Diana Chilmawati
Department Of Aquaculture, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Diponegoro University, Jln. Prof Soedarto, SH, Tembalang, Semarang 50275 Indonesia

Published : 35 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Efek penambahan tepung spirulina sp. dalam pakan buatan terhadap kecerahan warna dan performa pertumbuhan ikan cupang halfmoon (Betta splendens) Saidunnafi, Saidunnafi; Chilmawati, Diana; Yuniarti, Tristiana
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 8, No 2 (2024): SAT edisi September
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v8i2.23105

Abstract

Ikan cupang halfmoon (Betta splendens) memiliki nilai ekonomis tinggi di pasaran. Variasi warna dan bentuk sirip yang  beragam menjadi daya tarik ikan cupang. Warna dalam ikan disebabkan oleh adanya faktor sel kromatofor yang terdapat pada bagian dermis (kulit). Salah satu langkah untuk mendapatkan warna cerah merata dengan memberikan penambahan sumber pigmen kedalam pakan.  Salah satu sumber pigmen yaitu tepung spirulina. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh tepung spirulina terhadap warna tubuh ikan cupang halfmoon (Betta splendens). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Karantina Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro, Semarang pada bulan Agustus – Oktober 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah penambahan tepung spirulina  dalam pakan buatan dengan dosis A (0%), B (2%), C (4%), dan D (6%) dalam pakan. Ikan uji yang digunakan adalah ikan cupang jenis halfmoon dengan ukuran panjang rata-rata 5,19±0,29 cm dengan padat tebar 4 ekor/toples. Pemeliharaan ikan cupang dilakukan selama 40 hari dengan metode pemberian pakan at satiation. Pengukuran kecerahan warna menggunakan software Adobe Photoshop CS6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung spirulina dalam pakan komersial memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap tingkat kecerahan warna, bobot mutlak, panjang mutlak, TKP,dan RGR, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kelulushidupan. Berdasarkan hasil tersebut didapatkan dosis terbaik penambahan tepung spirulina yaitu pada dosis 6% yang menghasilkan selisih nilai hue sebesar (16±1,03).
Pengaruh Tepung Spirulina (Arthrospira plantesis) dalam Pakan terhadap Kecerahan Warna Koi (Cyprinus carpio) Purwanto, Teddy Ezranovika; Subandiyono, Subandiyono; Chilmawati, Diana; Hastuti, Sri
Sains Akuakultur Tropis : Indonesian Journal of Tropical Aquaculture Vol 9, No 1 (2025): SAT edisi Maret
Publisher : Departemen Akuakultur FPIK UNDIP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/sat.v9i1.23831

Abstract

Koi (Cyprinus carpio) adalah salah satu ikan hias yang banyak diminati di Indonesia karena warna tubuh yang mencolok dan indah. Warna yang ditampilkan adalah hasil dari kromatofor yang ada pada bagian kulit ikan. Salah satu cara untuk meningkatkan kecerahan warna dari ikan adalah dengan menambahkan suplemen dalam pakan. Contoh suplemen untuk warna ikan adalah karotenoid. Spirulina adalah salah satu karotenoid yang memiliki kandungan beta karoten. Beta karoten dapat membantu meningkatkan kecerahan warna jingga dan kuning pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh tepung Spirulina dalam pakan terhadap kecerahan warna dan pertumbuhan koi, dan untuk menentukan dosis tepung Spirulina terbaik di dalam pakan untuk kecerahan warna dan pertumbuhan koi. Penelitian ini dilaksanakan di Mina Papilon Farm, Jalan Raya Parakan, Jetis Selatan, Temanggung, pada bulan Januari sampai Februari 2024 selama 40 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yaitu rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan tersebut adalah penambahan Spirulina dalam pakan uji masing-masing untuk A (0%), B (0,5%), C (1%), dan D (1,5%). Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah kromatofor, laju pertumbuhan relatif (RGR), laju pertumbuhan spesifik (SGR), dan tingkat kelulushidupan (SR). Nilai kualitas air dianalisis secara deskriptif. Ikan uji yang digunakan adalah koi dengan panjang rata-rata 7±1 cm. Wadah penelitian menggunakan ember dengan volume 5,4 liter sebanyak 20 buah dengan padat tebar 1 ekor/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung Spirulina dalam pakan memberikan pengaruh (P<0,05) terhadap kecerahan warna ikan namun tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap laju pertumbuhan relatif, laju pertumbuhan spesifik, dan tingkat kelulushidupan ikan. Tepung Spirulina 1 % dan 1,5 % memberikan tingkat kecerahan warna yang lebih baik dibandingkan tepung Spirulina 0% pada koi (probabilitas 95%). Dosis tepung Spirulina 0 - 1,5% memberikan pengaruh yang sama pada pertumbuhan koi. Kualitas perairan masih layak untuk pemeliharaan koi (Cyprinus carpio).
Aplikasi Teknologi Aquaponic Pada Budidaya Ikan Air Tawar Untuk Optimalisasi Kapasitas Produksi Nugroho, Ristiawan Agung; Pambudi, Lilik Teguh; Chilmawati, Diana; Haditomo, Alfabetian Herjuno Condro
Saintek Perikanan : Indonesian Journal of Fisheries Science and Technology Vol 8, No 1 (2012): Jurnal Saintek Perikanan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.71 KB) | DOI: 10.14710/ijfst.8.1.46-51

Abstract

The experiment was conducted to acknowledge the effect of seed to the media using aquaponic system and to  identify the  influence of aquaponic system to the media’s  water quality of Oreochromis  niloticus’s fingerling to increase production capacity. The experiment was conducted at fish farmer’s  fingerling ponds at Muntilan, Magelang (Central Java) for 2 weeks observations.   It used completely  randomized design, were reared at 200,400 and 600 fish density with three replications over to 2 m2 ponds with aquaponic system and 400 densities as a control to non-aquaponic system.  The result of experiment showed that there was an influence of seed’s density to cultivan’s growth that used aquaponic system, especially to total length of fish.  The aquaponic system is also influence the fixing of media water Oreochromis niloticus fingerling, especially the reduction of ammonias (NH3). Key words: aquaponic, water quality, red tilapia, fingerling
THE EFFECT OF THYROXINE HORMONE AND RECOMBINANT GROWTH HORMONE (RGH) SOAKING ON THE RATE OF EGG YOLK ABSORPTION AND GROWTH OF TAWES FISH (Barbonymus gonionotus) Yuniarti, Tristiana; Hastuti, Sri; Nugroho, Ristiawan Agung; Basuki, Fajar; Chilmawati, Diana; Saputra, Raka Gilang
Indonesian Aquaculture Journal Vol 20, No 1 (2025): (June, 2025)
Publisher : Agency for Marine and Fisheries Extension and Human Resources

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/iaj.20.1.2025.37-47

Abstract

Tawes fish (Barbonymus gonionotus), also known as lampan, is an indigenous freshwater species with significant economic value and cultivation potential. However, suboptimal growth remains a common challenge in aquaculture. Hormonal treatments such as thyroxine and rGH are known to enhance metabolic processes, potentially improving egg yolk absorption and larval growth. This study aimed to evaluate the effects of thyroxine and rGH hormone immersion on the rate of egg yolk absorption and development of newly hatched tawes fish larvae. The experimental design employed a CRD with four treatments and three replications: A (thyroxine 0 mg/L + rGH 2.5 mg/L), B (thyroxine 0.1 mg/L + rGH 0 mg/L), C (thyroxine 0 mg/L + rGH 2.5 mg/L), and D (thyroxine 0.1 mg/L + rGH 2.5 mg/L), with hormone immersion conducted for 60 minutes. The results demonstrated that the combined immersion of thyroxine and rGH significantly (P <0.05) improved the absolute weight gain, absolute length increment, and survival rate of tawes fish larvae. The highest values for absolute weight (0.043±0.002 g) and length (12.77±0.15 mm) were observed in treatment D (thyroxine 0.1 mg/L + rGH 2.5 mg/L), while the best survival rate (70.00±2.00%) was recorded in treatment A (thyroxine 0 mg/L + rGH 2.5 mg/L). These findings suggest that the combined use of thyroxine and rGH can effectively enhance the early growth and development of tawes fish larvae.
Effect of Meniran Extract (Phyllanthus niruri) on Egg Hatcability of Carp (Cyprinus carpio L.) with Different Soaking Time Fatian, Adella Spextania; Sarjito, Sarjito; Chilmawati, Diana
Jurnal Media Akuakultur Indonesia Vol 3 No 4 (2023): Indonesian Journal of Aquaculture Medium
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/mediaakuakultur.v3i4.3349

Abstract

Goldfish (Cyprinus carpio) is a freshwater fish species that is highly favored in aquaculture due to the ease of its seed production, and the demand for goldfish seed sales is increasing. A constraint that affects the success rate of goldfish farming is the emergence of fungal infections during egg hatching stages. One of the efforts that can be made to prevent fungal infections during goldfish egg hatching is by immersing the eggs in meniran extract (Phyllanthus niruri) for a certain duration to achieve the best results. The purpose of this study was to determine the effect of the duration of meniran extract immersion on carp eggs, which provides the best hatching rate and larval survival and is free from fungal attacks. The test materials used were meniran extract solution and carp eggs. The method used was an experiment with a completely randomized design (CRD) with 5 treatments, each with 3 replications with different durations of meniran extract immersion. Treatments A (0 minutes), B (10 minutes), C (20 minutes), D (30 minutes), and E (40 minutes) The results of the study showed that the immersion of Phyllanthus niruri extract solution had a significant effect (P 0.05) on the hatchability and survival rate of Cyprinus carpio with regards to the prevalence of fungus but did not have a significant effect (P > 0.05) on the yolk sac absorption time. The optimal immersion time for Phyllanthus niruri extract on Cyprinus carpio eggs with regards to the prevalence of fungus, hatchability, and survival rate of the larvae was in treatment D (30 minutes), which resulted in a prevalence of fungus of 5.33 2.52%, a hatching rate (HR) of 94.54 2.52%, and a larval survival rate (SR) of 93.1 1.62%.