Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Innovative and Creativity

Penerapan Terapi Hortikultura pada Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi Hayuning Tyas Rahmadhani; Sri Padma Sari; Diyan Yuli Wijayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1737

Abstract

Skizofrenia adalah gangguan jiwa kronis yang ditandai oleh halusinasi, kecemasan, dan gangguan fungsi psikososial. Terapi hortikultura merupakan pendekatan nonfarmakologis berbasis aktivitas alam yang mampu merangsang fungsi kognitif dan emosional serta mendukung proses pemulihan klien skizofrenia. Namun, di Indonesia, bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi hortikultura individu berbasis komunitas terhadap gejala psikotik dan proses pemulihan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas terapi hortikultura untuk menurunkan gejala halusinasi dan kecemasan serta meningkatkan proses pemulihan psikososial pada klien skizofrenia di masyarakat. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest pada tiga klien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Intervensi terapi hortikultura diberikan selama enam sesi dalam kurun waktu 10 hari. Pengukuran menggunakan instrumen Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan Recovery Assessment Scale (RAS) versi Bahasa Indonesia. Setelah dilakukan intervensi, ketiga klien menunjukkan penurunan skor AHRS (25 menjadi 20; 22 menjadi 10; 22 menjadi 12) dan GAD-7 (15 menjadi11; 14 menjadi 6; 15 menjadi 9), serta peningkatan skor RAS (49 menjadi 60; 59 menjadi 70; 59 menjadi 64). Respons verbal dan perilaku klien juga menunjukkan peningkatan fokus, kestabilan emosi, dan motivasi untuk pemulihan. Terapi hortikultura efektif mengurangi tanda dan gejala halusinasi dan kecemasan serta mendukung proses pemulihan psikososial pada klien skizofrenia. Keywords: Skizofrenia; halusinasi; terapi hortikultura; kecemasan; pemulihan ABSTRACT Schizophrenia is a chronic mental disorder characterized by hallucinations, anxiety, and impaired psychosocial functioning. Horticultural therapy is a non-pharmacological, nature-based activity approach that can stimulate cognitive and emotional functions and support the recovery process in patients with schizophrenia. However, in Indonesia, scientific evidence on the effectiveness of community-based individual horticultural therapy on psychotic symptoms and recovery remains limited. This study aims to evaluate the effectiveness of community-based individual horticultural therapy in reducing hallucination and anxiety symptoms and improving psychosocial recovery in patients with schizophrenia. This study employed a quasi-experimental design with a one-group pretest-posttest approach involving three schizophrenia patients with auditory hallucinations. The intervention consisted of six horticultural therapy sessions over two weeks. Measurements were conducted using the Indonesian version of the Auditory Hallucination Rating Scale (AHRS), Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), and the Recovery Assessment Scale (RAS). Following the intervention, all three patients showed decreased AHRS scores (from 25 to 20; 22 to 10; 22 to 12) and GAD-7 scores (from 15 to 11; 14 to 6; 15 to 9), as well as increased RAS scores (from 49 to 60; 59 to 70; 59 to 64). Verbal and behavioral responses indicated improved focus, emotional stability, and motivation for recovery. Horticultural therapy is effective in reducing hallucinations and anxiety and supports psychosocial recovery in patients with schizophrenia. This intervention is feasible to integrate into community mental health nursing practice as an affordable, applicable, and sustainable complementary approach. Keywords: Schizophrenia; hallucinations; horticultural therapy; anxiety; recovery
Studi Dokumentasi Proses Pikir pada Pasien Gangguan Jiwa di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah Laela Nur Nabilah; Diyan Yuli Wijayanti; Meidiana Dwidiyanti; Zubaidah Zubaidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5332

Abstract

Waham merupakan salah satu gangguan proses pikir dimana pasien memiliki keyakinan palsu yang dipegang teguh walaupun tanpa bukti yang jelas. Di Indonesia, kegiatan surveilans penelitian proses pikir pasien gangguan jiwa di Indonesia belum ada. Beberapa penelitian sebelumnya lebih mengarah pada penelitian korelasi dengan desain penelitian studi kasus dan menggunakan pendekatan strategi pelaksanaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran proses pikir pasien gangguan jiwa secara umum dan spesifik tiap karakteristik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi dokumentasi. Sampel yang digunakan berjumlah 162 pasien gangguan jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling. Dokumen yang digunakan pada penelitian ini adalah dokumen rekam medis format pengkajian keperawatan jiwa RSJD Dr. Amino Gondohutomo yang dianalisis menggunakan analisis univariat. Karakteristik yang banyak ditemukan adalah pasien dewasa akhir, berjenis kelamin laki-laki, belum menikah dan tidak bekerja. Mayoritas pasien gangguan jiwa mengalami skizofrenia dan memiliki risiko perilaku kekerasan dengan frekuensi dirawat di RSJ dalam kategori tinggi. Mayoritas pasien memiliki proses pikir non realistik dengan progresi pikir koheren dan sebagian besar mengalami waham persekutorik. Perawat diharapkan untuk mengkaji lebih dalam mengenai proses pikir pasien gangguan jiwa, meliputi bentuk pikir, progresi pikir, dan isi pikir.