p-Index From 2021 - 2026
7.764
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Paradigma Ekonomika TEKMAPRO Journal of Industrial Engineering and Management SITEKIN: Jurnal Sains, Teknologi dan Industri Sistemasi: Jurnal Sistem Informasi Policy & Governance Review Educatio INTECOMS: Journal of Information Technology and Computer Science Journal of Entrepreneurship, Management and Industry (JEMI) JURNAL TEKNOLOGI DAN OPEN SOURCE Almana : Jurnal Manajemen dan Bisnis JUSIM (Jurnal Sistem Informasi Musirawas) JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI Jurnal Ilmiah Akuntansi Manajemen Jurnal Teknologi Informasi dan Multimedia Journal of Information Systems and Informatics Jurnal Ilmiah Betrik : Besemah Teknologi Informasi dan Komputer International Journal of Economics Development Research (IJEDR) Prosiding National Conference for Community Service Project Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Jurnal E-Komtek Jurnal Manajemen Bisnis Eka Prasetya Economics and Digital Business Review Teknika Jurnal Akuntansi, Manajemen dan Ilmu Ekonomi (JASMIEN) Journal La Bisecoman International Journal of Global Accounting, Management, Education, and Entrepreneurship (IJGAME2) JEBDEKER: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, Bisnis Digital, Ekonomi Kreatif, Entrepreneur Journal of Information System and Technology (JOINT) Jurnal Info Sains : Informatika dan Sains International Journal Software Engineering and Computer Science (IJSECS) Conference on Management, Business, Innovation, Education and Social Sciences (CoMBInES) Conference on Business, Social Sciences and Technology (CoNeScINTech) Social Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madani: Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Kewirausahaan Jurnal Ilmiah Betrik : Besemah Teknologi Informasi dan Komputer
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Teknika

Faktor Keputusan Pembelian Konsumen Online Marketplace Indonesia William; Heru Wijayanto Aripradono
Teknika Vol 9 No 1 (2020): Juli 2020
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v9i1.269

Abstract

Studi tentang faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen online di online marketplace dilakukan untuk mengukur bagaimana dampak faktor tersebut terhadap keputusan pembelian konsumen. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui signifikansi dari elemen-elemen pembentuk keputusan pembelian konsumen yang mencakup logistik digital, integritas online, desain website, pemasaran digital, dan alternatif kontak merek/vendor. Penelitian ini akan menggunakan metode kuantitatif dikarenakan penelitian ini berupaya untuk menguji hipotesis terkait suatu fenomena dengan mengetahui hubungan dari faktor-faktor online marketplace apa saja yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen online. Teknik yang digunakan dalam studi ini adalah regresi berganda. Analisis Regresi Berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yaitu: Logistik Digital (X1), Pemasaran Digital (X2), Integritas Online (X3), Alternatif Kontak Vendor/Merek (X4), dan Desain Website (X5) terhadap variabel terikat yaitu, keputusan pembelian konsumen online (Y). Hasil pengolahan data menunjukkan dari lima variabel bebas yang diteliti, hanya variabel Integritas Online yang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat Keputusan Pembelian Konsumen Online. Faktor yang paling dominan di dalam penelitian ini terkait Integritas Online adalah jaminan keamanan dalam transaksi dan pilihan alternatif pembayaran yang beragam, dimana >90% responden mengatakan setuju dan sangat setuju bahwa kedua faktor tersebut merupakan faktor yang penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara online.
Penerapan Komunikasi Digital Storytelling Pada Media Sosial Instagram Heru Wijayanto Aripradono
Teknika Vol 9 No 2 (2020): November 2020
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v9i2.298

Abstract

Dunia sedang melakukan migrasi ke perangkat seluler pintar (Mobile device). Teknologi media digital, perangkat seluler, dan media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat di seluruh dunia. Media sosial adalah suatu wujud komunikasi elektronik di mana pengguna menciptakan komunitas online untuk saling menukar informasi, ide, pesan personal, video, maupun konten lainnya. Instagram adalah sebuah platform media sosial yang fokus pada pengambilan foto dan video dan memberikan pengguna sebuah pengalaman untuk mengabadikan dan berbagi momen hidup mereka dengan teman-temannya melalui serangkaian gambar dan filter yang dapat dimanipulasi. Dalam melakukan komunikasi konten pada media sosial Instagram, perlu adanya strategi untuk menghasilkan atau mengelola informasi tersebut menjadi sesuatu yang berguna dan bernilai bagi follower. Cerita dan storytelling adalah dua sisi kompetensi yang penting dalam melakukan komunikasi bisnis. Storytelling membuat relasi dan hubungan antara organisasi dan konsumen akan semakin dekat. SociopreneurID menggunakan cerita dan storytelling sebagai media penyampaian dalam media sosial Instagramnya. Jangka waktu yang digunakan sebagai data dalam penelitian ini adalah data Instagram Insight dari SociopreneurID mulai dari bulan April-September 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskritif. Untuk melakukan analisis data, peneliti melakukan analisis berdasarkan data Instagram insight yaitu interaction, impression, reach dan profile visits. Penggunaan komunikasi dengan menggunakan cerita dan storytelling dapat meningkatkan jumlah reach, impression dan juga interaction bagi Instagram SocipreneurID. Organisasi harus mampu memanfaatkan media sosial dan storytelling untuk memberikan irisan yang senada dengan motivasi dan tujuan yang ingin disampaikan oleh organisasi terhadap penggunanya.
Analisis Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) Pada Penggunaan Sport Wearable Technology Heru Wijayanto Aripradono
Teknika Vol 10 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/teknika.v10i1.330

Abstract

Pertumbuhan teknologi informasi tidak dapat dihindari terutama dalam mempengaruhi kehidupan sosial manusia saat ini. Inovasi yang dikembangkan secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi kehidupan manusia saat ini. Wearable technology adalah salah satu teknologi yang tidak hanya memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, namun sangat membantu dalam menunjang aktivitas olahraga dan kesehatan. Wearable technology merupakan suatu teknologi komputer yang terhubung dengan koneksi internet, memiliki bentuk berupa aksesoris manusia sehari-hari yang dapat dikenakan pada tubuh mereka untuk memudahkannya dalam menerima notifikasi yang sudah terhubung dengan perangkat pintar lainnya. Pada penelitian ini akan melakukan identifkasi beberapa faktor yang mempengaruhi sudut pandang pengguna pada sports wearable technology serta untuk menginvestigasi penyebab pengadopsian konsumen pada teknologi tersebut berdasarkan teori Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan variabel yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Positive Technology Readiness, Negative Readiness, Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, dan Intention to Use yang merupakan teori gabungan antara Technology Readiness and Acceptance Model (TRAM) untuk menjelaskan fenomena para pengguna terhadap penggunaan sports wearable sebagai fitness tracker mereka. Penelitian menggunakan komponen berbasis SEM dan kemudian dilakukan analisis menggunakan Partial Least Square. Penelitian ini menemukan bahwa pengguna memiliki penilaian positif (positive technology readiness) yang tinggi pada sports wearable technology melalui faktor Perceived Ease of Use (PEOU) dibandingkan dengan nilai Perceived Usefulness (PU) dalam wearable technology tersebut.