Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Jurnal Pepadu

CATU DAYA LISTRIK SEL SURYA UNTUK SUPLAI PENERANGAN AKTIVITAS KELOMPOK NELAYAN DI DUSUN CEMARE Citarsa, Ida Bagus Fery; Wiryajati, I Ketut; Satiawan, I Nyoman Wahyu; Suksmadana, I Made Budi; Supriono, Supriono; Ramadhani, Cipta
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5911

Abstract

Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Kelompok Nelayan ‘Obor Kehidupan' di Dusun Cemare, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat terkait penggunaan baterai (accu) sebagai sumber tenaga listrik yang mensuplai lampu penerangan perahu untuk menerangi perahu dan aktivitas melaut di malam hari, solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan catu daya listrik sel surya (Pembangkit Listrik Tenaga Surya skala kecil). Penggunaan catu daya listrik sel surya memiliki kelebihan dibanding penggunaan baterai (accu) sebagai sumber tenaga listrik. Penggunaan catu daya listrik sel surya hanya memerlukan sinar matahari untuk proses pengisian sehingga tidak perlu dicabut dari instalasi lampu penerangan perahu nelayan. Tidak adanya proses mencabut, memindahkan dan memasang yang dilakukan berulang kali akan menghasilkan dua keuntungan bagi kelompok nelayan tersebut. Pertama, tidak menambah beban kerja sehingga menguntungkan secara teknis bagi kelompok nelayan. Kedua, tidak menyebabkan baterai yang ada di dalam catu daya listrik sel surya cepat rusak sehingga menguntungkan secara ekonomis bagi kelompok nelayan tersebut. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat yang beranggotakan staf pengajar dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram telah melaksanakan kegiatan berupa pembelian alat dan bahan yang diperlukan, perakitan dan penyuluhan cara penggunaan catu daya listrik sel surya kepada pengurus dan anggota Kelompok Nelayan ‘Obor Kehidupan' di Dusun Cemare. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh hasil bahwa pengurus dan anggota kelompok nelayan tersebut telah dapat menggunakan catu daya listrik sel surya dengan baik. Selain itu juga diperoleh hasil berupa keuntungan teknis dan ekonomis bagi aktivitas nelayan dari Kelompok Nelayan ‘Obor Kehidupan' di malam hari.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN DENGAN PENGGUNAAN APAR DI DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR LOMBOK BARAT: PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN DENGAN PENGGUNAAN APAR DI DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR LOMBOK BARAT Wiryajati, I Ketut; Adnyani, Ida Ayu Sri; Citarsa, Ida Bagus Fery; Seniari, Ni Made; Satiawan, I Nyoman Wahyu; Suksmadana, I Made Budi; Yadnya, Made Sutha; Supriono, Supriono; Ramadhani, Cipta
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.7231

Abstract

Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, memiliki risiko kebakaran yang tinggi, terutama selama musim kemarau. Namun, kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran, termasuk penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), masih sangat terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan program penguatan kapasitas melalui pelatihan dan simulasi penggunaan APAR. Pelatihan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis tentang cara penanggulangan kebakaran yang efektif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait penggunaan APAR serta kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran. Meskipun demikian, tantangan berupa kurangnya motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dan keterbatasan jumlah APAR di desa ini masih perlu diatasi. Program ini telah berhasil meningkatkan kesiapan masyarakat Desa Sandik dalam menghadapi potensi kebakaran dan dapat dijadikan model untuk diterapkan di wilayah lain yang memiliki risiko serupa.
Program Residu Minyak Jelantah Sebagai Aroma Terapi : Program Residu Minyak Jelantah Sebagai Aroma Terapi Sultan, Sultan; Yadnya, Made Sutha; Wiryajati, I Ketut; Adnyani, Ida Ayu Sri; Citarsa, Ida Bagus Fery; Satiawan, I Nyoman Wahyu; Suksmadana, I Made Budi
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7289

Abstract

Pemikiran untuk pengolahan hasil buang produksi terus dikembangkan untuk memperoleh pengasilan lebih dan meminimalisir hal yang negative (residu). Masalah residu dari minyal jelantah perlu dipikirkan agar dapat lebih bermanfaat. Salah satu pengembangan adalah pemanfaatan minyak jelantah merupakan dari limbah rumah tangga. Minyak ini  sering kali dibuang tanpa proses pengolahan lebih lanjut.  Hal ini mempunyai potensi besar  diubah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. Minyak hasil buang ini ditambahkan dengan  inovasi penambahan zat aditive dalam pembuatan lilin aroma terapi berbasis minyak jelantah. Keunggulan utama adalh dapat mengurangi pencemaran lingkungan dengan berputarnya energi yang diperoleh dari proses.  Peluang untuk membuka lapangan kerja serta  usaha berkelanjutan. Pengolahan  minyak jelantah yang salah dengan dibuang secara sembarangan  untuk menjadi produk UMKM dapat mencemari lingkungan lebih-lebih pada tanah dan air. Pengolahan yang ditawarkan menjadi produk bermanfaat mendukung prinsip ekonomi sirkular. Produksi secara rumahan terus dikembangakan sesuai dengan permintaan konsumen khusus pada aroma terapinya.
PENYULUHAN PENGGUNAAN LISTRIK RUMAH TANGGA SECARA AMAN DAN HEMAT DI DUSUN CEMARA, DESA LEMBAR SELATAN, KECAMATAN LEMBAR, KABUPATEN LOMBOK BARAT Citarsa, Ida Bagus Fery; I Ketut Wiryajati; I Nyoman Wahyu Satiawan; I Made Budi Suksmadana; Supriono; Cipta Ramadhani
Jurnal Pepadu Vol 5 No 1 (2024): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i1.4011

Abstract

Many people do not understand how to use household electricity safely and economically. The above problems are also experienced by residents in Cemare Hamlet, Lembar Selatan Village, Lembar District, Lombok Barat Regency. To overcome this problem, the solution offered to the residents of Cemare Hamlet is to carry out counselling regarding this matter. This counseling will enable the residents of Cemare Hamlet to understand how to use household electricity safely and economically so that it can support the safety and efficiency of sustainable use of household electricity. On the day agreed between the counselling team and the residents of the hamlet, this counselling was carried out at the house of one of the residents of the hamlet. After most of the residents had attended, the event finally began. The counseling began with remarks from the team of the Department of Electrical Engineering, Faculty of Engineering, Mataram University, followed by counselling and questions and answers regarding the counselling material. Next, a written and verbal evaluation was carried out (because there were residents who were still illiterate) by the counselling team to the hamlet residents. There are 10 questions given, each worth 10 related to the counseling material that was given previously. The results obtained were that 73.33% of participants answered the questions given with a score of fair to very good, while 26.66% of participants answered the questions given with a score of very poor to poor. These results show that this counselling activity has provided knowledge to residents of Cemare Hamlet regarding the safe and economical use of household electricity.
CATU DAYA LISTRIK SEL SURYA UNTUK SUPLAI PENERANGAN AKTIVITAS KELOMPOK NELAYAN DI DUSUN CEMARE Citarsa, Ida Bagus Fery; Wiryajati, I Ketut; Satiawan, I Nyoman Wahyu; Suksmadana, I Made Budi; Supriono, Supriono; Ramadhani, Cipta
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i3.5911

Abstract

Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh Kelompok Nelayan ‘Obor Kehidupan' di Dusun Cemare, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat terkait penggunaan baterai (accu) sebagai sumber tenaga listrik yang mensuplai lampu penerangan perahu untuk menerangi perahu dan aktivitas melaut di malam hari, solusi yang ditawarkan adalah dengan menggunakan catu daya listrik sel surya (Pembangkit Listrik Tenaga Surya skala kecil). Penggunaan catu daya listrik sel surya memiliki kelebihan dibanding penggunaan baterai (accu) sebagai sumber tenaga listrik. Penggunaan catu daya listrik sel surya hanya memerlukan sinar matahari untuk proses pengisian sehingga tidak perlu dicabut dari instalasi lampu penerangan perahu nelayan. Tidak adanya proses mencabut, memindahkan dan memasang yang dilakukan berulang kali akan menghasilkan dua keuntungan bagi kelompok nelayan tersebut. Pertama, tidak menambah beban kerja sehingga menguntungkan secara teknis bagi kelompok nelayan. Kedua, tidak menyebabkan baterai yang ada di dalam catu daya listrik sel surya cepat rusak sehingga menguntungkan secara ekonomis bagi kelompok nelayan tersebut. Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat yang beranggotakan staf pengajar dan mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Mataram telah melaksanakan kegiatan berupa pembelian alat dan bahan yang diperlukan, perakitan dan penyuluhan cara penggunaan catu daya listrik sel surya kepada pengurus dan anggota Kelompok Nelayan ‘Obor Kehidupan' di Dusun Cemare. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh hasil bahwa pengurus dan anggota kelompok nelayan tersebut telah dapat menggunakan catu daya listrik sel surya dengan baik. Selain itu juga diperoleh hasil berupa keuntungan teknis dan ekonomis bagi aktivitas nelayan dari Kelompok Nelayan ‘Obor Kehidupan' di malam hari.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN DENGAN PENGGUNAAN APAR DI DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR LOMBOK BARAT: PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENANGGULANGAN KEBAKARAN DENGAN PENGGUNAAN APAR DI DESA SANDIK KECAMATAN BATULAYAR LOMBOK BARAT Wiryajati, I Ketut; Adnyani, Ida Ayu Sri; Citarsa, Ida Bagus Fery; Seniari, Ni Made; Satiawan, I Nyoman Wahyu; Suksmadana, I Made Budi; Yadnya, Made Sutha; Supriono, Supriono; Ramadhani, Cipta
Jurnal Pepadu Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i1.7231

Abstract

Desa Sandik, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat, memiliki risiko kebakaran yang tinggi, terutama selama musim kemarau. Namun, kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dan penanggulangan kebakaran, termasuk penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), masih sangat terbatas. Untuk mengatasi masalah ini, dilakukan program penguatan kapasitas melalui pelatihan dan simulasi penggunaan APAR. Pelatihan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan memberikan pengetahuan serta keterampilan praktis tentang cara penanggulangan kebakaran yang efektif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait penggunaan APAR serta kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran. Meskipun demikian, tantangan berupa kurangnya motivasi masyarakat untuk berpartisipasi dan keterbatasan jumlah APAR di desa ini masih perlu diatasi. Program ini telah berhasil meningkatkan kesiapan masyarakat Desa Sandik dalam menghadapi potensi kebakaran dan dapat dijadikan model untuk diterapkan di wilayah lain yang memiliki risiko serupa.
Program Residu Minyak Jelantah Sebagai Aroma Terapi : Program Residu Minyak Jelantah Sebagai Aroma Terapi Sultan, Sultan; Yadnya, Made Sutha; Wiryajati, I Ketut; Adnyani, Ida Ayu Sri; Citarsa, Ida Bagus Fery; Satiawan, I Nyoman Wahyu; Suksmadana, I Made Budi
Jurnal Pepadu Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i2.7289

Abstract

Pemikiran untuk pengolahan hasil buang produksi terus dikembangkan untuk memperoleh pengasilan lebih dan meminimalisir hal yang negative (residu). Masalah residu dari minyal jelantah perlu dipikirkan agar dapat lebih bermanfaat. Salah satu pengembangan adalah pemanfaatan minyak jelantah merupakan dari limbah rumah tangga. Minyak ini  sering kali dibuang tanpa proses pengolahan lebih lanjut.  Hal ini mempunyai potensi besar  diubah menjadi produk bernilai ekonomis tinggi. Minyak hasil buang ini ditambahkan dengan  inovasi penambahan zat aditive dalam pembuatan lilin aroma terapi berbasis minyak jelantah. Keunggulan utama adalh dapat mengurangi pencemaran lingkungan dengan berputarnya energi yang diperoleh dari proses.  Peluang untuk membuka lapangan kerja serta  usaha berkelanjutan. Pengolahan  minyak jelantah yang salah dengan dibuang secara sembarangan  untuk menjadi produk UMKM dapat mencemari lingkungan lebih-lebih pada tanah dan air. Pengolahan yang ditawarkan menjadi produk bermanfaat mendukung prinsip ekonomi sirkular. Produksi secara rumahan terus dikembangakan sesuai dengan permintaan konsumen khusus pada aroma terapinya.
PROGRAM PELATIHAN KESELAMATAN KERJA DALAM JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN BAGI PEKERJA MEP (MEKANIKAL, ELKTRIKAL, PLUMBING DAN AC ) LOKASI SAWANGAN NUSA DUA BALI Wiryajati, I Ketut; Yadnya, Made Sutha; Adnyani, Ida Ayu Sri; Citarsa, Ida Bagus Fery; Satiawan, Nyoman Wahyu; Suksmadana, I Made Budi
Jurnal Pepadu Vol 6 No 3 (2025): Jurnal Pepadu
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v6i3.7765

Abstract

The importance of Mechanical, Electrical, Plumbing and Air Conditioning (MEP) cannot be overlooked, as these systems are interconnected to create a comfortable and safe environment. For example, without a good electrical system, mechanical devices such as air conditioners and heaters cannot function. Similarly, without adequate plumbing, the provision of clean water inside the building will inevitably be disrupted. MEP also affects the energy efficiency and operations of buildings, which ultimately impacts the comfort of its occupants. With a better understanding of MEPs, both developers and building users can ensure that each component is functioning properly. For MEP workers, each mass per group consists of 5-10 people, provided with 6 groups, so that the total number of workers is around 30 people. For this service stage, only 20 people registered and attended. The result of this service is consistency, standards, and efficiency in the operation of good building management. Keywords: Mechanical; Electrical; Plumbing; Efficiency; Energy