Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PEMBERDAYAAN BIDAN MELALUI APLIKASI E-PROFBID DALAM UPAYA PENINGKATAN SKILL STASE PERSALINAN Munafiah, Durrotun; Mayangsari, Dewi; Maftuchah, Maftuchah; Rahayu, Hermeksi; Suhud, Hargokendar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol. 5 No. 1 (2023): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v5i1.1402

Abstract

Target Sustainable Development Goals (SDG) tahun 2030 adalah AKI mencapai 70/100.000 KH sedangkan AKB 12/1000 KH. Bidan merupakan salah satu profesi yang mempunyai tujuan sangat penting dan strategis dalam pengembangan AKI dan AKB. Bidan sebagai profesi yang terus berkembang, terus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan profesionalitasnya.(Diah Ayu Hartini et al., n.d.). Bidan profesional yang dimaksud harus memiliki kompetensi klinis, sosial-budaya untuk menganalisa, melakukan advokasi dan pemberdayaan dalam mencari solusi dan inovasi untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan, keluarga dan masyarakat (Suryani, Sarmin, & Wati, 2023),sehingga Bidan perlu meningkatkan dan memanfaatkan teknologi dalam melaksanakan tugas kemampuan klinis dalam meningkatkan Kesehatan ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat sebagai upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan klinis pada stase persalinan melalui pemberdayaan bidan dengan memanfaatkan teknologi Aplikasi E-ProfBid yaitu dengan pemberian edukasi, pelatihan dan monitoring evaluasi pada bidan dalam kemampuan klinis stase persalinan melalui teknologi aplikasi. Sasaran peserta pengabdian kepada masyarakat adalah 50 orang Bidan Pelaksana Ranting II Kota Semarang. Hasil pengabmas ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan Bidan melalui kegiatan pelatihan dengan tema update terkini keilmuan stase persalinan dan sosialisasi penggunaan aplikasi E-ProfBid
PELVIC ROCKING AND ACUPRESSURE POINT Li 4 (Hequ) AGAINST DISMINORE IN CLASS X TEXMACO VOCATIONAL STUDENTS SEMARANG CITY Vita Triani Adi Puteri Vita; Maftuchah Maftuchah; Ike Saraswati
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 11 No. 1 (2024): JUNE 2024
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/dz3b8916

Abstract

MMenstruation is a natural and physiological process in a woman. In early teens, menstruation sometimes causes fear and worry, because when menstruation comes it is usually accompanied by several complaints, one of which is menstrual pain (dysmenorrhea). One intervention for treating dysmenorrhoea is non-pharmacological management, such as pelvic rocking exercise and Point Li 4 (Hequ) acupressure. Based on the research journal Novi Nur and Yuniati, these two treatments are very effective in reducing pain because they both function to produce endorphin hormones. The aim of this research was to determine the effectiveness of the combination of Lavender Pelvic Rocking Aromatherapy and Li 4 (Hequ) point acupressure in reducing dysmenorrhea pain in class. The results of the research show that the p value = 0.085, which means the value is >0.05, so it can be concluded that there is no significant difference in the effectiveness of pelvic rocking intervention and Li 4 (Hequ) point acupressure combined with lavender aromatherapy in reducing dysmenorrhea pain in class X female students at Texmaco Vocational School. Semarang so Ho was accepted
THE EFFECTIVENESS OF ACUPRESSURE ON THE HEGU AND SANYINJIAO POINTS FOR DYSMENORRHEA IN ADOLESCENTS Maftuchah Maftuchah; Annisa Nurul Afifah; Mei Lia Zulis Windyarti; Rose Nur Hudhariani
Jurnal Smart Kebidanan Vol. 12 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Universitas Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/g7jp3q29

Abstract

Dysmenorrhoea is lower abdominal pain caused by uterine muscle contractions and is a common problem among adolescents. In 2020, Indonesia reported that 64.25% of adolescents experienced dysmenorrhoea. Effective management is essential because dysmenorrhoea can negatively affect adolescents’ daily activities and concentration during learning. One non-pharmacological technique that can be used is acupressure at the hegu (LI4) and sanyinjiao (SP6) points combined with lemon aromatherapy. This study aimed to analyse the effectiveness of acupressure at the LI4 and SP6 points combined with lemon aromatherapy in reducing primary dysmenorrhoea among adolescents. This quantitative study employed a quasi-experimental design with 36 respondents selected through purposive sampling. The intervention consisted of applying pressure to the LI4 and SP6 points for 30 minutes and administering lemon aromatherapy by diluting 3 drops of lemon essential oil in 10 ml of water, carried out once daily for two days starting from the onset of dysmenorrhoea. The results showed that acupressure at both the hegu and sanyinjiao points combined with lemon aromatherapy significantly reduced dysmenorrhoea, with no significant difference in effectiveness between the two points (p = 0.486). Schools support the use of acupressure and lemon aromatherapy as an accessible and non-pharmacological method to help adolescents manage dysmenorrhoea.
STIMULASI TUMBUH KEMBANG BAYI DENGAN MOMMY’S LOVING MASSAGE Maftuchah Maftuchah; Isy Royhanaty; Anggun Fitri Handayani
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.777

Abstract

AbstractBackground: Infancy is the golden age of growth and development, by Early Detection of Growth Simulation which is a basic ability to stimulate activity of children aged 0-6 years, so children grow and develop optimally. in August 2018, there were 68 infants aged 3-6 months who are still experiencing barriers to growth and development, Mommy's Loving Massage is one of stimulation that may help improve the growth and development of infants. Objectives: this study was to analyze the effectiveness of mommy’s loving massage towards the growth of infants aged 3-6 months. Methodology: This study was quasy-experimental research, pre-test post-test with control design. Population and sample were all mothers and infants aged 3-6 months in the Village Karangroto Semarangm City, as many as 24 mothers and babies who were divided into intervention group and the control group. The instruments used were baby scales, Pre-Screening Questionnaire Development, as well as and the observation sheet to measure the quality of sleep, pain frequency and quality of infant feeding. Results: In the intervention group was no difference in the development, frequency, quality, sleep duration, frequency of breastfeeding, breastfeeding quality, breastfeeding duration, pain frequency, weight and body length. Whereas in the control group was no difference in the development, frequency, quality, sleep duration, breastfeeding duration, pain frequency, weight and body length. Conclusion: There was a significant difference in the intervention group and the kontrol group that is body weight. Kata Kunci : mommy’s loving massage; growth; development; baby massage; stimulation
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERIMAAN POST-PLACENTA INTRA UTERINE CONTRACEPTIVE DEVICE (PPIUCD): META-ANALISIS Anggun Fitri Handayani; Santy Irene Putri; Nor Asiyah; Maftuchah Maftuchah
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 7, No 1 (2023): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v7i1.2395

Abstract

Post-placenta intra uterine contraceptive device (PPIUCD) merupakan kontrasepsi yang efektif, praktis, dan aman yang dapat dipasang secara langsung setelah proses persalinan. PPIUCD disarankan karena tidak mengganggu proses menyusui, namun metode ini belum banyak digunakan dan diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi faktor yang berhubungan dengan penerimaan PPIUCD dikalangan Perempuan. Jenis penelitian systematic review dan meta-analisis ini dilakukan dengan menggunakan akronim PICO sebagai berikut: = Wanita usia subur, wanita hamil, dan nifas; I= multipara dan konseling pasca-persalinan; C= primipara dan tidak dilakukan konseling pasca persalinan; O= Pemanfaatan/penggunaan PPIUCD di kalangan Perempuan. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan PubMed, Google Cendekia, Scopus, dan ScienceDirect. Artikel yang dimasukkan dalam penelitian ini adalah artikel full-text dengan desain studi observasional. Artikel dikumpulkan menggunakan diagram alir PRISMA. Data dianalisis menggunakan Review Manager (RevMan 5.4). Forest plot dan Funnel plot digunakan untuk menentukan ukuran pengaruh dan heterogenitas data (I2). Hasilnya menunjukkan bahwa perempuan multipara (aOR= 1.74; CI95%= 1.17 hingga 2.59; p= 0.006), dan konseling pasca-persalinan (aOR= 2.89; CI 95%= 1.37; p= 0.005) meningkatkan penerimaan dan penggunaan PPIUCD dikalangan perempuan.
PERAN KADER KESEHATAN DALAM PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI PADA IBU HAMIL DI POSYANDU Diah Andriani; Maftuchah Maftuchah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1499

Abstract

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan salah satu upaya percepatan penurunan Angka Kematian Ibu dan Bayi Baru Lahir melalui peningkatan akses dan mutu pelayanan antenatal, pertolongan persalinan, pencegahan komplikasi dan keluarga berencana oleh bidan. Pelayanan bidan sangat berperan dalam keberhasilan suatu program pemerintah dalam rangka meningkatkan pembangunan kesehatan. Kerjasama bidan dengan pihak-pihak terkait pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K). Pihak-pihak yang dimaksud disini antara lain seperti bidan di puskesmas, petugas gizi, bidan di BPM, kader, ibu hamil, keluarga ibu hamil, petugas binaan desa (Gasbindes), masyarakat dan penanggung jawab program P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi). Bidan dalam bekerjasama tidak lepas dari hambatan dalam pelaksanaan program, karena walaupun sudah bekerjasama baik dengan beberapa pihak, namun masih menemukan kesulitan dalam menjalin kerjasama denga pihak bidan di BPM (Bidan Praktik Mandiri), Kerjasama dengan pihak BPM (Bidan Praktik Mandiri) sangat penting karena ibu hamil tidak hanya memeriksakan kehamilan dan bersalin dipuskesmas saja tapi juga di BPM (Bidan Praktik Mandiri), dengan kerjasama yang baik dan berkelanjutan. Harapannya bidan desa yang bertanggung jawab terhadap ibu hamil diwilayahnya bisa terpapar dan mendapatkan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi).Dalam hal ini dengan pelayanan P4K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dilakukan oleh bidan kepada ibu hamil, dapat meminimalkan resiko komplikasi dan kematian ibu maupun bayi.
Asuhan Kebidanan Berkelanjutan (Continuity of Care) pada Ny. R Umur 35 Tahun G3P2A0 Leni Andriyani; Maftuchah
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2240

Abstract

Abstract Continuous midwifery care, or continuity of care, is a comprehensive midwifery care from pregnancy, childbirth, postpartum, Newborn, family planning provided by midwives to monitor maternal and infant health and can help the government in reducing maternal and infant mortality rates in Indonesia, because with the existence of continuous midwifery care, or continuity of care, in addition to preventing complications. This care involves providing comprehensive care to provide comfort, increase maternal satisfaction, reduce unnecessary interventions. The purpose of this study was to provide continuous care to Mrs. R, 35 years old, G3P2A0, at the Bangetayu Community Health Center in Semarang. The research design used was descriptive and case study. The results showed that Mrs. R, 35 years old, G3P2A0, was physiologically pregnant. The labor process took place normally at 40 weeks of gestation, accompanied by monitoring of the postpartum period and the condition of the newborn that went well and without complications.
Efektivitas Massage Effleurage Dan Akupresur Titik Hegu (Li4) Terhadap Nyeri Menstruasi Pada Remaja Putri Maftuchah, Maftuchah; Damini; Putri Rahma Dini; Rose Nur Hudhariani
Jurnal Kesehatan Marendeng Vol. 10 No. 1 (2026): JURNAL KESEHATAN MARENDENG
Publisher : LPPM STIKES Marendeng Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58554/jkm.v10i1.164

Abstract

Nyeri menstruasi merupakan ketidaknyamanan yang dialami remaja putri saat menstruasi. Jika tidak diatasi dapat menimbulkan gejala penyakit lain, mengganggu kesuburan, kualitas hidup, lemah, lelah dan menurunkan produktivitas. Massage effleurage merupakan usapan pada daerah perut dan akupresur titik Hegu (LI4) dengan memberikan penekanan pada titik tertentu diarea tangan dapat mengurangi nyeri menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas massage effleurage dan akupresur titik Hegu (LI4) terhadap nyeri menstruasi pada remaja di SMP Bonifasio Kota Semarang tahun 2025. Penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan rancangan two-group pretest-posttest design, 18 responden diberikan massage effleurage dan 18 responden diberikan akupresur titik Hegu (LI4). Skala nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan rata-rata nyeri sebelum massage efflurage 2,86 dan sesudah 1,56, dengan selisih penurunan 1,3 dan p = 0,001. Sedangkan yang diberikan akupresur titik Hegu (LI4) rata-rata nyeri sebelum 2,78 dan sesudah 1,5 dengan selisih penurunan 1,28 dan p = 0,001. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode efektif dalam menurunkan nyeri menstruasi. Hasil uji Mann- Whitney didapatkan p = 0,763, menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektifitas massage effleurage dan akupresur titik Hegu (LI4) terhadap nyeri menstruasi. Kesimpulan massage effleurage dan akupresur titik Hegu (LI4) dapat digunakan untuk mengurangi nyeri menstruasi  pada remaja putri
AKUPRESUR DENGAN PELVIC ROCKING KOMBINASI AROMATHERAPY LAVENDER MENGURANGI DISMINORE SISWA MTS NU 05 SUNAN KATONG Rose Nur Hudhariani; Fauziah Winda Gurnita; Maftuchah Maftuchah; Siti Ida Wahyunik
Jurnal Kebidanan VOLUME 16, NO.01 JUNI 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Estu Utomo Boyolali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35872/jurkeb.v16i01.675

Abstract

Latar Belakang: Menurut data WHO 2020 (World Health Organization ), di seluruh dunia, dismenore mempengaruhi sebagian besar Wanita, antara 16,8 hingga 81 persen remaja putri dan wanita mengalami dismenore setiap tahunnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa 1,76 juta wanita (90%) mengalami dismenore, dengan 10% hingga 15% mengalami dismenore yang parah. Dismenore menjadi lebih jarang dilaporkan dan tidak diobati di kalangan wanita Indonesia. Diperkirakan 90% wanita Indonesia pernah mengalami dismenore pada suatu waktu dalam hidupnya. Survei pendahuluan di MTS NU 05 Sunan Katong menunjukan bahwa dari 5 responden sebanyak 4 responden (80%) pernah mengalami nyeri dismenore dan hanya 1 responden (20%) tidak mengalami nyeri dismenore. Dari 4 responden yang mengalami nyeri dismenore semuanya menyatakan bahwa aktivitas belajar menjadi terganggu.Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas akupresure Li4 dengan pelvic rocking kombinasi aromatherapy lavender terhadap tingkat dismenorea pada siswi MTS NU 05 Sunan Katong Kaliwungu. Metode Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah quasy eksperiment dengan rancangan two group pre test post test dengan pemberian akupresure Li4 dengan pelvic rocking exercises kombinasi aromaterapi lavender. Populasi yaitu seluruh siswi Mts Nu 05 Sunan Katong Kaliwungu dan jumlah sampel sebanyak 32 siswi sesuai dengan nyeri ringan sampai dengan sedang. Teknik sampling yang digunakan yaitu accidental sampling. Hasil: Tidak ada perbedaan yang sigifikan antara akupresure Li4 dengan pelvic rocking kombinasi aromaterapi lavender, p value = 0,190. Simpulan: Ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian akupresure Li4 dengan aromaterapi lavender terhadap disminorhea p value : 0,000. Ada pengaruh sebelum dan sesudah pemberian pelvic rocking exercises dengan aromaterapi lavender , p value : 0,000. Tidak ada perbedaan yang sigifikan antara akupresure Li4 dengan pelvic rocking kombinasi aromaterapi lavender dengan hasil Uji Mann Whitney U diperoleh hasil p value = 0,190. Kata Kunci : Akupresure Li4,Aromaterapi Lavender, Dismenorea, Pelvic Rocking Exercises,