Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Tarik Benang Menggunakan Asam Polilaktat / Polikaprolakton yang Diperkaya Asam Hialuronat pada Penuaan Wajah Sepertiga Tengah dan Bawah: Benang Polilaktat/Polikaprolakton Yang Diperkaya Asam Hialuronat pada Penuaan Wajah Chandra, Rudi; Norawati, Lilik
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 51 No 3 (2024): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v51i3.380

Abstract

Pendahuluan: Tarik benang merupakan suatu prosedur di mana benang bioabsorbable dimasukkan di bawah kulit yang bertujuan untuk melawan ptosis gravitasional dan mengangkat jaringan ke atas secara invasif minimal. Inovasi terbaru menggunakan benang yang terbuat dari poly-L-lactic-acid/polycaprolactone (PLLA/PCL) yang diperkaya hyaluronic acid (PLLA/PCL/HA) telah banyak diminati. Penambahan HA berperan sebagai antioksidan, pelembap, dan biomaterial untuk penyembuhan luka. Laporan kasus ini disusun untuk menggambarkan efektivitas yang signifikan dari tarik benang yang menggunakan PLLA/PCL/HA pada penuaan wajah. Ilustrasi kasus: Terdapat dua orang pasien, seorang wanita (40 tahun) dan seorang pria (48 tahun) dengan fototipe kulit Fitzpatrick III-IV, yang mengalami penuaan wajah sepertiga tengah dan bawah dengan pengenduran sedang hingga sangat berat menurut skala penilaian fotografik Ezure. Kedua pasien menjalani prosedur tarik benang menggunakan empat benang PLLA/PCL/HA pada masing-masing sisi wajah. Tindak lanjut dilakukan setelah tiga bulan dengan hasil perbaikan klinis yang sangat baik. Kesimpulan: Benang PLLA/PCL generasi baru yang diperkaya HA memberikan efek pengangkatan kulit yang lebih bertahan lama, efek peremajaan yang lebih baik dalam perbaikan tekstur, kerutan, skar, dan perubahan volumetrik wajah sehingga efektif dalam penanganan penuaan wajah sepertiga tengah dan bawah. 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK KULIT PISANG BARANGAN ( MUSA ACUMINATA LINN ) SEBAGAI ANTIBAKTERI TERHADAP STAPYLOCOCCUS AUREUS SECARA IN VITRO Filzah, Cut Echi Razita Sabrina; Chandra, Rudi; Oentari, Widyaningsih
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.38983

Abstract

Penyakit kulit sering terjadi di Indonesia, karena Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang mendukung perkembangan parasit, bakteri, jamur, dan virus. Kondisi ini bisa menyerang siapa saja dan dapat muncul diberbagai bagian tubuh. Infeksi bakteri seringkali menjadi penyebab utama penyakit kulit, dengan Staphylococcus aureus menjadi salah satu penyebab yang paling umum.Staphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri patogen utama yang ada pada manusia yang umumnya flora normal tetapi, dapat juga menyebabkaninfeksi dengan berbagai manifestasi klinis. Infeksi terjadi karena kemampuan bakteri ini untuk berkembang biak, menyebar kedalam jaringan serta melalui produksi berbagai bahan ekstraseluler diantaranya : enzim, toksin, dan lain-lain. Ada 3 metabolit yang dihasilkan oleh bakteri Staphylococcus yaitu : nontoksin, eksotoksin, dan enterotoksin.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian true experimental dengan Posttest Only Control Group Design.Pada penelitian ini digunakan rumus federer. Variabel bebas penelitian ini adalah ekstrak kulit pisang barangan (Musa Acuminata linn) dengan kosentrasi 25%, 50%, 75%, 100%. Variabel terikat penelitian ini adalah zona hambat bakteri Staphylococcus aureus. Adapun kesimpulan yang didapat oleh peneliti untuk hasil penelitian tersebut antara lain Analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan (F = 12,026, p = 0,001). Uji post-hoc Tukey HSD mengungkapkan bahwa perbedaan signifikan terdapat antara konsentrasi 25% dengan 75% dan 100% (masing-masing p = 0,002 dan p < 0,001), serta antara konsentrasi 50% dengan 100% (p = 0,017). Tidak terdapat perbedaan signifikan antara konsentrasi 75% dan 100% (p = 0,575), yang menunjukkan bahwa efek antibakteri mulai mendekati saturasi pada konsentrasi tertinggi.
Problematika Pengumpulan Alat Bukti Dalam Penyidikan Tindak Pidana Pencurian Informasi Data Mesin ATM Bank BNI Cabang Padang (Studi Pada Satreskrim Polresta Padang) Chandra, Rudi; Faniyah, Iyah; Delmiati, Susi
Jurnal Sakato Ekasakti Law Review Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Sakato Ekasakti Law Review (Desember)
Publisher : LPPM Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/f8c1n842

Abstract

Pada tanggal 22 Oktober 2020 diterima Laporan Polisi Nomor: LP/569/A/X/2020/Resta-SPKT unit III, terkait kasus skimming yang terjadi pada mesin ATM Bank BNI. Skiming adalah salah satu tindak pidana di bidang perbankan, dimana pelaku tindak pidana ini menyalin informasi data kartu ATM nasabah pada strip magnetik secara illegal. Tindak pidana skimming ini diatur dalam Pasal 363 ayat (1) angka 4 KUHP atau Pasal 46 juncto Pasal 30 atau Pasal 47 juncto Pasal 31 UU ITE. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi penelitian yang bersifat deskriptif analitis. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif yang didukung pendekatan yuridis empiris. Berdasarkan hasil penelitian dapat dijelaskan bahwa: Pertama, Pengumpulan alat bukti dalam penyidikan tindak pidana pencurian informasi data mesin atm Bank BNI Cabang Padang di Satreskrim Polresta Padang adalah didasarkan pada keterangan saksi-saksi, ahli, para tersangka serta dikaitkan dengan alat bukti lainnya bahwa para tersangka, telah melakukan pembobolan data mesin ATM Bank BNI. Tindak pidana yang dilanggar adalah Pasal 30 ayat (2) juncto Pasal 46 Ayat (2) juncto Pasal 32 ayat (2) juncto Pasal 48 Ayat (2) UU ITE juncto Pasal 55 KUH Pidana. Kedua, Problematika yang dihadapi penyidik Satreskrim Polresta Padang dalam pengumpulan alat bukti tindak pidana pencurian informasi data mesin ATM Bank BNI Cabang Padang adalah mencakup problematika hukum dan problematika non hukum. Problematika hukum adalah belum ada undang-undang khusus yang mengatur tentang pembobolan ATM. Untuk mengatasinya pihak kepolisian selaku penyidik menggunakan ketentuan Pasal 30 ayat (2) juncto Pasal 46 Ayat (2) juncto Pasal 32 ayat (2) juncto Pasal 48 Ayat (2) UU ITE juncto Pasal 55 KUHP. Problematika non hukum adalah: 1) sulit mendatangkan ahli di bidang ITE; 2) pada saat pemeriksaan para tersangka menyampaikan keterangan yang berbelit-belit 3) hasil analisis forensik digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika memakan waktu yang lama.
Test of The Effectiveness of Kepok Banana Peel Extract Serum on Hair Growth in Guinea Pigs Sihombing, Fenny Theresia; Chandra, Rudi; Oentari, Widyaningsih
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 5 No. 2 (2025): Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v5i2.50896

Abstract

Hair plays an important role in supporting appearance and confidence, while hair loss is a common problem. In Indonesia, the prevalence of hair loss reaches 20% in adults and increases with age. Natural approaches such as Kepok banana peel extract, which is rich in antioxidants, flavonoids, and vitamins, are increasingly in demand as an alternative to hair care. This study aims to evaluate the effectiveness of Kepok banana peel extract serum on hair growth in guinea pigs. The method used was a laboratory experimental study with five treatment groups, namely Kepok banana peel extract serum with concentrations of 20%, 30%, 40%, negative Control, and positive Control (minoxidil® 5%). Each group consisted of five guinea pigs (n = 5), and observations were made over four weeks. The results showed that the 30% concentration of Kepok banana peel extract serum had the best effectiveness, with an average hair growth of 0.17814 ± 0.084711 g, close to the effectiveness of 5% minoxidil® (0.19124 ± 0.050439 g). Statistical analysis showed a significant difference between the negative Control and the 30% treatment (p = 0.003 in the third week). In conclusion, Kepok banana peel extract serum with a concentration of 30% has the potential to be an effective alternative to hair care
Laporan Awal: Survei Berbasis Situs Daring Mengenai Kekambuhan Psoriaris Pascavaksinasi Coronavirus Disease (COVID)-19 di Sumatera Utara, Indonesia Chandra, Rudi; Oentari, Widyaningsih; Djohan, Djohan; Natali, Oliviti
Majalah Kedokteran Indonesia Vol 73 No 3 (2023): Journal of The Indonesian Medical Association - Majalah Kedokteran Indonesia, Vo
Publisher : PENGURUS BESAR IKATAN DOKTER INDONESIA (PB IDI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47830/jinma-vol.73.3-2023-972

Abstract

Introduction: Psoriasis is a chronic inflammatory skin disorder that is often associated with autoimmune conditions. Vaccination has been considered one of the external factors that can trigger psoriasis flare. Recently, there have been reports linking the COVID-19 vaccine to the occurrence of psoriasis flare. The objective of this study was to examine the impact of COVID-19 vaccination on the incidence of psoriasis flares in Indonesia. Methods: This web-based cross-sectional study utilized Google forms and was conducted from September 2020 to February 2021 in North Sumatera, Indonesia. The study included psoriasis patients aged less than 18 years who had received COVID-19 vaccines. Data were collected and analyzed descriptively. Result: Out of 130 respondents, most were women (60.8%) aged 26-35 years (33.1%) with a disease duration of 1-10 years (48.5%). The most common type of psoriasis before vaccination was plaque and scalp (20.4%). Approximately 80% had no history of COVID-19 infection prior to vaccination, and 71.5% received the Sinovac vaccine. Among them, 49 respondents (37.7%) experienced flares after vaccination, mainly following the first dose (57.1%) and predominantly with Sinovac (77.6%). Flares were more common in women (67.3%) aged 26-35 years (28.6%) with disease duration of 1-10 years (59.2%). Most flares occurred greater than 2 weeks after vaccination (51%), and the post-vaccination type of psoriasis was frequently plaque and scalp (24.5%). Conclusion: The incidence of psoriasis flares after COVID-19 vaccinations was 37.7%. The administration of COVID-19 vaccinations may play role as a potential trigger for flares in psoriasis patients.
Hidroksiklorokuin Sebagai Terapi Ajuvan Pada Pemfigoid Bulosa Yang Dicurigai Akibat Konsumsi Ampisilin: Hidroksiklorokuin Sebagai Terapi Ajuvan Pada Pemfigoid Bulosa Chandra, Rudi; Putranto, Samuel Septrian; Sinaga, Marlina
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 52 No 2 (2025): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v52i2.508

Abstract

   Pendahuluan: Pemfigoid bulosa (PB) merupakan penyakit vesikulobulosa autoimun yang umumnya terjadi pada populasi lansia. Beberapa obat dapat memicu reaksi autoimunitas sehingga terbentuk autoantibodi yang menyerang protein hemidesmosoal (BP180 dan BP230) pada taut dermo-epidermal. Pemberian terapi ajuvan (obat non-imunosupresif atau imunomodulator) sebagai steroid-sparing agent direkomendasi pada kasus yang tidak memberikan respon atau kurang terhadap terapi steroid. Kasus: Seorang wanita berusia 38 tahun yang mengalami bula tegang berisi cairan terutama pada area wajah, fleksural lengan, dan perut setelah mengkonsumsi ampisilin. Tanda Nikolsky dan Asboe-Hansen negatif. Gambaran dermoskopi ditemukan yellowish-pink translucent areas dengan lingkaran retikular berwarna coklat muda. Gambaran histopatologi ditemukan adanya spongiosis fokal dan celah sub-epidermal dengan infiltrasi sel-sel radang eosinofil pada perivaskular papilla dermis. Pasien didiagnosis sebagai pemfigoid bulosa yang dicurigai dicetuskan oleh ampisilin dan diberikan injeksi metil-prednisolon 50mg/24 jam (setara dosis prednisolon 1 mg/KgBB/hari), cetirizine 10mg, krim clobetasol propionate 0,05%, krim mupirocin 2%, kompres basah menggunakan NaCL 0,9%, dan tambahan hidroksiklorokuin 2x200mg (dosis 6,5 mg/KgBB/hari). Diskusi: Ampilisin merupakan salah satu obat yang dicurigai sebagai pencetus PB melalui pembentukkan neoantigen atau molecular mimicry sehingga menyebabkan disregulasi respons sel T dan menghasilkan autoantibodi terhadap protein hemidesmosomal yang terletak di BMZ. Hidroksiklorokuin memiliki efek anti-inflamasi dan imunomodulator sehingga mulai digunakan sebagai terapi ajuvan pada berbagai penyakit autoimun. Potensi hidroksiklorokuin sebagai steroid-sparing agent juga telah banyak dilaporkan, tetapi penggunaanya sebagai terapi ajuvan pada PB belum pernah dilaporkan. Kesimpulan: Penggunaan terapi ajuvan seperti hidroksiklorokuin sebagai steroid-sparing agent pada PB, dapat menghambat produksi sitokin inflamasi sehingga efektif dan aman digunakan.
THE RELATIONSHIP BETWEEN DIET AND ACNE VULGARIS IN STUDENTS OF FACULTY OF MEDICINE 2022-2023 PRIMA INDONESIA UNIVERSITY : DIET AND ACNE VULGARIS Valensia, Valensia; Oentari, Widyaningsih; Chandra, Rudi
INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT (IJHSRD) Vol. 6 No. 2 (2024): INDONESIAN JOURNAL OF HEALTH SCIENCES RESEARCH AND DEVELOPMENT
Publisher : STIKes Mandala Waluya Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36566/ijhsrd/Vol6.Iss2/277

Abstract

Background: The skin is the outermost part of the body that functions as a barrier between humans and the environment. The structure of the skin is affected by various factors such as climate, age, gender, race, and location in the body. The skin consists of 3 main layers, namely the epidermis, dermis, and subcutaneous. In addition, the skin has sebaceous glands or oil glands located on the skin, hair, and nails. These glands function to maintain skin moisture, especially when they are active and developing during puberty. However, activity can also cause skin problems, such as warts, dermatitis, and acne vulgaris. Methods: The type of research conducted is observational analytical research on the Kendall's Tau design approach. The sampling technique is stratified random sampling. As many as 98 respondents were obtained who met the inclusion criteria of the research object. Results: Shows that the most commonly found sex is female. This study shows that there is no relationship between milk consumption and acne vulgaris. Conclusion: Based on the results of the study, there was no significant relationship between the frequency of milk consumption and acne vulgaris, the amount of milk consumption per day and per week, because milk contains zinc and vitamin A. Zinc functions as an anti-inflammatory agent in acne by inhibiting the growth of C. acnes bacteria, and milk contains vitamin D, so it has a pleiotropic effect that can prevent lesions in acne vulgaris.
POTENSI PROBIOTIK ISOLAT DNH 16 DALAM MENURUNKAN KADAR KOLESTEROL SECARA IN VITRO Felix, Felix; Chandra, Rudi; Fachrial, Edy
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i1.21342

Abstract

Risiko penyakit kardiovaskular dan obesitas dikaitkan dengan kadar kolesterol yang tinggi. Bakteri Asam Laktat sangat bermanfaat bagi fungsional tubuh manusia sebagai bakteri probiotik. Probiotik memiliki manfaat terapeutik seperti membantu pengobatan laktosa intoleran, mencegah kanker usus besar, dan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan potensi probiotik isolat DNH 16 yang di isolasi dari makanan tradisional Sumatera Utara, Dali ni Horbo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Control Group Design. Metode penelitian aktivitas antimikroba dilakukan dengan metode kertas cakram, uji ketahanan terhadap pH asam, garam empedu dan penurunan kolesterol di lakukan dengan metode spektrofotometer. Uji aktivitas antimikroba Isolat DNH 16 menunjukan aktivitas zona hambat terhadap bakteri S. aureus sebesar 71,5 mm dan bakteri E. coli sebesar 14,5 mm. Uji ketahanan terhadap pH asam kurang baik yaitu sebesar 20,05%. Uji ketahanan terhadap garam empedu cukup tinggi yaitu 95,4%. Penurunan kadar kolesterol secara In vitro cukup baik yaitu 65,85%. Kontrol positif penurunan kolesterol yaitu 14,63%. Kesimpulan yang di dapat dari penelitian ini adalah probiotik isolat DNH 16 dapat menurunkan kadar kolesterol.
The German Government’s Effort to Stabilize Human Security Due to The Refugee Crisis from Syria 2017-2020 Balqis, Nurliya; Susilowati, Ida; Chandra, Rudi
SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i Vol. 11 No. 2 (2024): Summer Edition
Publisher : SALAM: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/sjsbs.v11i2.46150

Abstract

In 2011, the armed conflict in Syria triggered a massive wave of refugees to various countries, especially in Europe. Germany became one of the main destinations for refugees due to its open policy towards asylum seekers. However, the economic crisis that hit Europe in 2013 caused major challenges in accepting and managing refugees. This research aims to analyse the impact of the Syrian refugee crisis on refugee policy and security stability in Germany. This research uses a qualitative method with a descriptive analysis approach and human security theory as the main foundation. Data analysis techniques include collecting, reducing, processing, presenting, and drawing conclusions based on secondary sources such as academic journals, scientific articles, international organisation reports, and German government policy documents. The research shows that the surge of Syrian refugees has had a significant impact on various aspects of Germany, especially in the security, economic, and social fields. To address the problem, the German government implemented various policies, including the establishment of state agencies such as BAMF, BKA, and BFV that are responsible for refugee administration, security, and prevention of radicalisation. In addition, cooperation with social organisations such as Caritas Germany and coordination with UNHCR are also carried out to ensure the welfare of refugees and maintain the stability of the country. Thus, the Syrian refugee crisis not only affects Germany domestically, but also influences European refugee policy more broadly. This research provides insight into how refugee surges due to armed conflict can affect the political, economic, and social stability of a receiving country.Keywords: Refugee Crisis, Human Security, Migration Policy, Germany, Syria
INJEKSI INTRADERMAL VS APLIKASI MICRONEEDLING DARI POLIDEOKSIRIBONUKLEOTIDA, ASAM HIALURONAT CROSS-LINKED, DAN GLUTATHIONE SEBAGAI TERAPI KOMBINASI UNTUK HIPERPIGMENTASI PERIORBITAL Chandra, Rudi; Norawati, Lilik
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 50 No 4 (2023): Media Dermato Venereologica Indonesiana
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v50i4.440

Abstract

Pendahuluan: Hiperpigmentasi periorbital (HPO) merupakan kondisi yang mengganggu secara kosme- tik, ditandai dengan pigmentasi yang terutama pada kelopak mata bagian bawah. Hiperpigmentasi periorbital sulit untuk diobati dan terbatasnya pilihan terapi yang dapat diandalkan karena patogenesis dan etiologinya yang kompleks. Ilustrasi Kasus: Kami melaporkan dua orang wanita dengan hiperpigmentasi infraorbital yang diterapi dengan kombinasi polideoksiribonukleotida (PDRN), asam hialuronat cross-linked, dan glu- tathione melalui injeksi intradermal di area infraorbital kanan dan aplikasi menggunakan microneedling di area infraorbital kiri, total dua sesi perawatan dengan interval satu minggu. Diskusi: Pengobatan HPO ha- rus dimodifikasi sesuai dengan etiologinya, seperti pigmentasi, vaskular, perubahan kulit, dan tipe campuran. Polideoksiribonukleotida menyebabkan induksi dari sekresi faktor pertumbuhan, sitokin anti-inflamasi, per- baikan jaringan, penyembuhan luka, dan anti-melanogenik. Asam hialuronat cross-linked bekerja sebagai an- tioksidan, pelembab, penginduksi kolagen, dan biomaterial untuk penyembuhan luka. Sedangkan glutathione merupakan bahan pencerah kulit yang bekerja dengan mengurangi produksi melanin, sebagai antioksidan, dan anti-keriput. Kesimpulan: Kombinasi PDRN, asam hialuronat cross-linked, dan glutathione efektif mengobati HPO tipe pigmentasi. Penggunaan injeksi intradermal dan aplikasi jarum mikro sama efektifnya dengan peng- hantaran obat intradermal.