Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search
Journal : Jurnal Perempuan

Raison d’etre of Mainstreaming Gender in 2014-2019 Jokowi-Kalla Cabinet: Women, Justice and Governance Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 19, No 4 (2014): Women in 2014 Cabinet
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v19i4.67

Abstract

Tulisan ini akan meletakkan fokus pada kehadiran perempuan dalam eksekutif pemerintahan, yaitu kabinet. Kajian singkat ini akan menggunakan pendekatan institutionalisme feminis yang secara metodologis dan klinis melacak, mencurigai, dan menerangkan bahwa akses dan peran perempuan dalam institusi eksekutif amat terbatasi dan berada di bawah rerata adil. Pendekatan ini adalah pendekatan subjektif yang secara aksiologis berpihak pada perempuan dan kelompok minoritas lain (ras-etnis, kelas sosial politik agama, orientasi seksual, difabel, dan lain-lain). Pendekatan ini memiliki tiga matra keberpihakan: pertama, asumsi eksplisit bahwa peraturan dan praktik yang menjadi raison d’être (alasan eksistensial) praktik politik amat maskulin dan mengabarkan ketidaksetaraan relasi kekuasaan, secara spesifik mengkonstruksi (l)iyan dalam kata kunci gender, ras, etnis, agama, dan kelas sosial-ekonomi. Kedua, memberikan penghargaan pada praktik-praktik informal dari proses-proses komunikasi dan tatakelola politik yang tidak termaktub dalam paradigma modern. Perihal 124 ini secara spesifik menginduk pada praktik-praktik masyarakat adat dan perlindungan ekologis yang erat kaitannya dengan perikehidupan perempuan dan para liyan. Ketiga, komitmen pada pengarusutamaan, pendekatan ini menyadari bahwa dua perihal tersebut tidak akan teratasi tanpa ada komitmen politik atas tindakan-tindakan pengarusutamaan, baik gender, difabel, ekologis, dan lain-lain. Dengan membawa tiga dimensi tersebut, tulisan ini akan mengambil posisikeputusan bagaimana akses perempuan menuju kabinet dan bagaimana jalan dibentangkan untuk memberikan para liyan akses yang adil atas praktik-praktik politik—tidak hanya dalam posisi inferior tetapi perempuan juga perlu berada dalam posisi kementerian portofolio strategis—dimana strategi pengarusutamaan gender dijangkarkan ke dalam sistem operasional eksekutif. Riset ini juga merupakan dokumentasi kajian Jurnal Perempuan atas Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada 29 Oktober 2014 bersama beberapa ahli di bidangnya masing-masing.
Women's Status in Politics Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 19, No 3 (2014): 2014 Presidential Election, Religion & Status of Women
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v19i3.58

Abstract

Culture, Tradition and Custom Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 20, No 1 (2015): Culture, Tradition and Custom
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v20i1.47

Abstract

Status of Girls in Child-Marriage? Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 21, No 1 (2016): Status of Girls in Child-Marriage
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v21i1.14

Abstract

"Chair" Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 19, No 2 (2014): 2014 General Election & Women Politicians
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v19i2.59

Abstract

Religion, 2014 General Election and Status of Women as Other Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 19, No 3 (2014): 2014 Presidential Election, Religion & Status of Women
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v19i3.75

Abstract

Riset kali ini menarasikan perjumpaan antara agama dan politik di Pemilihan Legislatif 9 April dan Pemilihan Presiden 9 Juli 2014 (selanjutnya disingkat Pemilu: Pileg dan Pilpres) dalam menimbang status perempuan. Pendekatan feminisme kerap curiga dan tak percaya bagaimana aliansi kedua terminologi itu dapat dan bisa sungguh-sunguh melayani amanat keadilan gender dan keadilan sosial. Disamping melakukan dokumentasi teoritis, kajian pada Jurnal Perempuan Edisi 82 kali ini, salah satunya, merupakan dokumentasi FGD (Focus Group Discussion) yang dilaksanakan pada Selasa 1 Juli 2014 jam 13-17 WIB di kantor Yayasan Jurnal Perempuan, Jakarta. FGD ini difasilitasi oleh Mariana Amiruddin (Dewan Redaksi Jurnal Perempuan) dengan narasumber berikut: Ade Kusumaningtyas (RAHIMA), Husein Muhammad (Komnas Perempuan), Siti Khadijah Nasution (Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak), Manneke Budiman (FIB, UI), Masruchah (Koalisi Perempuan Indonesia), Muhamad Ali (Univ California, Riverside), Nur Iman Subono (FISIPOL UI), Septemmy Lakawa (Sekolah Tinggi Teologi Jakarta), Siti Musdah Mulia (Megawati Institute) dan Titi Sumbung (Indonesian Center for Women in Politics). Bahasan konseptual ketiga 113 terminologi pada judul di atas, akan dilengkapi dengan fakta-fakta politik tahun 2014 ini, yaitu fakta Pileg dan fakta Pilpres.
"Three Earthly Bodies" Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 19, No 1 (2014): Women Bodies in Ecology
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v19i1.60

Abstract

SRHR (Sexual & Reproductive Health & Rights) & Climate Change Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 20, No 3 (2015): SRHR (Sexual & Reproductive Health & Rights) & Climate Change
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v20i3.26

Abstract

When Bulls No Longer Drink Water under Keningar Trees: Women’s Worldview at Mount Merapi Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 19, No 1 (2014): Women Bodies in Ecology
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v19i1.89

Abstract

Filsafat ekofeminisme telah mulai memasuki lokus perdebatan bagaimana dia memandang hubungan antara identitas manusia dan percakapan antara manusia, binatang dan alam. Sebelumnya dan masih hidup secara permanen dalam pandangan dunia masyarakat modern bahwa binatang dan alam adalah segala sesuatu yang dikaitkan dengan instrumentalisasi perikehidupan manusia. Perikehidupan selalu dikaitkan dengan kemanusiaan. Perikehidupan manusia memutus dirinya pada kebutuhan-kebutuhan dirinya, sandang-pangannya, tanah-rumahnya, dan segala kenyamanan-kenyamanan yang didapat dari alam dan binatang. Binatang adalah piara, alam adalah instrumen sumber daya untuk eksploitasi tanpa mempertimbangkan keberlanjutannya, tanpa mempertimbangkan sirkularitas ekosistem, ketergantungan antara alam, manusia dan binatang. Manusia meletakkan identitas dirinya secara superior di atas kedua elemen tersebut. Manusia tak lagi dapat mewarisi apa-apa yang ada dalam artefak nenek-moyangnya, dari candi-candi purba, yang mewariskan kesatuan dengan alam, dengan binatang, dengan tumbuhan, dengan Riset 132 pohon-pohon. Modernitas dan kapitalisme telah menceraikan manusia dari kesatuan itu: dari keterkaitan, dari kesetaraan, dari aksi kasihsayang, terhadap alam, terhadap binatang, terhadap pohon-pohon.
Women's Status in the Governance Candraningrum, Dewi
Jurnal Perempuan Vol 19, No 4 (2014): Women in 2014 Cabinet
Publisher : Yayasan Jurnal Perempuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34309/jp.v19i4.57

Abstract