Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluative analysis of authentic thematic learning assessment at Indonesian Islamic primary school Abdul Kadir; Kharis Sulaiman Hasri
Jurnal Prima Edukasia Vol 9, No 1 (2021): January 2021
Publisher : Asosiasi Dosen PGSD dan Dikdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpe.v9i1.35308

Abstract

While several research papers on authentic assessment have been extensively explored, few have addressed the evaluation of authentic assessments starting from the stages of planning, process/implementation, and outcome. To fill the research gap, the purpose of the present case study is to investigate the authentic evaluation of thematic learning enactment. To collect the data, observations, in-depth interviews, and documentation were conducted. The results of this study indicate that the teacher's comprehension of authentic assessment is generally good. However, several assessment techniques did not work as planned. Based on this, the enactment of authentic assessment is still in the poor category. Processing and reporting resulting from the type of assessment are executed according to procedures. However, some did not follow the assessment guidelines of the elementary school level's learning outcome assessment, especially the effective one.
Efektivitas Penggunaan Media Alat Peraga Terhadap Tingkat Pemahaman Siswa pada Materi Sistem Ekskresi di SMA Negeri 1 Watopute Munawar Munawar; Jumarddin La Fua; Abdul Kadir; Halmuniati Halmuniati
KULIDAWA Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kd.v1i1.1802

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa sesudah menggunakan media alat peraga dan tanpa menggunakan media alat peraga. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan metode quasi eksperimen. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis statistik deskriptif. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Watopute dengan sampel penelitian yaitu kelas XI MIA 2 (kelas eksperimen) dan kelas XI MIA 4 (kelas kontrol), yang diperoleh dengan teknik pengambilan sampel secara purposive random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman siswa sesudah menggunakan media alat peraga lebih tinggi dibandingkan dengan tanpa menggunakan media alat peraga, dan penggunaan media alat peraga efektif meningkatkan pemahaman siswa. Penggunaan media alat peraga dalam proses pembelajaran dapat menarik perhatian siswa dan membuat siswa termotivasi serta terlibat aktif dalam proses pembelajaran, lebih mudah mengingat, menceritakan dan memahami materi secara konkret. Selain itu, siswa juga dapat menguasai materi sehingga mendapatkan hasil belajar yang lebih baik. Kata kunci: Media alat peraga, tingkat pemahaman siswa
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbasis Multimedia Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar IPA Tri Wulandari; Abdul Kadir; Jumarddin La Fua; Zainuddin Zainuddin
KULIDAWA Vol 1, No 1 (2020): Mei
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kd.v1i1.1806

Abstract

Artikel ini adalah penelitian kuantitatif bertujuan untuk mengetahui: Perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa dan hasil belajar siswa yang menggunakan model PBL berbasis multimedia dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain posttest only control group design yang digunakan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Abuki tahun pelajaran 2018/2019. Teknik  pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrumen tes, angket dan dokumentasi. Uji validitas instrumen menggunakan rumus Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Cronbach Alpha, dengan uji prasyarat analisis menggunakan uji normalitas dan uji homogenitas. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji hipotesis pertama dan hipotesis kedua dengan menggunakan uji rerata (uji t-test). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa yang menggunakan model PBL berasis multimedia dan yang menggunakan model konvensional (thit 9,9  > ttab 1,67). Serta terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model PBL berasis multimedia dan yang menggunakan model konvensional (thit 10,2  > ttab 1,67). Kata Kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Berpikir Kritis, Hasil Belajar
Analisis Kesulitan Belajar Fisika Konsep Gerak Lurus pada Peserta Didik Kelas X SMA Negeri 1 Konawe Selatan Zainuddin Zainuddin; Rini Puspita Sari; Abdul Kadir
KULIDAWA Vol 2, No 1 (2021): Mei
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/kd.v2i1.2485

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pelaksanaan pembelajaran Fisika di kelas X SMA Negeri 1 Konawe Selatan. (2) mengetahui tingkat pemahaman peserta didik pada konsep Gerak Lurus di kelas X SMA Negeri 1 Konawe Selatan. (3) mengetahui bentuk kesulitan belajar peserta didik pada konsep Gerak Lurus di kelas X SMA Negeri 1 Konawe Selatan. (4) mengetahui upaya guru Fisika mengatasi kesulitan belajar peserta didik pada konsep Gerak Lurus di kelas X SMA Negeri 1 Konawe Selatan. Penelitian ini dilaksanakan melalui metode deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Konawe Selatan. Data pelaksanaan pembelajaran Fisika diperoleh melalui lembar observasi dan wawancara guru dan peserta didik. Data tingkat pemahaman peserta didik diperoleh melalui hasil tes dan wawancara guru dan peserta didik. Data bentuk kesulitan belajar diperoleh melalui hasil tes dan wawancara guru dan peserta didik. Sedangkan data upaya guru Fisika mengatasi kesulitan belajar peserta didik diperoleh melalui wawancara guru Fisika. Hasil penelitian menunjukkan: (1) pelaksanaan pembelajaran Fisika di SMA Negeri 1 Konawe Selatan cukup baik, namun masih ada beberapa kekurangan yaitu belum terlaksanakanya aspek pelaksanaan pembelajaran dengan efisien baik dari guru maupun peserta didik. (2) tingkat pemahaman peserta didik pada konsep Gerak Lurus dibagi dalam 3 golongan yaitu paham konsep, miakonsepsi dan tidak paham konsep. (3) bentuk kesulitan belajar peserta didik pada konsep Gerak Lurus terdapat pada pelaksanaan pembelajaran dan kemampuan menyelesaikan soal-soal. (4) upaya yang dilakukan guru Fisika untuk mengatasi kesulitan belajar peserta didik konsep Gerak Lurus yaitu; menggunakan media pembelajaran yang menarik, membagikan buku cetak kepada peserta didik, memberikan tambahan jam pelajaran atau bimbingan belajar, memberikan pengajaran perbaikan (remedial), dan memberikan motivasi kepada peserta didik. Dengan demikian, terdapat kesulitan belajar Fisika konsep Gerak Lurus pada peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Konawe Selatan.Kata Kunci: Pelaksanaan Pembelajaran Fisika; Konsep Gerak Lurus; Kesulitan Belajar Peserta Didik; Upaya Guru Fisika Mengatasi Kesulitan Belajar
Penguatan Manajemen Kepemimpinan Kepala Madrasah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Abdul Kadir
FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman Vol 12 No 1 (2021): Maret
Publisher : STAIFAS-Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/falasifa.v12i1.458

Abstract

Leadership is the art of influencing people, the art of moving people by utilizing resources to achieve goals. This understanding gives two meanings that need to be in the expalin. First, art, if leadership is an art, then it can be certain that everyone has their own way of expressing it. Second, others, if leadership has to involve others, then its main obligation is to observe, pay attention to the condition of others. Therefore, leadership is a discourse between who we are and how others are. This understanding provides logical consequences that the way, style of leadership type model will differ from one person to another. The effectiveness of leadership depends on how one's leadership style is adapted to circumstances or situations. If the style used by the leader suits the situation, then his leadership will be effective and vice versa. Keywords: Leadership of madrasah head, Quality of Education Kepemimpinan merupakan seni memengaruhi orang, seni menggerakan orang dengan memanfaatkan sumberdaya demi mencapai tujuan. Pemahaman ini memberikan dua makna yang perlu diuraikan. Pertama, seni, jika kepemimpinan merupakan seni, maka dapat dipastikan setiap orang memiliki cara tersendiri untuk mengekspresikannya. Kedua, orang lain, jika kepemimpinan harus melibatkan orang lain, maka kewajiban utamanya adalah mengamati, memperhatikan kondisi orang lain. Oleh sebab itulah maka kepemimpinan merupakan suatu diskurusus antara siapa diri kita dan bagaimana orang lain. Pemahaman ini memberikan konsekwensi logis bahwa cara, gaya model tipe kepemimpinan akan berbeda antara satu orang dengan lainnya. Efektifitas kepemimpinan tergantung pada bagaimana gaya kepemimpinan seseorang disesuaikan dengan keadaan atau situasi. Jika gaya yang digunakan oleh pemimpin sesuai dengan situasi, maka kepemimpinannya akan efektif dan begitu sebaliknya. Kata Kunci: Kepeimipinan kepala madrasah, Kualitas pendidikan
Pengaruh Keadilan dan Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai IAIN Kendari Tamrin Tamrin; Abdul Kadir; Samrin Samrin; Syamsuddin Syamsuddin
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 5, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/zjpi.v5i2.1487

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap dan menganalisis tentang pengaruh tidak langsung keadilan terhadap kinerja melalui komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara mengumpulkan data melalui instrumen penelitian berupa angket kepada 82 pegawai PNS IAIN Kendari yang hasilnya kemudian diolah melalui program SPSS untuk mengetahui pengaruh antar variabel yang ada. Adapun populasi dalam penelitian ini berjumlah 161 orang dan sampel sebanyak 82 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh keadilan terhadap kinerja pegawai PNS IAIN Kendari melalui komunikasi sebesar 0,414 atau sebesar 44,1%.The aims of this research are to exam and analysis thatindirect effect of organizational justice on job performance trough communication. This research used a quantitative approach by means of collecting data through the questionnaires research instrument, and disseminate the questionnaire form to 82 employees civil servants of IAIN Kendari the result is then processed through the program SPSS to learn the influence between the existing variable. As for the population in this research are 161 employees and samples are 82 employees. Based on the results of this study, it is found that organizational justice has a indirect effect on job performance trough communication with 0,414 or 44,1%.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR IPA BERBASIS SETS PADA SISWA MTsN 1 KENDARI Abdul Kadir
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 12, No. 2, November 2017
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (851.996 KB) | DOI: 10.31332/ai.v12i2.638

Abstract

This study aims to produce the valid SETS-based science teaching materials for the practical and effective use in improving student learning outcomes on environmental pollution materials. This research is Research and Development with pretest-posstest one group design implemented at VII class’ students of MTsN 1 Kendari in the second semester of academic year 2015/2016. The instruments of the study are valid and reliable observations, questionnaires and cognitive tests to obtain the required data. Meanwhile, the data analysis technique is using descriptive and inferential analysis after meeting the normality and homogeneity requirements test. The results indicate; 1) the results of the validity of the SETS-based science test materials by the material and media experts which are valid and highly feasible materials to use, 2) the product practicality test results in small and large group samples which include all aspects considered to be generally implemented as a whole, and 3) the product effectiveness test results obtained through the average test of student learning outcomes before and after treatment which is significantly different, meaning that students' learning outcomes after treatment is increase. While the response of students and teachers on teaching materials used both in small and large group samples are both very good and suitable to use as a learning material on environmental contamination material in MTsN 1 Kendari.
PENGARUH KOMPETENSI DOSEN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KEMAMPUAN ANALISIS STATISTIKA MAHASISWA FTIK IAIN KENDARI Abdul Kadir
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 13, No.1, Mei 2018
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.361 KB) | DOI: 10.31332/ai.v13i1.886

Abstract

This research aims to find out how lecturers’ competence and learning motivation affect the students’ statistical analysis ability. This research was carried out at FTIK IAIN Kendari academic year 2016/2017. Population and sample is focused on the 54 students who have successfully passed the statistics and research methodology course. The instruments used are tests, questionnaires and documentation study. Data analysis techniques used are descriptive and inferensial analysis after the test meets the requirements of linearity, multicollinearity, normality and autocorrelation continued with the hypothesis testing through multiple linear regression analysis and path analysis. The research results indicate that; 1) the lecturers’ competence partially affecrs the students’ inferential statistics analysis capabilities significantly, 2) the students’ learning motivation partially affects the students’ inferential statistics capability significantly, and 3) the lecturers’ competence and the students’ motivation significantly affect the students’ inferential statistics capabilities. Both of these variables contribute collectively as much as 62.2% to the students’ inferential capability, while the rest 37.8% influenced or described by other factors which are not addressed in this study.
PERBANDINGAN PENGETAHUAN LINGKUNGAN DAN SIKAP PESERTA DIDIK DALAM PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SETS DAN KONVENSIONAL Abdul Kadir
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol 11, No. 2, November 2016
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.102 KB) | DOI: 10.31332/ai.v11i2.451

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine; 1) differences in environmental knowledge learners after treatment SETS and Conventional learning model, and 2) different attitudes learners environmental care after treatment SETS learning model and Conventional MTsN 1 Kendari. This research was conducted in MTsN 1 Kendari for three months in the second semester of the Academic Year 2014/2015. This research method is experimental with posttest control group design. Samples were students of class VII-2 (experimental class), and class VII-5 (control group). Other research instruments are tests of knowledge and attitude questionnaire valid and reliable. Data analysis technique used t-test at a significance level of 5% (after fulfilling the requirements of normality and homogeneity test). The results of this study showed that: 1) The level of knowledge of students who use the model of science learning insightful SETS higher than those using conventional learning model, and 2) Attitude pediuli environment of the learners who use the model of science learning insightful SETS better than conventional models MTsN 1 Kendari.Keywords:  Learning Model SETS, Environmental Knowledge and                      Attitude of Students AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui; 1) perbedaan pengetahuan lingkungan peserta didik setelah perlakuan model pembelajaran SETS dan Konvensional, dan 2) perbedaan sikap peduli lingkungan peserta didik setelah perlakuan model pembelajaran SETS dan Konvensional di MTsN 1 Kendari. Penelitian ini dilaksanakan di MTsN 1 Kota Kendari selama tiga bulan pada semester genap Tahun Pelajaran 2014/2015. Jenis penetian ini adalah eksperimen posttest control group design. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas VII-2 (kelas ekksperimen) dan kelas VII-5 sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes pengetahuan dan angket/kuesioner sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan t-test (a = 0,05) setelah memenuhi uji asumsi kenormalan dan homogenitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Peserta didik yang menggunakan model pembelajaran SETS memiliki pengetahuan lingkungan lebih tinggi dibandingkan dengan yang menggunakan model pembelajaran konvensional, dan (2) Peserta didik yang menggunakan model pembelajaran SETS memiliki sikap peduli lingkungan yang lebih baik dari pada yang menggunakan model pembelajararan konvensional di MTsN 1 Kota Kendari. Kata Kunci:  Model Pembelajaran SETS, Pengetahuan Linkgungan dan Sikap Peserta Didik
Efektivitas Kerja Pengasuh Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor VII Riyadatul Mujahidin Pudahoa, Landono Abdul Kadir
Al-Izzah: Jurnal Hasil-Hasil Penelitian Vol. 9, No. 2 November 2014
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.064 KB) | DOI: 10.31332/ai.v9i2.154

Abstract

Pesantren memiliki efektivitas kerja yang baik dan tentu saja pengasuh pondokbekerja secara profesional. Demikian pula sebaliknya. Pesantren-pesantren kecildan baru berkembang kecuali dengan nama besar kyainya, maka dianggappengasuhnya belum terbukti memiliki etos kerja yang efektif. Berbeda halnyadengan pesantren modern yang telah menyelenggarakan pendidikan pondok yangmemiliki kurikulum yang kompatibel. Pondok-pondok yang telah menetapkanberbagai standar dalam pengelolaannya termasuk standar kualitas lulusannya.Pendekatan kuantitatif dengan analisis statistik deskriptif diperlukan untukmelihat efektivitas kerja pengasuh pondok pesantren Gontor VII Landono.Angket disebarkan kepada 180 orang santri untuk mengukur efektivitas kerjapengasuh, dengan ketentuan bahwa setiap pengasuh akan diukur oleh 3 orangsiswa, sehingga total efektivitas pengasuh pondok pesantren gontor VII adalahsebanyak 60 orang. Efektivitas kerja pengasuh berdistribusi dari skor terendah 42sampai dengan skor tertinggi 210. Secara empirik diperoleh skor minimum =166, skor maksimum = 196, rata-rata = 184.334, median = 185, mode = 189,standar deviasi = 6.555, variance = 42.972. Terdapat 14 orang responden atausebesar 23.33% responden berada pada kelompok rata-rata, 18 orang respondenatau sebesar 30% responden memiliki skor dibawah kelompok rata-rata, dan ada28 responden atau sebesar 46.67% berada di atas kelompok rata-rata.Kata Kunci : Efektivitas Kerja, Pengasuh, Santri, Modern, Pesantren