Articles
PENERAPAN PENDEKATAN SCAFFOLDING DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
Amalia, Annisa;
Syukri, M.;
Endang, Busri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa Vol 4, No 3 (2015): Maret 2015
Publisher : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan  keterampilan sosial anak usia 5-6 tahun melalui penerapan pendekatan scaffolding di PAUD Sutitah Soedarso 1 Desa Jungkat tahun pelajaran 2013/2014. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitis yang berorientasi pada pemecahan masalah dengan pendekatan equivalent time design. Setelah diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan scaffolding kepada 20 anak, diperoleh hasil bahwa mereka mengalami peningkatan keterampilan sosial. Peningkatan ini ditandai dengan perolehan rerata skor 2,32 pada pembelajaran 1; 2,52 pada perbelajaran 2; dan 2,60 pada pembelajaran 3.  Kata kunci : pendekatan scaffolding, keterampilan sosial Abstract: This study aims to develop the social skills of children aged 5-6 years through the application of scaffolding approach in PAUD Sutiah Soerdarso 1 Jungkat village school year 2013/2014. The method used in this research is analytical description that is oriented on problem solving with the equivalent time design approach. After being given the lesson using scaffolding approach to 20 children, the results shows that they have increased social skills. This increase is shown with the first meeting of class score an average of 2,32; the second meeting of class score an average of 2,52; the third meeting with an average score of 2,6.  Keywords: scaffolding approach, social skill
Sosialisasi Layanan Pendampingan Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Anak Usia Dini di Kota Pontianak
Desni Yuniarni;
Marmawi R;
Muhamad Ali;
Annisa Amalia;
Lukmanulhakim Lukmanulhakim;
Dian Miranda;
Andini Linarsih
Al-Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Februari
Publisher : LP2M Institut Agama Islam Nazhatut Thullab Sampang, Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Membesarkan anak dibutuhkan kesiapan, keterampilan, dan pengetahuan orang tua. Terlebih jika anak lahir dengan keadaan yang memiliki potensi spesial yang berbeda dengan anak rata-rata kebanyakan. Anak berkebutuhan khusus mempunyai hak yang sama dengan anak lain dan dapat hidup mandiri, berprestasi sesuai dengan minat dan potensi yang dimiliki. Oleh karena itu, orang tua wajib bertanggung jawab memenuhi hak-hak anak dalam segala aspek kehidupan, seperti bersosialisasi di lingkungan, berekreasi, dan berkegiatan lain yang bertujuan memperkenalkan anak berkebutuhan khusus dengan kehidupan di luar rumah. Selain itu orang tua perlu konsisten dan bersikap terbuka terhadap lingkungan sekitar dalam menangani anak berkebutuhan khusus. Dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak bagi orang tua dengan anak yang memiliki kebutuhan khusus dalam membesarkan anak - anak spesial dapat bertumbuh dan berkembang semaksimal mungkin sesuai dengan potensinya. PKM ini bertujuan untuk memberikan bantuan pendampingan pada orang tua khususnya yang berada di Kota Pontianak dengan bekerja sama bersama ULDAC (Unit Layanan Disabilitas dan Asesmen Center) Kota Pontianak. Terhubung dengan orang-orang tua yang anak – anaknya dilayani di ULDAC Kota Pontianak, diperoleh beragam masalah pengasuhan dan tumbuh kembang yang dialami oeh orang tua dalam membesarkan anak mereka. PKM Program Studi PGPAUD menjebatani dengan mengadakan FGD berkala, menganalisis masalah dan merumuskan bersama orang tua dan ULDAC sehingga menemukan rumusan solusi yang ditawarkan sebagai hasil luaran yang diharapkan dicapai.
Pengenalan Keterampilan Literasi Digital pada Anak Usia Dini
Dian Miranda;
Marmawi R.;
Andini Linarsih;
Annisa Amalia
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 4, No 3 (2022): June Pages 3201-5000
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/edukatif.v4i3.2767
Penggunaan media digital sudah sangat umum di masyarakat, termasuk pada anak usia dini. Dampak penggunaan media digital ini sangat tergantung dari keterampilan pengguna dalam menyaring berbagai informasi yang disajikan dari media tersebut, salah satu keterampilan yang dibutuhkan untuk mengurangi dampak negative tersebut adalah dengan meningkatkan keterampilan digital, oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat apakah guru PAUD telah mengenalkan keterampilan literasi digital pada anak didiknya dengan cara: (1) mengajak orang tua untuk memberikan pendampingan kepada anak saat menggunakan gawai, (2) mengajarkan anak untuk berfikir kritis dalam mengakses media, dan (3) mengenalkan berbagai jenis media pada anak. Penelitian ini menyasar guru-guru PAUD formal dan non formal di Kota Pontianak dengan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 92% responden penelitian ternyata telah mengenalkan keterampilan literasi digital pada anak didik mereka, hal ini menunjukkan hal positif mengenai upaya pengenalan literasi digital di tingkat PAUD di kota Pontianak.
Pelaksanaan Pembelajaran Membaca Permulaan Bahasa Inggris melalui Metode Phonics pada Anak Taman Kanak-Kanak
Sunarti Sunarti;
Andini Linarsih;
Annisa Amalia;
Muhamad Ali;
Dian Miranda
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4134
Membaca pada anak usia dini tidak sama dengan membaca pada orang dewasa. Membaca pada anak usia dini lebih dikenal dengan istilah membaca permulaan, yaitu pada tahap awal menerjemahkan simbol-simbol tertulis menjadi suara atau bunyi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan bahasa Inggris melalui metode phonics pada anak usia 5-6 tahun di TK Cahaya Mentari Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas Kindergarten 2 Neverland. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan bahasa Inggris melalui metode phonics dimulai dari: 1) Pengenalan simbol huruf lewat karakter yang ada di Letterland. Letterland yang didalamnya terdapat story phonics yang masing-masing karakternya mewakili simbol huruf a-z; 2) Pengenalan bunyi huruf (sounds) satu persatu. Guru mengenalkan bunyi huruf sambil melakukan gerakan-gerakan yang tujuannya agar anak dapat mengingat bunyi melalui gerakan tersebut; dan 3) Penggabungan bunyi huruf dengan bunyi huruf lainnya (blending words).
Pelaksanaan Pembelajaran Membaca Permulaan Bahasa Inggris melalui Metode Phonics pada Anak Taman Kanak-Kanak
Sunarti Sunarti;
Andini Linarsih;
Annisa Amalia;
Muhamad Ali;
Dian Miranda
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4134
Membaca pada anak usia dini tidak sama dengan membaca pada orang dewasa. Membaca pada anak usia dini lebih dikenal dengan istilah membaca permulaan, yaitu pada tahap awal menerjemahkan simbol-simbol tertulis menjadi suara atau bunyi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan bahasa Inggris melalui metode phonics pada anak usia 5-6 tahun di TK Cahaya Mentari Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas Kindergarten 2 Neverland. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan bahasa Inggris melalui metode phonics dimulai dari: 1) Pengenalan simbol huruf lewat karakter yang ada di Letterland. Letterland yang didalamnya terdapat story phonics yang masing-masing karakternya mewakili simbol huruf a-z; 2) Pengenalan bunyi huruf (sounds) satu persatu. Guru mengenalkan bunyi huruf sambil melakukan gerakan-gerakan yang tujuannya agar anak dapat mengingat bunyi melalui gerakan tersebut; dan 3) Penggabungan bunyi huruf dengan bunyi huruf lainnya (blending words).
Pengembangan Panduan Penilaian Perkembangan Sosial Anak Usia 4-6 Tahun
Dian Miranda;
Marmawi R;
Desni Yuniarni;
Annisa Amalia
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (292.163 KB)
|
DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6732
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan buku panduan penilaian perkembangan sosial anak usia 4-6 tahun untuk guru PAUD dan orang tua yang memiliki anak usia 4-6 tahun. Metode yang digunakan dalam pengembangan buku panduan ini menggunakan model ADDIE dengan lima tahapan yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Implementasi dan validasi yang dilakukan dalam penelitian ini melibatkan dua orang ahli materi untuk mengukur strukutr dan materi yang dikembangkan dan lima orang calon pengguna yang terdiri dari dua orang guru PAUD dan tiga orang tua yang memilik anak usia 4-6 tahun yang mengukur dari segi kebermanfaatan, kelayakan, kesesuaian, dan tampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku yang dikembangkan peneliti memiliki materi yang relevan dengan perkembangan social anak usia 4-6 tahun dan dinilai sangat baik oleh calon pengguna.
Traditional Malay Zapin Creation Dance Activities to Stimulate the Gross Motor Skills Development of Children Aged 5-6 Years
Suriana, Suriana;
Miranda, Dian;
Amalia, Annisa
International Journal of Learning and Instruction (IJLI) Vol 6, No 1 (2024): April 2024 Volume 6 Number 1 2024
Publisher : Universitas Tanjungpura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26418/ijli.v6i1.79114
This study aims to describe the dance activities of traditional Malay zapin creations to stimulate the development of gross motoric skills of children aged 5-6 years. The research method used is descriptive, qualitative form. The subjects in this study were two B class teachers and 32 B class children. Data collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Dancing is an interesting activity for children and can develop children's gross motoric skills in a fun way. The development of motor skills is a very important factor in the overall development of children. Motoric development in children develops in line with the maturity of the child's nerves and muscles. The results showed that traditional Malay zapin dance creations stimulate gross motoric development of children aged 5-6 years with coordinated body movements, coordination of eye, head, hand and leg movements, as well as coordination of right and left-hand movements, from this aspect children can already imitate good movements according to what is taught and directed by the teacher. Keywords: Dancing Activities, Gross Motoric, Early Childhood
Pelaksanaan Pembelajaran Membaca Permulaan Bahasa Inggris melalui Metode Phonics pada Anak Taman Kanak-Kanak
Sunarti, Sunarti;
Linarsih, Andini;
Amalia, Annisa;
Ali, Muhamad;
Miranda, Dian
Jurnal Basicedu Vol. 6 No. 6 (2022)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.4134
Membaca pada anak usia dini tidak sama dengan membaca pada orang dewasa. Membaca pada anak usia dini lebih dikenal dengan istilah membaca permulaan, yaitu pada tahap awal menerjemahkan simbol-simbol tertulis menjadi suara atau bunyi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan bahasa Inggris melalui metode phonics pada anak usia 5-6 tahun di TK Cahaya Mentari Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang guru bahasa Inggris yang mengajar di kelas Kindergarten 2 Neverland. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca permulaan bahasa Inggris melalui metode phonics dimulai dari: 1) Pengenalan simbol huruf lewat karakter yang ada di Letterland. Letterland yang didalamnya terdapat story phonics yang masing-masing karakternya mewakili simbol huruf a-z; 2) Pengenalan bunyi huruf (sounds) satu persatu. Guru mengenalkan bunyi huruf sambil melakukan gerakan-gerakan yang tujuannya agar anak dapat mengingat bunyi melalui gerakan tersebut; dan 3) Penggabungan bunyi huruf dengan bunyi huruf lainnya (blending words).
Analisis Aplikasi Permainan Berbasis Komputer dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Simbolik Anak Usia 5-6 Tahun di TK Karya Yosef Pontianak
Andarti, Maria Lauda;
Miranda, Dian;
Amalia, Annisa
Jurnal Edukasi Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aplikasi permainan berbasis komputer dalam mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun di TK Karya Yosef Pontianak. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi dan deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 14 pilihan permainan yang ada pada aplikasi Kids Games, Feather Counter, GCompris, Animated Math, dan Garden Count. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis tema dan dokumentasi. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar coding dan pedoman dokumentasi. Analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, penentuan sampel, perekaman atau pencatatan, mereduksi, penarikan kesimpulan, mendeskripsikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa permainan berbasis komputer dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak usia dini 5-6 tahun, namun perlu adanya perbaikan-perbaikan agar permainan berbasis komputer di TK Karya Yosef Pontianak ini lebih layak dan relevan dalam mengembangkan kemampuan berpikir simbolik anak usia 5-6 tahun di TK Karya Yosef Pontianak.
Pengaruh Media Video Animasi Terhadap Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun
Enjela, Bela Ocvi;
Miranda, Dian;
Amalia, Annisa
Jurnal Edukasi Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Edukasi
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.60132/edu.v2i2.257
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video animasi terhadap kemampuan berhitung permulaan anak usia 5-6 tahun di TK Global Maju Khatulistiwa Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif bentuk eksperimen dengan desain penelitian Pre eksperimental desain one group pretest-posttest. Banyaknya sampel pada penelitian ini adalah 11 anak. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan lembar observasi, daftar checklist dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas data untuk mengetahui data apakah berdistribusi normal kemudian dilakukan uji regresi linear sederhana, uji t (t-test) dan dilakukan uji effect size. Didapatkan nilai rata-rata kemampuan berhitung permulaan anak sebelum penggunaan media video animasi adalah 5,55 serta setelah penggunaan media video animasi adalah 8,82. Berdasarkan pada hasil penelitian diperoleh nilai signifikansi pada uji regresi linear sederhana sebesar 0,00 yang artinya media video animasi berpengaruh terhadap kemampuan berhitung permulaan. Nilai koefisien determinasi yang diperoleh sebesar 0,814 yang artinya pengaruh media video animasi terhadap kemampuan berhitung permulaan anak adalah sebesar 81,4%. Hasil uji t menunjukkan bahwa thitung ttabel (6.267 1,833), maka hipotesis H0 ditolak dan Ha diterima. Dalam uji Effect Size diperoleh nilai 4,160 1,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan media video animasi berpengaruh kuat terhadap kemampuan berhitung permulaan anak.