Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penggunaan Bambu Sebagai Struktur Rumah Tinggal Modern Ramah Gempa Mirani, Zulfira; Sari, Desnila -; Natalia, Monika; Partawijaya, Yan; Atmaja, Jajang
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 6 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jppm.v6i1.1263

Abstract

Bamboo material can be applied to structural and decorative elements of modern and minimalist architecture. Use bamboo as structural element, among: 1) as reinforcement structural column, bamboo diameter of 12 cm inserted into the structural column inside iron reinforcement, then cast with concrete. This technique can reduce concrete volume up to 50% than conventional concrete columns, 2) as wall reinforcement, bamboo inserted between the iron reinforcement of the supporting wall, then cast with concrete mortar. This system in addition strengthening walls against the moment forces pressure, can also reduce the volume of concrete. This system can produce walls with a thickness of only 8 cm, much thinner when compared to conventional brick walls 15 cm thick, 3) as reinforcement of concrete slabs, woven bamboo is laid horizontally as a partial replacement for concrete reinforcement iron. This system aims to significantly reduce the amount of iron on the slab, which will reduce construction costs. Science and technology application activities for lecturers of the Department of Civil Engineering, Politeknik Negeri Padag regarding the use of bamboo as earthquake strength for modern residential structure have been carried out at Panti Asuhan Khusus Anak Mentawai, Jl.Purus 4 Padang, on Sunday, August 20, 2023. This activity provides knowledge and adds insight for orphanage children, will finish their education in high school, about alternative materials to replace wood and concrete that are cheaper. So later it is hoped that if they are entrepreneurial or involved in the construction world use of bamboo.
Desain Furniture Teknik Rustic Sari, Desnila; Natalia, Monika; Mirani, Zulfira; Partawijaya, Yan; Atmaja, Jajang
Jurnal Abdimas: Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jppm.v6i2.1264

Abstract

The use of waste can be a surefire alternative to making furniture at less cost. It can be commercial ideas, and profitable business, processing wasted materials into unique furniture, without losing naturalness. The concept of rustic is utilizes natural resources. Rustic style can be interpreted as a style in architectural and interior design the impression of natural and beautiful. In processing finishing it is done imperfectly it must remain in a rough texture. Finishing is done only to protect weather materials and termites. The application of independent community science and technology about rustic technique furniture design has been carried out at Panti Sasuhan Khusus Anak Mentawai, Purus 4 Padang, on Sunday, August 27, 2023. This activity was carried out by socializing about waste materials to how to make rustic technique furniture, by discussion and question and answer. The success of this activity can be seen from the enthusiasm of participants in discussions and questions and answers as well as their interest in trying to make their own later. This activity, it is expected to increase the insight, knowledge and skills of orphanage children to be able to become independent entrepreneurs by utilizing unused natural materials into beautiful furniture that is selling.
Analisa Faktor Resiko Construction Waste pada Proyek Konstruksi di Kota Padang Natalia, Monika; Partawijaya, Yan; Mirani, Zulfira
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 14 No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.104 KB) | DOI: 10.30630/jirs.14.2.105

Abstract

Waste atau disebut juga nonvalue-adding activity adalah semua aktivitas yang tidak memberikan nilai tambah dimata customer pada suatu produk yang diproses (Hines dan Taylor, 2000). Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi waste yang terjadi pada proyek konstruksi di Kota Padang. Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan di Kota Padang. Adapun respondennya adalah proyek manager, site manager, site engineer, quality control, supervisor, pelaksana lapangan dan pengawas lapangan. Dari quisioner yang kembali, dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Pengujian data meliputi uji validasi, uji reliabilitas dan uji korelasi. Selanjutnya dilakukan analisis regresi linier variabel berganda, yang bertujuan untuk mengetahui factor-faktor yang berpengaruh besar terhadap waste. proyek konstruksi di kota Padang. Quisioner yang disebarkan sebanyak 25 quisioner. Response rate 100%. Dari data penelitian terdapat 7 faktor dengan 44 variabel. Hasil uji validasi, didapatkan 5 faktor dan 37 variabel yang valid. Hasil uji reliabilitas, teridentifikasi 5 faktor dengan 14 variabel yang reliable. Hasil uji korelasi, semua variable reliable juga terkorelasi dengan kuat. Analisa regresi dilakukan dengan uji R2, uji F dan uji t. Dari hasil uji R2, didapatkan besarnya kontribusi 14 variabel terhadap waste konstruksi sebesar 91,6%. Hasil uji F memperlihatkan secara simultan semua variabel mampu menjelaskan hubungannya terhadap penyimpangan biaya dengan sangat baik. Hal ini ditunjukkan oleh signifikasi < 5%. Hasil dari uji t, teridentifikasi 5 faktor dengan 8 variabel yang signifikan. Variabel tersebut adalah adalah waktu menunggu revisi gambar/perubahan desain sebesar 0,782, mutu pengawasan rendah sebesar 0,430, kesalahan pada saat pelaksanaan pekerjaan sebesar 1,957, keterlambatan pelaksanaan pekerjaan sebesar 2,122, pekerjaan rework dan repair sebesar 0,556, perencanaan dan penjadwalan yang buruk sebesar 2,730, perubahan desain sebesar 0,863 dan cuaca sebesar 0,966. Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan pertimbangan untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi guna menghindari biaya-biaya tambahan yang tidak diinginkan dan menghindari keterlambatan penyelesaian proyek akibat waste konstruksi.
Faktor Penyebab Kegagalan Akibat Keterlambatan Proyek Konstruksi Pada Bangunan Gedung di Kota Padang Natalia, Monika; Riswandi, Riswandi; Mirani, Zulfira; Partawijaya, Yan; Misriani, Merley
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 15 No 2 (2018): Oktober 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.416 KB) | DOI: 10.30630/jirs.15.2.129

Abstract

Keberhasilan proyek adalah tujuan akhir yang utama dari setiap pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Perbedaan keberhasilan proyek disebabkan karena tiap proyek mempunyai faktor-faktor pengaruh yang berbeda-beda. Ada kalanya proyek tidak berjalan lancar sesuai perencanaan awal. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti faktor alam, faktor tenaga kerja, lokasi, material, koordinasi, administrasi dan lain-lain. Faktor-faktor tersebut dapat menjadi permasalahan atau kendala yang menyebabkan tidak lancarnya pelaksanaan proyek konstruksi. Padahal proyek konstruksi harus memenuhi tiga criteria yaitu mutu, biaya, dan waktu (triple constraint) sesuai dengan yang telah ditetapkan.Oleh karena itu, semua pihak yang terlibat dalam proyek konstruksi gedung (owner, konsultan, kontraktor) harus mengetahui faktor-faktor penyebab kendala selama pelaksanaan proyek konstruksi gedung. Dengan diketahuinya faktor-faktor ini, semua pihak yang terlibat dapat menentukan solusi/strategi apa yang harus dilakukan untuk menangani masalah yang timbul di lapangan selama pelaksanaan proyek konstruksi. Dengan diketahui dari awal, dapat diantisipasi sedini mungkin semua kendala/permasalahan yang timbul, dan tidak akan ada pihak yang dirugikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kendala kegagalan yang disebabkan oleh keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi di Kota Padang Sumatera Barat. Metode Penelitian yang digunakan analisis deskriptif menggunakan quisioner dengan data proyek konstruksi yang sedang atau sudah dikerjakan di Sumatera Barat. Adapun respondennya adalah project manager, site manager.Dari quisioner yang dilakukan pengujian data dengan menggunakan SPSS. Pengujian data meliputi uji validasi, uji reliabilitas,uji normalitas uji korelasi,dan uji analisa diskritif. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor dominan penyebab kendala proyek konstruksi di Kota Padang adapun faktor dominan pada pengujian ini yaitu pada subfaktor jadwal penggunaan material yang terperinci dan tepat waktu (material’s schedule) dengan nilai mean 3,55 atau 87,50 % . Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat sebagai bahan masukan/pertimbangan dalam mengambil kebijakan untuk semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek konstruksi agar tercapai keberhasilan proyek
Analisa Investasi Pemilihan Hydraulic Exavator Dengan Pertimbangan Aspek Teknis Dan Ekonomis Partawijaya, Yan; Hamid, Desmon; Mukhlis, M; Atmaja, Jajang; Faris F, Muhammad
Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Vol 16 No 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (P3M), Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (750.794 KB) | DOI: 10.30630/jirs.16.2.225

Abstract

The ownership of heavy equipment is one of the most interesting business at this time, because the indonesian government is actively developing infrastructure, mining, plantation and agriculture sectore. So, it will be very profitable to do this heavy equipment business if it followed an accurate investment analysis. In this research, researchers took a case study on analyzing the selection of hydraulic excavator from 5 different brands, its Komatsu, Hitachi, Caterpillar, Kobelco and Hyundai with 3 different classes (economical, medium and high mode).This research was conducted by collecting primary data (interviews and field surveys) and secondary data (previeos research journal and literature studies) as supporting data. Data processing with reference to Permen PU no.11/PRT/M/2013. Decision making analysis is based on calculation of Nett Present Value (NPV) method, Internal Rate of Return (IRR) method and Break Event Point (BEP) method. After conducting the research, researcher concludes as follows : in the economical class, researcher recommends CAT 313D2 to be invested for the purpose of being rented or used alone. In the medium class, researcher recommends Kobelco SK 200-10 to be invested for the purpose of being rented. In the high mode class, researcher recommends Kobelco SK 330 to be invested for the pupose of being rented. The recommendation that the researcher describes are not absolute decisions to be followed and only as a consideration for investors.
REKOMENDASI PENGUBAHSUAIAN GEDUNG F POLITEKNIK NEGERI PADANG MENJADI BANGUNAN GEDUNG HIJAU Partawijaya, Yan; Hamid, Desmon; Guspari, Oni; Aktorina, Wahyu; Yasrul, Latifah
Jurnal Ilmiah Poli Rekayasa Vol 20, No 1 (2024): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian dan pengabdian kepada Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30630/jipr.20.1.372

Abstract

 Padang State Polytechnic (PNP), one of the first 17 polytechnics in Indonesia, is committed to creating a comfortable academic environment with adequate facilities and harmonious interaction between lecturers, staff, and students. Collaboration with many companies has increased the number of students and study programs admitted each year. However, the construction of facilities and infrastructure has reduced green open space by 26.88%. The construction of Buildings AB and E in 2012 has impacted the comfort and health of Building F users, obstructing air circulation and natural lighting, and increasing the demand for water and waste management. Recommendations are needed to convert Building F into a green building according to the Minister of Public Works and Housing Regulation No. 21 of 2021 to optimize natural resources, reduce environmental impact, and enhance comfort. This research aims to develop retrofit recommendations, including replacing window openings, adding green areas, planning natural lighting, and improving waste and wastewater management systems. Data was collected through literature review, observation, quantitative methods, interviews, and documentation. The initial assessment of Building F scored 21.81% according to the Checklist for Existing Buildings in the Green Building Performance Assessment, indicating a significant need for improvement. The implementation of the recommendations will potentially increase Building F's score to 70.30%, placing it in the "MADYA" category, reflecting better sustainability and efficiency standards.. This demonstrates the success of the recommendations provided and the potential to improve building performance in the future
Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kayu Menjadi Mainan Edukasi Anak untuk Tukang di CV Kurnia Multy Kreasi Partawijaya, Yan; Guspari, Oni; Aktorina, Wahyu
JAPEPAM, Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): JAPEPAM
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengelolaan limbah kayu yang kurang baik, dapat memiliki banyak dampak negatif. Diantaranya: menciptakan pencemaran lingkungan, mengganggu kesehatan dan keselamatan dalam bekerja, dan pemborosan sumber daya. Pada banyak komunitas, khususnya di daerah pedesaan atau perkotaan yang memiliki industri kayu kecil, limbah kayu seringkali diabaikan dan dibuang begitu saja. Tukang kayu lokal, masih kurang memiliki pengetahuan atau keterampilan untuk mengolah limbah kayu menjadi produk yang dapat bernilai ekonomis, sementara permintaan akan mainan anak-anak terus meningkat. Hal ini menciptakan peluang yang terlewatkan untuk menciptakan produk yang lebih berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan. Pelatihan mengenai pemanfaatan limbah kayu menjadi mainan edukasi anak bagi tukang kayu memiliki potensi untuk memberikan dampak yang signifikan. Dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah limbah kayu, tukang kayu dapat memanfaatkan potensi limbah yang sebelumnya tidak terpakai menjadi produk bernilai tambah. Selain itu, ini juga membantu mengurangi jumlah limbah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, mengurangi beban lingkungan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap peningkatan keterampilan dan perekonomian dari tukang di CV. Kurnia Multy Kreasi.