Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Perspektif Pendidikan Kristen tentang Penilaian untuk Pembelajaran yang Holistik dan Transformatif Thasya Kesaulya; Wiyun Philipus Tangkin
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i2.212

Abstract

Assessment plays a crucial role in education as teachers can track students' development through their learning outcomes. However, teachers tend to struggle to assess according to predefined standards. As a result, students do not experience holistic and transformative growth in their learning. The purpose of this writing is to elucidate the study of the Christian educational perspective on student assessment to achieve holistic and transformative learning. The method used is a literature review to examine and generate the basis of thought: (1) Encouraging students to respond to their identity as the image of God; (2) Assessment principles need to be comprehensive to achieve holistic and transformative learning. In conclusion, teachers play a vital role in assessing students' competencies, based on Biblical truth that encourages students to think critically, creatively, collaboratively, and communicatively. Suggestions for teachers include consistent implementation of assessment principles, knowing the true truth through the Word of God in the Bible, seeking the help of the Holy Spirit in assessment, and collaborating with parents to facilitate student learning at home. Penilaian berperan penting dalam pendidikan karena guru dapat mengetahui perkembangan siswa melalui hasil belajar siswa. Namun guru cenderung belum mampu menilai sesuai standar yang telah ditentukan. Akibatnya siswa tidak mengalami pertumbuhan holistik dan transformatif dalam pembelajaran. Tujuan penulisan ini untuk memaparkan kajian perspektif pendidikan Kristen tentang penilaian siswa untuk mencapai pembelajaran yang holistik dan transformatif. Metode yang digunakan yaitu kajian literatur untuk mengkaji dan menghasilkan dasar pemikiran: (1) Mendorong siswa untuk meresponi identitasnya sebagai image of God; (2) Prinsip penilaian perlu komprehensif untuk mencapai pembelajaran yang holistik dan transformatif. Kesimpulannya yaitu guru memiliki peranan penting dalam menilai kompotensi siswa secara utuh, bersumber pada kebenaran Alkitabiah yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif. Saran bagi guru yaitu, implementasi prinsip penilaian perlu secara konsisten, mengetahui kebenaran sejati melalui Firman Tuhan dalam Alkitab, meminta pertolongan Roh Kudus dalam menilai, serta bekerjasama dengan orang tua untuk memfasilitasi siswa saat belajar di rumah.
Guru Kristen Sebagai in loco parentis dalam Membentuk Karakter Siswa Wiyun Philipus Tangkin; Jelika Peea
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 2, No 2: Agustus 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v2i2.97

Abstract

Teachers play an important role in the world of education. Teachers play many roles, one of which is being an in loco parent for students. However, the fact that occurs in the field, there are still teachers who cannot be in loco parentis because they solve problems with students. There are still teachers who commit acts of violence against students such as pinching, scolding harshly, and threatening students. Based on the phenomenon that occurred, this paper was written with the aim of explaining the role of the teacher as an in loco parent in the formation of student character. It is hoped that teachers can educate and teach students to understand and understand the good and true character in accordance with what God wants. The teacher is the right model for students, meaning that the teacher must be a role model for students in all aspects such as speaking, thinking, and behaving because students will imitate what the teacher does. When the teacher shows good behavior, students will also imitate good behavior. On the other hand, when the teacher does something bad, the student will also do something bad. AbstrakGuru mengambil peranan penting dalam dunia pendidikan. Banyak peran yang dikerjakan oleh guru, dan salah satunya ialah menjadi in loco parentis (orang tua) bagi siswa. Namun fakta yang terjadi di lapangan, masih ada guru tidak dapat menjadi in loco parentis karena dalam menyelesaikan masalah dengan siswa. Masih ada guru yang melakukan tindak kekerasan pada siswa seperti mencubit, memarahi dengan kasar, dan mengancam siswa. Berdasarkan fenomena yang terjadi maka, makalah ini ditulis dengan tujuan menjelaskan peran guru sebagai in loco parentis dalam pembetukan karakater siswa. Diharapkan guru dapat mendidik dan mengajarkan siswa supaya dapat mengerti dan memahami karakter yang baik dan benar yang sesuai dengan yang Tuhan inginkan. Guru adalah model yang tepat bagi siswa, artinya guru harus menjadi contoh bagi siswa dalam segala aspek seperti dalam bertutur kata, berpikir, dan bertingkah laku karena siswa akan meniru apa yang dilakukan oleh gurunya. Ketika guru menunjukkan perilaku yang baik maka siswa juga akan meniru perilaku yang baik tersebut. Sebaliknya ketika guru melakukan yang tidak baik maka siswa juga akan melakukan yang tidak baik.        
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI INSTRUKSI PADA SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN DARING Robet Kristian Lase; Wiyun Philipus Tangkin
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 8 No. 3 (2022)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v8i3.2426

Abstract

Pemahaman siswa akan instruksi menjadi salah satu bagian inti dalam mencapai tujuan pembelajaran. Namun, pada kenyataannya, pembentukan pemahaman siswa akan instruksi memiliki beberapa masalah yang sering ditemukan di dalam kelas. Karena itu, dibutuhkan sebuah model pembelajaran yang mampu menolong siswa untuk meningkatkan kemampuannya dalam memahami instruksi yang diberikan. Oleh alasan tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran langsung di dalam kelas sebagai upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami instruksi pembelajaran. Model ini cocok digunakan karena model pembelajaran langsung adalah salah satu model pembelajaran yang bersifat prosedural dan deklaratif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan cara penerapan model pembelajaran langsung dalam upaya meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami instruksi yang diberikan pada pembelajaran daring. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa model pembelajaran langsung mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam memahami instruksi, apabila pembelajaran dilakukan secara terstruktur, adanya komunikasi yang baik antara guru dengan siswa, serta berorientasi kepada siswa. Pada pembelajaran daring, penggunaan teknologi sangat penting dalam mengembangkan model pembelajaran langsung. Karena itu, sangat diharapkan guru dapat memaksimalkan penggunaan teknologi saat menerapkan model pembelajaran langsung pada pembelajaran daring.