Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Strategi Pembelajaran Speaking Mahasiswa Di Tingkat Universitas Yuli Astutik; Choirun Nisak Aulina
DIDAKTIKA Vol 24 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.004 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v24i1.107

Abstract

Strategi pembelajaran merupakan langkah-langkah kegiatan yang dipilih dan digunakan oleh pembelajar untuk mencapai pemahaman dan tujuan darisuatu materi. Demikian juga dalam belajar bahasa Inggris, pembelajar atau peserta didik harus memiliki strategi atau cara tentang bagaimana belajarbahasa secara efektif dan efisien. Banyak strategi pembelajaran bahasa (language learning strategy) yang dikemukakan para ahli, khususnya dalam pembelajaran speaking antara lain: strategi kognitif, strategi afektif dan strategi sosial. Dari ketiga strategi tersebut, strategi sosial seringkali tidak digunakanoleh pembelajar yang memiliki kategori rendah pada pembelajaran speaking. Mereka cenderung pasif, tidak mau bertanya dan tidak percaya diri. Untuk itu,pada penelitian ini penulis ingin mengetahui lebih dalam tentang seberapa jauh penggunaan strategi sosial pada mahasiswa kategori rendah (low level students), mahasiswa kategori sedang (middle level student), dan mahasiswa kategori tinggi (high level student) dalam pembalajaran speaking padamatakuliah speaking for daily communication pada program studi pendidikan bahasa Inggris semester 1. Metode penelitian yang digunakan pada penelitianini adalah kualitatif deskriptif karena peneliti mendeskripsikan serta memaparkan data yang didesain atau dirancang tidak menggunakan datastatistik. Sedangkan teknik pengumpulan data pada penitian ini adalah observasi dan interview. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa LLS samasekali tidak menggunakan strategi sosial pada kelas speaking for daily for Communication, MLS menggunakan strategi sosial hanya pada beberapa aspekdan HLS menggunakan semua aspek strategi sosial dengan baik.
The Effect of Green Bean Side Effect on Changes in Hemoglobin Levels in Pregnant Women with Anemia Nara Lintan Mega Puspita; Fauzia Laili; Lindha Sri Kusumawati; Sa’adah; Yuli Astutik
Journal of Global Research in Public Health Vol. 6 No. 1 (2021): June
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jgrph.v6i1.313

Abstract

Hemoglobin is an iron-carrying oxygen transport protein protein in red cells in the blood of mammals and other animals. Hemoglobin consists of iron which is the carrier of O2. High and abnormal hemoglobin levels occur due to hemoconcentration due to dehydration. The number of red blood cells and hemoglobin molecules is not always increasing and decreasing simultaneously, for example the decrease in red blood cells along with slightly elevated or normal hemoglobin levels occur in cases of pernicious anemia, as well as slightly elevated or normal hemoglobin levels of hemoglobin decreases, occurs in iron deficiency anemia. The purpose of this research is to know the effect of green bean extract on changes of hemoglobin (Hb) level in Pregnant Women. The research design used was pre experimental research. The population in detail is all Pregnant Women, with acidental sampling technique in obtaining a sample of 16 people. The research instrument used is observation sheet and digital hemoglobin gauge and statistic test used is T test. The result of research of hemoglobin level before giving of green bean has average value (mean) is 10,494 and hemoglobin level after giving of green bean has average value (mean) is 11.238 this indicates an increase of hemoglobin level in student result of research done shows that there is an increase of Hb level in get p value 0,756 and 0,89. Then the T.Test data distribution test can be concluded p value <0.05 which means H0 rejected and H1 accepted " The Effect Of Green Bean Side Effect On Changes in Hemoglobin Levels In Pregnant Women With Anemia". Based on the results of the study is expected people can consume green beans as an effort to prevent the occurrence of anemia and the fulfillment of nutrition, especially iron in Pregnant Women.
Pengelolaan Limbah Botol Plastik Menjadi Karya Kreatif Siswa SD Fitri Fatimah; yuli astutik; erin yusr; rusandi; ika rahmawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10, Nomor 02 Juni 2025 publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i02.27106

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengelolaan sampah botol plastik dalam bentuk karya seni terhadap sikap dan pemahaman siswa pada jenjang sekolah dasar. Pendekatan yang digunakan adalah metode campuran, dengan penerapan pembelajaran berbasis proyek yang melibatkan 25 siswa IV dari SDN Tunjung 3 Tunjung Burneh Bangkalan. Data dikumpulkan melalui observasi, koordinasi, tes evaluasi, dan dokumentasi. Hasil angket menunjukkan skor 1.035 dari total maksimal 1.250 (82,8%) yang menunjukkan bahwa siswa memiliki sikap positif terhadap kegiatan ini. Nilai rata-rata evaluasi kognitif siswa tercatat sebesar 74,4. Kegiatan pengelolaan sampah botol plastik menjadi hiasan bunga tidak hanya meningkatkan kreativitas, keterampilan, dan kepedulian lingkungan, tetapi juga memperkuat pemahaman konkret tentang konsep daur ulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dapat menjadi alat yang efektif dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar.
Facilities and Infrastructure Management In MI Al-Ihsan IIIB, Pragaan District, Sumenep Regency Eiffan Fanani; Muhammad Andi Syafruddin; Yuli Astutik
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7761

Abstract

Sarana dan prasarana adalah suatu benda atau barang yang bersifat materi yang berfungsi sebagai penunjang proses pembelajaran supaya dapat berjalan dengan nyaman, lancar, efisien dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelengkapan dan manajemen pengelolaan keberadaan sarana dan prasarana di MI Al-Ihsan IIIB, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode deskripsi. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. teknis keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan analisisdata diawali dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Kepala madrasah, guru dan kepala staf bidang sarana dan prasrana penulis jadikan informan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sarana dan prasarana di MI Al-Ihsan IIIB masih kurang lengkap karena terkendala biaya. Sementara dari sisi pengelolaannya sudah berjalan dengan baik. Implikasi dari penlitian ini mampu memberikan tambahan pengetahuan bagaimana manajemen sarana dan prasarana diterapkan di sekolah supaya pembelajaran yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif dan efisien.
World Map and Flashcard Media for Country Identification: Peta Dunia dan Kartu Flash untuk Identifikasi Negara Risa Dwi Novita; Yuli Astutik
Academia Open Vol. 10 No. 1 (2025): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/acopen.10.2025.13326

Abstract

General Background: Visual learning media play a significant role in creating meaningful and engaging classroom experiences, particularly in geography and language education. Specific Background: The integration of a world map and flashcards is designed to support senior high school students in identifying countries and describing their characteristics through interactive and collaborative activities. Knowledge Gap: Previous discussions on instructional media often focus on digital tools, while the structured combination of a three-dimensional world map and bilingual flashcards remains underexplored in classroom practice. Aims: This article aims to present the design and classroom implementation of world map–based learning media for country identification. Results: The implementation demonstrates that students actively participate in group discussions, analyze descriptive information, and identify countries based on geographical location and characteristic features. Novelty: The media combines a raised-surface world map with bilingual descriptive flashcards to create a structured, collaborative, and explorative learning experience. Implications: This learning media provides an alternative instructional strategy for geography and English teachers to facilitate spatial understanding, descriptive skills, and active classroom engagement. Keywords: World Map Media, Flashcard Learning, Country Identification, Visual Learning, Geography Education Key Findings Highlights: Students engaged in structured group discussions using spatial and descriptive cues. The media design integrates three-dimensional mapping with bilingual descriptive cards. Classroom activities promoted observation, analysis, and collaborative exploration.
ANALISIS KESULITAN MEMBACA PERMULAAN PADA MURID KELAS II UPTD SDN PENDABAH 3 KECAMATAN KAMAL Yuli Astutik; Agung Setyawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.55042

Abstract

ABSTRACT This study was conducted to analyze the early reading difficulties experienced by second-grade students at UPTD SDN Pendabah 3, Kamal District. The objectives of this study were to identify the forms of early reading difficulties and to examine the factors that influence these difficulties. This research employed a qualitative approach using a case study design. The subjects of the study consisted of one second-grade teacher and five second-grade students who experienced the highest level of early reading difficulties, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, reading tests, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source and technique triangulation. The findings revealed that students experienced difficulties in recognizing letters, distinguishing similar letters such as b, d, p, q, m, and n, reading syllables and words, reading fluently, and understanding simple texts. The study also found that several factors contributed to these difficulties, including intellectual factors related to students’ reading abilities, psychological factors such as low learning motivation and interest in reading, and environmental factors, particularly limited parental support and inadequate reading habits at home. These findings indicate that early reading difficulties require collaborative efforts among teachers, parents, and schools to provide appropriate guidance and learning support in order to improve students’ reading skills. Keywords: Early Reading Difficulties, Second Grade Students, Contributing Factors. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kesulitan membaca permulaan yang dialami oleh murid kelas II UPTD SDN Pendabah 3 Kecamatan Kamal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan membaca permulaan serta faktor-faktor yang memengaruhi kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas II dan lima murid kelas II yang mengalami kesulitan membaca permulaan paling tinggi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes membaca, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa murid mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membedakan huruf yang memiliki bentuk hampir sama seperti b, d, p, q, m, dan n, membaca suku kata dan kata, membaca dengan lancar, serta memahami isi bacaan sederhana. Penelitian ini juga menemukan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor intelektual yang berkaitan dengan kemampuan membaca murid, faktor psikologis berupa rendahnya minat dan motivasi belajar, serta faktor lingkungan yang meliputi kurangnya dukungan orang tua dan kebiasaan membaca di rumah. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penanganan kesulitan membaca permulaan memerlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan sekolah dalam memberikan bimbingan serta dukungan belajar yang sesuai untuk meningkatkan kemampuan membaca murid. Kata kunci: Kesulitan membaca permulaan, murid kelas II, faktor penyebab.