Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BERBASIS MEDIA VIDEO ANIMASI TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS Metha Fahriani; Gatot Supriyanto; Annisa Amalia
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 9, No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v9i1.30906

Abstract

HIV/AIDS masih menjadi masalah kesehatan global yang serius, dengan kelompok usia remaja (15-24 tahun) sebagai salah satu kelompok yang paling rentan terinfeksi. Pengetahuan yang rendah tentang HIV/AIDS menjadi faktor risiko utama penularan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan berbasis media video animasi terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMA Negeri 12 Rejang Lebong. Metode penelitian menggunakan desain eksperimen dengan pendekatan pre-test dan post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa dengan jumlah sampel sebanyak 72 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Intervensi yang diberikan berupa penayangan video animasi berdurasi 12-15 menit. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan kategori kurang sebanyak 29 orang dengan nilai rata-rata 61,83. Setelah intervensi, mayoritas responden memiliki pengetahuan kategori baik sebanyak 58 orang dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 85,24. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pendidikan kesehatan berbasis video animasi terhadap tingkat pengetahuan remaja, guna mencegah penularan penyakit HIV/AIDS diharapkan bagi siswa-siswi dapat terus meningkatkan kesadaran diri dan aktif dalam mencari informasi kesehatan mengenai HIV/AIDS.
Hubungan Pengetahuan Dengan Sikap Remaja Putri Dalam Mengahadapi Premenstruasi Syndrome Di SMPN 2 Kota Bengkulu Waytherlis Apriani; Dewi Aprilia Ningsi; Metha Fahriani; Yuni Ramadhaniati; Suhita Tri Oklaini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i2.2143

Abstract

Kurangnya pengetahuan remaja putri tentang PMS membuat remaja putri tidak sadar akan pentingnya kesehatan reproduksinya bahkan tidak memperhatikan kesehatan diri. Kurangnya pengetahuan tentang PMS kebanyakan membuat remaja putri ini tidak melakukan penanganan terhadap PMS. Pengetahuan tentang PMS sangat penting agar dapat bersikap positif terhadap gejalanya. Sikap merupakan kesiapan untuk bereaksi terhadap objek di lingkungan tertentu sebagai suatu penghayatan terhadap objek, sehingga sikap positif ditunjukkan dengan mampu melakukan penanganan dini dan pencegahan dini terhadap PMS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi syndrome di SMPN 2 Kota Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswi kelas VII dan Kelas VIII SMPN 2 Bengkulu tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 390 reponden teknik pengambilan sampel dengan cara Cluster Random Sampling sebanyak 80 orang. Data penelitian data primer dan sekunder,data dikaji dengan analisis univariat dan bivariate dengan uji Chi Square dan Contingency Coefficient. Hasil penelitian ini didapatkan pengetahuan 44 responden memiliki pengetahuan baik, 19 responden memiliki pengetahuan cukup, dan 17 responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap 64 responden (80%) memiliki sikap positif, sedangkan 16 responden (20%) memiliki sikap negatif. Ada hubungan yang signifikan anatara tingkat pengetahuan dan sikap remaja putri dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome. Hasil penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja putri SMPN 2 Kota Bengkulu Dalam menghadapi Premenstruasi Syndrome