Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Public Relations

Makna Personal Branding Penyiar Radio Ardan di Media Sosial Instagram Gita Puspita Garini; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.8630

Abstract

Abstract. Radio broadcaster Ardan utilizes Instagram as a personal branding medium. The purpose of this study is to describe and understand the underlying motives, purpose motives, meaning of experience, and the reasons for doing personal branding on Instagram social media. The theory used in this research is new media theory and Alfred Schutz's phenomenological theory. In this study, the paradigm used is an interpretive paradigm, and the authors use a qualitative research method with a phenomenological approach. The subjects in this study were three Ardan radio broadcasters, where the determination of the subject was selected using a purposive sampling technique. Data collection techniques used by the authors are interviews, observation, documentation, and literature study. The data analysis technique in this study is the Miles & Huberman interactive model, namely data reduction, data presentation, and conclusions. Test the validity of the data used by the author, namely source triangulation and method triangulation. The results showed that there were several motives behind the informants to do personal branding on social media Instagram, namely habitual motives, self-desire motives, and radio ranking position motives. Informants carry out personal branding on Instagram social media with the aim of increasing existence, expanding networking, gaining trust, building self-image, and promoting radio broadcast programs. informants interpret their experiences in doing personal branding on Instagram social media, namely: (1) As an effort to strengthen closeness with listeners, (2) As a witness to career journey and development, (3) As a form of promotion and formation self-image, (4) As a form of self-exploration, (5) As a portfolio. Abstrak. Penyiar radio Ardan memanfaatkan Instagram sebagai media personal branding. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan dan memahami motif yang melatar belakangi, motif tujuan, makna pengalaman, dan alasan melakukan personal branding di media sosial Instagram. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori new media dan teori fenomenologi Alfred Schutz. Dalam penelitian ini, paradigma yang digunakan adalah paradigma interpretif, dan penulis menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang penyiar radio Ardan, dimana penentuan subjek tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh penulis yaitu wawancara, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah model interaktif Miles & Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Uji keabsahan data yang digunakan oleh penulis yaitu triangulasi sumber dan triangulasi dengan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa motif yang melatar belakangi informan untuk melakukan personal branding di media sosial Instagram, yaitu motif terbiasa, motif keinginan diri sendiri, dan motif kedudukan peringkat radio. Informan melakukan personal branding di media sosial Instagram dengan tujuan untuk meningkatkan eksistensi, memperluas networking, mendapatkan kepercataan, membangun citra diri, dan mempromosikan program siaran radio. Informan memaknai pengalamannya dalam melakukan personal branding di media sosial Instagram yaitu (1) Sebagai upaya memperkuat kedekatan dengan pendengar, (2) Sebagai saksi perjalanan dan perkembangan karir, (3) Sebagai bentuk promosi dan pembentukan citra diri, (4) Sebagai bentuk eksplorasi diri, (5) Sebagai portofolio.
Komunikasi Diagonal Pegawai Telkom Bandung dalam Melakukan Program Reverse Coach Zhafira Indah Widiharjanti; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 3 No. 2 (2023): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v3i2.9497

Abstract

Abstract. The SSOP (Shared Service Operation and Procurement) Unit of Telkom Bandung has a routine activity program that is carried out every two weeks called Reverse Coach. This program aims to increase harmony between employees and also aims to exchange information from younger employees to more senior employees so they can keep up with the times and technology so they stay up to date. In implementing the Reverse Coach program, SSOP unit employees use diagonal communication. The purpose of this research is to find out the process of diagonal communication, the reasons for implementing diagonal communication, the inhibiting factors and the solutions chosen by the SSOP Telkom Bandung unit in implementing the Reverse Coach program. This study uses a qualitative research method by applying a case study approach and a constructivist paradigm. The theory used in this study is the theory of human relations. Conducting interviews, observations, and documentation for data collection techniques. The analysis technique uses interactive analysis techniques from Miles & Huberman namely data reduction, data presentation, and conclusion/verification. To test the validity of the data used in this study by applying the dependability test and triangulation method.The results of this study are that the diagonal communication implemented in the Reverse Coach program can create and increase harmony among SSOP unit employees, can increase employee understanding of technology or the company, is effective and efficient in exchanging information, can increase work productivity, and can increase collaboration between employee. Abstrak. Unit SSOP (Shared Service Operation and Procurement) Telkom Bandung memiliki suatu program kegiatan rutin yang dilakukan setiap dua minggu sekali bernama Reverse Coach. Program ini bertujuan untuk meningkatkan keharmonisan antar pegawai dan juga bertujuan untuk saling bertukar informasi dari pegawai muda kepada pegawai yang lebih senior agar bisa mengikuti perkembangan jaman dan teknologi sehingga tetap up to date. Dalam pelaksanaan program Reverse Coach, para pegawai unit SSOP menggunakan komunikasi diagonal. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi diagonal, alasan penerapan komunikasi diagonal, faktor penghambat serta solusi yang dipilih oleh unit SSOP Telkom Bandung dalam pelaksanaan program Reverse Coach. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menggunakan paradigma konstruktivis. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori hubungan manusiawi. Melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk teknik pengumpulan data. Teknik analisis menggunakan teknik analisis interaktif dari Miles & Huberman yakni reduksi data, sajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Untuk uji keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji dependabilitas dan triangulasi metode. Hasil dari penelitian ini adalah komunikasi diagonal yang diterapkan dalam program Reverse Coach dapat menciptakan dan menigkatkan keharmonisan antar pegawai unit SSOP, dapat meningkatkan pemahaman para pegawai mengenai teknologi ataupun perusahaan, efektif dan efisien dalam pertukaran informasi, dapat meningkatkan produktivitas kerja, dan dapat meningkatkan kolaborasi antar pegawai.
Strategi Digital Marketing yang Dilakukan The Portrait Place melalui Media Sosial Instagram Annisa Oktaviani Bekti; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i1.11105

Abstract

Abstract. Research on digital marketing has been carried out at The Portrait Place which is engaged in business in the field of photography services. The Portrait Place is a business in the service sector, namely photography. The purpose of this research is to find out digital marketing strategies carried out through Instagram @theportraitplace.id. The subject of this research is CMO from The Portrait Place and Marketing from The Portrait Place and who manages Instagram from The Portrait Place. The theory used in this research is Marketing Strategy, and POAC Theory. The method used in this study is a qualitative research method with a case study approach and a constructivism paradigm. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out in a qualitative descriptive manner. The results of the study are: (1) The Portrait Place uses Instagram because Instagram has superior user demographics and feature advantages, as well as a form of adaptation to information technology developments; (2) Planning is carried out by looking at public trends and strengthening corporate character which is implemented through various patterns and characteristics such as color; (3) The organizing process is carried out with the stages of distributing human resources and dividing tasks in the Standard Operational Procedure Digital Marketing The Potrait Place; (4) The implementation process is carried out by looking at the use of viral moments and trends as well as market segmentation and the implementation of digital marketing concepts at The Portrait Place; (5) The control process is carried out by evaluating digital marketing content on Instagram The Portrait Place and conducting research and comparisons with other similar companies. The problems that arise in digital marketing at The Potrait Place, such as the inconsistency of Insight Digital Marketing Instagram, are resolved by adjusting the digital marketing public and updating The Potrait Place Digital Marketing in terms of concepts. From this research it can be concluded that 1) Instagram plays an important role in supporting today's business; 2) Digital Marketing Standard Operational Procedure (SOP) is made in the planning process; 3) SOP is used in organizing for human resources and their duties; (4) at the implementation stage new marketing content was born on Instagram The Potrait Place; and 5) the results of controlling and evaluating The Potrait Place updating digital marketing content on Instagram. Abstrak. Telah dilakukan penelitian mengenai digital marketing pada The Portrait Place yang bergerak dalam usaha di bidang jasa fotografi. The Portrait Place merupakan sebuah usaha di bidang jasa yaitu fotografi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui strategi digital marketing yang dilakukan melalui Instagram @theportraitplace.id. Subjek penelitian ini CMO dari The Portrait Place dan Marketing dari The Portrait Place dan yang mengelola Instagram dari The Portrait Place. Teori yang dipakai pada penelitian ini yaitu Strategi Marketing, dan Teori POAC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta paradigma konstruktivisme. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian, yaitu: (1) The Potrait Place menggunakan Instagram dikarenakan Instagram memiliki keunggulan demografi pengguna dan keunggulan fitur, serta sebagai bentuk adaptasi perkembangan teknologi informasi; (2) Perencanaan dilakukan dengan melihat tren publik dan penguatan karakter perusahaan yang diimplementasikan melalui berbagai corak dan ciri khas seperti warna; (3)Proses pengorganisasian dilakukan dengan tahapan pembagian sumber daya manusia serta pembagian tugas pada Standard Operational Procedure Digital Marketing The Potrait Place; (4) Proses pelaksanaan dilakukan dengan melihat pemanfaatan viralitas momen dan tren serta segmentasi pasar dan implementasi konsep digital marketing pada The Potrait Place; (5) Proses pengendalian dilakukan dengan melakukan evaluasi konten digital marketing pada Instagram The Potrait Place serta melakukan riset dan perbandingan dengan perusahaan lain yang sejenis. Adapun permasalahan yang muncul dalam digital marketing The Potrait Place seperti inkonsistensi Insight Digital Marketing Instagram yang diatasi dengan cara melakukan penyesuaian publik digital marketing serta melakukan Update Digital Marketing The Potrait Place dari segi konsep. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa 1) Instagram berperan penting dalam menunjang bisnis masa kini; 2) Standard Operational Procedure (SOP) Digital Marketing dibuat pada proses perencanaan; 3) SOP digunakan pada pengorganisasian untuk sumber daya manusia dan tugasnya; (4) pada tahap pelaksanaan terlahir konten-konten pemasaran baru pada Instagram The Potrait Place; dan 5) hasil dari pengendalian serta evaluasi The Potrait Place melakukan pembaharuan konten-konten digital marketing pada Instagram.
Komunikasi Eksternal Yayasan Baitul Maal PLN pada Program Ekonomi dalam Pemberdayaan Masyarakat Dhuafa Sigit Yuniarto; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12771

Abstract

Abstract. Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID JABAR which is an institution under the auspices of PLN, an institution that has empowerment programs for the poor that have a significant impact in various fields, such as economy, social humanity, health, education, and da'wah, even including the development of fostered villages. This study aims to analyze the external communication applied to YBM PLN UID JABAR with beneficiaries in the economic program of empowering the poor to ensure that the information conveyed is well understood and has a positive impact on them. This research focuses on Amil and PLN UID JABAR employees involved in YBM PLN UID JABAR, as well as beneficiaries of the economic empowerment program for the poor with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The constructivism paradigm is the theoretical basis for this research, with qualitative research methods. Case study was chosen as the research method. Data analysis was conducted using the interactive model of Miles & Huberman. The theory used is excellence theory for how YBM PLN UID JABAR builds and maintains with its public through communication. The results of the research are expected that YBM PLN UID JABAR can build strong relationships with beneficiaries through direct communication and participatory activities, while also using external communication to ensure good understanding, strengthen relationships, and increase the effectiveness of economic programs to empower the poor, with a periodic approach to overcome communication obstacles. Abstrak. Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UID JABAR yang merupakan lembaga di bawah naungan PLN, sebuah lembaga yang memiliki program-program pemberdayaan masyarakat dhuafa yang memiliki dampak signifikan di berbagai bidang, seperti ekonomi, sosial kemanusiaan, kesehatan, pendidikan, dan dakwah, bahkan meliputi pembangunan desa binaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Komunikasi eksternal yang diterapkan pada YBM PLN UID JABAR dengan penerima manfaat dalam program ekonomi pemberdayaan masyarakat dhuafa guna memastikan informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik dan memberikan dampak yang positif bagi mereka. Penelitian ini memfokuskan pada para Amil dan Pegawai PLN UID JABAR yang terlibat dalam YBM PLN UID JABAR, serta penerima manfaat dari program ekonomi pemberdayaan masyarakat dhuafa dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Paradigma konstruktivisme menjadi landasan teoritis penelitian ini, dengan metode penelitian kualitatif. Studi kasus dipilih sebagai metode penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif dari Miles & Huberman. Teori yang digunakan ialah teori excellence guna bagaimana YBM PLN UID JABAR membangun dan memelihara dengan publiknya melalui komunikasi. Hasil penelitian diharapkan YBM PLN UID JABAR dapat membangun hubungan yang kuat dengan penerima manfaat melalui komunikasi langsung dan kegiatan partisipatif, sementara juga menggunakan komunikasi eksternal untuk memastikan pemahaman yang baik, memperkuat hubungan, dan meningkatkan efektivitas program ekonomi pemberdayaan masyarakat dhuafa, dengan pendekatan berkala untuk mengatasi kendala komunikasi.
Komunikasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pendampingan Masyarakat Perhutanan Sosial pada SSF Project Indonesia Putri Azka Fatihatunnizma; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12786

Abstract

Abstract. Strengthening of Social Forestry (SSF) Project Indonesia is one of the efforts to accelerate the Social Forestry Program through strengthening community capacity, institutions in managing forest resources sustainably, and strengthening Social Forestry regulations. In this case, SSF Project Indonesia involves Community Facilitators/Field Facilitators who are key in the mentoring process. However, there are certainly many obstacles faced by Field Facilitators in conducting communication approaches to convince local communities so that this research is interesting to study. This research aims to describe empowerment communication in community assistance in 5 SSF Project Indonesia work areas. The theory used is Community Empowerment Theory. This research uses qualitative research methods with a case study approach, as well as a constructivist paradigm. Data collection techniques were carried out by interview, non-participant observation, literature & documentation study. The research subjects were determined based on purposive sampling technique, namely the Directorate of PKPS, SSF Project Indonesia Team Leader, and Field Facilitators. Data analysis techniques used from Miles & Huberman are data reduction, data presentation, & conclusion drawing/verification. The data validity test in this research is source triangulation. Abstrak. Strengthening of Social Forestry (SSF) Project Indonesia merupakan salah satu upaya untuk mempercepat Program Perhutanan Sosial melalui penguatan kapasitas masyarakat, kelembagaan dalam mengelola sumberdaya hutan secara lestari, serta memperkuat regulasi Perhutanan Sosial. Dalam hal ini, SSF Project Indonesia melibatkan Pendamping Masyarakat/Field Facilitator yang menjadi kunci dalam proses pendampingan. Namun, tentunya banyak kendala yang dihadapi oleh para Pendamping Masyarakat dalam melakukan pendekatan komunikasi untuk meyakinkan masyarakat setempat sehingga penelitian ini menarik untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunikasi pemberdayaan dalam pendampingan masyarakat di 5 areal kerja SSF Project Indonesia. Teori yang digunakan Teori Pemberdayaan Masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, serta paradigma konstruktivis. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, studi pustaka & dokumentasi. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan teknik purposive sampling, yakni pihak Direktorat PKPS, Team Leader SSF Project Indonesia, dan Pendamping Masyarakat. Teknik analisis data yang digunakan dari Miles & Huberman berupa reduksi data, sajian data, & penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data pada penelitian ini adalah triangulasi sumber.
Penggunaan Instagram sebagai Media Informasi Pengelolaan Sampah Organik Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung Moch Angga Sutisna; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.12807

Abstract

Abstract. The Bandung City Food and Agriculture Security Service is an institution that specifically implements all programs related to food and agricultural defense in the City of Bandung. This Instagram provides a forum for information and education related to organik waste management as a change for the community environment and especially information on the Organik Tower Garden. The aim of this research is to find out the reasons for using Instagram as an information medium related to organik waste management, the strategies used, the planning process and content creation produced by the Instagram account of the Bandung City Food Security and Agriculture Service. This research also uses Chris Heuer's 4C theory, namely, Contect, Communication, Collaboration and Connection. This research uses a qualitative method with a case study approach. The research subjects were determined based on purposive sampling, namely, the Head of the Bandung City Food Security and Agriculture Service, the Social Media Team, and the audience from the @bdg.pangan account. The results of this research reveal that Instagram social media plays an important role in providing information to the public, the Bandung City Food Security and Agriculture Service uses Instagram to carry out innovations such as turning organik waste into compost for use, the Bandung City Food Security and Agriculture Service has succeeded in using effective strategies in disseminate information on organik waste management via Instagram with a consistent and creative approach. By planning creative content, DKPP takes several steps in the content creation process, so that the creation process is maximized and of course varied. Abstrak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung merupakan suatu Lembaga yang khususnya melaksanakan seluruh program terkait pertahanan pangan dan pertanian di Kota Bandung. Instagram ini memberikan wadah untuk informasi dan edukasi terkait Pengelolaan sampah organik sebagai salah satu perubahan bagi lingkungan Masyarakat dan terutama pada informasi Organik Tower Garden. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui alasan penggunaan Instagram sebagai media informasi terkait pengelolaan sampah organik, strategi yang digunakan, proses perencanaan dan pembuatan konten yang dihasilkan oleh akun Instagram Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung. Penelinian ini juga menggunakan teori Teori Chris Heuer 4C yaitu, Contect, Commmunication, Collaboration dan Connection . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ditentukan berdasarkan purposif sampling yakni, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung, Tim Media Sosial, dan Audiens dari akun @bdg.pangan. Hasil penelitian ini yaitu mengungkapkan bahwa media sosial Instagram berperan penting dalam memberikan informasi kepada Masyarakat, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memanfaatkan Instagram untuk melakukan inovasi seperti mengubah sampah organik menjadi kompos untuk dimanfaatkan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung berhasil menggunakan strategi efektif dalam menyebarkan informasi pengelolaan sampah organik melalui Instagram dengan pendekatan yang konsisten dan kreatif. Dengan merencanakan konten yang kreatif DKPP membuat beberapa langkah dalam proses pembuatan konten, sehingga saat proses pembuatan menjadi lebih maksimal dan tentunya bervariasi.
Pengalaman Narrative Transportation dalam Menonton Film Bergenre Drama Arafi Aditya Putra; Dede Lilis Chaerowati
Bandung Conference Series: Public Relations Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Public Relations
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcspr.v4i2.15143

Abstract

Abstract. This research discusses the Narrative Transportation experience of viewers in watching drama genre films, in the context of the film community. The main focus of this research is to understand how viewers are actively involved and immersed in the narrative world presented by films, as well as how this experience influences their understanding, emotions and behavior. This research aims to explore in more depth the experience of watching films and their impact on everyday life, as well as the contribution of the film community in shaping viewers' perceptions and behavior towards this medium. This research uses qualitative methods with a phenomenological approach and interpretive paradigm. The object of this research is the phenomenon of narrative transportation, including situations where individuals are completely transported into the narrative. Meanwhile, the research subjects were student members of the community who watched films. The results showed that members of the Free Film Productions community experienced strong Narrative Transportation when watching drama genre films, which resulted in deep emotional and cognitive involvement. This experience makes them feel more understanding and connected to the characters and plot in the film, influencing their perception of reality and shaping their behavior in everyday life. These findings emphasize the important role of the film community in deepening the viewing experience and shaping audience perceptions and behavior towards the film medium. Abstrak. Penelitian ini membahas pengalaman Narrative Transportation penonton dalam menonton film bergenre drama, dalam konteks komunitas film. Fokus utama penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana penonton terlibat secara aktif dan tenggelam dalam dunia naratif yang disajikan oleh film, serta bagaimana pengalaman tersebut memengaruhi pemahaman, emosi, dan perilaku mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi lebih dalam mendalam tentang pengalaman menonton film dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, serta kontribusi komunitas film dalam membentuk persepsi dan perilaku penonton terhadap medium tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan paradigma interpretif. Objek penelitian ini adalah fenomena narrative transportation mencakup situasi di mana individu terbawa sepenuhnya ke dalam narasi. Sedangkan subjek penelitian adalah mahasiswa anggota komunitas yang menonton film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota komunitas Free Film Productions mengalami Narrative Transportation yang kuat saat menonton film bergenre drama, yang menghasilkan keterlibatan emosional dan kognitif yang mendalam. Pengalaman ini membuat mereka merasa lebih memahami dan terhubung dengan karakter serta plot dalam film, mempengaruhi persepsi mereka terhadap realitas dan membentuk perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini menegaskan pentingnya peran komunitas film dalam memperdalam pengalaman menonton dan membentuk persepsi serta perilaku penonton terhadap medium film.