Zulvera
Kampus Unand Limau Manis, Fakultas Pertanian, Jurusan Sosial Ekonomi.

Published : 16 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keputusan Petani dalam Melakukan Usahatani Bengkuang di Kecamatan Kuranji Kota Padang Puput Indah Pratiwi; Zulvera Zulvera; Hery Bachrizal Tanjung
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.415

Abstract

Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) merupakan tanaman khas yang membuat Kota Padang dikenal sebagai Kota Bengkuang. Namun petani bengkuang Kota Padang saat ini hanya menjadikan bengkuang sebagai tanaman pengganti, dan jumlah petani bengkuang terus menurun setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran usahatani bengkuang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani dalam melakukan usahatani bengkuang di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metodesurvei dan teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan petani bengkuang di Kota Padang dikarenakan harga bengkuang yang relatif rendah. Petani menanam bengkuang hanya sebagai tanaman pengganti yang bertujuan untuk menyuburkan tanah. Di samping itu pemeliharaannya dilakukan dengan teknik yang sederhana dan tidak sesuai literatur. Faktor-faktor yang dianggap berhubungan dengan keputusan petani adalah aspek ekonomi dan juga peran penyuluh pertanian. Agar memperoleh hasil yang maksimal, sebaiknya petani melakukan teknik budidaya yang baik sesuai dengan pedoman dan literatur yang telah dianjurkan, serta pemerintah setempat diharapkan agar memberikan penyuluhan kepada petani tentang materi budidaya bengkuang.
Alokasi Jam Kerja Dan Pendapatan Buruh Tani Perempuan Di PT Anam Koto Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat Yozi Rahmayani; Dwi Evaliza; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 1, No 2 (2019): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v1i2.150

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis (1) untuk mendeskripsikan karakteristik dan pola kerja buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat. (2) Menghitung alokasi waktu kerja dan pendapatan buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.Penelitian ini dilakukan pada tanggal 1-30 Januari 2019. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Metode yang digunakan adalah metode survei yang menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan data. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling. Data dianalisis untuk tujuan pertama dengan deskriptif kualitatif, untuk tujuan kedua dianalisis dengan analisis kuantitaif. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Profil buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto , rata-rata buruh tani perempuan memiliki usia yang produktif untuk bekerja, namun tidak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, memiliki jumlah anggota keluarga paling banyak kisaran 2-4 orang dan jumlah tanggungan keluarga paling banyak kisaran 1-3 orang dan lama bekerja di PT Anam Koto 1-2 tahun. Pola kerja buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto yaitu mereka bekerja melakukan pemeliharaan kelapa sawit, pemupukan dan mengumpulkan brondolan kelapa sawit. Buruh tani perempuan bekerja enam hari selama satu minggu yaitu dari hari senin hingga sabtu, dan mempunyai hari libur yaitu hari minggu. Buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto ada yang tinggal di barak tempat hunian para buruh yang telah di sediakan PT Anam Koto dan ada juga yang tinggal di rumah miliknya sendiri di luar lokasi PT Anam Koto. (2) Pendapatan buruh tani perempuan yang bekerja di PT Anam Koto selama satu bulan dengan pendapatan paling banyak didapatkan oleh responden yaitu rentang Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000 sebanyak 24 responden atau sebesar 80%. Jumlah jam kerja rata-rata/individu yang dilakukan oleh buruh tani perempuan di PT Anam Koto pada setiap kegiatan memiliki perbedaan pada alokasi jam kerjanya. Pada kegiatan pengutipan brondol adalah kegiatan yang mempunyai waktu paling banyak dengan jumlah alokasi jam kerja/individu selama satu bulan yang dilakukan oleh buruh tani perempuan yaitu sebesar 32 jam/bulan. Kata Kunci : Jam Kerja, Pendapatan, Buruh Tani PerempuanThe research aims to analyze (1) To describe the characteristics and patterns of work of female farm laborers who work in PT Anam Koto, Pasaman District, West Pasaman Regency. (2) Calculating the work time allocation and income of female farm laborers who work in PT Anam Koto Pasaman District, West Pasaman Regency. This study was conducted on 1-30 January 2019. The data used in this study were primary data. The method used is a survey method that uses questionnaires as an instrument for data collection. The sampling method used is simple random sampling. Data were analyzed for the first purpose with descriptive qualitative, for the second purpose analyzed by quantitative analysis. The results of the analysis show that (1) The profile of female farm laborers working at PT Anam Koto, the average female farm laborer has a productive age to work, but does not have a high education background, having the most family members in the range of 2-4 people and the number of dependents at most ranges from 1-3 people and work long at PT Anam Koto 1-2 years. The working pattern of female farm laborers working at PT Anam Koto is that they work to maintain oil palm, fertilize and collect palm oil waste. Female farm workers work six days a week, from Monday to Saturday, and have holidays, namely Sundays. There are female farm workers working at PT Anam Koto who live in the barracks of workers' homes that have been provided by PT Anam Koto and there are also those who live in their own homes outside the PT Anam Koto location. (2) The income of female farm laborers working at PT Anam Koto for one month with the most income obtained by respondents is the range of Rp. 500,000 to Rp. 1,000,000 for 24 respondents or 80%. The number of average / individual working hours carried out by female farm workers at PT Anam Koto at each activity differs from the allocation of working hours. In the activity of brondol quotation, it is an activity that has the most time with the number of work / individual hours allocated for one month by female farm workers, which is 32 hours / month.Keywords : working hours, Income, female farm laborers
Analisis Keuntungan dan Titik Impas Usaha Kopi Sahabat Baru di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Monalisa Octavia; Ira Wahyuni Syarfi; Zulvera zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 3, No 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil Usaha Bubuk Kopi Sahabat Baru yang dilihat dari aspek operasional, aspek keuangan dan aspek pemasaran, (2) menganalisis tingkat keuntungan dan titik impas usaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, pengumpulan data dari penelitian ini diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan informan kunci dan data sekunder dari BPS dan litelatur lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Kopi Sahabat Baru sudah mendapatkan perizinan usaha yaitu sertifikasi pangan produksi industri rumah tangga (SPP-IRT) dan sudah terdapat pembagian kerja yang jelas, akan tetapi pemilik usaha merangkap sebagai pemilik dan pimpinan usaha, juga bertanggungjawab untuk bagian administrasi dan keuangan. Metode pemberian upah menggunakan metode upah langsung dengan tingkat upah didasarkan pada bidang pekerjaannya. Pemasaran produk menggunakan saluran tidak langsung yaitu melalui pedagang besar dan pedagang pengecer. Usaha Kopi Sahabat Baru belum melakukan sistem pembukuan yang mencatat keuangan dengan jelas dan terstruktur. Berdasarkan analisis keuntungan dan titik impas yang dilakukan pada periode April 2021, Usaha Kopi Sahabat Baru memperoleh keuntungan sebesar Rp183.235.062 dan berdasarkan analisis titik impas Usaha Kopi Sahabat Baru berada pada titik impas jika volume penjualannya sebanyak 1.525,35 kg dengan tingkat penjualan sebesar Rp53.387.190. Pada periode April 2021 volume penjualan kopi sahabat baru telah berada diatas titik impas yaitu dengan volume penjualan 13.680 kg. Hal ini menunjukkan bahwa Usaha Kopi Sahabat Baru telah mendapatkan keuntungan dalam menjalankan usahanya. 
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Proses Adopsi Inovasi Program Asuransi Tani Padi (AUTP) di Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang Desi Dwita Utami; Dwi Ealiza; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 2, No 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses adopsi inovasi asuransi usaha tani padi (AUTP) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan proses adopsi petani terhadap inovasi Program AUTP pada kelompok tani Setia Budi di kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan analisis data secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan uji statistik korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan proses adopsi inovasi program asuransi usaha tani padi (AUTP) di Kelompok Tani Setia Budi ditemukan antara lain petani responden telah mencapai pada tahap Awarness (kesadaran), tahap Interest (mengetahui), tahap Evaluation (penilaian), dan tahap  Adoption (menerima). Faktor – faktor yang berhubungan dengan proses adopsi inovasi program asuransi usaha tani padi (AUTP) adalah faktor luas lahan, faktor tingkat pendidikan, faktor premi, faktor waktu pertanggungan AUTP, faktor jumlah klaim, faktor persyaratan AUTP, faktor frekuensi penyuluhan, dan faktor metode penyuluhan. Sedangkan umur, tingkat pendapatan, organisasi, tidak berhubungan dengan proses adosi inovasi program AUTP.
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture (Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Tropis) (JOSETA) Vol 4, No 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas. 
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Proses Adopsi Inovasi Program Asuransi Tani Padi (AUTP) di Kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang Desi Dwita Utami; Dwi Ealiza; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 2 No. 3 (2020): December
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v2i3.405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses adopsi inovasi asuransi usaha tani padi (AUTP) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan proses adopsi petani terhadap inovasi Program AUTP pada kelompok tani Setia Budi di kelurahan Gunung Sarik Kecamatan Kuranji Kota Padang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan analisis data secara deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif dan uji statistik korelasi spearman. Hasil penelitian menunjukan proses adopsi inovasi program asuransi usaha tani padi (AUTP) di Kelompok Tani Setia Budi ditemukan antara lain petani responden telah mencapai pada tahap Awarness (kesadaran), tahap Interest (mengetahui), tahap Evaluation (penilaian), dan tahap  Adoption (menerima). Faktor – faktor yang berhubungan dengan proses adopsi inovasi program asuransi usaha tani padi (AUTP) adalah faktor luas lahan, faktor tingkat pendidikan, faktor premi, faktor waktu pertanggungan AUTP, faktor jumlah klaim, faktor persyaratan AUTP, faktor frekuensi penyuluhan, dan faktor metode penyuluhan. Sedangkan umur, tingkat pendapatan, organisasi, tidak berhubungan dengan proses adosi inovasi program AUTP.
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Keputusan Petani dalam Melakukan Usahatani Bengkuang di Kecamatan Kuranji Kota Padang Puput Indah Pratiwi; Zulvera Zulvera; Hery Bachrizal Tanjung
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.415

Abstract

Bengkuang (Pachyrhizus Erosus) merupakan tanaman khas yang membuat Kota Padang dikenal sebagai Kota Bengkuang. Namun petani bengkuang Kota Padang saat ini hanya menjadikan bengkuang sebagai tanaman pengganti, dan jumlah petani bengkuang terus menurun setiap tahunnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan gambaran usahatani bengkuang dan mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keputusan petani dalam melakukan usahatani bengkuang di Kecamatan Kuranji Kota Padang. Penelitian ini menggunakan metodesurvei dan teknik sampling jenuh. Analisis data yang digunakan dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari data primer dan sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penurunan petani bengkuang di Kota Padang dikarenakan harga bengkuang yang relatif rendah. Petani menanam bengkuang hanya sebagai tanaman pengganti yang bertujuan untuk menyuburkan tanah. Di samping itu pemeliharaannya dilakukan dengan teknik yang sederhana dan tidak sesuai literatur. Faktor-faktor yang dianggap berhubungan dengan keputusan petani adalah aspek ekonomi dan juga peran penyuluh pertanian. Agar memperoleh hasil yang maksimal, sebaiknya petani melakukan teknik budidaya yang baik sesuai dengan pedoman dan literatur yang telah dianjurkan, serta pemerintah setempat diharapkan agar memberikan penyuluhan kepada petani tentang materi budidaya bengkuang.
Analisis Keuntungan dan Titik Impas Usaha Kopi Sahabat Baru di Nagari Koto Tuo Kecamatan Sungai Tarab Monalisa Octavia; Ira Wahyuni Syarfi; Zulvera zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 3 No. 2 (2021): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v3i2.418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan profil Usaha Bubuk Kopi Sahabat Baru yang dilihat dari aspek operasional, aspek keuangan dan aspek pemasaran, (2) menganalisis tingkat keuntungan dan titik impas usaha. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif, pengumpulan data dari penelitian ini diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan informan kunci dan data sekunder dari BPS dan litelatur lain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Kopi Sahabat Baru sudah mendapatkan perizinan usaha yaitu sertifikasi pangan produksi industri rumah tangga (SPP-IRT) dan sudah terdapat pembagian kerja yang jelas, akan tetapi pemilik usaha merangkap sebagai pemilik dan pimpinan usaha, juga bertanggungjawab untuk bagian administrasi dan keuangan. Metode pemberian upah menggunakan metode upah langsung dengan tingkat upah didasarkan pada bidang pekerjaannya. Pemasaran produk menggunakan saluran tidak langsung yaitu melalui pedagang besar dan pedagang pengecer. Usaha Kopi Sahabat Baru belum melakukan sistem pembukuan yang mencatat keuangan dengan jelas dan terstruktur. Berdasarkan analisis keuntungan dan titik impas yang dilakukan pada periode April 2021, Usaha Kopi Sahabat Baru memperoleh keuntungan sebesar Rp183.235.062 dan berdasarkan analisis titik impas Usaha Kopi Sahabat Baru berada pada titik impas jika volume penjualannya sebanyak 1.525,35 kg dengan tingkat penjualan sebesar Rp53.387.190. Pada periode April 2021 volume penjualan kopi sahabat baru telah berada diatas titik impas yaitu dengan volume penjualan 13.680 kg. Hal ini menunjukkan bahwa Usaha Kopi Sahabat Baru telah mendapatkan keuntungan dalam menjalankan usahanya. 
Karakteristik Petani Kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar Hary Yanto Jailani; Nofialdi Nofialdi; Zulvera Zulvera
Journal of Socio-economics on Tropical Agriculture Vol. 4 No. 2 (2022): August
Publisher : UNIVERSITAS ANDALAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/joseta.v4i2.444

Abstract

Keberhasilan petani dalam melakukan usahatani terkait dengan kompetensi yang dimilikinya. Karakteristik dapat mempengaruhi seseorang dalam melakukan tindakan. Setiap petani memiliki karakteristik yang berbeda untuk memberikan dorongan dalam bertindak seperti petani kopi dalam melakukan usahatani kopi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari data primer melalui wawancara langsung dengan responden dan literatur lain. Variabel yang digunakan pada penelitian ini yaitu umur, pendidikan, jenis kelamin, pengalaman, dan kemauan keras untuk berhasil. Untuk menganalisis indikator kemauan keras untuk berhasil diukur dengan skala likert 1, 2, 3, 4, dan 5. Skor tertinggi (5) untuk jawaban yang sangat diharapkan sedangkan skor terendah (1) untuk jawaban yang sangat tidak diharapkan. Sebagian besar petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan termasuk kedalam golongan usia produktif. Tingkat pendidikan tertinggi petani kopi adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan tingkat pendidikan petani paling banyak yaitu pada Sekolah Dasar (SD). Jumlah petani kopi laki-laki di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar lebih besar dari petani perempuan. Pengalaman petani dalam melakukan usahatani kopi rata-rata adalah 21 tahun. Petani kopi di Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar memiliki keinginan untuk menghasilkan produk yang berkualitas.Â