Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Strategi Branding, Marketing dan Reputasi dalam Meningkatkan Daya Saing Sekolah Puji Astuti; Teguh Trianung; Heru Santosa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the digital era, significant transformations have taken place within the education sector, particularly in how institutions manage and organize their operations. With the rapid advancement of technology and the increasing reliance on digital tools, educational institutions are presented with new opportunities to boost their competitiveness. One of the key ways they can achieve this is through the strategic use of branding, marketing, and reputation management. These elements play a crucial role in shaping a school’s public image and enhancing its attractiveness to potential students and stakeholders. This article delves into the synergistic roles of branding, marketing, and reputation management strategies in strengthening a school’s competitive position. The research employs a qualitative approach, utilizing a case study method to explore how these strategies are implemented in real-world educational settings. Data collection methods include in-depth interviews with key stakeholders, participant observations, and documentary analysis, ensuring a comprehensive understanding of the subject. The findings of this research indicate that the integration of branding, marketing, and reputation management strategies can significantly elevate a school’s ability to stand out in a competitive market. Institutions that successfully highlight their unique identity, effectively utilize technology for promotional activities, and maintain a positive reputation are better positioned to attract prospective students and parents. Additionally, the study suggests that these strategies must work in harmony to achieve the desired outcomes, as each element complements the others. Ultimately, schools that adopt a holistic approach to these strategies are more likely to succeed in an increasingly competitive educational environment, where reputation and visibility play pivotal roles in attracting students and fostering institutional growth. Keywords: Branding, Marketing, Reputasi Sekolah Abstrak: Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor pendidikan, terutama dalam cara institusi mengelola dan menyelenggarakan operasional mereka. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan ketergantungan yang semakin besar pada alat digital, institusi pendidikan memiliki peluang baru untuk meningkatkan daya saingnya. Salah satu cara utama untuk mencapai hal ini adalah melalui penggunaan strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi yang efektif. Elemen-elemen ini memiliki peran penting dalam membentuk citra publik sekolah dan meningkatkan daya tariknya bagi calon siswa dan pemangku kepentingan. Artikel ini membahas peran sinergis dari strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi dalam memperkuat posisi kompetitif sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana strategi-strategi ini diterapkan dalam pengaturan pendidikan dunia nyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, observasi partisipan, dan analisis dokumentasi, guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai topik ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sekolah untuk menonjol di pasar yang kompetitif. Institusi yang berhasil menonjolkan identitas unik mereka, memanfaatkan teknologi untuk kegiatan promosi, dan menjaga reputasi yang baik di mata publik lebih berpotensi untuk menarik calon siswa dan orang tua. Selain itu, penelitian ini menyarankan bahwa strategi-strategi ini harus bekerja secara harmonis untuk mencapai hasil yang diinginkan, karena masing-masing elemen saling melengkapi. Pada akhirnya, sekolah-sekolah yang mengadopsi pendekatan holistik terhadap strategi-strategi ini lebih mungkin untuk berhasil di lingkungan pendidikan yang semakin kompetitif, di mana reputasi dan visibilitas memainkan peran penting dalam menarik siswa dan mendukung pertumbuhan institusi. Kata kunci: Branding, Marketing, Reputasi Sekolah
Pengaruh Kualitas Pemasaran dan Layanan Pendidikan Terhadap Kepuasan Peserta Didik Kelas XII SMA Negeri di Kecamatan Tapos Kota Depok Khairunnisa Putri Alif; Matin Matin; Heru Santosa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p674

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of marketing quality and educational services on student satisfaction in class XII of public high school in Tapos District, Depok City. This study uses a survey method with a quantitative approach using the path analysis technique. This research data was obtained by questionnaire. The survey involved 208 students as samples using simple random sampling technique. The results showed: 1) There is a positive direct effect of marketing quality on learner satisfaction with a path coefficient value of 0.262 and a calculated t coefficient value of 4.225, 2) There is a positive direct effect of education services on student satisfaction with a coefficient value of 0.144 and a calculated t coefficient value of 2.645, 3) There is a positive direct effect of marketing quality on educational services with a path coefficient value of 0.143 and a calculated t coefficient value of 2.079. Therefore, the three calculated t coefficient values are greater than the t table value, thus H0 is rejected Ha is accepted, namely that marketing quality has a direct positive effect on student satisfaction, education services have a direct positive effect on student satisfaction, and marketing quality has a direct positive effect on education services. Keywords: marketing quality, educational services, student satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas pemasaran dan layanan pendidikan terhadap kepuasan peserta didik kelas XII SMA Negeri Di Kecamatan Tapos Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Teknik analisis jalur. Data penelitian ini diperoleh dengan kuesioner. Survei melibatkan 208 peserta didik sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh langsung positif kualitas pemasaran terhadap kepuasan peserta didik dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,262 dan nilai koefisien t hitung sebesar 4,225, 2) Terdapat pengaruh langsung positif layanan Pendidikan terhadap kepuasan peserta didik dengan nilai koefisien 0,144 dan nilai koefisien t hitung sebesar 2,645, 3) Terdapat pengaruh langsung positif kualitas pemasaran terhadap layanan pendidikan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,143 dan nilai koefisien t hitung sebesar 2,079. Oleh karena itu, ketiga nilai koefisien t hitung lebih besar dari nilai t tabel, maka dengan demikian H0 ditolak Ha diterima yaitu bahwa kualitas pemasaran berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan peserta didik, layanan pendidikan berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan peserta didik, dan kualitas pemasaran berpengaruh langsung positif terhadap layanan pendidikan. Kata kunci: kualitas pemasaran, layanan pendidikan, kepuasan peserta didik
Strategic Challenges and Integrated Models for Dual Curriculum Implementation: A Systematic Review (2015–2025) Bening Kirana Jingga; Heru Santosa; Sugiarto Sugiarto; Kamaludin Kamaludin
Edunesia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Research, Training and Philanthropy Institution Natural Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51276/edu.v7i2.1623

Abstract

The increasing demand for globally competitive yet locally grounded education has encouraged many countries, including Indonesia, to implement dual-curriculum systems integrating national and international frameworks. In Indonesian K–12 schools, this integration commonly involves the national curriculum alongside international programs such as Cambridge, the International Baccalaureate (IB), and the International Primary Curriculum (IPC). While this model offers opportunities to enhance global competence and academic quality, its implementation remains complex and multidimensional. Schools must navigate policy alignment, teacher readiness, curriculum integration, assessment compatibility, and stakeholder coordination simultaneously. Despite growing scholarly attention, existing studies on dual-curriculum implementation remain fragmented, often focusing on isolated variables and failing to provide a comprehensive systemic synthesis. Addressing this gap, the present study employs a PRISMA-guided Systematic Literature Review of 20 peer-reviewed articles published between 2015 and 2025. Through thematic and bibliometric analyses, the study identifies dominant implementation challenges and evolving research trends. As its primary contribution, the research proposes the Integrated Dual Curriculum Implementation (IDCI) Model, a theory-grounded framework designed to support sustainable dual-curriculum practice and inform policy, leadership, and instructional strategies in Indonesia’s evolving education system.
Strategi Branding, Marketing dan Reputasi dalam Meningkatkan Daya Saing Sekolah Puji Astuti; Teguh Trianung; Heru Santosa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: In the digital era, significant transformations have taken place within the education sector, particularly in how institutions manage and organize their operations. With the rapid advancement of technology and the increasing reliance on digital tools, educational institutions are presented with new opportunities to boost their competitiveness. One of the key ways they can achieve this is through the strategic use of branding, marketing, and reputation management. These elements play a crucial role in shaping a school’s public image and enhancing its attractiveness to potential students and stakeholders. This article delves into the synergistic roles of branding, marketing, and reputation management strategies in strengthening a school’s competitive position. The research employs a qualitative approach, utilizing a case study method to explore how these strategies are implemented in real-world educational settings. Data collection methods include in-depth interviews with key stakeholders, participant observations, and documentary analysis, ensuring a comprehensive understanding of the subject. The findings of this research indicate that the integration of branding, marketing, and reputation management strategies can significantly elevate a school’s ability to stand out in a competitive market. Institutions that successfully highlight their unique identity, effectively utilize technology for promotional activities, and maintain a positive reputation are better positioned to attract prospective students and parents. Additionally, the study suggests that these strategies must work in harmony to achieve the desired outcomes, as each element complements the others. Ultimately, schools that adopt a holistic approach to these strategies are more likely to succeed in an increasingly competitive educational environment, where reputation and visibility play pivotal roles in attracting students and fostering institutional growth. Keywords: Branding, Marketing, Reputasi Sekolah Abstrak: Era digital telah membawa perubahan signifikan dalam sektor pendidikan, terutama dalam cara institusi mengelola dan menyelenggarakan operasional mereka. Dengan pesatnya perkembangan teknologi dan ketergantungan yang semakin besar pada alat digital, institusi pendidikan memiliki peluang baru untuk meningkatkan daya saingnya. Salah satu cara utama untuk mencapai hal ini adalah melalui penggunaan strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi yang efektif. Elemen-elemen ini memiliki peran penting dalam membentuk citra publik sekolah dan meningkatkan daya tariknya bagi calon siswa dan pemangku kepentingan. Artikel ini membahas peran sinergis dari strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi dalam memperkuat posisi kompetitif sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana strategi-strategi ini diterapkan dalam pengaturan pendidikan dunia nyata. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama, observasi partisipan, dan analisis dokumentasi, guna memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai topik ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi strategi merek, pemasaran, dan manajemen reputasi dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sekolah untuk menonjol di pasar yang kompetitif. Institusi yang berhasil menonjolkan identitas unik mereka, memanfaatkan teknologi untuk kegiatan promosi, dan menjaga reputasi yang baik di mata publik lebih berpotensi untuk menarik calon siswa dan orang tua. Selain itu, penelitian ini menyarankan bahwa strategi-strategi ini harus bekerja secara harmonis untuk mencapai hasil yang diinginkan, karena masing-masing elemen saling melengkapi. Pada akhirnya, sekolah-sekolah yang mengadopsi pendekatan holistik terhadap strategi-strategi ini lebih mungkin untuk berhasil di lingkungan pendidikan yang semakin kompetitif, di mana reputasi dan visibilitas memainkan peran penting dalam menarik siswa dan mendukung pertumbuhan institusi. Kata kunci: Branding, Marketing, Reputasi Sekolah
Pengaruh Kualitas Pemasaran dan Layanan Pendidikan Terhadap Kepuasan Peserta Didik Kelas XII SMA Negeri di Kecamatan Tapos Kota Depok Khairunnisa Putri Alif; Matin Matin; Heru Santosa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i42024p674

Abstract

Abstract: This study aims to determine the effect of marketing quality and educational services on student satisfaction in class XII of public high school in Tapos District, Depok City. This study uses a survey method with a quantitative approach using the path analysis technique. This research data was obtained by questionnaire. The survey involved 208 students as samples using simple random sampling technique. The results showed: 1) There is a positive direct effect of marketing quality on learner satisfaction with a path coefficient value of 0.262 and a calculated t coefficient value of 4.225, 2) There is a positive direct effect of education services on student satisfaction with a coefficient value of 0.144 and a calculated t coefficient value of 2.645, 3) There is a positive direct effect of marketing quality on educational services with a path coefficient value of 0.143 and a calculated t coefficient value of 2.079. Therefore, the three calculated t coefficient values are greater than the t table value, thus H0 is rejected Ha is accepted, namely that marketing quality has a direct positive effect on student satisfaction, education services have a direct positive effect on student satisfaction, and marketing quality has a direct positive effect on education services. Keywords: marketing quality, educational services, student satisfaction Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari kualitas pemasaran dan layanan pendidikan terhadap kepuasan peserta didik kelas XII SMA Negeri Di Kecamatan Tapos Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kuantitatif menggunakan Teknik analisis jalur. Data penelitian ini diperoleh dengan kuesioner. Survei melibatkan 208 peserta didik sebagai sampel dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Terdapat pengaruh langsung positif kualitas pemasaran terhadap kepuasan peserta didik dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,262 dan nilai koefisien t hitung sebesar 4,225, 2) Terdapat pengaruh langsung positif layanan Pendidikan terhadap kepuasan peserta didik dengan nilai koefisien 0,144 dan nilai koefisien t hitung sebesar 2,645, 3) Terdapat pengaruh langsung positif kualitas pemasaran terhadap layanan pendidikan dengan nilai koefisien jalur sebesar 0,143 dan nilai koefisien t hitung sebesar 2,079. Oleh karena itu, ketiga nilai koefisien t hitung lebih besar dari nilai t tabel, maka dengan demikian H0 ditolak Ha diterima yaitu bahwa kualitas pemasaran berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan peserta didik, layanan pendidikan berpengaruh langsung positif terhadap kepuasan peserta didik, dan kualitas pemasaran berpengaruh langsung positif terhadap layanan pendidikan. Kata kunci: kualitas pemasaran, layanan pendidikan, kepuasan peserta didik
HUBUNGAN ANATARA BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU HONORER DI SDN KECAMATAN PILOGADUNG JAKARTA TIMUR Siti Annisa; Neti Karneti; Heru Santosa
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2017): Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.08 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v4i2.10469

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan adanya pengaruh atau hubungan antara variabel X dan variabel Y. Dengan kata lain, penelitian metode survey ini bertujuan untuk mendapatkan data dari tempat yang alamiah (bukan buatan), dengan melakukan pengumpulan data untuk memperoleh gambaran lebih jelas tentang hubungan antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja guru honorer SDN di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, (1). Budaya organisasi yang berjalan di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Pulogadung sudah cukup. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar guru honorer mendapatkan skor di wilayah rata-rata atau kategori tingkat rata-rata sedang, yaitu terletak pada rentang 148 – 179, sebanyak 42 guru atau sebesar 57.53%. (2) Kepuasan kerja yang dimiliki guru honorer Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Pulogadung sudah cukup. Hal ini dapat dilihat dari sebagian besar guru honorer mendapatkan skor di wilayah rata-rata atau kategori tingkat rata-rata sedang, yaitu terletak pada rentang 150 – 174, sebanyak 51 guru atau sebesar 69.86%. (3) Terdapat hubungan yang positif antara budaya organisasi dengan kepuasan kerja guru honorer SD Negeri di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur. Hal ini berarti semakin kuat budaya organisasi maka semakin tinggi kepuasan kerja guru honorer SD Negeri di Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
MANAJEMEN PESERTA DIDIK DALAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMA ANGKASA I JAKARTA Muhammad Andrean Candra; Madhakomala Madhakomala; Heru Santosa
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2017): Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.949 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v4i2.10545

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen peserta didik dalam manajemen berbasis sekolah di SMA Angkasa I Jakarta. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2017. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara, pengamatan, dan studi dokumentasi. Sumber data dari penelitian ini adalah: Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Kasubag TU, Staf Bidang Kesiswaan, dan Guru Bimbingan dan Konseling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa, (1) pelaksanaan penerimaan peserta didik baru meliputi: melakukan evaluasi, pembentukan panitia, menetapkan dan mengesahkan peraturan dan anggaran, penjualan formulir, pelaksanaan tes, pengumuman hasil tes, dan pelunasan pembayaran. (2) kegiatan orientasi dilakukan agar peserta didik baru mengetahui lingkungan sekolah, keadaan sekolah, program yang dilakukan sekolah, guru-guru dan karyawan sekolah, organisasi dan ekstrakurikuler yang ada di sekolah, dan juga mengetahui tata tertib yang ada di SMA Angkasa I. (3) Pembinaan dilakukan untuk menjadikan siswa berkarakter unggul dalam imtaq, iptek, dan berbudi luhur dalam era globalisasi sesuai dengan visi dan misi sekolah. Proses pembinaan peserta didik di SMA Angkasa I melibatkan semua pihak sekolah dan berlangsung terus menerus.
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH (SCHOOL LEADERSHIP) DAN KEADILAN DISTRIBUTIF TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI: Studi Ex Post Facto Terhadap Guru SMP Negeri Di Kabupaten Cirebon Chintia Aninda; I Made Putrawan; Heru Santosa
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2018): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.937 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v5i1.11237

Abstract

This study aims to: (1) find out the interaction effect of school leadership and distributive justice on the teachers’ organizational commitment (2) to know the difference of the teacher's organizational commitment, between the teachers who judge their bosses to have transformational leadership and the teachers who judge their boss to have transactional leadership, (3) to know the difference in organizational commitment between teachers who receive distributive equity treatment equally unevenly. This study uses quantitative approach with ex post facto method through 2x2 factorial design. The result of hypothesis testing indicates that there is (1) a very significant difference in organizational commitment that assesses school leadership with transformational leadership and transactional leadership, (2) there is a significant difference on the teacher's organizational commitment that assesses the principal with distributive fairness equally unequally, 3) there is a significant interaction influence between school leadership and distributive justice on teacher organizational commitment, (4) in distributive distributive group, teachers' the organizational commitment assesses school principals with transformational leadership higher than transactional leadership, and (5) in unequal distributive justice group, teacher's organizational commitments assesses principals with transformational leadership higher than transactional leadership.
PROYEKSI SISWA DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR Heru Santosa; Desi Rahmawati
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2018): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.402 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v5i1.11238

Abstract

This study aims to determine the projections of the number of school-age residents; ages 7-12 years, ages 13-15 years, and ages 16-18 years; in 2018 to 2025 based on the number of school-age population in 2015, 2016, and 2017. The study also projects the number of students in primary education (SD/ MI and SMP/ MTs) and secondary education (SMA/ SMK/ MA) based on the growing trend of the school-age population. Eventually, the study also calculates the projections of teacher and the projections of infrastructure. The study used a quantitative approach with descriptive methods by describing the documentation and interviews. The study was in Sukamakmur Sub-District, Bogor Regency. The result shows that the growth of the elementary age population,7-12 years, has decreased every year. Conversely, secondary school-age population increase every year. Regarding student projections, it is found that there is a difference between the number of students and the number of school-aged residents attending school at the appropriate level. The result also shows that there are some people who are not aged 7-12 attending primary education. The same thing happened to the high school level. This indicates that there are many junior high school graduates who do not continue their education to the senior high school level. Regarding teacher projections of elementary school teachers, the ideal ratio of teachers: students are 1:20, but the reality is 1:29. This shows that it is necessary to add the number of teachers to elementary schools in order to achieve the ideal ratio for the sake of effectiveness of learning. In contrast, junior and senior high school that already meets the ideal ratio, where for junior and senior high school are 1:15 and 1:12 respectively. This shows that there are excess numbers of teachers at the junior and senior high school level. Therefore, it is necessary to increase school enrollment rates
MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER ROBOTIK DI SMA NEGERI 28 JAKARTA Indah Nur Aini Putri; Heru Santosa; Supadi Supadi
Improvement: Jurnal Ilmiah untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2020): Improvement: Jurnal Ilmiah Untuk Peningkatan Mutu Manajemen Pendidikan
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.125 KB) | DOI: 10.21009/improvement.v7i1.15842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan ekstrakurikuler Robotik di SMAN 28 Jakarta. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2019 hingga bulan Januari 2020 dengan objek penelitian di SMAN 28 Jakarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan beberapa pedoman diantaranya pedoman wawancara mendalam, studi dokumentasi, dan observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Proses perencanaan kegiatan ekstrakurikuler Robotik dilakukan satu tahun sekali melalui rapat tahunan. (2) Pelaksanaan ekstrakurikuler Robotik dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 15.00–Selesai. Kegiatan dilaksanakan di ruang robotik, ruang prestasi, dan ruang audio visual. Materi yang diajarkan dalam kegiatan ekstrakurikuler robotik meliputi pelatihan materi dan materi yang tertuang dalam program kerja. (3) Pengawasan Kegiatan Ekstrakurikuler Robotik di SMAN 28 Jakarta dilakukan setiap diadakannya kegiatan dengan melakukan pengawasan langsung. Hal ini betujuan memastikan bahwa kegiatan dilakukan sesuai dengan prosedur. Pengawasan dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, Pembina, pelatih kegiatan ekstrakurikuler robotik SMAN 28 Jakarta dan orang tua. Kendala yang dihadapi dalam proses pengawasan yaitu ketika pihak sekolah tidak dapat mengawasi pelaksanaan kegiatan ektrakurikuler robotik SMAN 28 Jakarta, namun kendala tersebut dapat diatasi dengan adanya kerjasama antara pihak sekolah dan orang tua.