Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Cakrawala Linguista

Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Deduktif dan Induktif melalui Model Pembelajaran Experiential Learning Pada Siswa Kelas XII IPS 1 SMAN 5 Singkawang Tahun Ajaran 2017/2018 Sri Hardani; Eti Sunarsih; Wahyuni Oktavia
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Number 1 July 2020
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v3i1.1952

Abstract

Penelitianini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan menulis siswa karena siswabelum mampumengembangkan idenya dalam menulis karangandeduktif induktifdengan baik.Hasilmenulis siswa masih di bawah KKM (Kriteria Kentutasan Minimal) yaitu 70, serta kegiatan pembelajaran menulis karangan deduktif induktif masih bersifat konsep. Peneliti melakukan inovasi dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan deduktif induktif melalui model pembelajaran experiential learning. Rumusanmasalah pada penelitian ini adalah bagaimanakah perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menulis karangan deduktif induktif melalui model pembelajaran experiential learning pada siswa kelas XII IPS 1 SMAN 5 Singkawang tahun ajaran 2017/12018. Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian perencanaan, pelaksanaan, dan hasil materi menulis karangan deduktif induktif melalui model pembelajaran experiential learning pada siswa kelas XII IPS 1 SMAN 5 Singkawang tahun ajaran 2017/12018. Metode penelitian ini adalah deskriptif dengan bentuk kualitatif.Prosedur pelaksanaan penelitian ini terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.Perencanaan pembelajaran siklus I dan II terdiri atas merumuskan bahan pembelajaran dan tujuan, merencanakan langkah-langkah pembelajaran, pemilihan sumber dan penggunaan media pembelajaran serta merencanakan evaluasi pembelajaran.Pelaksanaan pembelajaran disesuaikan dengan perencanaan yang telah disusun.Perencanaan siklus I memiliki kendala pada aspek mengembangkan materi pembelajaran, menentukan materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, menentukan media pembelajaran yang akan digunakan.Perencanaan siklus II berjalan dengan baik semua aspek dalam perencanaan sudah dilaksanakan oleh guru.Hasil penelitian tindakan kelas ini sebelum adanya tindakan, persentase ketuntasan belajar siswa yaitu siswa 68,42%. Setelah tindakan siklus I dengan persentase ketuntasan belajar siswa sebesar 68,42% dan meningkat lagi pada siklus ke II menjadi 89,47%. Berdasarkan penelitian ini disarankan agar guru dapat menerapkan model pembelajaran experiential laerning untukmeningkatkan kemampuan menulis siswa.
Afiksasi Bahasa Dayak Ahe Pada Cerita Rakyat Nouze Novelia; Eti Sunarsih; Wahyuni Oktavia
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan afiksasi pada Bahasa Dayak Ahe pada Cerita Rakyat. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk dan makna konfiks, sufiks, infiks, dan prefiks dalam bahasa Dayak Ba’ahe. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah pendeskripsian bentuk dan makna konfiks, sufiks, infiks, dan prefiks bahasa Dayak Ahe. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini ialah data lisan, data berupa kata-kata yang mengandung afiks. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah teknik pencatatan lapangan sedangkan alat pengumpul data yang digunakan alat perekam dan kartu data atau catatan lapangan.Pengecekan keabsahan data ketekunan pengamat, trianggulasi, dan kecukupan referensial. Hasil penelitian Afiksasi Bahasa Dayak Ahe ditemukan delapan konfiks yaitu, /ma-kan/ /di-kan/, /ka-nya/, /di-i/, /ka-atn/, /ba-atn/, /sa-nya/ dan /pa-atn/;  empat bentuk sufiks /-nya/, /-atn/, /lah/, dan /-i/ ; tiga infiks /-al-/, /-am-/, dan /-ar-/; lima bentuk prefiks /ba-/, /di-/, /ma-/, /sa-/, dan /ta-/.
Model Pembelajaran Kooperatif Pair Checks terhadap Ketuntasan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII SMP dalam Menyimpulkan Isi Berita Zulfahita Zulfahita; Eti Sunarsih; Ira Satira
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Number 1 July 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i1.1296

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan menulis siswa masih rendah itu dikarenakan beberapa hal. Pertama, dalam mengikuti proses pembelajaran siswa kurang serius. Kedua, kemampuan siswa dalam menulis kurang dikarenakan siswa sulit mengembangkan ide pikiran mereka, sehingga hasil belajar yang siswa peroleh tidak mencapai ketuntasan yang diharapkan yaitu 70. Ketiga, penggunaan media atau model pembelajaran masih belum maksimal dan kurang bervariasi sehingga siswa kurang termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah ketuntasan hasil belajar siswa mencapai KKM  (70) baik secara individual maupun klasikal terhadap kemampuan menyimpulkan isi berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Singkawang. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ketuntasan hasil belajar siswa mencapai KKM  (70) baik secara individual maupun klasikal terhadap kemampuan menyimpulkan isi berita pada siswa kelas VIII SMP Negeri 10 Singkawang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen karena data yang diperoleh berhubungan dengan angka-angka yang dapat dihitung secara sistematis dan bentuk penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pre-experimental design (nondesigns) dikatakan Pre-experimental Design, karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh. Dari hasil analisis data dapat diperoleh nilai ketuntasan hasil belajar siswa secara individual maupun klasikal post-test  mencapai KKM 70 setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan model kooperatif pair checks terhadap kemampuan menyimpulkan isi berita pada siswa kelas VIII  SMP Negeri 10 Singkawang. Dibuktikan dengan hasil perhitungan ketuntasan individu Karena thitung  > ttabel  atau 6,24 > 1,70  dan hasil perhitungan ketuntasan klasikal Karena Zhitung ≥ Ztabel  atau 2,25 ≥ 1,64.
Nilai Budaya Dalam Mantra Masyarakat Daytak Salako Di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur Novrianus Novrianus; Eti Sunarsih; Heru Susanto
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Number 2 December 2019
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v2i2.1621

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah pendeskripsian nilai budaya dalam mantra Masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur meliputi sebagai berikut. (1) Nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan (2) Nilai budaya hubungan manusia dengan sesama (3) nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri (4) hubungan manusia dengan alam; serta (5) Implementasi mantra Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur dalam rencana pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah. Metode penelitian mengunakan metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Penelitian ini mengunakan pendekatan Antropologi Sastra. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa kutipan kata, frasa, kalimat dan ungkapan dari rekaman mantra yang diucapkan Panyagohot. Jumlah data dalam penelitian ini sebanyak 7 mantra kemudian mantra-mantra tersebut selanjutnya dianalisis untuk diketahui nilai budaya yang terkandung dalam mantra dayak salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur tersebut. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini wawancara, teknik catat, teknik rekam. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil (1) bahwa nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan  dalam mantra Masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkwang timur memiliki 6 wujud (2) nilai budaya hubungan manusia dengan sesama dalam mantra Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur memiliki 1 wujud (3) nilai budaya hubungan manusia dengan diri sendiri dalam masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatn Singkawang Timur memiliki 6 wujud (4) nilai budaya hubungan manusia dengan alam dalam mantra masyarakat Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur memiliki 3 wujud (5) implementasi mantra Dayak Salako di Nek’usun Kelurahan Nyarumkop Kecamatan Singkawang Timur terhadap pembelajaran bahasa Indonesia, khususnya dapat memahami apa yang ada di dalam karya sastra seperti puisi rakyat ( mantra).
Problematika Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 1 Singkawang Kalimanatan Barat Gunta Wirawan; Mirna Dwi Risnawati; Susan Neni Triani; Eti Sunarsih; Lili Yanti
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 5, No 2 (2022): VOLUME 5 NUMBER 2 DECEMBER 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v5i2.3851

Abstract

Dalam pelaksanaan pembelajaran, ada beberapa komponen yang dapat menentukan keberhasilan proses pendidikan yang dilaksanakan. Komponen tersebut adalah kurikulum, guru, siswa, materi pembelajaran, dan strategi pembelajaran termasuk di dalamnya  metode dan media yang digunakan. Dalam penulisan ini, metode yang digunakan adalah deskriptif berbentuk kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Berdasarkan hasil wawancara dengan dua orang guru Bahasa Indonesia SMKN 1 Singkawang, diketahui bahwa salah satu problematika pembelajaran adalah rendahnya minat siswa terhadap Bahasa Indonesia. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor antara lain paradigma siswa yang menganggap mata pelajaran Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran tidak penting, bukan sebagai disiplin ilmu utama yang mesti mereka kuasai, sehingga cenderung diabaikan.