caused by unmonitored pad wear.