Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Uji Aktivitas Antiinflamasi Nanopartikel Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan Metode Penghambatan Denaturasi Protein Yunahara Farida; Deni Rahmat; Agi Widia Amanda
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 16 No 2 (2018): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.943 KB) | DOI: 10.35814/jifi.v16i2.569

Abstract

Javanese turmeric rhizome (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) has been known to have many health benefits as antibacterial, anti-inflammatory, antidiabetic and anticancer. The purpose of this study was to compare the anti-inflammatory activity of temulawak rhizome extract with its nanoparticles. Temulawak rhizome extract was obatained by maceration using 96% (v/v) ethanol as a solvent. The extracts were made into nanoparticles by ionic gelation method which used chitosan and tripolyphosphate. The results of antiinflammatory activity test using a method of inhibiting protein denaturation showed the persentage of inhibition of protein denaturation (IC50) of the extract of temulawak rhizome of 521.67±5.80 ppm while the IC50 of the nanoparticles was 398.02±1.78 ppm. Accordingly, the antiinflammatory activity of the nanoparticles was better than the extract of temulawak rhizome.
EVALUASI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL HERBA SURUHAN (PEPEROMIA PELLUCIDA L.), HERBA SELEDRI (APIUM GRAVEOLENS L.) DAN KOMBINASI EKSTRAK: STUDI IN VIVO BERBASIS BUKTI ILMIAH Yogi Rahman Nugraha; Dani Sujana; Yunahara Farida; Faizatun Faizatun
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jfb.v13i1.1312

Abstract

Hiperurisemia adalah suatu kondisi dimana kadar asam urat meningkat. Hiperurisemia disebabkan oleh kelainan genetik pada sistem metabolisme tubuh yang mencegah tubuh mengeluarkan asam urat dari tubuh. Flavonoid dan alkaloid merupakan senyawa yang dipercaya mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah dengan cara menghambat kerja xantin oksidase dan superoksidase. Herba suruhan dan seledri telah lama dipakai sebagai obat tradisional untuk mengatasi keluhan asam urat. Pada penelitian ini dilaporkan bahwa ekstrak etanol seledri dan herba seledri serta ekstrak gabungan menunjukkan aktivitas antihiperurisemia yang signifikan terhadap kontrol negatif selama pengamatan (p<0,05). Dosis 250 mg/kgBB menunjukkan aktivitas paling baik (kombinasi ekstrak etanol herba suruhan (Peperomia pellucida 75%) ekstrak etanol herba seledri (Apium graveolens 25%) dengan penurunan asam urat sebesar 58,4%.
Formulasi Nanoemulgel Ekstrak Daun Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) Sebagai Antioksidan Yulius Evan Christian; Deni Rahmat; Yunahara Farida
Majalah Farmasetika Vol 7, No 5 (2022): Vol. 7, No. 5, Tahun 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v7i5.39789

Abstract

AbstrakCantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) merupakan salah satu tumbuhan yang terdapat di kawah putih. Ekstrak daun cantigi diketahui memiliki kandungan antosianin, klorofil, fenol, saponin, steroid, tanin, triterpenoid, flavonoid dan aktivitas antioksidan yang bermanfaat dalam meredam radikal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh sediaan nanoemulgel yang aman, stabil secara fisika dan kimia serta berkhasiat sebagai antioksidan. Ekstrak daun cantigi dibuat secara maserasi kinetik secara bertahap dengan pelarut n-heksan, etil asetat, dan etanol 96%, kemudian diuapkan dengan evaporator. Nanoemulsi dibuat dengan memvariasikan jumlah ekstrak daun cantigi (50 x IC50; 100 x IC50; dan 200 x IC50). Formula nanoemulsi terdiri dari ekstrak, isopropil miristat, cremophor RH-40, etanol 96% dan air suling. Kondisi kecepatan pengadukan 400 rpm pada suhu 40 °C. Nanoemulsi dikarakterisasi ukuran partikel, potensial zeta, morfologi (TEM), dan aktivitas antioksidannya. Hasil evaluasi Formula 1, 2, dan 3 memiliki ukuran partikel rata-rata 83,40; 93,38; dan 171,1 nm dengan indeks polidispersitas 0,217; 0,240; dan 0,268. Nilai potensial zeta berturut-turut yaitu – 32,3; – 33,8; dan – 35,9 mV. TEM menunjukkan morfologi nanoemulsi sferis. Hasil evaluasi diperoleh hasil nanoemulgel berwarna putih, kekuningan, kental, bau khas, homogen, dengan viskositas sebesar (754) Ps – (2132) Ps, sifat alir tiksotropik plastik, daya sebar  5,93 – 6,8 cm, pH (5,18 ± 0,008) – (6,05 ± 0,03). Aktivitas antioksidan vitamin C, ekstrak, dan nanoemulgel berturut-turut sebesar 3,24 ppm, 18,55 ppm, dan 61,05 ppm. Sediaan nanoemulgel tidak menyebabkan iritasi pada kulit kelinci. 
Standarisasi Eksrtak Etanol 96% Daun Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) Yulius Evan Christian; Deni Rahmat; Yunahara Farida
JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA Vol 20 No 2 (2022): JIFI
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/jifi.v20i2.1255

Abstract

Advantages of Cantigi (Vaccinium varingiaefolium Miq.) include anti-inflammatory, Spasmolytic, Antiviral, and Hypotensive Properties. The objective of this study was to standardize the Cantigi leaf extract. Non-specific parameters include total ash content, acid insoluble ash content, water content, dry loss, determination of heavy metals (Hg, As, Cd, Pb, hydroquinone), mold number, yeast, total plate count, and solvent residue. Specific parameters included extracts soluble in ethanol and water. Cantigi leaves are extracted by kinetic maceration using solvents such as n-hexane, ethyl acetate, and 96% ethanol. To obtain a thick extract, 96% ethanol extract was evaporated using a rotary evaporator. The experiment produced 44.5 g of the cantigi leaf extract in 96% ethanol. Phytochemical screening presents alkaloids, saponins, tannins, flavonoids, triterpenoids, steroids, essential oils, and quinones. Ethanol soluble extract was 9.49% and that of the water-soluble extract was 22.21%. A total of ash 3.66%, an acid insoluble ash 0.35%, water content 6.31%, and drying loss 6.49%. Results of the heavy metal contamination test revealed that no traces of Hg, As, Cd, Pb, or hydroquinone were found, along with 10 yeast molds, 10 plates, and 0.005% residual ethanol solvent. Based on the results, cantigi leaf extract met the standard of extract quality.
Formulasi Sediaan Serum Anti Aging dengan Kombinasi dari Ekstrak Buah Tomat (Lycopersicum esculentum L.) dan Ekstrak Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus Thunb.) Rima Apria Purwanti; Yunahara Farida; Shelly Taurhesia
Jurnal Fitofarmaka Indonesia Vol 9, No 2 (2022): JURNAL FITOFARMAKA INDONESIA
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/jffi.v9i2.864

Abstract

Aging is a problem for everyone, especially those who have entered middle age and above. Aging can be caused by various factors, namely factors that come from within the body and from outside the body. One of the extrinsic factors were sun exposure, temperature / humidity and free radicals. Skin aging is mostly caused by free radicals, one of which is sunlight radiation. This study aims to produce a serum preparation that functions as an antioxidant with a combination of tomato extract and watermelon rind. The antioxidant activity of tomato extract, watermelon rind extract and combination extract was carried out using the DPPH method, then the anti aging serum was formulated using hydroxy ethyl cellulose, glycerin, DMDM hydantoin, ethoxy diglycol and aqua DM. Evaluation of serum preparations includes physical evaluation (organoleptic examination, dispersibility, homogeneity, viscosity, irritation test), chemistry (pH), and microbiology. Data were analyzed using one way Anova, the results differed significantly when the p-value was less than 0.05 (p <0.05). The results showed that the combination extract had a better IC50 value of 59.19 ppm, tomato extract 69.89 ppm, watermelon rind extract 79.29 ppm. Combined serum preparation at F1 (T: S / 1: 1) IC50 value was 97.37 ppm, F2 (T: S / 1: 2) 80.70 ppm, F3 (T: S / 2: 1) 69.81 ppm so it is included in the category of strong antioxidants.
Uji Aktivitas Antiketombe dan Penyubur Rambut Kombinasi Ekstrak Daun Jeruk Kalamansi (Citrofortunella microcarpa) dan Ekstrak Biji Kakao (Theobroma Cacao) dalam Sediaan Creambath: Anti Dandruff Activity Test and Hair Nourisher Combination of Kalamansi Orange Leaf Extract (Citrofortunella microcarpa) and Cocoa Bean Extract (Theobroma Cacao) in Creambath Tyssa Mariyana; Agung Eru Wibowo; Yunahara Farida
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i5.579

Abstract

Ketombe adalah suatu kelainan yang ditandai dengan skuamasi yang berlebihan , rasa gatal pada kulit kepala. Salah satu penyebab masalah ketombe adalah berkembangnya jamur dikulit kepala yaitu jamur Pitysporum Ovale (P. Ovale). Selain rasa gatal ketombe bisa menyebabkan kerontokan rambut meskipun tidak menyebabkan kebotakan permanen. Salah satu faktor yang melatarbelakangi adalah daun jeruk kalamansi yang merupakan bahan alam yang mengandung senyawa antijamur yaitu flavonoid. Tujuan dari penelitian ini mendapatkan kombinasi ekstrak daun jeruk kalamansi dan ekstrak biji kakao dalam formulasi creambath yang memiliki aktivitas anti ketombe dan aktivitas pertumbuhan rambut. Metode penelitian ini dilakukan ke masing masing ekstrak dan menunjukkan uji antijamur ekstrak daun jeruk kalamansi memberikan nilai KHM pada konsentrasi 3,125 % dengan kontrol positif ketokonazol, untuk ekstrak coklat tidak memberikan daya hambat, uji, pengujian pertumbuhan rambut dilakukan dengan mengoleskan ekstrak pada punggung kelinci dan diukur panjangnya pada hari ke – 7,14, 21 dan 28, dengan kontrol positif Minoxidil, dan menunjukkan ektrak biji coklat dengan konsentrasi 4% memiliki perbedaan bermakna terhadap kontrol negatif. Penelitian dilanjutkan dalam bentuk sediaan creambath formula 1, formula 2, dan formula 3. Formula 1 dan 3 menunjukkan memiliki aktivitas antijamur dan uji pertumbuhan rambut, dari hasil statistik formula 3 menunjukkan perbedaan signifkan terhadap kontrol negatif.