Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Profil Pemecahan Masalah Kreatif Siswa MA Ditinjau dari Tingkat Math Self-efficacy Kukuh Widodo; Mega Teguh Budiarto; Agung Lukito
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 1 No. 1 (2017): JRPIPM September 2017 Volume 1 Nomor 1
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n1.p11-18

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil pemecahan masalah kreatif siswa MA ditinjau dari tingkat math self-efficacy (MSE). Untuk mencapai tujuan peneliti menggunakan tahapan pemecahan masalah kreatif CPS Versi 6.1 yaitu membangun kesempatan, menggali data, membingkai masalah, membangkitkan ide, mengembangkan solusi, dan membangun penerimaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari 2 siswa yaitu siswa dengan MSE tinggi dan rendah berdasarkan hasil analisis angket the PISA math self-efficacy scale. Teknik pengumpulan data adalah wawancara berbasis tugas untuk mendapatkan data mengenai pemecahan masalah kreatif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) subjek dengan MSE tinggi malakukan tahapan membangun kesempatan, menggali data, membingkai masalah, membangkitkan ide (melakukan kefasihan, melakukan fleksibilitas, namun tidak melakukan kebaruan),  mengembangkan solusi, dan membangun penerimaan; dan (2) subjek dengan MSE rendah melakukan tahapan membangun kesempatan, membingkai masalah, membangkitkan ide (melakukan kefasihan, melakukan fleksibilitas, namun tidak melakukan kebaruan), mengembangkan solusi, dan membangun penerimaan, namun tidak menggali data.
Identifikasi Berpikir Aljabar Siswa Field Independent dan Field Dependent Menggunakan Taksonomi SOLO Alvinaria Alvinaria; Agung Lukito; Pradnyo Wijayanti
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 5 No. 2 (2022): JRPIPM APRIL 2022 VOLUME 5 NOMOR 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v5n2.p142-165

Abstract

Taksonomi SOLO adalah klasifikasi berbagai tingkat kinerja kognitif dengan mempertimbangkan struktur hasil belajar yang diamati dari respon siswa dengan tingkat kompleksitas pertanyaan yang diajukan dalam berbagai subjek. Taksonomi SOLO merupakan salah satu alat yang bisa digunakan untuk mengelompokkan berpikir aljabar siswa. Perbedaan gaya kognitif memungkinkan terdapat perbedaan dalam membangun pemikiran aljabar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil berpikir aljabar siswa SMP bergaya kognitif field independent dan field dependent dalam menyelesaikan masalah berdasarkan Taksonomi SOLO. Penelitian deskriptif ini menggunakan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini terdiri dari dua siswa kelas IX SMP yang masing-masing memiliki gaya kognitif field independent (FI) dan gaya kognitif field dependent (FD). Data diperoleh melalui pemberian tes dan wawancara dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Siswa FI cenderung pada level multistructural dalam menggeneralisasikan pola yang diberikan, merepresentasikan data ke bentuk tabel, grafik dan diagram, dan menyelesaikan masalah 1 variabel. Siswa FI cenderung pada level relational dalam menginterpretasikan data dan menyelesaikan masalah 2 variabel. Siswa FD cenderung pada level prestructural dalam merepresentasikan data dalam bentuk grafik dan menyelesaikan masalah 1 variabel. Siswa FD cenderung pada level multistructural dalam menggeneralisasikan pola yang diberikan, merepresentasikan data dalam bentuk tabel dan diagram, dan menyelesaikan masalah 2 variabel. Siswa FD cenderung pada level relational dalam menginterpretasikan data. Kata kunci : Berpikir Aljabar, Taksonomi SOLO, Field Independent, Field Dependent.
ANALISIS PENGAJUAN SOAL MATERI PENYAJIAN DATA PADA SISWA KELAS V Ria Pusvita Sari; Tatag Yuli Eko Siswono; Agung Lukito
Jurnal Education and Development Vol 8 No 3 (2020): Vol.8.No.3.2020
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.488 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pengajuan soal materi Penyajian Data pada siswa kelas V. Siswa yang dapat merumuskan soal matematis memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih tinggi daripada siswa yang tidak dapat membuat soal. Dalam penelitian ini, ada tiga aspek yang dianalisis, yaitu aspek sintaksis, semantik, dan tingkat kesulitan soal yang diajukan siswa. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V-C sebanyak 26 siswa di SD Muhammadiyah Manyar, Gresik. Data penelitian ini berupa kumpulan pertanyaan/soal yang diajukan siswa berdasarkan informasi yang diberikan guru. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar tugas pengajuan soal selama satu hari. Analisis dilakukan dengan menentukan jenis proposisi, jumlah relasi semantik, dan tingkat kesulitan soal buatan siswa. Setelah itu data disajikan secara terorganisir dan terkategori yang memungkinkan dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aspek sintaksis soal yang diajukan siswa, mayoritas termasuk dalam kategori proposisi penugasan. Pertanyaan yang dihasilkan tersebut langsung menuju pada tugas yang perlu dikerjakan. Pada aspek hubungan struktural semantik, mayoritas pertanyaan siswa termasuk kategori menyatakan kembali (restate) karena soal yang diajukan hanya mengandung data yang sudah ada dalam informasi yang diberikan dan jawabannya bisa ditemukan langsung dalam informasi tersebut. Selain itu, mayoritas pertanyaan juga termasuk kategori mengelompokkan (group) karena soal yang diajukan menggabungkan beberapa data yang ada dalam informasi yang diberikan atau mampu menggabungkan beberapa poin pertanyaan dalam sebuah pertanyaan. Pada aspek semantik juga ditemukan sebanyak 63,46 persen soal buatan siswa termasuk soal 1-relasi. Sementara itu, tingkat kesulitan sebagian besar pertanyaan yang diajukan siswa termasuk mudah. Hal itu dibuktikan sebanyak 58,97 persen pertanyaan mempunyai skor 1. Namun demikian, struktur bahasa yang digunakan siswa dalam membuat pertanyaan mayoritas sudah sesuai dengan tata bahasa Indonesia, dan sudah sesuai dengan materi, serta dapat diselesaikan sesuai dengan informasi yang ada
Pengembangan Media Cerita Bergambar untuk Melatih Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Materi Pecahan Kelas II Ari Mawanto; Tatag Yuli Eko Siswono; Agung Lukito
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1073.784 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v4i1.243

Abstract

Penelitian ini dilakukan karena belum ada media pembelajaran yang digunakan pada kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya materi pecahan, sumber belajar hanya menggunakan buku guru dan buku siswa, pembelajaran hanya menggunakan metode ceramah sehingga terkesan masih bersifat konvensional, guru hanya memfokuskan pada hasil belajar tanpa memperhatikan kemampuan berpikir kreatif siswa. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media cerita bergambar yang layak dan mendeskripsikan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah diterapkan pembelajaran menggunakan media cerita bergambar pada materi pecahan kelas II SD. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pengembangan berdasarkan tahapan-tahapan model ADDIE meliputi analyze, design, develop, implement, dan evaluate. Subjek penelitian pada tahap uji coba terdiri atas 20 siswa dan tahap implementasi terdiri atas 27 siswa di SDN Lontar II Surabaya tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menghasilkan media cerita bergambar yang layak yaitu memenuhi kriteria kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Kemampuan berpikir kreatif siswa pada tahap uji coba mengalami kemajuan sebesar 80% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 85%, sedangkan pada tahap implementasi kemampuan berpikir kreatif mengalami kemajuan sebesar 85% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 88,89%. Dengan demikian, media cerita bergambar ini dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk melatih kemampuan berpikir kreatif siswa pada materi pecahan.
Pengembangan Multimedia Lectora Inspire untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Soal Cerita Bangun Ruang M. Zaenal Muttaqin; Tatag Yuli Eko Siswono; Agung Lukito
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1185.999 KB) | DOI: 10.31004/cendekia.v4i2.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) menghasilkan multimedia lectora inspire yang valid, praktis, dan efektif pada materi bangun ruang di kelas V sekolah dasar, (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan soal cerita bangun ruang kelas V dengan menggunakan multimedia lectora inspire. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas lima SDN Wonokusumo VI/45 Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model DDDE yaitu decide, design, develop, dan evaluate. Multimedia lectora inspire telah melalui uji validasi dari aspek media mencapai persentase 82.50%. dengan kategori baik dan dari aspek materi mencapai persentase 80.64% dengan kategori baik. Media juga telah melalui uji kepraktisan yang mencapai kategori baik. Sedangkan berdasarkan tes berpikir kritis menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran multimedia efektif dalam meningkatkan berpikir kritis siswa. Hal ini didasarkan pada hasil implementasi bidang tes yang mengalami kemajuan sebesar 85% dan ketuntasan belajar klasikal sebesar 88.89% yang berarti pengaruh signifikan terhadap berpikir kritis pada pembelajaran siswa menggunakan multimedia lectora inspire.
PELATIHAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK (PMR) DENGAN MEDIA BERBAHAN BEKAS DI SEKOLAH DASAR Evangelista Lus Windyana Palupi; Agung Lukito; Siti Khabibah; Siti Maghfirotun Amin
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v5n2.p97-105

Abstract

Pembelajaran Matematika Realistik (PMR) merupakan salah satu alternatif pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar matematika secara bermakna dan realistik bagi siswa. Prinsip emergent modeling dalam PMR menuntut ketersediaan media pembelajaran agar siswa dapat membayangkan situasi masalah yang diberikan. Namun permasalahan yang muncul adalah keterbatasan media murah yang dapat digunakan guru dan keterbatasan pengetahuan guru dalam merancang pembelajaran matematika realistik berbantuan media. Di lain pihak, sejumlah besar barang bekas dibiarkan menumpuk, kurang dimanfaatkan. Padahal barang bekas dapat didaur ulang menjadi barang dengan nilai guna, salah satunya dengan memanfaatkannya untuk kepentingan belajar dan mengajar matematika. Pelatihan pembelajaran matematika realistik dengan bantuan media berbahan bekas di sekolah dasar dapat menjadi solusi praktis untuk membantu guru menyelenggarakan proses pembelajaran matematika yang bermakna, menarik, interaktif, mudah diikuti dan murah. Meskipun rancangan pembelajaran yang dihasilkan belum memenuhi prinsip dan karakteristik pembelajaran matematika realistik, kegiatan ini dinilai bermanfaat dan berhasil dalam membantu guru untuk memilih bahan bekas sebagai media dan merancang pembelajaran matematika dengan media tersebut. Dari kegiatan ini, dihasilkan 27 desain pembelajaran matematika dengan media berbahan bekas yang berbeda dari 36 desain yang dibuat. Rancangan pembelajaran yang dibuat meliputi beberapa topik matematika untuk kelas 3 dan 4 sekolah dasar.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PECAHAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA SD KELAS 2 Istianatur Rahmah; Agung Lukito; Wiryanto Wiryanto
Jurnal Education and Development Vol 10 No 3 (2022): Vol.10. No.3 2022
Publisher : Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.679 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukomenghasilkan perangkat pembelajaran Pecahan berbasis masalah yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkat kreativitas siswa kelas 2 SD. Model pengembangan perangkat pembelajaran0menggunakan model Plomp yang meliputi 5 tahap, yaitu: (1) Investigasi awal, (2)0Desain, (3) 0Realisasi/Konstruksi, (4) Tes, evaluasi, dan revisi, dan (5) Implementasi. Uji coba perangkat dilaksanakan di SDN Kedungdoro II/307 Surabaya Tahun ajaran 2021/2022. Subjek penelitian adalah siswa SD kelas 2A sejumlah 9 siswa dan kelas 2B sejumlah 9 siswa. Penelitian ini menghasilkan perangkat pembelajaran yang valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan kreativitas siswa kelas 2. Valid ditunjukan dari hasil validasi pada saat bimbingan dengan pembimbing, perangkat pembelajaran sudah diperbaiki berdasarkan saran revisi dari pembimbing. Pembimbing menyebutkan bahwasannnya perangka pembelajaran untuk hasil pengembangan ini valid dan layak untuk digunakan, dengan catatan sedikit perbaikan dan revisi. Praktis dibuktikan dari kegiatan-kegiatan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) terlaksana seluruhnya dengan baik karena aktivitas siswa sesuai dengan kegiatan yang dirancang dalam RPP. Hasil penilaian pengamat terhadap keterlaksanaan RPP dan aktivitas siswa dinilai “sangat baik”. Efektif dibuktikan dari respon siswa positif terhadap pembelajaran dan kreatifitas siswa telah meningkat. Respon siswa dinilai “sangat kuat” serta dari uji Shapiro Wilk dan N Gain pada nilai prettest dan postest siswa menunjukan adanya peningkatan terhadap kreativitas siswa pada kategori “tinggi”.
Exploring mathematization underpinnings of prospective mathematics teachers in solving mathematics problems Lestariningsih Lestariningsih; Siti Maghfirotun Amin; Agung Lukito; Moch Lutfianto
Beta: Jurnal Tadris Matematika Vol. 11 No. 2 (2018): Beta November
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/betajtm.v11i2.214

Abstract

[English]: The purpose of this study was to explore the mathematization underpinnings of prospective mathematics teacher on mathematical problem-solving. This study used explorative research with a qualitative approach. The instruments in this study were mathematical ability test, contextual problems, and interview guidelines. A prospective mathematics teacher who has high mathematics ability involved in this study. The subject was selected from 56 prospective mathematics teachers through a test. After the subject solved contextual problems, an interview was conducted. The result revealed that prospective mathematics teacher did mathematization when solving the contextual problem by simplifying, solving in a structural way, and fitting to the context of the problem. This finding implies that mathematization could reveal the way prospective mathematics teacher formulates contextual problems into mathematical problems. Keywords: Mathematization, Prospective mathematics teacher, Problem-solving, Contextual problems [Bahasa]: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi matematisasi yang mendasari mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini menggunakan penelitian eksploratif dengan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan matematika, masalah kontekstual, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian adalah seorang mahasiswa calon guru dengan kemampuan matematika tinggi yang dipilih dari 56 mahasiswa dengan menggunakan tes kemampuan matematika. Setelah subjek penelitian menyelesaikan masalah kontekstual, dilakukan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa calon guru matematika melakukan matematisasi yang sangat penting karena menyelesaikan masalah matematika dengan menyederhanakan masalah, menyelesaikan masalah secara terstruktur, dan diarahkan sesuai dengan konteks yang ada dalam masalah. Temuan dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa melalui matematisasi dapat diketahui cara mahasiswa dalam merumuskan masalah kontekstual ke dalam soal matematis. Kata kunci: Matematisasi, Mahasiswa calon guru, Pemecahan masalah, Masalah kontekstual
Comparison of Metacognition Awareness of Mathematics and Mathematics Education Students Based on the Ability of Mathematics La Misu; I Ketut Budayasa; Agung Lukito; Rosdiana Rosdiana
International Journal of Trends in Mathematics Education Research Vol 2, No 3 (2019)
Publisher : SAINTIS Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.976 KB) | DOI: 10.33122/ijtmer.v2i3.118

Abstract

Awareness of metacognition is one of mental process that occurs when a person knows what he thinks, including the knowledge and awareness to do something or realize the reason that. The purpose of this study is (1) to describe how the metacognition awareness of mathematics student and mathematics education student based on mathematical ability, and (2) to know the difference metacognitive awareness between of mathematics students with math education students based on mathematical ability. This research subject are the Department of Mathematics and Mathematics Education students of Halu Oleo University Kendari, Indonesia. This research is ex post facto by the data analysis using descriptive and inferential approach. Descriptive approach used to describe the level of metacognitive awareness of mathematics students and mathematics education students based on his mathematical abilities, whereas inferential approach used to see the difference in metacognition awareness of mathematics students and mathematics education students based math skills. The results of this study are: (1) the level of students metacognition awareness of Mathematics Department, generally located on level strategic use and level reflective use, while the level of students metacognition awareness of Education Mathematics Department, generally located on level aware use; (2) there is a significant difference between the awareness metacognition of math students with mathematics education student based on his mathematical abilities, and awareness metacognition of math student better than mathematics education students.
Mathematics teacher educators’ noticing of pedagogical content knowledge on hierarchical classification of quadrilateral Rooselyna Ekawati; Ahmad Wachidul Kohar; Tatag Yuli Eko Siswono; Agung Lukito; Kai-Lin Yang; Khoirun Nisa
Jurnal Infinity Vol 12 No 2 (2023): VOLUME 12, NUMBER 2, INFINITY
Publisher : IKIP Siliwangi and I-MES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/infinity.v12i2.p261-274

Abstract

This study aims to investigate mathematics teacher educators’ (MTE) knowledge in noticing preservice teachers’ pedagogical content knowledge (PCK) on the hierarchical classification of the quadrilateral. A multiple case study was conducted to analyze the responses of ten MTEs in an online moderated-forum group discussion (M-FGD) from their written work on the MTE-PCK test completed prior to the M-FGD. The PCK test consisted of two tasks: the task that examines MTEs’ knowledge to predict pre-service teachers’ reason in representing the hierarchical classification of quadrilateral in Venn diagrams, and the task that examines MTEs’ knowledge in making a flowchart as a recommendation to mathematics teacher to analyze the validity of quadrilateral classification. Results show that the MTEs indicate two considerations of noticing pre-service teachers’ PCK on the quadrilateral classification: by definition and properties of quadrilaterals and by the visual appearance of quadrilaterals. Despite this, 20% of them were indicated to perform a lack of understanding of the hierarchical classification of quadrilaterals, as indicated by invalid flowcharts of validating the hierarchical classification of the quadrilateral.